Indonesia
NovelToon NovelToon
Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:516.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kirana Aruni menjadi korban atas rencana busuk ibu tirinya setelah terjebak dalam
sebuah malam kelam bersama Edgar Ganendra, pewaris tunggal Ganendra Group,
yang kehilangan kendali akibat dibius musuhnya.

Dianggap membawa aib, Aruni diusir oleh ayahnya atas hasutan ibu tirinya.

Tujuh tahun kemudian, Aruni membesarkan
putra kembarnya seorang diri. Mengetahui perjuangan sang ibu, kedua bocah jenius
itu diam-diam meretas data untuk mencari ayah kandung mereka. Hasilnya mengarah pada satu nama besar, yakni Edgar Ganendra, Presiden Direktur Ganendra Group.

Di sisi lain, Edgar tak pernah berhenti mencari wanita dari malam itu. Ia ingin menebus kesalahannya sekaligus mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi, bahwa ia bukanlah pria impoten.

Saat si kembar mulai menyusun rencana untuk mempertemukan kedua orang tua mereka, masa lalu yang penuh fitnah dan luka
kembali terbuka.

Mampukah mereka menyatukan kembali keluarga yang telah lama terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Kenyataan pahit yang disampaikan Rama membuat pertahanan Aruni runtuh. Bayangan ketakutan masa lalu saat ia dan Bik Sumi disekap kembali membayang jelas, membuat lututnya terasa lemas.

"Aruni, dengarkan aku," ujar Edgar lembut, memangkas jarak seraya menatap dalam bola matanya wanita itu. "Aku tidak akan biarkan hal buruk menyentuh kalian lagi. Kali ini, percayalah padaku."

Aruni menarik napas panjang, lalu mengangguk pasrah sembari menatap Rama dan Edgar bergantian. "Baik... Aku ikut saran kalian."

Namun, Rama melangkah maju dan menatap ke arah Bik Sumi yang baru saja tiba serta Larasati. "Tidak hanya Aruni dan si kembar. Bik Sumi juga saksi kunci korban penculikan tujuh tahun lalu, dan David tidak akan membiarkan saksi hidup tenang. Larasati yang sehari-hari bersama Aruni juga berada dalam bahaya jika tetap tinggal di sini."

Edgar mengangguk setuju. "Kita harus membawa mereka semua keluar dari Sukamakmur hari ini juga."

Setelah diskusi singkat untuk menentukan jalur pengamanan terbaik, keputusan akhir pun diambil demi memecah fokus pengawasan pihak musuh.

"Bik Sumi dan Larasati akan tinggal di rumahku," tegas Rama. "Di sana ada Rena yang bisa menjaga dan menemani mereka. Keamanan di kediamanku dipantau langsung oleh personil kepolisian selama 24 jam."

"Sedangkan Aruni, Rayyan, dan Zayyan akan tinggal di kediaman Ganendra," potong Edgar mantap tanpa memberikan ruang perdebatan. "Rumah utamaku memiliki sistem keamanan berlapis dan pengawalan ketat. Paman David tidak akan bisa menyentuh mereka di sana."

Aruni sempat ragu, namun demi keselamatan anak-anak dan Bik Sumi, ia akhirnya menyetujui pembagian tersebut. Si kembar yang mendengarnya dari balik tangga hanya tersenyum tipis, rencana mereka agar sang bunda kembali ke pelukan ayah kandung mereka perlahan mulai terwujud.

Proses evakuasi dilakukan dengan sangat cepat dan rapi. Dalam kurun waktu kurang dari satu jam, barang-barang penting telah dikemas ke dalam bagasi mobil.

"Mbak Aruni, jaga diri baik-baik ya di rumah Tuan Edgar," bisik Larasati terharu seraya memeluk Aruni erat sebelum masuk ke dalam mobilnya Rama bersama Bik Sumi.

"Kalian juga hati-hati di rumah Kak Rama. Bik Sumi, jangan lupa minum obatnya," pesan Aruni penuh haru.

Dua rombongan mobil mewah itu pun akhirnya membelah jalanan Sukamakmur menuju Jakarta. Roda-roda kendaraan terus berputar membawa mereka kembali ke pusat konflik, siap menghadapi badai ketegangan dan intrik kejahatan David Ganendra yang telah menanti di ibu kota.

Rombongan mobil membelah jalanan tol menuju Jakarta dalam pengawalan ketat. Di dalam mobil mewahnya Edgar, suasana hening menyelimuti. Si kembar yang tadinya berpura-pura demam kini benar-benar tertidur pulas di jok belakang akibat lelah dan tegang.

Aruni menatap luar jendela dengan pikiran berkecamuk, sementara Edgar sesekali mencuri pandang melalui kaca spion tengah.

"Jangan takut, Aruni. Di rumah utama, tidak akan ada satu orang pun yang bisa melukaimu atau si kembar," bisik Edgar memecah keheningan, menyalurkan kehangatan lewat suaranya.

"Aku tidak takut untuk diriku sendiri, Om Edgar... Aku hanya takut anak-anak trauma jika sampai melihat kejahatan itu lagi," balas Aruni lirih.

"Aku bersumpah dengan nyawaku, hal itu tidak akan pernah terjadi lagi," janji Edgar tegas.

Beberapa jam kemudian, mobil Edgar memasuki gerbang besi menjulang tinggi menuju pelataran kediaman utama Ganendra yang megah. Tuan Fernando sudah berdiri di depan pintu utama bersama puluhan pengawal berjas hitam. Matanya berkaca-kaca saat melihat Aruni melangkah turun, disusul Edgar yang menggendong Rayyan dan Zayyan yang masih tertidur.

"Selamat datang di rumah, Aruni... Selamat datang kembali, cucu-cucunya Kakek," sambut Tuan Fernando haru, memeluk Aruni sebentar dengan rasa bersalah masa lalu yang sirna.

Sementara itu, di kediaman Rama, situasi tak kalah sibuk. Rena menyambut Bik Sumi dan Larasati dengan ramah, langsung mengantar mereka ke kamar tamu yang sudah disiapkan.

"Bik Sumi, Mbak Laras, anggap saja rumah sendiri ya. Jangan sungkan sama Rena," ujar Rena manis sambil menyodorkan teh hangat.

"Terima kasih banyak, Neng Rena, Pak Komisaris... Kami jadi merepotkan," tutur Bik Sumi canggung.

Rama yang berdiri di sudut ruangan menggeleng pelan. "Ini sudah tugas saya, Bik. Tetaplah di dalam rumah sampai situasi benar-benar aman."

Setelah memastikan keamanan rumahnya ketat, Rama melangkah ke ruang kerjanya dan menyalakan layar komputer. Notifikasi pesan terenkripsi dari Rayyan masuk ke sistemnya.

‘Paman Rama, pergerakan rekening David Ganendra mencurigakan dalam kurun 3 jam terakhir. Cek lampiran ini.’

Rama tersenyum tipis membaca pesan dari bocah jenius itu. ‘Dasar anak-anak Edgar... Mereka memang tidak bisa berdiam diri.’

Dengan bukti alokasi dana gelap yang dikirimkan si kembar, Rama kini memiliki bahan utama untuk meledakkan pertahanan hukum David Ganendra. Perang terbuka di Jakarta baru saja dimulai.

*

*

Di dalam kamar megah lantai dua kediaman Ganendra, Rayyan dan Zayyan duduk bersila di atas tempat tidur empuk. Setelah memastikan pintu kamar terkunci rapat dan Bunda mereka sedang beristirahat di kamar sebelah, kedua bocah jenius itu langsung beraksi di depan layar laptop yang menyala remang.

Matanya Zayyan berbinar-binar memandangi notifikasi 'Data Transferred Successfully' yang tertera di layar. Sebuah senyum puas mengembang lebar di wajah tampannya.

"Kak, kau benar-benar jenius! Sekarang kau bisa meretas akun si paman jahat itu!" puji Zayyan terkagum-kagum seraya menepuk pundak sang kakak.

Rayyan menyesuaikan letak kacamata radiasinya, lalu menoleh dengan tatapan dewasa yang khas. "Kau juga pasti bisa, Zayyan. Makanya jangan malas belajar! Lagipula, sepertinya sebentar lagi kita sudah tidak bisa merahasiakan kemampuan kita ini."

Zayyan mengarahkan pandangannya ke barisan folder terenkripsi yang berjejer rapi di desktop laptopnya Rayyan. "Maksud Kakak... soal kita yang sudah meretas akun-akun lain?"

"Iya," Rayyan mengangguk pelan. "Mulai dari sistem keamanan perusahaan Ganendra Group, jaringan pribadi Paman Rama, ponsel Asisten Harry, dan yang terakhir jaringan keuangan David Ganendra ini. Lambat laun Ayah dan Paman Rama pasti akan menyadari dari mana semua data rahasia ini berasal."

Zayyan bukannya takut, justru malah terkekeh bangga seraya menepuk dadanya sendiri. "Menurutku kita ini keren loh, Kak! Rupanya kejeniusan Ayah benar-benar menurun ke kita... Tapi sepertinya Kak Rayyan dapat 70 persen, sedangkan aku cuma dapat sisanya!"

Rayyan hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar celotehan percaya diri dari sang adik, tak sanggup menahan senyum tipis yang terukir di sudut bibirnya.

"Sisa 30 persen itu sudah lebih dari cukup untuk membuat paman jahat itu membusuk di penjara, Zayyan," balas Rayyan mantap, menatap barisan kode keamanan David Ganendra yang kini sepenuhnya berada di bawah kendali mereka.

Bersambung...

1
Erlina Candra
kereeen Thor..
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak 🙏☺️
total 1 replies
Zeylina Alzia A.E.
💪💪💪
echa purin
👍👍
Jumi Eko
Bagus
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rama, Rena dan Aruni punya kehidupan dan masalah yang mirip sebelum pak Marwan berubah.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kayaknya Aruni hamil, tapi jangan sampe tindakan Camelia dan Edgar bikin salah paham Aruni dan orang².
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Cihuuuyyyy... ada yang sudah jadian... bentar lagi undangan datang Edgar, Aruni./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
B9ar Rama belajar romantis sekalian lah Ren, masa kaku terus jadi orang.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Moga saja rencana Rena dan si kembar berhasil terus Rama gengsinya di buang di simpan dulu di lemari tar kalau sudah berani utarakan is9 hati sama Laras baru boleh di pake lagi./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Thor suara ketuk palunya kok beda, bukan TOK TOK TOK atau TUK TUK TUK... lah Aku salfok di kirain suara buka atau nutup pintu BRAK.🤭🤭✌️
Jangan marah ya Thor.✌️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Halal juga setelah terpisah sekian tahun, bu Amanda juga bijak mau lapang dada tanpa dendam karna suami dan anaknya di penjara karna emang salah.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mending Lamaran dan nikahannya ga usah nunggu berhari², berminggu² atau berbulan²... cukup beberapa jam saja, Lamaran siang hari terus besok paginya langsung akad nikah./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bakal ada 2 pernikahan nih.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Indah dan Cerah banget Ed./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wdgar ini mwlewatkan dan lengah pengawasan dan menyelidiki segala kemungkinan kecil pelaku yang menjadi ancaman besar untuk Keluarga mu padahal biarpun menurut kamu itu ga mungkin harusnya di selidiki.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Jangankan cuma bahu Rama, kalau kamu butuh hatinya Laras pasti dia juga bersedia.🤭🤭🤭

Tangkap si Aldo, Edgar jangan kasih kesempatan untuk kabur dan jangan jadi lemah dan membebaskannya hanya karna kasihan pada bibi mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kalau bisa mah kasih saja hukuman mati si Tua David karna kalau hukuman seumur hidup pasti dia bisa lolos dengan menyuap atau kabur dan jadi ancaman lagi./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah dalah ternyata si tua David cuma mantu tah, hadeuuhh... ga tau malu karna sifat serakah, iri, siriknya sampe ingin nguasain harta yang bukan haknya 😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Penempatan yang benar² di posisinya, Aruni dan si kembar di rumah Edgar karna pasti bakal bersatu jadi keluarga dan bi Sumi serta Larasati di rumah Rama yang pastinya Laras bakal jadi jodohnya Rama./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Harus siapkan bodygard bayangan untuk melindungi Aruni, si Kembar dan bi Sumi, Edgar karena bi Sumi juga saksi penculikan 7 tahun lalu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!