Indonesia
NovelToon NovelToon
The Mafia’S Possession

The Mafia’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Roman-Angst Mafia / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Jauhi suami saya!"

Teriakan melengking di sebuah kafe elit Manhattan itu meremukkan dunia Pearl Glow Hurt dalam sekejap.

Pria bertutur kata lembut yang dicintainya ternyata seorang penipu beristri. Demi menyelamatkan harga diri dari skandal yang memalu, Glow nekat membual bahwa kekasih aslinya bernama "Lean"—dan bersumpah akan mengelilingi New York untuk menemukan serta menikahi pria bernama Lean demi memvalidasi kebohongannya.

Pencarian impulsif itu membawa Glow ke sebuah bengkel kusam di Queens, memutuskannya berhadapan dengan Lean—seorang mekanik bersikap dingin yang mengintimidasi dan mengaku sebagai kanibal. Glow menganggap sosoknya hanyalah rakyat jelata bersikap sok misterius.
Namun, Glow tidak menyadari bahwa pria itu adalah Orion Leander Ashford, putra penguasa takhta kegelapan New York yang menjalankan bisnis senjata rahasia.
Ketika takdir bertabrakan di antara intrik dan bahaya, permainan nama Lean mendadak berubah menjadi pusaran cinta dan bahaya yang mengancam nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Kegelapan di bawah gulungan selimut tebal itu terasa membungkus dan begitu hangat. Aroma rempah amber, kayu cendana, serta kesegaran sabun maskulin yang melekat pada tubuh Lean mengunci seluruh indra Glow, menciptakan atmosfer yang mendadak jauh dari kesan perkelahian konyol mereka beberapa detik lalu.

Glow bisa merasakan detak jantung Lean di balik dada tegapnya—begitu konstan, berwibawa, dan tenang. Namun, di tengah keheningan yang perlahan merayap, sebuah bayangan keraguan yang merayap sejak kemarin sore mendadak muncul ke permukaan benak Glow.

Di tengah keheningan malam Maladewa, Glow tiba-tiba memecah kesunyian. Wajahnya yang semula terbenam di dekat dada Lean perlahan mendongak. Di balik kegelapan yang pekat, mata cokelat cantiknya menatap lurus pada siluet garis rahang Lean yang tajam.

"Apakah kau benar-benar tidak memiliki kekasih, Lean?" tanya Glow dengan nada suara yang mendadak berubah sangat serius.

Lean yang semula memejamkan mata sambil mengunci pinggang Glow dengan lengannya yang kekar, perlahan membuka kelopak matanya. Iris mata birunya yang sejernih es tampak berkilat samar menembus kegelapan.

"Aku tidak percaya jika orang seperti dirimu yang cukup tampan tidak memiliki kekasih sama sekali," lanjut Glow tajam, menatap pria itu tanpa berkedip.

Orion Leander Ashford sama sekali terdiam. Pria yang biasanya selalu memiliki jawaban sinis dan mematikan itu mendadak mengunci rapat mulutnya. Hening membentang di antara mereka selama beberapa detik yang terasa teramat panjang.

Lean lalu menghela napas pendek, suara hembusan napasnya berdesir halus di atas kepala Glow.

"Tidak mungkin ada wanita yang akan mau berpacaran denganku, Pearl," jawab Lean akhirnya dengan nada santai yang dibuat-buat, terkesan mengabaikan fakta siapa dirinya yang sebenarnya. "Lebih-lebih aku hanya seorang pria bengkel yang miskin seperti yang selalu kau katakan. Dan lagipula... aku tidak tertarik sama sekali dengan seorang perempuan."

Bukannya percaya, Glow justru menyunggingkan senyuman sinis di balik kegelapan.

"Kau sungguh pembohong besar, Orion Leander," cetus Glow dingin, menyipitkan matanya tajam. "Aku tidak percaya sedikit pun pada bualanmu."

Lean bukannya memberikan jawaban lugas untuk membela diri, pria Ashford itu malah membalikkan keadaan. Dengan nada suara yang sengaja direndahkan—sarat akan intimidasi dan rasa ingin tahu yang tersembunyi—Lean melontarkan pertanyaan balasan yang menohok tepat di dada Glow.

"Kalau begitu, bagaimana denganmu?" bisik Lean rendah, matanya mengunci pandangan Glow. "Apa kau pernah tidur bersama Leo?"

DEG.

Nama mantan tunangannya yang baru tadi pagi memicu keributan mendadak terlempar di antara mereka.

Di dalam hatinya, Glow menjerit hebat. Hubungan kami bahkan tidak pernah seintim itu! Hubungan kami sama sekali tidak sedekat dan sejauh itu! Bagaimana mungkin pertanyaan privasi serendah ini ditanyakan oleh pria gila kanibal ini?!

Glow—yang bahkan selama hidupnya tidak pernah merasakan rasanya berciuman dengan pria mana pun, termasuk Leon—seketika merasa sungkan dan gengsi setengah mati jika harus membeberkan kejujuran polosnya secara cuma-cuma.

Glow memalingkan wajahnya sedikit, lalu membalas dengan melemparkan pertanyaan baru yang tak kalah tajam.

"Lalu bagaimana denganmu?!" tangkas Glow dengan nada menantang, menyembunyikan getaran di dadanya. "Apa kau juga pernah tidur bersama wanita lain?"

Orion Leander Ashford menyengajakan jeda. Niat jahil di dalam dadanya mendadak bangkit saat melihat raut kewaspadaan di wajah istrinya. Lean ingin melihat sejauh mana reaksi sang istri jika ia memancing emosi gadis itu.

"Sudah," jawab Lean singkat, suaranya terdengar begitu tenang dan mantap. "Aku sudah pernah tidur..."

Rasa penasaran yang membakar seketika membuat Glow membelalakkan matanya di tengah kegelapan. "Dengan siapa?!"

Namun, seakan memberikan teka-teki gantung agar Glow makin terbakar oleh rasa penasaran dan emosi, pria Ashford itu hanya mengulang jawabannya dengan raut polos yang menyebalkan.

"Aku pernah menghabiskan malam bersama Wanita," sahut Lean pendek.

"Kau tidak memberitahuku!" seru Glow dengan nada yang mendadak ketus dan menusuk.

Di balik kalimatnya yang tajam, Glow merasakan kejatuhan yang aneh di dalam dadanya. Ada rasa kecewa yang mendalam dan tajam yang mendadak menusuk hatinya. Bukan kecewa karena ia merasa berhak atas masa lalu Lean, melainkan karena kenyataan status mereka saat ini.

Meskipun pernikahan mereka hanya terjadi secara mendadak dan di atas kertas demi menyelamatkan nama baik keluarga, kenyataan bahwa pria yang kini memeluknya dan menyandang status sebagai suaminya telah menyerahkan dirinya pada wanita lain benar-benar memukul perasaan Glow.

Perempuan mana yang tidak kecewa dan sakit hati jika mengetahui suaminya pernah bermalam dengan wanita lain sebelumnya? Dan Glow adalah wanita normal yang memiliki hati.

Rasa panas merayapi sudut matanya. Ada rasa sakit asing yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, Glow mendadak memutar tubuhnya dengan kasar, membelakangi Lean sepenuhnya. Ia menarik selimut tebal hingga menutupi dadanya, meringkuk kaku di tepi kasur sambil mengutuk rasa sesak di dadanya.

Kenapa aku harus peduli?! Kenapa hatiku harus sesakit ini hanya karena pria miskin menyebalkan ini?!

Di belakang punggung Glow, Lean mematung sejenak. Pria itu menyipitkan matanya, menatap punggung ramping istrinya yang kini tampak begitu kaku dan terisolasi.

Namun, bukannya merasa puas karena berhasil mengerjai Glow, Lean justru melihat sekilas getaran halus pada bahu istrinya.

Sebuah senyuman yang teramat tipis—tipis sekali hingga hampir tak berjejak—terukir di bibir tegap Lean. Ada rasa hangat yang mendadak membuncah di dadanya saat menyadari bahwa gadis angkuh ini ternyata peduli padanya.

Tanpa disadari oleh Lean sendiri, insting alaminya sebagai seorang Ashford mendadak bekerja. Pria yang tumbuh dalam kelimpahan kasih sayang di keluarganya itu refleks meniru bagaimana ayahnya, Giovanni Ashford, selalu membujuk dan menenangkan Mommy-nya, Tessa, setiap kali ibunya sedang merajuk atau marah besar.

Bujukan yang keluar dari mulut Lean sama sekali tidak dirancang, melainkan murni luapan emosi hangat seorang pria yang tidak ingin wanitanya terluka.

"Glow..." panggil Lean rendah, suaranya mendadak berubah menjadi begitu lembut—sebuah nada suara yang belum pernah terdengar dari mulut sang penguasa dunia bawah itu.

Glow tetap membisu, memejamkan matanya rapat-rapat.

Lean tidak menyerah. Pria itu menggeser tubuh tegapnya mendekat, mengikis sisa jarak di antara mereka. Tangan kekarnya terulur, berusaha menarik dan melingkari pinggang ramping Glow dari belakang.

Glow seketika membatu, menahan napasnya saat merasakan sentuhan hangat di pinggangnya, namun tubuhnya tetap bertahan kaku menolak untuk berbalik.

Melihat istrinya masih menutup diri, Lean tidak kehilangan cara. Pria tegap itu perlahan memundurkan tubuhnya ke arah ujung kasur. Di bawah selimut tebal, Lean menyibakkan sedikit kain yang menutupi kaki Glow.

Dengan gerakan tangan yang teramat lembut dan terlatih, jemari kekar Lean mulai memijat betis serta pergelangan kaki Glow yang tegang akibat berjalan seharian.

Glow tersentak pelan, jantungnya berdegup kencang secara tidak beraturan saat merasakan pijatan lembut dan hangat di kakinya.

Tak berhenti di situ, Lean kembali memajukan tubuhnya. Pria itu menunduk, lalu tanpa ragu menyandarkan dagunya yang tajam tepat di atas pinggang ramping Glow yang tertutup piyama hijau zamrud.

Perilaku Lean itu sungguh tidak disengaja atau dipikirkan matang-matang. Itu adalah tindakan murni dari seorang pria yang dididik dalam keluarga yang penuh cinta, refleks alami seorang suami Ashford yang tak sanggup melihat istrinya mengacuhkannya.

"Pearl... Hey... Dengarkan aku," bisik Lean tepat di samping pinggang Glow, suara beratnya bergetar begitu hangat hingga menembus kain piyamanya. "Aku hanya bercanda. Aku hanya menggodamu, Pearl."

Glow menyerap ucapan itu dalam keheningan yang mencekam, dadanya bergemuruh hebat.

"Aku tidak pernah tidur dengan siapa pun..." lanjut Lean dengan kejujuran yang begitu polos dan pekat, sebuah pengakuan yang mungkin akan membuat seluruh anak buahnya di New York pingsan jika mendengarnya. "Aku hanya tidur bersamamu. Kau yang pertama... di ranjang kita."

DEG!

Glow membelalakkan matanya di tengah kegelapan, napasnya tertahan sepenuhnya di tenggorokan.

"Aku masih perjaka, pearl. Tolong percayalah padaku," bisik Lean lagi tanpa rasa malu sedikit pun, menyandarkan berat kepalanya lebih dalam di pinggang Glow. "Aku tidak pernah menyentuh wanita lain sepanjang hidupku."

Pipi Glow seketika membara hebat, rasa panas menyebar hingga ke ujung telinganya. Kalimat jujur dan teramat polos dari bibir pria yang biasanya sok tangguh ini memukul seluruh dinding pertahanan yang dibangun oleh Glow.

"Aku hanya pernah dekat dengan Mommy-ku. Kau ingat pertama kali kita bertemu di bengkel?" tanya Lean pelan, membiarkan kenangan itu mengalir di antara mereka. "Nah... seperti itulah aku menatap setiap wanita yang mencoba mendekatiku. Aku menganggap mereka semua pengganggu, mencurigakan, dan memuakkan. Hanya kau... hanya kau wanita pertama yang membuatku membiarkanmu berteriak di depan wajahku."

Jemari Lean di pergelangan kaki Glow memijat dengan ketukan yang begitu konstan dan menenangkan, sementara dagunya masih bersandar protektif di pinggang istrinya.

"Kumohon, Pearl..." bisik Lean rendah, suaranya memohon dengan kelembutan yang teramat dalam. "Jangan berbalik membelakangiku seperti ini. Jangan marah padaku."

Dada Glow bergemuruh hebat. Kebencian, gengsi, dan rasa kecewa yang tadi sempat membakar hatinya seketika menguap, berganti dengan debaran jantung yang begitu keras hingga bergemuruh di dalam rongga dadanya. Perlakukan romantis yang polos namun begitu intens dari Lean membuat seluruh tubuh Glow gemetar pelan.

Di dalam benak bawah sadarnya, identitas rahasianya sebagai seorang agen junior berinisial L mendadak bergema bagaikan teguran keras.

Angelina... batin Glow menjerit histeris, memanggil nama aslinya dalam kepanikan emosional yang teramat sangat. Apa semudah ini aku menyukai pria kanibal ini?!

1
Astrid Kucrit
gek sat set pria kanibal 🤣🤣
Astrid Kucrit: wkwkwkwowk 😂😂
total 2 replies
Astrid Kucrit
geli nggak glow 🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahah 🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan khawatir glow,suamimu sangat mencintaimu
Astrid Kucrit
seru nihh
Astrid Kucrit
hajar le 😂😂
Astrid Kucrit
siap2 pisah kamar 😂
Rosdianah 🌷: wkwkkw🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
makin dag dig dug bacanya...keren Thor /Good/
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... semangat 2 kk Thor 💪💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii ma'aciww 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di hajar kamu glow 🤣🤣
Astrid Kucrit
selamat berbuka puasa 🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
gpp up dikit kk..yg penting tetap semangat 💪 berkarya 🤗🤗
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Bu Dewi
hari ini gak update tah kak..? bolak balik liat tapi belum ada update an/Smile//Smile//Smile/
pdhl penasaran ama kelanjutannya😍😍😍
Rosdianah 🌷: huhu author minta maaf ya kak 🙏🏻 author sedikit sibuk dunia nyata hari ini. besok up banyak 🫠
total 1 replies
Nita Nita
pada hal gampang buat glow tau siapa lean 😎
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
kayak Mr and Mrs Smith Thor😜😜😜
Rosdianah 🌷: ow iya kak, wkwk🤭
total 3 replies
Bu Dewi
update lagi dunkz kak😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Nita Nita
Glow bkn bisa nembak ya
safaana
cerita othor emang gak pernah gagal meskipun ada sedikit typo tapi ke tutup sama jln ceritanya semangat Thor semoga sehat selalu
Rosdianah 🌷: Ma'aciww banget kak🫶
total 1 replies
safaana
aku penasaran itu Leon Ama kakaknya di banting kemana Thor,,gak ada jejak
Rosdianah 🌷: nanti di bab selanjutnya kak 🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat 2 up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
keren bgt🤗🤗orion...
Rosdianah 🌷: anak siapa itu🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!