Indonesia
NovelToon NovelToon
The Cold Princess

The Cold Princess

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Perjodohan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

[Bukan Novel Terjemahan] [Original Karya Penulis]

Seorang mahasiswa melakukan penelitian di hutan, saat dia merasuk lebih dalam ke jantung hutan, dia menemukan sebuah lubang hitam besar. Karena rasa penasaran dia mendekat ke arahnya. Namun, siapa sangka dia akan terseret ke dalam.

Seorang gadis yang dianggap terkenal lemah berencana bunuh diri saat tau akan menggantikan kakak tirinya untuk dinikahkan dengan pangeran yang terkenal gila di seluruh kekaisaran.

***

Bagaimana jika mahasiswa itu menggantikan sang gadis untuk menikah? Akankah mereka berdua bekerja sama untuk balas dendam karena kemiripan wajah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18 : Sekutu

​Cahaya lampu minyak berkedip lemah di atas meja kayu kamar pribadi Wang Yiche. Ruangan itu tampak luas namun lengang, dihiasi perabotan klasik bernuansa gelap yang mencerminkan kesepian pemiliknya selama bertahun-tahun.

​Fang Hua duduk di tepi ranjang, merapikan gulungan kain bersih setelah selesai mengobati luka-luka lecet di tangan Wang Yiche akibat amukan tadi malam. Topeng besi perak milik sang pangeran tergeletak di atas meja, menampakkan wajah aslinya yang sedang terlelap dalam pengaruh obat penenang. Efek anestesi kimia buatan Fang Hua bekerja dengan sangat efektif, mengistirahatkan sistem saraf Wang Yiche yang sempat mengalami shock hebat akibat racun masa lalunya.

​Luo Huanran berdiri tidak jauh dari pintu, memegang sebuah baskom berisi air hangat yang sudah mulai mendingin. Gadis itu masih terlihat cemas, sesekali melirik ke arah pintu keluar seolah takut para pengawal istana pusat datang mendadak.

​"Fang Hua... apa dia akan baik-baik saja?" bisik Luo Huanran pelan, memecah kesunyian malam di dalam kamar. "Tadi malam dia terlihat seperti monster sungguhan. Bagaimana jika saat dia sadar nanti, dia langsung mengamuk dan menyerang kita lagi?"

​Fang Hua mencuci tangannya dengan sisa air hangat, lalu mengeringkannya menggunakan selembar kain bersih. Ia menoleh menatap wajah Wang Yiche yang tampak tenang dalam tidurnya. Garis wajah pria itu tegas, namun sisa-sisa rasa sakit masih terlihat jelas di balik kerutan di keningnya.

​"Dia tidak akan mengamuk," jawab Fang Hua tenang. "Yang terjadi padanya bukanlah kegilaan biasa. Tubuhnya diracuni secara perlahan menggunakan racun saraf kronis jenis cold-fire toxin, racun kuno yang sengaja dimasukkan ke dalam aliran darahnya untuk menghancurkan kewarasannya sedikit demi sedikit setiap kali emosinya terpicu."

​Luo Huanran membelalakkan mata tak percaya. "Racun? Jadi selama ini orang-orang istana pusat sengaja membuatnya tampak seperti orang gila?"

​"Tepat sekali," balas Fang Hua sambil menyunggingkan senyuman tipis penuh arti. "Dengan menciptakan rumor bahwa Pangeran Kelima adalah monster haus darah yang kehilangan akal sehat, faksi permaisuri dan musuh-musuhnya bisa menyingkirkannya dari perebutan takhta tanpa harus mengotori tangan mereka sendiri. Mereka membiarkannya membusuk di istana barat ini."

​Tiba-tiba, jari-jari tangan Wang Yiche yang terbaring di atas tempat tidur bergerak pelan. Kelopak mata pria itu bergetar perlahan, lalu terbuka memperlihatkan sepasang mata elang kelam yang menatap tajam ke langit-langit kamar.

​Luo Huanran langsung menahan napasnya, mundur dua langkah karena panik.

​Wang Yiche tidak langsung bergerak liar seperti malam sebelumnya. Tatapannya tampak jernih, meskipun sisa-sisa kelelahan masih mendominasi tubuhnya. Begitu ia menyadari ada seseorang di dekatnya, kepalanya menoleh pelan, dan manik matanya langsung terpaku pada sosok Fang Hua yang berdiri di samping ranjang.

​"Kau..." suara bariton Wang Yiche terdengar serak dan berat. Ia mencoba mengangkat tubuhnya, namun rasa nyeri di persendiannya membuat ia sedikit meringis. "Kenapa aku tidak mati...?"

​Fang Hua tidak menunjukkan rasa gentar sedikit pun. Ia mengambil semangkuk air hangat dan mendekatkan ke bibir sang pangeran.

​"Jika aku ingin membiarkanmu mati, aku tidak perlu repot-repot meracik penawar saraf untuk menyelamatkanmu dari amukanmu sendiri semalam," kata Fang Hua santai, menyodorkan mangkuk air tersebut. "Minumlah. Tenggorokanmu pasti kering setelah berteriak dan membunuh utusan istana pusat."

​Wang Yiche menatap mangkuk itu, lalu beralih menatap lekat-lekat mata Fang Hua. Tidak ada rasa takut, tidak ada kepatuhan palsu, yang ada hanya ketulusan seorang profesional medis yang sedang menangani pasiennya. Perlahan, pria itu meneguk air tersebut untuk membasahi tenggorokannya yang terasa bagaikan terbakar.

​Setelah mangkuk itu kosong, Wang Yiche kembali memandang Fang Hua dengan sorot mata menyelidik. "Utusan istana pusat tewas di tanganku. Mayatnya ada di aula utama. Pengawal mereka kabur membawa ketakutan. Permaisuri dan kaisar tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, pasukan besar akan datang meratakan istana barat ini."

​"Aku tahu," jawab Fang Hua tanpa ragu sedikit pun. Ia meletakkan mangkuk di atas meja. "Dan justru karena itulah kita harus memanfaatkan waktu yang tersisa. Aku bisa menyembuhkan racun di tubuhmu secara total, memberimu kendali penuh atas sistem sarafmu, dan merancang strategi untuk membalikkan keadaan."

​Wang Yiche tertegun. Napasnya sedikit tertahan mendengar kalimat penuh keyakinan itu. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam keputusasaan, mengira takdirnya hanya tinggal menunggu waktu untuk mati sebagai monster buangan. Namun gadis di hadapannya ini datang membawa harapan yang terasa begitu tidak masuk akal, tapi sekaligus sangat nyata.

​"Apa imbalannya?" tanya Wang Yiche dingin, menguji keseriusan sang gadis. "Apa yang kau inginkan dari seorang pangeran buangan sepertiku?"

​Fang Hua membungkuk sedikit, mendekatkan wajahnya hingga sejajar dengan pandangan pria itu. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring yang berbahaya.

​"Hancurkan faksi yang sudah membuangmu, dan jadikan aku ratu di samping singgasanamu," bisik Fang Hua tegas.

​Wang Yiche terpaku menatap binar penuh ambisi di mata gadis itu. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, sudut bibir sang pangeran terangkat membentuk sebuah senyuman kecil.

***

​Happy Reading 🥰

​Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis yah, terimakasih ❤️

1
Maria Lina
lgi ya thor jgn tamat dlu ok..may lihat feng hua punya anak dlu ya thor
Maria Lina
yah cuman 1 ya thor😭😭
ANWi/Berly Re: iya kak , biar ak bisa up terus selama review🙏 karna ini tinggal beberap bab hehe
total 1 replies
Maria Lina
1 lgi 1lgi ya thot
Maria Lina
kok 1 thor kurang ni.lgi ya ya
Maria Lina
kok bru nongol thor uda ku tunggu dri tdi lo thor hehe
ANWi/Berly Re: maaf kak, td ada acara rt-an~❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud bnyk double nya💪💪💪😍😍😍
ANWi/Berly Re: terimakasih juga kak karena udah baca novel ini❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"🙏🙏🙏😍😍😍
Maria Lina
mksih ya outhor yg baik ud up nya🙏🙏🙏😍😍😍
ANWi/Berly Re: makasi juga kakak Maria Lina udah baca cerita ini~❤️
total 1 replies
Maria Lina
kok 1 thor🤔🤔
ANWi/Berly Re: tiap hari tiga ya kak,,, belum acc biasanya sm noveltoon
total 1 replies
Maria Lina
makasih bnyk ya thor ud up nya🙏🙏🙏🥰🥰
ANWi/Berly Re: makasi jg udah baca mak Maria Lina ❤️
total 1 replies
Maria Lina
makasih bnyk"ya thor ud kabulkn🙏🙏🙏🥰🥰
Maria Lina
ini thor ku ksh vote karena outhor ud kabulkn up nya bnyk"thor
Maria Lina
hadeh 1 lgi 🤔🤔
Maria Lina
jgn aj tiap hari up nya 1 bab thor🤔🤔
ANWi/Berly Re: sehari 1 bab, mau ga kak?
total 1 replies
Maria Lina
thor yg sistem rosting gk di lanjutkn ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!