Indonesia
NovelToon NovelToon
Lautan Cinta

Lautan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:733
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Mengisahkan seorang wanita bernama Rafa Sasmita yang merupakan istri dari Evan Wirya Negara. Rafa menikah dengan Evan karena mencintai pria itu setulus hati namun sayang rumah tangga Evan dan Rafa kandas karena kemunculan Zaskia Mulandari. Tak hanya Zaskia namun masalah muncul dari ibu mertua Rafa yaitu Nena Apriandini yang selalu menghinanya miskin dan tidak beradab. Namun di tengah huru-hara masalah pertemuan Rafa dengan pria tampan bernama Sean Andrew Lee mengubahnya menjadi penuh warna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Mengejutkan

Rafa melangkah mundur dengan gemetar, air matanya tumpah ruah membasahi pipinya. Ia menatap tubuh kedua orang tuanya yang tidak bergerak di luar kamar. "Apa yang kamu lakukan pada mereka, Zaskia?! Kamu monster! Kamu pembunuh!"

​"Belum, Rafa... mereka belum mati. Tapi sebentar lagi, kalian bertiga akan mati bersama-sama menjadi abu!" teriak Zaskia dengan mata melotot liar.

​Tanpa diduga, Zaskia mengeluarkan sebuah jerigen berukuran besar dari balik mantel hitamnya. Aroma bensin yang menyengat langsung memenuhi seluruh ruangan kamar tidur dan lorong rumah. Dengan gerakan cepat yang dikuasai oleh kegilaan murni, Zaskia menyiramkan cairan bahan bakar itu ke lantai kamar tidur, ke arah lemari pakaian, tirai jendela, hingga ke sekujur pintu kamar tempat Rafa terkurung.

"Zaskia! Jangan gila! Hentikan ini!" rintih Rafa sambil memukul-mukul pintu kamarnya dari dalam, berusaha keluar. Namun Zaskia dengan sigap mendorong pintu itu menutup rapat dari luar, lalu memutar kunci ganda yang sudah berkarat dengan paksa hingga terdengar bunyi klik yang mengunci mati.

​Dari balik celah pintu kamar, Rafa melihat Zaskia mengeluarkan sebuah mancis api dari sakunya. Wanita itu berdiri di tengah ruang tengah, dikelilingi oleh genangan bensin yang telah meresap ke lantai kayu dan karpet rumah.

​Zaskia menatap ke arah pintu kamar tempat Rafa terjebak. Senyuman sadisnya semakin melebar, memperlihatkan gigi-giginya di bawah temaram cahaya lampu.

"Nikmati akhir hidupmu, Rafa Sasmita!" teriak Zaskia histeris, tertawa lepas selayaknya orang yang kehilangan akal sehatnya. "Nikmati kematianmu yang menyiksa bersama keluargamu! Tidak ada Sean yang akan datang menyelamatkanmu sekarang!"

​Pltak.

​Zaskia menyalakan mancis api tersebut, lalu melemparkannya begitu saja ke lantai yang basah oleh bensin.

​Fwoooosh!

​Dalam sepersekian detik, api menyambar dengan sangat ganas. Lidah api berwarna merah dan biru langsung menjilat dinding kayu, merambat dengan kecepatan luar biasa melahap perabotan rumah tangga, tirai, dan sofa di ruang tengah. Panas yang luar biasa langsung menghantam kamar tempat Rafa dikurung.

****

"Tidak... TIDAK!" jerit Rafa histeris dari dalam kamar. Ia menendang pintu kayu yang sudah mulai terbakar dengan sekuat tenaga, mengabaikan rasa sakit di kakinya. Asap pekat berwarna hitam mulai mengepul masuk melalui celah-celah pintu, mencekik pernapasannya.

​Di luar kamar, di tengah kobaran api yang semakin membesar dan membakar separuh rumah, Zaskia berdiri tegak sambil tertawa histeris tanpa henti. Ia menari-nari kecil di atas kobaran api, menikmati pemandangan mengerikan tersebut dengan rasa kepuasan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

​"Hahaha! Mati kalian semua! Mati!" teriak Zaskia di tengah deru suara api yang membakar kayu dan atap rumah.

Dengan sisa-sisa kewarasannya yang terakhir, Zaskia berbalik badan dan melarikan diri keluar rumah melalui jendela samping sebelum api benar-benar merobohkan seluruh bangunan, meninggalkan jejak kehancuran total di belakangnya.

​Di dalam kamar yang terkunci rapat, Rafa batuk hebat karena sesak napas. Asap hitam legam memenuhi ruangan, membuat penglihatannya kabur. Di luar pintu, api sudah berkobar sangat tinggi, menjilat-jilat langit-langit rumah. Rafa merangkak mendekati sudut kamar, memeluk erat cincin pertunangannya dengan Sean, sementara air matanya meleleh di antara kepekatan asap.

​Sean... batin Rafa lemah, sebelum kesadarannya perlahan pudar ditelan oleh pekatnya asap beracun yang membakar rumah mereka.

Malam itu, di bawah langit ibu kota yang dingin, api kemarahan dan dendam kesumat membakar hangus segala kenangan, menyisakan pertaruhan antara hidup dan mati yang sangat menentukan bagi kelanjutan takdir mereka.

****

Udara pagi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terasa begitu menyesakkan bagi Sean Andrew Lee. Baru saja pesawat jet pribadi yang membawanya mendarat mulus dari Singapura, langkah kaki Sean langsung tergesa-gesa keluar dari terminal kedatangan. Meskipun keputusannya untuk meninggalkan Singapura sempat diwarnai perdebatan sengit dengan kedua orang tuanya—terutama Tuan Waisen Lee yang masih bersikeras menentang—panggilan insting dan debaran aneh di dadanya memaksa Sean untuk segera kembali ke Jakarta tanpa membuang waktu sedetik pun.

Ia tidak langsung menuju apartemen mewahnya di kawasan BSD. Ponsel di dalam genggamannya bergetar hebat saat sebuah panggilan masuk dari nomor darurat pribadi yang ia sewa untuk memantau keselamatan Rafa dan keluarganya.

​"Tuan Sean! Gawat! Rumah keluarga Sasmita di kawasan pinggiran kota terbakar hebat!" suara panik seorang anak buah terdengar di ujung sambungan telepon. "Pelaku utamanya diduga adalah Zaskia Mulandari yang baru saja kabur dari tahanan! Tim pemadam dan kepolisian sedang menuju ke sana!"

Dunia Sean terasa runtuh seketika. Jantungnya bergemuruh hebat, napasnya memburu, dan keringat dingin bercucuran di pelipisnya. Tanpa memikirkan barang bawaannya, Sean langsung berlari menuju mobil yang sudah menunggunya di area parkir khusus, berteriak kepada sopirnya untuk menginjak pedal gas dalam-dalam menuju lokasi kejadian.

​Suasana di tempat kejadian perkara tampak begitu mencekam. Asap hitam pekat masih mengepul tinggi ke udara, berpadu dengan aroma arang dan kayu yang terbakar hangus. Sebagian besar struktur rumah sederhana keluarga Sasmita telah ambruk menjadi puing-puing bara api. Sirene mobil pemadam kebakaran berderit nyaring, sementara petugas berjibaku menyemprotkan air terakhir untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

****

Mobil hitam yang ditumpangi Sean berhenti mendadak di tepi jalan raya yang dipadati warga sekitar. Sean membuka pintu sebelum mobil benar-benar berhenti sempurna, lalu berlari menerobos garis polisi dengan wajah pucat pasi. Pandangannya menyapu reruntuhan rumah yang kini tinggal kerangka hitam. Hatinya menjerit ketakutan, membayangkan hal terburuk yang mungkin terjadi pada wanita yang sangat dicintainya.

​"Rafa...!" teriak Sean dengan suara parau, mencari-cari sosok yang memenuhi isi kepalanya.

​Di dekat area evakuasi, seorang petugas medis berseragam putih sedang menutup pintu belakang mobil ambulans. Seorang perwira polisi yang mengenali Sean segera melangkah mendekat untuk mencegah pria itu masuk terlalu jauh ke area berbahaya.

"Tuan Sean Lee?" panggil perwira polisi tersebut. "Tunggu, jangan mendekat ke reruntuhan."

​Sean mencengkeram lengan sang perwira dengan kuat, matanya memerah menahan amarah bercampur panik yang luar biasa. "Di mana Rafa?! Di mana keluarganya?! Katakan padaku mereka baik-baik saja!"

​Perwira itu menghela napas berat, mencoba menenangkan pria asal Singapura di hadapannya. "Tenang dulu, Tuan. Beruntung tim pemadam tiba tepat waktu sebelum api menghanguskan seluruh kamar belakang. Rafa Sasmita dan kedua orang tuanya berhasil dievakuasi dari dalam rumah yang terkunci. Mereka sempat mengalami keracunan asap dan luka bakar ringan, tapi tim medis darurat langsung memberikan oksigen di tempat."

​Sean tertegun, lututnya nyaris lemas mendengar penjelasan tersebut. "Mereka... mereka selamat?"

​"Ya. Ambulans baru saja membawa mereka ke Rumah Sakit Medika Sentral," jawab sang perwira. "Dan mengenai pelaku pembakaran, Zaskia Mulandari, kami sudah mengerahkan tim khusus untuk memburunya ke seluruh sudut kota. Dia tidak akan bisa melarikan diri lagi."

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, orang tua shawn sudah menyelidiki kejadian yang sebenarnya dan mereka sudah bisa menerima Rafa sebagai bagian dari keluarga mereka
Ariany Sudjana
terlalu lama dibiarkan si pelacur murahan itu menang, Rafa terlalu lemah
Ariany Sudjana
hah kok ceritanya jadi begini sih? mana Sean lagi di Singapura lagi, ga ada yang tolong Rafa dong
Serena Muna: biar panjang kalo cepet tamat kan sayang🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
kalau kalian masih tidak merestui, berarti kalian percaya dengan semua kebohongan yang disampaikan ervan dan keluarganya
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Rafa sudah bertemu dengan papa dan mamanya, dan orang-orang serakah itu semoga dapat hukuman berat, kalau perlu mati
Ariany Sudjana
skakmat, niat hati mau mengadakan pesta pernikahan meriah, supaya lebih kelihatan seperti orang kaya, ternyata berakhir jadi tahanan kepolisian 🤣🤣😂😂 dasar pelacur murahan kamu itu Zaskia, dan sekarang nikmati kehancuran kalian Zaskia, Nena dan juga Ervan 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
sebaiknya ibu istirahat dulu sampai pulih, ibu tenang dulu. kalau ibu nekat kembali ke jakarta, dengan kesehatan yang belum membaik, bisa repot bu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!