Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Malam telah tiba dengan langit gelap gulita tanpa bintang kelap kelip, cahaya bintang di gantikan gedung pencakar langit.
Sebuah mobil mewah melaju dengan cepat di antara para mobil lain, sudah hampir empat hari sang pengacara terkenal itu tak pulang.
Padahal di rumahnya ada Istri dan ibunya yang tengah menunggu kepulangannya.
Dion Raharja, pria ini malah ke sebuah apartemen penthouse mewah dengan pemandangan gedung-gedung yang berkelap-kelip.
Pemandangan bagai berlian yang tumpah, suasana terasa sangat panas meski sudah malam.
Setelah memarkirkan mobilnya, Dion segera menaiki lift untuk menuju lantai 12 apartemen.
Dirinya akan menuntaskan hasrat dengan seseorang, bahkan di apartemen itu sudah terdapat pengaman agar dirinya bisa sepuasnya melakukan hal zina dengan LC yang rela menyerahkan tubuhnya.
Kamar apartemen yang luas, baru saja Dion sampai di depan pintu sudah di sambut dengan Chelsea yang mengenakan pakaian menggoda.
Aroma parfume dior, berbeda jauh dengan suasana rumah besar keluarga Raharja tempat Raisa berada.
Dion Raharja masih mengenakan kemeja biru muda selama empat hari ini, karena kemeja itu cuci kering pakai.
Kemeja yang kini nampak kusut, beberapa kancing atasnya sudah terbuka.
Hal yang mencerminkan moralnya yang kian melonggar, setelah mengurus kasus yang rumit di polsek.
"Kamu sudah kesini, sayang."
Chelsea berjalan mendekat, malam ini dirinya tampil sangat berani dengan gaun hijau tua menyerupai kemben sangat ketat.
Memperlihatkan dua belahan gunung kembarnya----gaun itu di penuhi pernak-pernik berkilau yang menangkap cahaya temaram di ruangan apartemen ini.
Dion sudah empat hari tak pulang, baginya melihat wajah Raisa membosankan dan membencinya, di tambah mendengar keluhan ibunya yang sedang sakit.
Berbeda dengan di apartemen ini, justru Dion mendapatkan surga----seorang LC yang rela di tidurinya dan minuman beralkohol.
Chelsea mengambil minuman itu, sambil dengan sengaja memperlihatkan belahan dadanya yang menggoda.
Seolah hasrat Dion sedang di tantang untuk kehilangan kendali.
"Kamu mau minum, sayang?" tanya Chelsea pada Dion.
"Iya sayang," jawab Dion.
Chelsea sengaja membungkuk, untuk memancing hasrat Dion.
Benar saja Dion yang sudah tak bisa menahan hasrat lagi, tanpa banyak kata memukul bagian bokong simpanannya ini.
"Akh...," desah pelan Chelsea.
Dion menariknya dari belakang dan memeluk pinggangnya, dengan cepat membalikan tubuh Chelsea mendekat.
"Kamu pasti bergairah sayang," ucap Chelsea tangannya dengan nakal meraba bagian bawah pria itu.
Tanpa banyak bicara lagi, Dion langsung merenggut manisnya bibir Chelsea.
Keduanya tengah tenggelam dalam ciuman terlarang yang penuh nafsu, ciuman yang tak memiliki rasa cinta.
Hanya ada nafsu membara yang di picu akan pelarian dan ego.
Dion seolah melupakan istrinya yang menunggu di rumah, semua beban hidupnya usai melalui Chelsea.
Tangan Dion bergerak dengan nakal, meraba setiap lekuk tubuh Chelsea.
Lalu tangan itu berpindah ke bokong, dan meremasnya.
Chelsea hanya mendesah pelan, kedua tangannya sudah melingkar di leher Dion.
Wanita LC ini menarik pria itu dalam pusaran dosa zina yang mereka ciptakan sendiri, tak ada rasa bersalah yang terbesit di hati Dion kepada Raisa.
Baginya sekarang Chelsea adalah sebuah hadiah atas keberhasilannya, sementara Raisa hanya masa lalu kelam yang membuatnya muak.
"Kamu nakal banget malam ini, sayang," bisik Chelsea di sela-sela ciuman yang manis.
Suaranya terdengar serak dan menggoda.
"Aku cuma butuh hiburan yang nyata, Chelsea. Bukan istri goblok yang cuma bisa nangis di rumah," jawab Dion dengan napas memburu.
Hasrat yang membumbung tinggi, keduanya seolah tak peduli lagi pada yang namanya dosa.
Apalagi Dion yang tak peduli lagi akan janji suci pernikahannya yang pernah di ucapkan---depan sang kuasa dan penghulu.
Apartemen ini milik Dion, sengaja di beli hanya khusus untuk gundiknya ini.
Di apartemen ini Dion merasa seperti raja yang memiliki permaisuri cantik, sementara di rumah megahnya Raisa bagaikan budak di mata Dion.
Raisa sendiri mungkin sedang menunggunya dengan cemas, sambil berdoa untuk keselamatan sang suami.
Namun, Dion seolah tak peduli---karena hatinya sudah dendam akan kejadian masa kecilnya dengan Raisa.
Kejadian dimana Dion di tindas oleh Raisa, yang membuatnya menyimpan dendam sampai saat ini.
Keduanya terus larut akan tindakan terlarangnya itu, Dion telah buta dengan tega menukar ketulusan Raisa yang tengah merawat ibunya di rumah yang terkena stroke.
Hanya demi kenikmatan sesaat---kenikmatan yang di tawarkan oleh seorang LC bernama Chelsea.
Dion tidak sadar bahwa setiap sentuhan yang ia berikan pada Chelsea adalah paku tambahan bagi peti mati pernikahannya dengan Raisa.
Keduanya sudah sampai melakukan manisnya ciuman di sebuah sofa.
Chelsea sudah membuka penutup bagian depannya, dan memperlihatkan dua gunung yang nampak indah.
Dion menidurkan tubuh wanita yang ia kenal lewat club----di sofa, dan dengan tergesa-gesa membuka kancing kemejanya dan melepas celananya.
Dion bersiap melakukan aktivitas berkuda.
Tangannya meraba pilar putih sebelah kanan milik Chelsea, hanya membuka dua pilar itu---untuk dilakukan aktivitas berkuda.
Dion pelan-pelan menancapkan patok miliknya, di antara lembah tersembunyi milik Chelsea.
Sebelum dimasukan, Dion memasang sebuah k*ndom pada patok miliknya agar aman selama bercinta.
"Akh...." desah Chelsea, saat patok milik gadunnya masuk ke dalam lembah tersembunyi miliknya.
Gaun yang di kenakannya, sudah terlepas menampilkan dua gunung kembar diantara lembah tersembunyi.
Setelah menancapkan patok itu, Dion langsung melakukan aktivitas berkuda.
Berkuda menyusuri lembah tersembunyi milik Chelsea, sementara wanita itu hanya bisa mengigit bibirnya.
Karena jujur saja, Dion sudah seperti orang yang liar-----menunggangi kuda dengan liar.
"Oh shitt...kuda betina dari Colombia...," desahnya sambil menunggangi kuda, di lembah tersembunyi itu.
Dion tangannya juga berusaha meraih dua gunung kembar, dan memetik bunga kuncupnya disana.
Dion mendekatkan wajahnya di antara dua gunung kembar milik Chelsea, lalu meraih bunga kuncup itu dan menghisapnya----rasanya manis seperti madu.
"Akh...Akh...yes sayang," ucap Chelsea, tangannya meraih empat balok di perut Dion mengelusnya dengan lembut.
Sementara dua tangan Dion meremas dua gunung di depan, sambil menunggangi kuda.
Dion terus memacu dalam tubuh Chelsea, hingga wanita itu tak sanggup mengimbangi Dion.
Bagian depannya juga sudah basah, karena Dion meraih bunga kuncup di depannya---bahkan menikmati saat berkuda di gunung.
Bibir Dion bermain di antara bunga kuncup, dan Chelsea merasakan basah di bagian depannya.
Malam ini keduanya melakukan aktivitas berkuda, di sebuah apartemen milik Dion. Malam dimana keduanya terjerumus dalam dosa tak berujung.
*
*
*
*