Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Anak Genius
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Emily terpaksa menjadi pengantin dari Leon Anderson yang merupakan seorang mafia lumpuh menggantikan sang kakak yang kabur menjelang hari bahagia. Pernikahan mereka juga terjadi karena orang tuanya Emily memiliki utang besar kepada Leon dan Emily juga tak tau jika dirinya hanya seorang anak angkat. Seiring berjalannya waktu, cinta mereka pun tumbuh dan Emily mengandung. Namun, sebuah insiden memisahkan keduanya.

Beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu tetapi semua telah berubah. Emily yang telah melahirkan bocah laki-laki yang pintar tak mengingat Leon. Akankah keduanya dapat kembali bersatu lagi untuk merawat dan membesarkan buah hati mereka? Atau keduanya memilih jalan hidup masing-masing dengan orang berbeda?

Diharapkan tidak menabung bab. Terima kasih 🙏🏼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Tubuh Leon seakan membeku, ia tak menyangka dapat bertemu lagi dengan istri tercintanya. Matanya tampak berkaca-kaca. Kakinya terasa berat untuk melangkah dan tangannya mendadak kaku saat hendak meraih tubuh wanita yang dirindukannya.

Ibunya Zayn berdiri, ia memegang bahu Zayn dan menariknya ke belakang. Ia lalu berdiri di depan putranya. Ia melihat Leon dan bertanya, "Siapa kamu?"

Deg..

Emily tak mengingatnya.

"Emily!" gumam Leon.

"Kenapa kau mengenal namaku?" tanya Emily heran.

"Aku yang memberitahunya, Bu!" jawab Leon menyahut.

"Zayn, diamlah. jangan potong pembicaraan Ibu!" nasehat Emily menoleh ke belakang.

"Ka...kamu tidak mengenal aku?" tanya Leon terbata.

Emily menggelengkan kepalanya.

"Apa mungkin dia lupa ingatan?" batin Leon.

"Kenapa kau ada bersama anakku?" tanya Emily marah.

"Ibu, jangan memarahi Paman Leon!" jawab Zayn.

"Emily, aku sangat merindukanmu!" Leon yang sangat rindu lantas menarik bahu Emily dan memeluknya erat.

Emily yang sama sekali tak mengenal sosok pria dihadapannya mendorongnya kuat dan kasar. Ia pun melayangkan tamparan keras ke wajah Leon. "Jangan kurang ajar, ya!" bentaknya.

"Ibu, kenapa Paman ditampar?" tanya Zayn heran.

"Zayn, masuklah ke toko!" perintah Emily menoleh ke arah putranya.

"Tapi, Bu....!"

"Cepat masuk!" Emily meninggikan suaranya.

Zayn gegas melaksanakan perintah sang ibu.

"Apa Zayn itu anak kita?" tanya Leon memegang pipinya.

"Dia anakku dan aku tidak mengenal anda!" jawab Emily tegas.

"Emily, jangan berpura-pura tidak mengenal aku!" Leon tak percaya dengan ucapan istrinya.

Emily menarik napas lalu dihembuskannya secara kasar.

"Sepertinya kau ingin berurusan dengan pihak berwajib!" kata Emily.

Leon memilih mengalah untuk sementara. Dia tak tau apakah Emily memang benar amnesia atau hanya pura-pura saja.

"Pergi dari sini!" usir Emily.

"Baiklah, aku akan pergi!" kata Leon membalikkan badannya dan melangkah dengan perasaan berat.

Emily masuk ke dalam toko, ia menarik tangan Zayn mengajaknya menuju ruang kerja sekaligus istirahatnya.

"Siapa dia Zayn? Di mana kamu mengenalnya?" cecar Emily.

"Dia Paman Leon. Kami bertemu di depan toko ibu. Dia sudah menolong aku yang hampir tertabrak. Apa Ibu ingat yang aku ceritakan waktu itu?" kata Zayn menjelaskan.

"Ya, Ibu ingat!" ucap Emily dengan kejadian beberapa hari lalu.

"Paman Leon ingin mencari istrinya. Namanya sama dengan Ibu. Aku pikir dia adalah ayahku, ternyata Ibu tak mengenalnya!" kata Zayn menunduk wajahnya karena sedih.

"Zayn, nama ayahmu memang Leon. Tapi, dia sudah mati beberapa tahun lalu. Dia juga jahat, jadi tak mungkin dia adalah ayahmu!" ucap Emily yang memang tak mengingat rupa mantan suaminya. Dia hanya mengetahui namanya, itupun dari orang tua dan kakaknya.

"Maaf, Bu. Aku sangat menginginkan punya ayah!" ujar Zayn dengan mata berkaca-kaca.

"Ibu tak bisa menerima permintaanmu itu!" kata Emily yang serba salah.

"Tapi, boleh, ya, kalau aku menganggapnya sebagai ayahku!" pinta Zayn.

Emily sejenak berpikir.

"Ibu anggap saja aku sebagai penghibur hatinya. Apalagi dia harus kehilangan calon anaknya!" kata Zayn penuh harap.

Seketika kepala Emily terasa berat, hingga ia memegangnya dengan kedua telapak tangannya.

"Ibu?" panggil pelan Zayn. "Ibu tidak apa-apa, 'kan?" tanyanya dengan raut wajah khawatir.

"Tidak apa-apa!" jawab Emily tersenyum kecil.

Zayn memegang tangan kiri ibunya, "Maafkan aku, Bu!" lirihnya.

Emily mengangguk pelan mengiyakan.

"Boleh, ya, aku bermain dengan Paman Leon?" Zayn kembali mengajukan keinginannya.

Emily menghela nafas panjang dan tersenyum tipis.

"Terima kasih, Bu!" Zayn memeluk ibunya karena diizinkan.

1
Ariany Sudjana
jangan-jangan Emily ini anak kandungnya Margareth ya? tapi kok bodohnya kebangetan yah, mau melawan Jason begitu saja, tanpa perhitungan
Ariany Sudjana
Emily ini bodoh, mau tanya ke Jason, apa dia yang membakar tokonya? kalaupun benar Jason pelakunya, mana ada pelaku yang mau langsung mrngaku? pantas saja Emily jadi sasaran empuk Jason dll, bodohnya kebangetan
Ariany Sudjana
sudah jelas Jason dan Belinda dalangnya
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Leon sudah melewati masa kritisnya dan sudah bangun dari koma
Ariany Sudjana
terlalu lama amnesia Emily dan sekarang Leon kamu tembak? kamu bodoh Emily, kamu sudah termakan omongan iblis di sekeliling kamu, dan sekarang kamu siap-siap kehilangan Leon, dan itu papa kandungnya Zayn
Ariany Sudjana
terlalu lama amnesia Emily, kasihan Zayn ga bisa bersama papa kandungnya, karena hasutan belinda cs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!