Indonesia
NovelToon NovelToon
Petualangan Mayanza

Petualangan Mayanza

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Berawal dari membaca buku yang ditemukan di lemari tua, Mayanza mempunyai kekuatan merapal mantra.
Kesalahan mengambil bunga teratai emas..
Menentukan nasib di Kehidupan Mayanza

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Goa Zin

Pagi ini aku berjalan ke Aula Kerajaan Zink,

Panas sangat terik, dayang menawarkan memayungiku.

Aku memilih berjalan sendiri.

Sejak pagi tadi kunjungan Permaisuri dan Putri Rena pikiranku kacau, aku memastikan ramalan itu dengan baik, agar tidak menjadi gosip yang tidak jelas.

Apalagi sekarang aku cuti sebulan, bisa-bisa aku tidak kembali ke duniaku jika ada pernikahan.

Siapa juga yang mau menikah dengan Raja yang sedikit-sedikit menghunuskan pedang dan mencekik leher.

**

”Kenapa datang kesini pagi-pagi sekali” kata Raja Yuko sambil minum teh di seloki hijau nya.

Wajah yang tidak bersahabat.

“Ada yang ingin aku bicarakan”ucapku.

“Bicarakan saja, tentu sangat penting jika jauh-jauh sampai di Istana Selatan” katanya.

Aku terpaksa berjalan sampai Istana Selatan karena Raja Yuko belum berada di Ruang Kerjanya gumamku dalam hati.

“Bagaimana? Hari ini kita berangkat kemana memburu mahluk jahat?” tanyaku.

“Bersemangat sekali” kata Raja Yuko tersenyum sambil tersenyum ke arahku.

“Akan ku kabari” kembali saja ke tempatmu.

Aku diusir lagi, sudah jauh-jauh kesini, kaki sudah pegal.

"Aku ingin cepat selesai dan kembali pulang" kataku.

Aku duduk tanpa di persilahkan.

Raja Yuko memandangku karena tidak pergi.

“Aku sebenarnya hanya ingin menanyakan kembali apa ramalan yang dibicarakan di Istana?” Kataku.

Raja Yuko terdiam, melihatku.

“Ramalan yang mana, tolong diperjelas?” kata Raja Yuko

Aku takjub dengan Bahasa kepura-puraan ini.

“Ramalan yang disampaikan Permaisuri dan Putri Rena” jawabku

“Hmmmm…

Itu bukan ramalan, hanya pembicaraan biasa antara Guru dan Murid” kata Raja Yuko.

“Baguslah kalau begitu, aku tidak terbebani. Sudah aku jelaskan kepada Permaisuri dan Putri Rena”, kataku, dalam hati laporan selesai.

Aku bangkit berdiri berbalik kembali ke kediamanku di Istana Timur.

Balik kanan tanpa penghormatan.

“Hei…” kata Raja Yuko.

“Hei…” dia memanggilku tanpa kuhiraukan.

Aku berjalan terus tanpa menoleh, udara sangat terik membakar kulit, aku berlari kecil berlindung di bangunan-bangunan istana yang beratap.

Aku tersesat, mencari tempat yang aman berlindung di bawah atap bangunan istana sambil memikirkan kearah mana aku harus berjalan.

“Benarkah? Kapan?” kata seorang dayang.

Aku mengintip dari tempatku duduk beristirahat.

“Kudengar mereka akan melangsungkan pernikahan” kata dayang lainnya.

Telingaku semakin kubuka lebar-lebar, sepertinya para Dayang sedang bergosip.

“Wah, pasti kita dibuat sibuk” kata Dayang satunya lagi.

“Aku sudah curiga dari awal, dia ditempatkan di Ruang Utama Istana Selatan. Awalnya kupikir hanya tabib” kata Dayang yang diawal memberi kabar.

“Bagaimana dengan Tabib Swanzi dia kan teman masa kecil Raja Yuko. Kupikir mereka pasangan yang serasi” kata Dayang yang lain.

Mereka terlihat mulai duduk bergosip di bawah tangga.

“Iya, Tabib Swanzi rela menyerahkan nyawanya untuk roh jahat demi menyelamatkan pangeran yuko saat itu. Itupun perintah Raja” kata salah satu Dayang menunduk sedih.

“Bagaimana kalau Tabib Swanzi dibunuh wanita itu” kata Dayang satunya.

Aku sampai merinding mendengar perkataan mereka.

“Tidak mungkin, Raja Yuko pasti menyelamatkan Tabib Swanzi” kata Seorang Dayang lainnya.

“Tapi kau tau, ini titah Raja terdahulu bahwa Raja Yuko harus menikahi wanita yang terpilih. Menurutmu Raja Yuko menyukai wanita aneh itu?' Tanya Seorang Dayang pada Dayang lainnya.

“Sungguh kisah cinta segitiga…”Dayang satunya mengelengkan kepala sepertinya sedang memikirkan drama.

Mana mungkin cinta segitiga, aku tidak pernah merasakan cinta di negeri ini.

“Aku pernah melihat titah itu, tertulis di lembaran istana dengan tinta emas” kata Dayang kepada yang lain.

Aku memijat kakiku, sambil mendengarkan gosip, udara yang panas dan angin yang berhembus membuatku tidak tambah dingin karena tekanan udara.

Seorang Dayang menengok keatas, melihatku diatas, “ Hei…siapa itu?”

Mereka berombongan naik ke atas melihatku duduk tenang di pinggiran lorong.

Aku tersenyum, rombongan Dayang yang awalnya garang menunduk.

Memberi hormat.

“E…Nona…” kata salah satu Dayang memberanikan diri bicara.

Mereka berempat ketakutan, mungkin berpikir aku akan menikam kejam mereka.

Aku berdiri, menarik nafas, rasanya kurang banyak informasi yang kudapat dari para Dayang.

Aku berdiri, mengibas-ngibaskan jubahku membersihkan dari debu.

Mereka berempat malah semakin mundur ke belakang,

“Aku tersesat, bisa bantu antar aku kembali ke Kediamanku di selatan?” pintaku dengan manis kepada para Dayang.

“Baik” kata mereka hampir bersamaan.

Mereka berjalan di depanku, ada yang berlari mengambil payung.

“Terima Kasih, sudah mengantarku” kataku kepada mereka berempat setibanya di depan kamar.

Belum sempat mereka menjawab, Raja Yuko membuka pintu kamar dari dalam.

“Kemana saja?” katanya.

Wajah para Dayang berubah curiga.

Aku diam tidak menjawab.

Keempat Dayang mundur teratur kembali ketempatnya.

**

Meja dengan hidangan makanan tersaji rapi di ruangan.

Hidangan makanan yang di sajikan sungguh enak, seekor ayam panggang, sup dan lainnya.

Ternyata ada Permaisuri dan Putri Rena di dalam ruangan sudah menunggu.

Aku ikut duduk menghadap mejaku, tidak terasa hari sudah siang.

Raja Yuko duduk di tengah.

Kami menikmati makan siang kami dengan tenang.

Makan Siang bersama keluarga di Dunia Zink.

“Kami akan berangkat berperang siang ini” kata Raja Yuko mengakhiri Makan Siang.

Pantas aku dibuat kenyang ternyata bersiap untuk lapar.

Aku, Permaisuri dan Putri Rena mengangguk saja.

**

Kami berangkat dengan kereta, Aku dan Raja Yuko di dalam kereta menuju tempat baru yang tidak ku ketahui,

Aku disuruh berganti pakaian dengan pakaian yang gelap.

Pakaianku berwarna biru navi, dengan ukiran daun di kanan kiri lengan jubah.

Aku membawa peralatan di dalam bungkusan kain sutra kupangku seandainya sangat dibutuhkan nanti.

“Kalau masih lelah, istirahat saja” kata Raja Yuko ramah.

Jangan-jangan saat aku tidak ada Raja Yuko, Ibu dan Adiknya membicarakan sesuatu di Kamarku.

Aku memandangi dengan curiga dan diam saja, rasanya mabuk naik kereta sangat mengganguku aku memilih menutup mata.

Dahiku diketuk pelan dengan jari, aku terbangun.

Pohon-pohon hijau menjulang tinggi menutup cahaya matahari yang sedang terang-terangnya.

Kami berjalan turun dari kereta, masuk di celah bebatuan, masuk ke lorong goa.

“ini Goa Zin, tempat leluhur kami di makamkan” kata Raja Yuko berjalan memandu di sampingku. Obor mulai dihidupkan, dua pengawal berjalan di depan sementara dua puluh lainnya berjalan di belakang.

Goa ini gelap dan besar, akhirnya kami tiba di bagian utama Goa, cahayanya terang melalui lubang diatas goa membentuk lingkaran dengan ketinggian kurang lebih delapan meter dari tempatku berdiri.

Kiri kanan Goa terdapat tulisan kuno, beberapa dinding dipahat berbentuk kotak seukuran tubuh manusia.

Aku berdiri di tempatku sementara Raja Yuko menyalakan lilin di masing-masing makam dengan tempat yang sudah tersedia, terbuat dari perak di dinding batu.

Aku mendengar dari kejauhan suara erangan.

Raja Yuko tiba-tiba melompat naik ke atas lubang cahaya berlari.

Panglima mengikuti melompat dengan ketinggian delapan meter mana bisa aku melompat juga, mereka terlatih dan mempunyai ilmu untuk dapat melakukan itu, sementara aku dan pengawal lain hanya melihat dari bawah.

Tali mulai diturunkan.

Satu persatu naik ke atas.

Kakiku masih sakit. Masih harus naik dengan tali,aku harus ditarik dan di dorong dulu untuk sampai ke atas. Telapak tanganku lecet, aku menggantung tas kain di bahu, membukanya dan mengambil minum.

Setelah kulihat sekeliling hanya aku seorang wanita yang lainnya tentara terlatih.

Aku melihat pemandangan menarik di tempat ini, sungai yang mengalir jernih cahayanya seperti butiran permata.

Beberapa burung berwarna putih berterbangan.

Aku mengikuti rombongan ke tujuan yang tidak pernah aku datangi sebelumnya.

Di depan mata, ada hutan bambu.

Sepertinya Raja Yuko dan pasukan mulai waspada, aku melihat di depanku serangan pertama.

Daun Bambu berterbangan melukai pengawal, daun itu setajam silet, wajahku tertebas daun bambu.

Berdarah, ku usap darahnya, kulitku menyatu lagi dengan sendirinya.

Panglima menebas ke segala arah menghindar, dan menusuk intinya.

Daun bambu itu berguguran.

Kami melanjutkan perjalanan dengan waspada, tiba di lembah bebatuan duduk beristirahat.

Aku membantu mengobati luka dengan ramuan,

“Ini, mau kuoleskan” kataku mendekat Raja Yuko.

Tangannya berdarah terkena sabetan daun bambu.

Raja Yuko mengambil salep ramuan dan mengolesnya sendiri.

Angin segar berhembus, udara sejuk berbeda dengan perkotaan.

“Kita jalan lagi” Raja Yuko menyerahkan tempat salep kepadaku berjalan di depan.

Kami masuk ke hutan, aku melihat bunga pemangsa di kanan kiri jalan setapak, pengawal lebih dulu menebas supaya kami bisa melintas dengan mudah.

Di depan ada genangan air jernih, pengawal pertama melompatinya ke seberang, pengawal kedua menginjak genangan dengan tenang, belum sampai di seberang dia di terjang suatu bayangan hitam Raja Yuko menahanku dengan tangannya.

Tiba-tiba mayat pengawal terlempar dari atas di hadapan Raja Yuko…

Tubuhnya sudah tidak utuh lagi…

**

𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜...

1
Tory Ambay Satu
Mantap👍👍
Tory Ambay Satu
👍👍
Tory Ambay Satu
Semakin seru ceritanya👍
Novita Tory: terima kasih, dukung dan baca juga ceritaku yang lainnya ya🤭
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Seru banget ya, Raja Yuko😍
Novita Tory: /Chuckle/🙏
total 1 replies
Novita Tory
🤭Aku memikirkan nasib ayam berwarna putih😅🥲
Tory Ambay Satu
Bagus banget alur ceritanya 👍
Novita Tory: Makasih...
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Mantapp banget ceritanya👍
Novita Tory: makasih😊selamat membaca..
baca juga karyaku yang lain ya...
total 1 replies
Novita Tory
Lanjut untuk episode selanjutnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!