Indonesia
NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 Semakin Romantis

"Assalamualaikum!" Kaivan baru saja pulang dari kantor menghampiri sang ibu yang ada di dapur.

"Kaivan, tumben sekali sore-sore sudah pulang?" tanya Lidya.

"Bagaimana Aisyah, Ma?" tanya Kaivan tanpa menjawab pertanyaan ibunya.

"Aisyah sedang beristirahat di kamar, tadi keluar sebentar tapi Mama melarangnya dan memintanya untuk istirahat saja. Ini Mama sedang membuat bubur untuknya. Aisyah sepertinya kurang selera makan," jawab Lidya.

"Dia tidak mengangkat teleponku sejak tadi," ucap Kaivan begitu sangat khawatir pada istrinya membuat Lidya tersenyum.

"Kaivan, Mama bahagia melihat kamu seperti ini sekarang, kamu lebih hidup dan lebih bergairah untuk melanjutkan hidup kamu. Mama sangat berharap kamu bisa terus menjaga Aisyah dengan baik dan menjadi orang yang sangat dibutuhkan," ucap Lidya.

"Bukan hanya Aisyah yang membutuhkan saya Ma, tetapi juga saya sangat membutuhkan Aisyah," jawab Kaivan.

Lidya semakin bahagia dengan apa yang di sampaikan Kaivan artinya putranya benar-benar bahagia dan akan bertanggung jawab pada Aisyah.

"Ya sudah kalau begitu, saya ke kamar dulu," ucap Kaivan membuat Lidya menganggukkan kepala.

"Alhamdulillah jika dugaan saya selama ini salah bahwa putra saya menikah dengan Aisyah hanya menjadikan Aisyah sebagai pelarian agar bisa melupakan Cindy. Ya Allah jika keduanya belum saling membuka hati, belum saling mencintai, maka bukalah pintu hati mereka dengan semakin dalam agar hati mereka semakin dekat," batin Lidya dengan harapan yang begitu besar.

Kaivan menaiki anak tangga, memasuki pintu kamar secara perlahan, setelah kerjaan yang cukup panjang di tengah kegelisahannya dan bekerja kurang konsentrasi karena istrinya sakit, akhirnya Kaivan putuskan untuk pulang meski pekerjaannya tidak selesai.

Pantas saja istri tidak mengangkat teleponnya, saat ini terlihat berbaring dengan asal di atas sofa yang biasa dijadikan sebagai tempat tidur dan cukup luas, Aisyah mungkin merasa masih kurang enak badan tubuhnya, sehingga bawaannya terus ingin tidur.

Kaivan menghela nafas, merasa lega dengan kondisi sang istri, Kaivan memasuki kamar dan tidak lupa menutup pintu. Langkahnya nyaris tanpa suara ketika perlahan mendekati sang istri.

Kaivan tidak ingin mengganggu tidur nyenyak Aisyah yang begitu pulas berbaring miring dengan posisi tubuh menyamping, tubuhnya sedikit meringkuk diantara bantal. Rambutnya terurai berantakan, sementara cahaya lembut dari jendela jatuh di wajahnya.

Kaivan memilih untuk duduk, tetapi tubuhnya juga sangat lelah yang akhirnya membuat Kaivan berbaring di belakang istrinya dengan asal yang mana kakinya masih berpijak pada lantai.

Jarak mereka begitu dekat, dengan posisi arah kepala yang berbeda, arah kepala Aisyah sejajar pada kaki Kaivan dan arah kepala Kaivan sejajar pada kaki Aisyah.

Perlahan lengan Kaivan dimasukkan ke bawah dalam ceruk leher sang istri agar istrinya memakai bantal.

Kaivan hanya memainkan anak Aisyah yang masih tetap membelakanginya, sebenarnya dia tidak ingin mengganggu Aisyah, dia hanya merasa sedikit tenang dan rasa khawatirnya berkurang karena memastikan kondisi istrinya baik-baik saja.

Di tengah yang dilakukan Kaivan tiba-tiba saja, tubuh Aisyah bergerak kecil sehingga perlahan tubuhnya berbalik dengan jarak yang semakin dekat dan wajah istrinya berhadapan langsung dengan Kaivan bahkan seperti tanpa ada jarak dengan nafas yang menerpa wajah mereka.

Kaivan terlihat kesulitan menelan ludah, kecantikan sang istri semakin jelas di depan matanya, padahal jarak ini sudah sering terjadi di antara mereka, tetapi tetap saja mampu membuat dada Kaivan berdebar kencang tidak terkendali.

Senyum kecil di ujung bibir pria tampan itu lihat sumringah dengan wajahnya memerah, tangannya mulai sibuk mengusap lembut pipih Aisyah dan perlahan sedikit mengangkat kepalanya dan mencium lembut kening Aisyah.

Ternyata kecupan itu mampu membuka mata Aisyah secara perlahan. Aisyah cukup kaget melihat pria di hadapannya yang tak lain adalah Kaivan yang tidak tahu sejak kapan berada di sana.

"Kakak sudah pulang?" tanya Aisyah dengan suara lembut membuat Kaivan menganggukkan kepala dengan mengusap-usap pipi Aisyah.

"Kamu sudah enakan?" tanya Kaivan.

Aisyah jujur menggelengkan kepala.

"Itu karena kamu belum makan," ucap Kaivan.

"Aisyah tadi sudah makan," jawabnya.

"Jangan bohong Aisyah, makanan kamu tidak tersentuh di atas meja dan Mama saat ini membuat bubur untuk kamu agar mau makan," ucap Kaivan dengan arah kepalanya tertuju pada nakas.

"Aisyah tidak selera makan," jawab Aisyah.

"Kamu mau makan apa? Biar saya mencari makanan untuk kamu?" tanya Kaivan ingin menarik selera makan istrinya.

"Kepiting," jawabnya dengan asbun.

"Itu bukan makanan yang tepat untuk dimakan, kamu sakit seperti ini karena kepiting, kamu akan sakit semakin parah jika masih punya pikiran untuk memakan kepiting," jawab Kaivan.

"Hmmmmm...."

Aisyah justru merengek manja dan mendekatkan wajahnya pada Kaivan yang mana tangannya memeluk Kaivan.

"Aisyah mau tidur saja!" ucapnya yang tidak bersemangat ingin melakukan apapun membuat Kaivan senyum dan sepertinya sangat suka jika istrinya manja seperti itu.

"Mau ditiduri?" tanya Kaivan membuat Aisyah mengerutkan dahi.

"Isss, kakak istrinya sakit, malah minta jatah," ucapnya dengan kesal.

Kaivan justru tersenyum yang suka jahil kepada Aisyah ada memang kalau Aisyah ngambek wajahnya itu semakin cantik dan sangat menggemaskan.

"Ya sudah kalau begitu sekarang kamu istirahat saja," ucap Kaivan membuat Aisyah menganggukkan kepala.

Kaivan mengusap-usap pucuk kepala istrinya dan kemudian mencium lembut berkali-kali membuat Aisyah memejamkan mata.

*****

Karena Aisyah masih sakit dan mereka menginap di kediaman Lidya, tetapi saat ini kondisi Aisyah memang sudah jauh lebih baik karena dia juga sudah dipaksa makan oleh suaminya dan hanya tinggal penyembuhan saja.

Aisyah terlihat duduk di pinggir kolam renang bersama dengan Amira.

"Kamu sih, sudah tahu alergi kepiting, eh malah di makan," ucap Amira terlihat menyuntikkan sesuatu pada punggung tangan temannya itu.

"Namanya juga pengen," jawab Aisyah dengan santai.

"Iya pengen, tetapi seperti ini jadinya," ucap Amira dengan geleng-geleng kepala.

"Mungkin aku sedikit stress," ucap Aisyah.

"Apalagi sih Aisyah yang kamu pikirkan hah! Aku lihat, semenjak menikah Kamu tampak baik-baik saja, tidak ada yang salah," ucap Amira.

"Kamu tahu tidak waktu itu aku ziarah ke makam nenek. Aku bertemu dengan istri muda papaku, kamu tahu dia selalu memperlihatkan ekspresi wajah kesedihan kepadaku, wajah wanita yang seolah-olah sangat disakiti, seolah-olah menjadi korban, dan ternyata putrinya sudah meninggal," ucap Aisyah membuat Amira melihat serius.

"Maksudnya saudara tiri kamu sudah meninggal?" tanyanya memastikan membuat Aisyah menganggukkan kepala.

"Ya, waktu aku bertemu dengannya dia menunjuk makam putrinya, meninggal sepertinya sekitar 7 tahun yang, aku juga tidak tahu kenapa dan pada saat itu kemungkinan aku sudah berada di Jerman atau seperti apa aku juga tidak tahu,"

"Jadi kamu menyimpulkan bahwa dia itu mendekatkan diri kepadaku, karena menginginkan aku untuk menjadi pengganti putrinya, issss bukankah itu sangat menyebalkan," ucap Amira menceritakan tentang apa yang dia rasakan kepada Amira.

"Kenapa dia harus melakukan itu kepada kamu? Memang kamu yang membuat dia kehilangan putrinya," sahut Amira.

"Itulah, namanya juga wanita egois dan merasa tersakiti, sudah jelas-jelas dia masuk ke dalam keluarga orang lain, menghancurkan rumah tangga orang lain, mungkin saja itu teguran yang diberikan Allah kepadanya, tetapi tetap saja dia merasa paling suci merasa paling benar dan masih tidak ingin mengakui kesalahannya," ucap Aisyah membuat Amira bingung harus berkomentar seperti apa.

Bersambung....

1
Herman Lim
jgn nanti kebuka aja menikah karna ada mata mantan di tubuh Aisyah lihat apa yg akan Aisyah buat ke mata nya nanti ga sabar tgg part ne
Herman Lim
jgn menyesel aja nanti kaivan klo Aisyah tau niat kamu waktu nikah sama dia bukan utk Aisyah tapi mata mantan mu di tubuh Aisyah
puji hastuti
Kaivan bertanya " Jadi kamu tugasnya dii bali ?"
suaminya loh ....pengantin baru looh
Fauziah Rahma
kenapa bisa ayah aisyah menikah dengan Kamila?
Herman Lim
kaivan kamu pasti melihat mantan mu mk bisa gitu lembut sama aisyah
Herman Lim
kasian Aisyah yg di bohongi semua org tua dan suami nya 🤪😔
Herman Lim
gila ternyata Aisyah yg jadi korban dari semua ego kalian,tdk ada Aisyah kyk kian bangga kan tapi wanita yg dh mati hanya kerna mata nya yg Masi ada di tubuh Aisyah kalian paksa Aisyah nikah dgn kekasih ny dl 😔
Herman Lim
apa jangan² dl yg bertabrakan dgn aishay anak dari bini ayah nya yg mati Dan mata nya di donor ke aishay dan kaivan dl berpacaran dgn anak lain ayah nya 😔😔 rumit guys 🤣🤣
Oma Gavin
orang tua cerminan buat anaknya bila ayahnya saja poligami merasa paling bener jgn salahkan aisyah bila jadi pemberontak
Gian Hazza
lanjut thor👍
Rian Moontero
mampiiirr😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!