Indonesia
NovelToon NovelToon
LINGKARAN TAKDIR YANG KEMBALI

LINGKARAN TAKDIR YANG KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:418
Nilai: 5
Nama Author: Anggi Septianti

Kisah ini mengikuti perjalanan jiwa seorang wanita yang terjebak dalam siklus reinkarnasi lintas zaman demi mengejar satu cinta sejati yang selalu berujung tragis.
Pada kehidupan pertama (Era Romawi), ia adalah wanita dari kasta rendah yang mencintai seorang putra mahkota. Cinta mereka terhalang status sosial dan berakhir tragis dengan kematian.
Terlahir kembali di era kolonial (kehidupan kedua) sebagai putri gangster kaya raya, ia membawa ingatan masa lalunya dan berhasil menemukan kembali cinta pertamanya. Namun, takdir kembali merenggut kebahagiaan mereka akibat permusuhan darah antar keluarga besar.
Merasa lelah dengan takdir yang selalu menyakitkan, pada kehidupan ketiga (Era Modern) ia terlahir di keluarga biasa yang harmonis dan bertekad untuk menyerah serta menghindari cinta masa lalunya. Sialnya, semesta mempertemukannya kembali dengan pria tersebut yang kini menjadi CEO dingin di perusahaannya. Terikat kontrak kerja tiga tahun dengan penalti besar, ia mati-matian menghindar. Namun, tingkah lucunya justru meluluhkan hati sang CEO. Seiring berjalannya waktu, sang pria juga mulai mengingat kembali memori masa lalu mereka. Dan badai tidak di restu itu kembali menghatam cinta mereka, akan mereka kembali berpisah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 : Akhir Tragis

Angin gurun yang bertiup kencang di perbatasan selatan Roma membawa debu dan pasir, menyapu sekeliling padang gersang tempat pasukan berkuda berzirrah hitam terhenti. Suasana di sekitar area tambang batu mendadak berubah menjadi sangat sunyi, seolah alam semesta ikut menahan napas menyaksikan kepedihan yang teramat luar biasa di hadapan mereka.

Marcus tetap bergeming di atas tanah yang berdebu. Tubuhnya membungkuk dalam, merengkuh jasad Callista yang telah kehilangan kehangatan hidup. Di dalam dekapannya, gadis itu tampak begitu damai, kontras dengan badai kehancuran yang kini meremukkan jiwa sang pangeran. Wajah Callista yang pucat bersih dari air mata terakhir, menyisakan senyuman tipis yang seolah menjadi pesan abadi bahwa ia tidak pernah menyesal mencintai seorang putra mahkota.

"Yang Mulia..." bisik Panglima Decimus dengan nada ragu-ragu, melangkah perlahan mendekati sang pangeran setelah turun dari kudanya. Ia menatap jasad Callista sekilas sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Marcus yang tampak kosong. "Hukuman pengasingan ini telah selesai dengan kematian tahanan. Berdasarkan titah kekaisaran, kita harus segera membawa kembali jasad ini atau membiarkannya diurus oleh pengawas tambang, lalu kembali ke ibu kota. Dewan Senat sedang menunggu laporan Anda."

Mendengar kata-kata Decimus, Marcus perlahan mengangkat wajahnya. Manik mata hazel yang biasanya memancarkan wibawa dan ketegasan seorang pewaris takhta kini terlihat kosong, gelap, dan dipenuhi oleh genangan air mata yang membeku. Tidak ada lagi amarah yang meledak-ledak. Yang tersisa hanyalah kehampaan yang teramat dalam, menyisakan luka abadi yang tidak akan pernah bisa disembuhkan oleh waktu maupun kekuasaan.

"Dewan Senat..." suara Marcus keluar serak, nyaris seperti bisikan angin malam yang dingin. Pria itu menatap tajam ke arah Decimus, membuat panglima perang berpengalaman itu merinding seketika. "Katakan pada para senator tua keparat itu... bahwa mereka telah memenangkan perang ini. Mereka berhasil merenggut nyawanya, merusak hidupnya, dan membuangnya ke tempat terkutuk ini."

Marcus menunduk kembali, mengecup kening Callista untuk yang terakhir kalinya dengan penuh kelembutan. Bibirnya bergetar saat ia membisikkan sebuah janji suci di dekat telinga gadis itu.

"Tapi mereka tidak akan pernah bisa memiliki jiwamu, Callista. Aku akan menyusulmu... atau aku akan menunggumu di keabadian berikutnya."

Tanpa menghiraukan perintah panglima atau protokol istana, Marcus mengangkat tubuh kaku Callista ke atas pelana kudanya sendiri. Ia naik ke belakang, mendekap erat jasad sang kekasih dengan satu tangan sementara tangan lainnya memegang kendali tali kekang kuda. Ia menolak menyerahkan tubuh Callista kepada para pengawal tambang. Ia akan membawa wanita itu pulang dengan tangannya sendiri, menembus gerbang istana yang kejam, dan menunjukkan pada dunia bahwa cinta mereka tidak bisa dihancurkan oleh terakota maupun pedang prajurit.

Perjalanan kembali ke ibu kota Roma terasa sangat panjang dan sunyi. Sepanjang perjalanan, Marcus tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia memacu kudanya di depan barisan pasukan, membawa serta kenangan manis di taman istana, bisikan cinta di bawah temaram lampu minyak, hingga janji setia di ujung tebing kerajaan yang kini tinggal kenangan.

Tiba di gerbang utama istana kekaisaran menjelang senja, para penjaga dan kasim istana terperanjat melihat kedatangan sang pangeran yang jubah perangnya berlumuran debu dan darah kering, membawa jasad seorang budak di atas kudanya. Berita itu langsung menyebar bagaikan kilat ke seluruh penjuru istana, memicu kepanikan di kalangan Dewan Senat yang segera berkumpul di aula utama.

Kaisar Tiberius, dengan wajah pucat karena terkejut dan penyesalan yang mendalam, berdiri di ujung tangga balai singgasana saat Marcus melangkah masuk ke dalam aula yang megah. Pangeran itu berjalan tegap, namun sorot matanya memperlihatkan jiwa yang telah mati separuh. Di hadapan sang kaisar, para senator, dan para panglima militer, Marcus menghentikan langkahnya tepat di tengah-tengah aula marmer.

"Marcus... anakku..." lirih Kaisar Tiberius, suara sang kaisar bergetar hebat saat melihat apa yang dibawa oleh putranya.

"Kau puas, Ayah?" ucap Marcus dengan suara tenang namun menusuk tajam ke dalam hati setiap orang yang mendengarnya. Ia melonggarkan jubahnya, lalu membiarkan tubuh kaku Callista perlahan dibaringkan di atas lantai marmer putih aula kekaisaran yang suci. Darah dan debu tambang mengotori kemegahan pualam istana, menciptakan kontras yang mengerikan antara kaum bangsawan dan korban keserakahan kasta.

"Putra Mahkota! Lancang sekali tindakanmu membawa mayat budak ke balai agung kekaisaran!" bentak Senator Gaius dengan wajah memerah karena marah, mencoba menutupi rasa takutnya di balik gertakan politik.

Marcus tidak menoleh ke arah senator tersebut. Ia berlutut di samping jasad Callista, menggenggam erat jemari tangan gadis itu yang sudah dingin. Ia mengeluarkan sebuah cincin perunggu kecil dari sakunya—cincin sederhana yang dulu mereka temukan bersama—dan mengenakannya kembali ke jari manis Callista.

"Aku menyerahkan mahkota ini," ucap Marcus pelan, suaranya menggema ke seluruh sudut aula yang mendadak sunyi mencekam. Ia perlahan melepaskan lencana kepangeranan bersepuh emas dari pundaknya, lalu menjatuhkannya ke lantai marmer dengan suara berdacing nyaring. "Aku melepaskan hak warisku atas takhta Kekaisaran Roma. Ambil semua kekuasaan ini, jadikan aku buronan, atau hukum aku mati bersama dirinya. Aku tidak peduli."

Kaisar Tiberius tertegun, langkahnya terhuyung ke belakang seolah kehilangan keseimbangan. Para anggota dewan saling berpandangan dengan cemas, menyadari bahwa ketegasan mereka telah menghancurkan satu-satunya pewaris sah kekaisaran dengan cara yang paling tragis.

Namun, drama politik itu tidak lagi penting bagi Marcus. Pria itu mencondongkan tubuhnya, memeluk jasad Callista untuk terakhir kalinya di tengah aula kekaisaran yang megah namun dingin. Saat air mata terakhirnya menetes dan menyentuh pipi sang kekasih, sebuah kilatan cahaya redup seolah berpendar di antara mereka, menandakan berakhirnya siklus pertama sebuah cinta yang dikutuk oleh waktu.

Di pelukan sang pangeran, di bawah tatapan ngeri para penguasa Roma yang gemetar, kisah cinta tragis era Romawi itu menemui titik akhirnya—membuka gerbang reinkarnasi panjang di mana takdir akan kembali mempertemukan jiwa mereka di bawah langit kolonial berabad-abad kemudian.

*•*

*•*

*•*

*•*

*•*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!