Indonesia
NovelToon NovelToon
PENGUASA DEWA NAGA

PENGUASA DEWA NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"

Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.

"Menunggumu? Hmmph!

"Kau tidak pantas!"

Kalimat itu menghantam arena seperti petir.

"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.

"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"

"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?

"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"

"Dasar sampah!"

Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.

Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Murid Kehormatan Akademi Tianyan

Mo Ling'er berjalan menjauh dengan wajah dingin.

Namun bayangan Feng Wuchen dan Ling Xiaoxiao terus terlintas dalam pikirannya.

Dulu, dialah yang menyebut Feng Wuchen sampah.

Seorang pemilik Jiwa Bertarung Tingkat Dua yang tidak memiliki masa depan.

Tetapi jauh di lubuk hatinya, Mo Ling'er mulai menyadari sesuatu.

Feng Wuchen yang sekarang sudah berbeda.

Ia mengalahkan Yang Bufan.

Ia juga menghancurkan Yang Xuan.

Bahkan Tetua Su dari Akademi Tianyan begitu menghargainya.

Semua itu bukan sesuatu yang mampu dilakukan oleh seorang sampah.

Dan Mo Ling'er belum mengetahui satu hal.

Yang Tiansen, jenius terkuat generasi muda Klan Yang yang telah mencapai Tingkat Satu Alam Pemurnian Qi, juga baru saja kalah di tangan Feng Wuchen.

Bahkan hanya dengan satu pukulan.

Jika mengetahui hal tersebut, entah bagaimana perasaan Mo Ling'er nantinya.

Di aula utama Akademi Tianyan, beberapa sosok penting telah berkumpul.

Mereka sengaja menunggu kedatangan Feng Wuchen.

Kabar mengenai pemuda yang mampu membersihkan Racun Dingin dalam tubuh Tetua Su sudah lama menarik perhatian mereka.

Racun yang bahkan sulit ditangani seorang Alkemis Tingkat Lima...

justru mampu dikikis oleh pemuda Alam Tempa Tubuh.

Bagaimana mungkin mereka tidak penasaran?

Sebelum memasuki aula, Feng Wuchen sempat melirik Ling Xiaoxiao.

"Xiaoxiao, sembunyikan auramu."

Ling Xiaoxiao langsung memahami maksudnya.

Jika para petinggi Akademi Tianyan mengetahui seorang gadis seusianya sudah mencapai Tingkat Enam Alam Pemurnian Qi, mereka pasti akan melakukan segala cara untuk mempertahankannya.

Ling Xiaoxiao segera menarik seluruh auranya.

Mentor Li membawa mereka memasuki aula.

Begitu melewati pintu, Feng Wuchen langsung merasakan beberapa tekanan kuat.

"Pantas saja Akademi Tianyan mampu berdiri sejajar dengan kekuatan kekaisaran."

Tatapannya menyapu ruangan.

"Fondasinya memang tidak sederhana."

Mentor Li maju beberapa langkah.

"Kepala Akademi, para Tetua."

Ia menangkupkan tangan.

"Saya membawa Feng Wuchen."

Feng Wuchen dan Ling Xiaoxiao ikut memberi hormat.

"Salam kepada Kepala Akademi dan para Tetua."

"Hahaha!"

Tetua Su langsung tertawa.

"Adik Wuchen, akhirnya kau datang juga!"

Di kursi utama duduk seorang lelaki tua berjubah putih.

Dialah Xing Tianfeng, Kepala Akademi Tianyan.

Di dekatnya terdapat Tetua Agung Zhen Yuntian dan Tetua Kedua Liu Changfeng.

Masing-masing memiliki kultivasi yang sangat dalam.

Terutama Xing Tianfeng.

Tekanan samar dari tubuh lelaki tua itu bahkan membuat Feng Wuchen merasakan sedikit ancaman.

Xing Tianfeng memperhatikan Feng Wuchen beberapa saat.

"Jadi kau Feng Wuchen."

Ia tersenyum tipis.

"Aku mendengar banyak hal tentangmu dari Tetua Su."

"Katanya kau menolak undangan masuk Akademi Tianyan."

"Dan kau juga mampu membersihkan Racun Dingin yang mengendap bertahun-tahun dalam tubuhnya."

"Terus terang, aku sangat penasaran."

Tetua Kedua Liu Changfeng mengangguk.

"Pembawaannya tenang."

"Tidak terlihat seperti pemuda biasa."

Tetua Agung Zhen Yuntian tersenyum.

"Feng Wuchen, kemarilah."

Feng Wuchen menurut.

Zhen Yuntian meletakkan dua jari pada pergelangan tangannya.

Seutas Qi Sejati memasuki tubuh Feng Wuchen.

Beberapa saat kemudian, alisnya berkerut.

"Benar."

"Jiwa Bertarung Tingkat Dua."

Tetua Su mengangguk.

"Itulah yang membuatnya aneh."

Zhen Yuntian hendak menarik tangannya.

Namun tiba-tiba—

"Tunggu."

Ekspresinya berubah.

Ia kembali memeriksa dengan lebih teliti.

"Puncak Tingkat Delapan Alam Tempa Tubuh?"

"Apa?"

Tetua Su langsung berdiri.

"Adik Wuchen, kau menerobos lagi?"

Feng Wuchen tersenyum ringan.

"Beberapa hari lalu."

Ruangan mendadak sunyi.

Tetua Su sudah mengetahui bahwa Feng Wuchen pernah melompat dua tingkat hanya dalam beberapa hari.

Namun sekarang...

baru sekitar sebulan berlalu sejak Feng Wuchen berada di Tingkat Empat.

Dan ia sudah mencapai puncak Tingkat Delapan.

Empat tingkat!

Dalam satu bulan!

Xing Tianfeng tidak lagi mampu mempertahankan ketenangannya.

"Menarik."

Matanya bersinar.

"Sangat menarik."

Jiwa Bertarung Tingkat Dua seharusnya membatasi kecepatan kultivasi.

Namun apa yang terjadi pada Feng Wuchen justru sepenuhnya berlawanan.

"Kecepatan kultivasi seperti ini..."

Xing Tianfeng menggeleng perlahan.

"Bahkan banyak pemilik Jiwa Bertarung tingkat tinggi tidak mampu menandingimu."

Feng Wuchen tidak menunjukkan kebanggaan.

Ia hanya menoleh kepada Tetua Su.

"Tetua Su, sebaiknya kita menyelesaikan Racun Dingin terlebih dahulu."

"Aku masih memiliki urusan lain."

Tetua Su langsung mengangguk.

"Baik!"

Zhen Yuntian memperhatikan Feng Wuchen semakin dalam.

Dipuji langsung oleh Kepala Akademi Tianyan tetapi tetap tenang.

Pemuda ini benar-benar berbeda.

Feng Wuchen berjalan ke belakang Tetua Su.

"Jangan melawan."

Tetua Su mengangguk.

Feng Wuchen kemudian mengangkat telapak tangannya.

Teknik misterius mulai bekerja.

Xing Tianfeng dan para Tetua langsung memperhatikan tanpa berkedip.

Mereka hanya pernah mendengar penjelasan Tetua Su sebelumnya.

Sekarang mereka akhirnya bisa menyaksikannya sendiri.

Tak lama kemudian—

Hawa dingin mulai keluar dari tubuh Tetua Su.

Suhu aula menurun drastis.

Lapisan embun beku terbentuk di pakaiannya.

Bahkan lantai di bawah kakinya perlahan tertutup es tipis.

Mata Zhen Yuntian membesar.

"Ini..."

Hanya dalam waktu singkat, Feng Wuchen menarik tangannya.

"Sekarang."

Tetua Su membuka mata.

"Hah!"

Boom!

Qi Sejati meledak dari tubuhnya.

Lapisan es langsung pecah.

Hawa dingin yang menempel di tubuhnya tersebar menjadi kabut putih.

Tetua Su berdiri.

Wajahnya dipenuhi kegembiraan.

"Ringan sekali!"

Ia merasakan aliran Qi Sejati di tubuhnya.

Jauh lebih lancar dibanding sebelumnya.

"Racun Dinginnya hampir habis!"

Zhen Yuntian segera memeriksanya.

Sesaat kemudian, wajahnya berubah.

"Benar."

Ia menatap Feng Wuchen seperti sedang melihat monster.

"Racun yang mengendap selama bertahun-tahun..."

"Bahkan aku dan Alkemis Tingkat Lima tidak mampu membersihkannya."

"Namun kau melakukannya hanya dalam dua kali penanganan."

"Luar biasa."

Xing Tianfeng pun tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

"Teknik macam apa ini?"

Feng Wuchen tidak menjawab pertanyaan tersebut.

Ia justru berkata kepada Tetua Su,

"Racun Dingin di tubuh Tetua berasal dari teknik kultivasi yang Anda gunakan."

"Untuk sementara, jangan berkultivasi."

"Jika tidak, Racun Dingin akan kembali menumpuk."

Tetua Su mengangguk tanpa ragu.

"Baik."

"Setelah racunnya benar-benar bersih, bagaimana jika aku kembali berkultivasi?"

"Tetap akan muncul."

Tetua Su tertegun.

Feng Wuchen melanjutkan,

"Namun jumlahnya tidak akan langsung sebanyak sebelumnya."

"Jika hanya sedikit, Tetua Agung seharusnya mampu membantu membersihkannya."

Zhen Yuntian mengangguk.

"Jika hanya sedikit Racun Dingin, memang tidak sulit."

Tetua Su akhirnya benar-benar lega.

Namun Xing Tianfeng justru memikirkan hal lain.

Semakin lama ia melihat Feng Wuchen...

semakin tidak rela ia membiarkan pemuda ini pergi.

"Feng Wuchen."

"Hm?"

"Masuklah ke Akademi Tianyan."

Feng Wuchen terdiam.

Xing Tianfeng melanjutkan,

"Dengan bakat dan kemampuanmu, berada di Kota Wushuang hanya akan membatasi perkembanganmu."

"Aku menjamin..."

"Dalam lima tahun, Akademi Tianyan akan membantumu mencapai Alam Inti Asal."

Tetua Su tersenyum.

Tawaran itu luar biasa.

Namun Feng Wuchen langsung menggeleng.

"Terima kasih atas kebaikan Kepala Akademi."

"Tetapi aku tidak berniat menetap di sini."

Zhen Yuntian segera menyela,

"Bagaimana jika aku sendiri yang mengajarimu alkimia?"

Feng Wuchen kembali menggeleng.

Zhen Yuntian terdiam.

Seorang Alkemis Tingkat Empat menawarkan diri mengajar secara pribadi...

dan ditolak?

Xing Tianfeng masih belum menyerah.

"Teknik kultivasi dan jurus bela diri terbaik Akademi Tianyan akan kubuka untukmu."

Feng Wuchen menatapnya.

"Kau juga boleh memilih senjata tingkat menengah."

"Pil kultivasi akan disediakan Akademi."

Xing Tianfeng berhenti sejenak.

"Dan aku sendiri akan membimbing kultivasimu."

Kali ini bahkan Tetua Su dan Zhen Yuntian ikut terkejut.

Perlakuan seperti itu terlalu istimewa.

Bahkan keturunan keluarga kekaisaran belum tentu mendapatkannya.

Namun Feng Wuchen tetap menggeleng.

"Kepala Akademi, syarat tersebut memang sangat baik."

"Tapi aku benar-benar memiliki banyak urusan."

"Jika menetap di Akademi Tianyan, perjalananku justru akan terhambat."

Xing Tianfeng menatapnya lama.

"Apa sebenarnya yang kau inginkan agar bersedia menjadi murid Akademi Tianyan?"

Feng Wuchen mulai merasa tidak berdaya.

Orang-orang tua ini ternyata benar-benar tidak mau menyerah.

Saat itulah Ling Xiaoxiao menarik ujung lengan bajunya.

"Kakak Feng."

Ia berbisik pelan,

"Kenapa tidak menjadi murid Kehormatan saja?"

Feng Wuchen menoleh.

Ling Xiaoxiao melanjutkan,

"Namamu tercatat sebagai murid Akademi Tianyan."

"Tapi Kakak Feng tetap bebas pergi ke mana pun."

Mata Feng Wuchen langsung berbinar.

Ide bagus.

Ia hampir ingin mengacungkan jempol kepada Ling Xiaoxiao.

Feng Wuchen kembali menatap Xing Tianfeng.

"Kepala Akademi."

"Bagaimana kalau kita mengambil jalan tengah?"

Xing Tianfeng mengangkat alis.

"Katakan."

"Aku bersedia menjadi murid Kehormatan Akademi Tianyan."

"Tetapi aku tidak akan menetap di sini."

"Aku bebas berlatih dan bepergian sendiri."

"Jika Kepala Akademi menyetujuinya, aku bersedia."

Xing Tianfeng bahkan tidak membutuhkan waktu untuk berpikir.

"Setuju!"

Tetua Su tersenyum lega.

Setidaknya nama Feng Wuchen akhirnya terikat dengan Akademi Tianyan.

"Tetapi aku punya satu syarat."

Xing Tianfeng mengangkat satu jari.

"Satu tahun lagi, kau harus kembali."

"Akademi akan mengadakan kompetisi peringkat murid baru."

"Setelah itu, para murid terbaik akan mewakili Akademi Tianyan dalam persaingan melawan akademi kekaisaran lainnya."

Feng Wuchen berpikir sejenak.

Satu tahun.

Tidak masalah.

"Baik."

Xing Tianfeng akhirnya tertawa puas.

"Bagus!"

"Mulai hari ini, kau adalah murid Kehormatan Akademi Tianyan."

Ia kemudian menunjuk ke arah luar aula.

"Sebagai murid Akademi, kau berhak mendapatkan hadiah."

"Pil."

"Jurus bela diri."

"Senjata."

"Pilih apa pun yang kau butuhkan."

Tetua Su ikut tersenyum.

Bagi murid biasa, kesempatan semacam itu mungkin cukup untuk membuat mereka tidak tidur semalaman.

Namun Feng Wuchen hanya menggeleng.

"Aku tidak membutuhkan semuanya."

Senyum Xing Tianfeng langsung membeku.

"Apa?"

"Aku masih memiliki urusan lain."

Feng Wuchen menangkupkan tangan.

"Kalau begitu, aku mohon pamit."

Aula mendadak sunyi.

Xing Tianfeng menatap punggung Feng Wuchen dengan ekspresi aneh.

Pil tidak mau.

Jurus bela diri tidak mau.

Senjata pun tidak mau.

Bahkan bimbingan pribadi Kepala Akademi ditolaknya.

Zhen Yuntian mengusap janggutnya.

Sudut bibirnya perlahan terangkat.

"Menarik..."

Xing Tianfeng menoleh kepadanya.

Zhen Yuntian tertawa kecil.

"Sepertinya bukan kita yang sedang memilih seorang murid."

Tatapannya mengikuti Feng Wuchen yang berjalan keluar bersama Ling Xiaoxiao.

"Justru pemuda itu..."

"...yang sedang menilai apakah Akademi Tianyan cukup layak untuk dirinya."

Senyum Xing Tianfeng perlahan menghilang.

Ia kembali menatap pintu aula.

Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama...

Kepala Akademi Tianyan merasa bahwa mereka harus berusaha keras hanya untuk mempertahankan seorang murid.

......................

Bersambung...

1
Didi h Suawa
cerita yang bagus,,🙏lanjut,
Ed Troivan
Lanjutkan thorku 🤭
Ed Troivan
lanjutkan thorku😊🤭💪
Ed Troivan
lanjut
Ed Troivan
Shuuuyyyt👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!