Indonesia
NovelToon NovelToon
AKULAH SANG PENGUASA JIWA

AKULAH SANG PENGUASA JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Xiao Yi pernah menjadi pembunuh yang ditakuti dunia. Namun sebuah konspirasi merenggut nyawanya.

Ketika membuka mata kembali, ia justru terbangun di Benua Yanlong, dalam tubuh seorang tuan muda lemah yang baru saja dikhianati tunangannya dan dibunuh sepupunya sendiri.

Semua orang menganggapnya sampah.
Mereka tidak tahu bahwa Xiao Yi yang dahulu telah mati.

Kini, di tubuh itu hidup seorang petarung yang terbiasa berjalan di antara darah dan kematian. Lebih mengejutkan lagi, Pedang Bingluan yang ikut menyebabkan kematiannya muncul kembali sebagai Jiwa Bela Diri misterius.

Dengan kehidupan kedua dan kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya, Xiao Yi hanya memiliki satu jawaban bagi mereka yang ingin menginjaknya lagi:

Jika dunia ini menghormati yang kuat, maka ia akan berdiri di puncaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Satu Tungku Membungkam Semua

“Yi’er... apa yang baru saja kaukatakan?”

Xiao Zhong menatap Xiao Yi seolah baru mendengar sesuatu yang tidak masuk akal.

Xiao Yi tersenyum.

“Paman Xiao Zhong belum setua itu sampai pendengarannya bermasalah, kan?”

Ia menunjuk dirinya sendiri.

“Aku bilang, aku juga seorang Alkemis Tingkat Satu.”

“Apakah itu benar?”

“Tentu.”

“Hahaha!”

Tawa Xiao Zhong seketika menggema di seluruh arena.

Kegembiraan lelaki itu begitu tulus hingga semua mata langsung tertuju kepadanya.

“Bagus!”

Ia menepuk paha.

“Bagus sekali!”

Xiao Zhong sampai tidak tahu harus mengatakan apa lagi.

Bagi orang lain, Xiao Yi mungkin hanyalah seorang jenius yang mendadak bersinar.

Namun bagi dirinya, pemuda itu adalah anak yang telah ia jaga sejak kecil.

Melihat Xiao Yi mampu berdiri kembali setelah bertahun-tahun dihina sudah membuatnya bahagia.

Sekarang ternyata Xiao Yi bahkan mengatakan dirinya seorang alkemis.

Bagaimana mungkin ia tidak gembira?

Xiao Yi memandang wajah Xiao Zhong dan merasakan kehangatan dalam hatinya.

Pujian anggota klan bisa datang karena bakat.

Penghormatan bisa muncul karena kekuatan.

Namun kegembiraan Xiao Zhong sama sekali tidak membutuhkan alasan tersebut.

Ia hanya benar-benar bahagia karena Xiao Yi.

“Ayo, Paman.”

Xiao Yi tersenyum.

“Kita pulang.”

Namun baru dua langkah—

“Berhenti!”

Suara Tetua Kelima kembali terdengar.

Xiao Yi menghela napas.

Ia bahkan mulai lelah mendengar suara lelaki itu.

“Apa lagi?”

Tetua Kelima menunjuknya.

“Xiao Yi, jangan mengira satu kebohongan bisa menyelamatkanmu.”

Sementara Xiao Ruokang yang ditopang di sebelahnya mencibir.

“Kau?”

“Seorang alkemis?”

Tatapan penghinaan kembali muncul di matanya.

“Jangan membuat orang tertawa.”

Keraguan perlahan muncul di antara anggota Klan Xiao.

Pernyataan Xiao Yi memang terlalu mengejutkan.

Tetua Kedua pun mengernyit.

“Xiao Yi baru berusia enam belas tahun.”

Ia memandang Tetua Agung Xiao Lihuo.

“Untuk menjadi alkemis tidak cukup hanya memiliki bakat. Seseorang harus memahami tanaman obat, resep pil, pengendalian api, waktu memasukkan bahan, hingga proses pembentukan pil.”

Tetua Agung mengangguk.

“Benar.”

Sebagai satu-satunya Alkemis Tingkat Tiga Klan Xiao, perkataannya langsung membuat semua orang mendengarkan.

“Alkimia bukan sesuatu yang bisa dipelajari dalam beberapa hari.”

“Memilih bahan.”

“Memanaskan tungku.”

“Memasukkan tanaman obat sesuai urutan.”

“Mengendalikan suhu.”

“Menggabungkan khasiat obat.”

“Lalu membentuk pil.”

“Sedikit kesalahan saja bisa menghancurkan seluruh tungku.”

Xiao Lihuo memandang Xiao Yi.

“Biasanya ada dua hal yang paling dibutuhkan seorang pemula.”

“Guru yang berpengalaman... dan waktu.”

Ia berhenti sejenak.

“Setahuku, Xiao Yi baru meminjam Catatan Alkimia dari Aula Alkimia sekitar setengah bulan lalu.”

“Dan tidak ada alkemis klan yang pernah mengajarinya.”

Kerumunan kembali berbisik.

“Kalau begitu... bagaimana mungkin dia sudah menjadi Alkemis Tingkat Satu?”

“Jangan-jangan dia memang hanya mengatakan itu untuk lolos dari hukuman?”

Tetua Kelima langsung tersenyum puas.

“Dengar itu?”

Ia menatap Xiao Yi.

“Bahkan Tetua Agung sudah menjelaskannya.”

Xiao Ruokang ikut tertawa.

“Aku belajar alkimia selama empat tahun.”

“Aku bahkan memiliki guru Alkemis Tingkat Dua di Sekte Api Mendalam.”

“Setelah latihan bertahun-tahun, barulah aku berhasil meracik Pil Penguat Tubuh dan diakui sebagai Alkemis Tingkat Satu.”

Ia menatap Xiao Yi dengan jijik.

“Sedangkan kau baru membaca sebuah buku setengah bulan.”

“Lalu berani mengaku memiliki tingkat yang sama denganku?”

Tetua Kelima segera memanfaatkan kesempatan.

“Bukan hanya melukai alkemis klan.”

“Sekarang dia juga berbohong di depan para tetua!”

“Kedua pelanggaran ini harus dihukum sekaligus.”

Ia melambaikan tangan.

“Tangkap dia!”

Namun sebelum seorang pun bergerak—

“Diam!”

Suara Tetua Kedua mengguncang arena.

Beberapa anggota klan yang hendak maju langsung berhenti.

“Siapa pun yang menyentuh Xiao Yi sebelum masalah ini jelas, akan dihukum berdasarkan aturan klan.”

Tetua Kelima membeku.

“Tetua Kedua!”

“Apakah Anda benar-benar mempercayai kebohongan anak ini?”

Tetua Kedua tidak menjawab.

Sebaliknya, ia menoleh kepada Xiao Lihuo.

Tetua Agung justru tersenyum tipis.

“Aku hanya menjelaskan keadaan pada umumnya.”

Tetua Kedua mengangkat alis.

“Maksudmu?”

“Orang biasa memang membutuhkan waktu bertahun-tahun.”

Xiao Lihuo mengusap janggut.

“Tapi dunia ini tidak kekurangan orang yang tidak bisa diukur dengan akal sehat.”

Tatapannya jatuh kepada Xiao Yi.

“Beberapa minggu lalu, siapa yang percaya anak ini dapat mencapai Alam Penempaan Tubuh Tingkat Sembilan?”

“Siapa yang percaya dia mampu mengalahkan Xiao Ruohan?”

“Dan siapa yang percaya dia bahkan dapat menjatuhkan Xiao Ruokang yang sudah memasuki Alam Pengumpulan Qi?”

Mata Tetua Kedua berbinar.

“Jadi menurutmu...”

“Mudah.”

Tetua Agung tersenyum.

“Apakah dia alkemis atau bukan, tinggal suruh dia meracik pil.”

Semua orang langsung memahami maksudnya.

Tetua Kelima pun tidak memiliki alasan untuk menolak.

Bahkan ia merasa keputusan itu menguntungkannya.

“Bagus!”

Ia menatap Xiao Yi.

“Apakah kau berani meracik pil di hadapan semua orang?”

“Kenapa tidak?”

Jawaban Xiao Yi datang tanpa sedikit pun keraguan.

Xiao Zhong tiba-tiba ikut berkata,

“Kalau begitu Ruokang juga harus melakukannya.”

Tetua Kelima mengerutkan kening.

“Apa maksudmu?”

“Kalian bisa meragukan Yi’er.”

Xiao Zhong tersenyum dingin.

“Aku juga bisa meragukan putramu.”

“Ini Klan Xiao, bukan Sekte Api Mendalam.”

“Siapa tahu gelar Alkemis Tingkat Satu miliknya hanya omong kosong.”

“Kau!”

Tetua Kelima hampir meledak.

Namun Xiao Ruokang sudah menjawab.

“Tidak masalah.”

Ia menatap Xiao Yi.

“Aku akan menunjukkan kepadanya seperti apa alkimia yang sebenarnya.”

Tak lama kemudian, beberapa pelayan membawa bahan obat dan dua tungku ke tengah arena.

Bahan yang disediakan cukup untuk meracik Pil Penguat Tubuh.

Itu adalah Pil Tingkat Satu yang paling umum digunakan anggota muda Klan Xiao.

Xiao Ruokang langsung mengambil tiga set bahan.

Sebaliknya, Xiao Yi hanya mengambil satu.

Kerumunan kembali gaduh.

“Hanya satu?”

“Bagaimana kalau gagal?”

“Bahkan Alkemis Tingkat Satu belum tentu berhasil setiap kali meracik.”

Tetua Kelima mendengus.

“Masih mencoba berpura-pura percaya diri.”

Xiao Yi tidak memedulikannya.

Ia mengeluarkan tungku miliknya.

Begitu benda itu muncul, Xiao Ruokang langsung tertawa.

“Tungku Berlapis Emas?”

“Jadi hanya itu yang kau punya?”

Tetua Kelima juga mencibir.

Tungku Berlapis Emas memang bukan barang buruk.

Namun dibandingkan tungku milik Xiao Ruokang, kualitasnya jelas lebih rendah.

Di depan Xiao Ruokang berdiri sebuah Tungku Tiga Putaran, tungku yang biasa digunakan Alkemis Tingkat Satu berpengalaman.

Xiao Zhong justru mulai panik.

Kenapa Yi’er tidak mengatakan sejak awal bahwa dia bisa meracik pil?

Kalau tahu, ia pasti sudah meminjamkan tungku terbaik dari Aula Alkimia.

Namun sekarang sudah terlambat.

Xiao Yi tampak sama sekali tidak terganggu.

Ia duduk.

Telapak tangannya terbuka.

Fwooosh!

Api muncul.

Wajah Xiao Lihuo langsung berubah serius.

Semua orang mulai diam.

Ujian telah dimulai.

Xiao Ruokang bergerak terlebih dahulu.

Ia sudah berlatih selama empat tahun sehingga setiap langkahnya cukup terampil.

Memanaskan tungku.

Memasukkan tanaman obat.

Mengatur api.

Menunggu bahan melebur.

Namun tidak lama kemudian—

Puff!

Asap hitam keluar dari tungkunya.

“Gagal.”

Seseorang berbisik.

Xiao Ruokang mengerutkan kening.

Ia membuang sisa bahan dan segera memulai lagi.

Di sisi lain, Xiao Yi masih mengerjakan set bahan pertamanya.

Gerakannya terlihat jauh lebih tenang.

Tidak terburu-buru.

Tidak ragu.

Setiap tanaman obat masuk pada waktu yang tepat.

Api di bawah tungku sesekali membesar, lalu mengecil dengan sangat halus.

Tetua Agung yang semula duduk santai perlahan menegakkan tubuh.

Tatapannya tak pernah meninggalkan tangan Xiao Yi.

Pengendalian api seperti itu...

Xiao Ruokang memulai percobaan kedua.

Beberapa saat kemudian—

Puff!

Gagal lagi.

Ekspresinya mulai buruk.

Ia mengambil bahan ketiga.

Kali ini gerakannya jauh lebih hati-hati.

Waktu terus berlalu.

Aroma obat mulai memenuhi arena.

Kemudian—

Aroma pil muncul dari kedua tungku hampir bersamaan.

“Berhasil?”

Semua orang langsung menahan napas.

Beberapa saat kemudian, kedua orang itu menghentikan api.

Xiao Ruokang berdiri terlebih dahulu.

Senyum kembali muncul di wajahnya.

Ia membuka Tungku Tiga Putaran.

Di dalamnya terlihat beberapa Pil Penguat Tubuh yang telah terbentuk.

“Tetua Agung.”

Xiao Ruokang tersenyum penuh kemenangan.

“Silakan menilai.”

Xiao Lihuo melihatnya dari kejauhan.

Ia mengangguk.

“Tidak buruk.”

“Walaupun membutuhkan tiga percobaan, hasil akhirnya sudah memenuhi standar.”

“Bentuk pil sedikit kasar dan kemurniannya tidak terlalu tinggi, tetapi memang sudah layak disebut hasil seorang Alkemis Tingkat Satu.”

Wajah Xiao Ruokang semakin puas.

Ia menoleh kepada Xiao Yi.

Sekarang giliranmu.

Namun Xiao Yi hanya membuka tungkunya dengan tenang.

Klik.

Tutup tungku terangkat.

Detik berikutnya—

Wusss...

Aroma pil yang jauh lebih kaya menyebar ke segala arah.

Bukan hanya orang-orang di dekat arena.

Bahkan para tetua yang duduk cukup jauh dapat menciumnya dengan jelas.

“Hm?”

Tetua Agung langsung berdiri.

Ia menatap ke dalam tungku.

Kemudian matanya membesar.

“Ini...”

Beberapa Pil Penguat Tubuh tampak di dalamnya.

Bentuknya sempurna.

Permukaannya bulat halus tanpa cacat.

Tidak ada sedikit pun warna keruh.

Bahkan terlihat samar-samar berkilau di bawah sinar matahari.

Xiao Lihuo melangkah maju untuk pertama kalinya.

Ia mengambil satu pil.

Menciumnya.

Kemudian memeriksanya dengan saksama.

Beberapa detik berlalu.

“Apa hasilnya, Tetua Agung?”

Seseorang tidak mampu menahan rasa penasaran.

Xiao Lihuo mengangkat kepala.

Kekaguman terlihat jelas di wajah lelaki tua yang biasanya sulit menunjukkan emosi.

“Pil sempurna.”

Boom!

Seluruh arena seketika gaduh.

“Apa?!”

“Pil sempurna?”

“Bukankah itu berarti hampir seluruh khasiat bahan obat berhasil dipertahankan?”

Tetua Agung mengangguk.

“Tidak ada cacat pada bentuk.”

“Khasiat obat menyatu sempurna.”

“Tidak ada tanda api berlebihan ataupun kekurangan panas.”

Ia memandang Xiao Yi.

“Dan yang paling penting...”

“Dia berhasil dalam percobaan pertama.”

Tatapan Xiao Lihuo berubah semakin panas.

“Teknik seperti ini bahkan tidak mudah dilakukan oleh Alkemis Tingkat Satu berpengalaman.”

“Untuk Pil Penguat Tubuh...”

“Prosesnya hampir sempurna.”

Kerumunan meledak.

“Satu set bahan!”

“Sekali mencoba langsung berhasil!”

“Dan menghasilkan pil sempurna!”

“Xiao Yi benar-benar alkemis!”

“Bukan hanya alkemis—dia jenius alkimia!”

Pujian terdengar dari segala arah.

Beberapa orang bahkan mulai merasa segala yang mereka saksikan hari ini terlalu sulit dipercaya.

Xiao Yi baru saja mengalahkan dua jenius terbesar generasi muda.

Sekarang ia kembali menunjukkan kemampuan alkimia yang jauh melampaui perkiraan semua orang.

Tetua Agung Xiao Lihuo sendiri tertawa lebar.

Sejak mantan Patriak menghilang, dirinya memang selalu mengkhawatirkan masa depan Klan Xiao.

Kini rasa khawatir tersebut tiba-tiba jauh berkurang.

Enam belas tahun.

Alkemis Tingkat Satu.

Dan mampu menghasilkan pil dengan kualitas seperti ini...

Ia bahkan mulai merasa Xiao Bailian, yang selama ini paling diharapkan berkembang dalam alkimia, tampak terlalu biasa dibandingkan Xiao Yi.

Namun di tengah kegembiraan itu—

Tatapan Xiao Lihuo tiba-tiba berubah.

“Bocah! Awas!”

Hampir pada saat yang sama, hawa bahaya muncul di belakang Xiao Yi.

Wus!

Sesosok tubuh telah muncul tepat di belakangnya.

Xiao Ruokang.

Dan kali ini...

tatapan pemuda itu dipenuhi kebencian yang nyaris gila.

......................

Bersambung...

1
Momu
👍👍👍
Momu
👍👍
Jojo Shua
🫡🤣
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
7
Jojo Shua
3🫡
Momu
👍👍
Ryyy
up trusthor🤭 semangat 💪💪💪💪
Ryyy
semangat thor💪
Adek Darmansyah
smngt trusss thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!