Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10
⚠️ WARNING — FICTIONAL CONTENT ⚠️
Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita.
Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata.
Harap membaca dengan bijak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Las Vegas, Nevada,
United States of America
Alba menggandeng lengan Lazarus manja. Keduanya tengah berjalan beriringan melewati banyaknya karyawan-karyawan Lazarus yang memiliki tanda tanya besar siapa wanita yang tengah bersama boss mereka sekarang.
"Sayang.... "
Lazarus tidak mengidahkan ia tetap saja berjalan angkuh, dan tegap.
Mereka memasuki lift, lalu menekan tombol ke bawah. Pintu lift tertutup dan membawa mereka turun.
Alba mendekat lalu menautkan tangannya dengan Lazarus.
Alba mengelus-ngelus tangan Lazarus yang di genggamnya, sembari memandang Lazarus dengan genit.
Tak lama pintu lift kembali terbuka, Lazarus dan Alba melangkah keluar.
Langit sudah menjingga, Lazarus melangkah dengan Alba di sisinya. Lazarus membukakan pintu mobil untuknya masuk, tidak akan mungkin ia membuka untuk Alba.
Alba menaikan satu alisnya. "Whatt." Tapi meskipun begitu Alba tetap membuka pintu mobil sendiri lalu membantingnya keras.
Dasar pria tak romantis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hujan deras mengguyur lebat, dengan petir dan guntur yang selang-seling bersautan
Lazarus dan teman-temannya berkumpul di ruang VIP Club kepunyaan Lazarus.
Lazarus tengah menyesap cerutunya, sembari mengutak-atik tabletnya. Melihat Alba yang tengah tertidur lewat CCTV kecil yang di pasangnya.
Entah apa yang telintas di otaknya, entah itu karena kewaspadaan atau perasaan lain yang membuatnya sampai memasang CCTV tanpa sepengetahuan perempuan itu.
Lazarus terdiam sejenak, ia teringat tatapan belo dengan netra hazel Alba yang penuh godoan serta mulutnya yang penuh sesak kata binal.
Perempuan itu anomali.
Seringai tipis penuh arti muncul di wajahnya. 'Aku baru saja menemukan mainan baru yang menarik, aku ingin melihat seberapa besar ambisinya mendekatiku'.
Galk melempar narkoba yang baru mereka kembangkan yang mereka sebut ComX, sembari menghidupkan cerutunya.
"Obat baru yang naik daun!, lebih banyak peminat walaupun baru berkembang,efeknya dasyat. Membuat tubuh lebih kuat dari narkoba yang sebelumnya kita edarkan—. "
"Tapi jika everdosis penggunanya akan kehausan ekstrem yang harus cepat memakai peredanya. "Maxime memotong ucapan Galk.
Lalu ia mengeluarkan cairan berwarna biru. " Ini penawar ComX, bagi mereka yang everdosis harus segera menyuntikan ini jika tidak akan mati. "
"Delapan percobaan untuk membuat ComX bisa di edarkan. " Sambung Sergio.
Lazarus hanya diam melihat tabletnya. Sembari sesekali seringai tipis tercetak di wajahnya.
Galk meraih gelas berisi rum merahnya lalu meneguknya hingga tandas tak tersisa.
"Obat ini masuk di kalangan pejabat negara, menyuap polisi, auditor dan pejabat jika mereka berani membeberkan sedikit saja keluarga dan mereka akan binasa. " Ujar Maxime mematikan cerutunya dengan menekannya di asbak.
Ruangan kembali hening.
"Lama tak mendengarmu menjalin asmara, aku sedikit terkejut saat mendengar kabarmu menikah. " Ujar Galk menyesap cerutunya sembari mengeluarkan kepulan asal dari mulutnya.
"Bukan urusanmu. "
"You can't joke, bro. " Ujar Sergio.
"Aku tahu Lazarus, kenapa kau begitu tabah menunggu mantan kekasihmu ini sudah 6 tahun lamanya. "
"Aku turut berduka akan istrimu, bagaimana jika perempuan masa lalumu hadir kembali?."
"Urusi saja para jalangmu Sergio, selalu datang membawa nafsu setiao jalang kau setubuhi.Malam-malam suntuk di penuhi erotisme dan fetis menjijikanmu. " Tegur Galk.
"Aku bersumpah demi sebotol rum merah, sebatang lisong, dan seonggok belahan daging. Aku seonggok birahi melihat nona-nona puan jelita nan menggoda. Hasratku memberontak melawan arusarus, tapi walaupun aku suka menjelajah belahan wanita aku tetap saja memilih siapa yang berhak aku tiduri. " Sahut Sergio seolah-olah ucapan itu enteng dan biasa dia lakukan sembari meletakan cerutunya di sela bibir tangan kananya memegang pemantik menghiduokan apinya.
"Kau pria terbrengsek di kalangan kita Sergio, yang harus di kasihani itu istrimu kelak. "
"Kita pria mencari pelampiasan di waktu senggang itu sudah menjadi hal biasa, apalagi kita pria dewasa normal yang butuh pemicu dopamine, dan aku tidak mengharapkan perempuan perawan dan suci karena diriku tidak sesuci itu. " Sahut Sergio.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
THANK YOU FOR READING 🌸
Terima kasih sudah membaca sampai akhir.
Semoga ceritanya meninggalkan sedikit kesan untuk kalian.
For u, a dahlia. 🌺
— Author