Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Romansa
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Scrpn

Alexander "Alex" Ar-Rasyid (30 Tahun)

Seorang CEO muda yang dingin, perfeksionis, dan workaholic. Ia memegang kendali penuh atas Ar-Rasyid Group, sebuah konglomerat raksasa di bidang properti dan investasi. Baginya, pernikahan adalah bentuk kerja sama bisnis yang tidak penting, hingga sebuah perjodohan keluarga memaksa hidupnya jungkir balik.

Keisha Azalea Pramesti (25 Tahun)

Seorang fashion designer berbakat, mandiri, dan memiliki idealisme tinggi. Ia pemilik butik haute couture Azalea Label. Di balik senyum lembutnya, Keisha adalah wanita tangguh yang menolak dipandang sebelah mata dan sangat mencintai dunianya—sketsa, kain, dan jarum jahit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scrpn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Udara di dalam ruang kerja pribadi Alexander Ar-Rasyid mendadak terasa begitu padat, seolah dipenuhi oleh tekanan atmosfer tinggi yang siap meledak kapan saja. Layar monitor melengkung berukuran besar di atas meja kerja sang CEO menampilkan barisan kode pemrograman, grafik lalu lintas server, dan log alamat IP yang berkedip-kedip dalam warna merah terang.

Keisha berdiri di dekat meja kerja tersebut, kedua tangannya terlipat di depan dada dengan jemari yang mencengkeram erat lengan blusnya. Napasnya masih memburu, menyisakan sisa-sisa keterkejutan dan kemarahan akibat tuduhan plagiarisme yang baru saja menghantam lini busana miliknya, Azalea Label. Di dunia fesyen, tuduhan kebocoran desain sebelum rilis resmi adalah sebuah pembunuhan karakter yang dapat menghancurkan reputasi dalam hitungan detik. Dan yang membuat situasi ini jauh lebih mengerikan adalah kenyataan bahwa server perusahaan raksasa Ar-Rasyid Group ikut terseret ke dalam pusaran masalah tersebut.

Alexander berdiri tepat di samping meja kerjanya. Pria itu tidak duduk; postur tubuhnya yang tinggi dan tegap memancarkan otoritas mutlak yang menguasai seluruh ruangan. Jemari panjangnya bergerak lincah di atas papan ketik nirkabel, mengeksekusi serangkaian perintah tingkat tinggi untuk mengakses jaringan server internal perusahaan yang diamankan dengan enkripsi berlapis.

"Jangan bergerak dari posisimu, dan jangan bersuara," ucap Alex dengan nada suara rendah, dingin, namun penuh ketegasan yang tidak memberikan ruang bagi perdebatan. Matanya yang tajam menatap lurus ke layar monitor tanpa berkedip sedikit pun.

Keisha mendengus pelan, meskipun ia memilih untuk menuruti perintah itu. Ia mengalihkan pandangannya menatap profil samping wajah sang suami. Di bawah temaram cahaya monitor, rahang Alex tampak mengeras sempurna, membentuk garis tegas yang memperlihatkan sisi berbahaya dari seorang pemimpin korporasi besar. Pria itu sama sekali tidak menunjukkan kepanikan; yang terpancar dari gerak-geriknya justru ketenangan dingin seorang predator yang sedang melacak mangsanya di dalam kegelapan.

"Kau sangat tenang menghadapi skandal yang bisa menjatuhkan harga saham perusahaanmu, Tuan Ar-Rasyid," komentar Keisha dengan nada sarkastik yang tipis, mencoba menutupi kegelisahan di dalam dadanya. "Atau jangan-jangan, di dalam hatimu yang paling dalam, kau sebenarnya masih meragukanku?"

Gerakan jemari Alex di atas papan ketik berhenti seketika. Pria itu perlahan menegakkan tubuhnya, lalu memutar kepalanya untuk menatap lurus ke arah Keisha. Sorot mata kelam Alex menghujam tajam ke dalam manik mata cokelat wanita itu, membuat udara di sekitar mereka mendadak terasa semakin panas.

"Jika aku meragukanmu, Keisha, aku tidak akan berdiri di sini menghabiskan waktu subuhku untuk meretas balik log server internal, melainkan sudah menandatangani surat pemutusan kontrak dan mendepakmu keluar dari gedung ini sejak lima menit yang lalu," balas Alex dengan suara bariton yang berat dan menghanyutkan.

Pernyataan telak itu sukses membuat Keisha tertegun. Kalimat tersebut meluncur begitu saja tanpa keraguan, membawa gelombang kehangatan asing yang langsung menyusup ke relung hati Keisha, meskipun ia segera berusaha menepisnya mati-matian. Ia mengangkat dagunya, menolak tunduk pada pesona berbahaya yang dipancarkan pria itu.

"Lalu, apa yang sebenarnya sedang kau cari di dalam sistem itu jika bukan untuk membuktikan kesalahanku?" tantang Keisha, mempertahankan suaranya agar tetap stabil.

Alex kembali mengalihkan perhatiannya ke layar monitor. "Alamat IP yang dilaporkan oleh departemen hukum memang terhubung ke titik jaringan lokal yang mencakup area butikmu, Keisha. Tapi seorang amatir pun tahu bahwa membuat rekayasa alamat IP palsu adalah trik paling kuno dalam dunia spasi siber korporat. Seseorang sedang berusaha menjebakmu—dan secara tidak langsung, mencoba menyerang kredibilitas keluargaku."

Sebuah bunyi beep nyaring tiba-tiba berdengung pelan dari layar monitor utama. Garis grafik merah yang tadinya berkedip tidak beraturan mendadak berubah menjadi hijau stabil, memunculkan sebuah jendela data baru yang menampilkan jalur peretasan tersembunyi.

"Ketemu," gumam Alex rendah.

Keisha secara tidak sadar melangkah mendekat, merapatkan tubuhnya ke sisi meja kerja Alex demi melihat apa yang tertera di layar monitor. Jarak di antara mereka kini begitu dekat hingga aroma khas cedarwood dan maskulin dari tubuh sang CEO kembali memenuhi indra penciumannya.

Di atas layar, tertera sebuah jalur transmisi data terenkripsi yang mengirimkan salinan cetak biru desain gaun haute couture milik Keisha bukan ke server publik, melainkan ke sebuah alamat IP eksternal yang terdaftar atas nama sebuah agensi konsultasi humas independen di kawasan SCBD. Dan yang lebih mengejutkan lagi, aliran dana operasional agensi tersebut disinyalir bermuara pada satu nama yang sangat familiar bagi mereka berdua.

Nama yang baru saja membuat suasana di dalam ruangan itu membeku secara total.

"Jessica Pranata," desis Alex pelan, nama itu keluar dari bibirnya bagaikan bilah pisau es yang mematikan.

Mata Keisha membelalak lebar. Ingatannya langsung melayang pada kejadian semalam di ballroom hotel—wanita bergaun merah menyala yang menatapnya dengan penuh kebencian, melontarkan hinaan tajam, dan hampir melayangkan tamparan sebelum dicekal oleh Alex.

"Jadi... wanita itu?" suara Keisha terdengar bergetar karena amarah yang kembali memuncak. "Dia sengaja mencuri data rancanganku, memalsukan alamat IP seolah-olah itu berasal dari butikku, lalu membocorkannya ke publik demi menghancurkan karier sekaligus menjatuhkan martabat keluargamu?"

Alex menegakkan tubuhnya sepenuhnya. Pria itu mengepalkan tangan kanannya di atas meja hingga buku-buku jarinya memutih. Amarah yang tersimpan di balik ketenangan dinginnya kini mulai terpancar jelas dari kilat matanya yang menghitam pekat. Tidak ada yang boleh mengganggu apa pun yang berada di bawah perlindungannya—termasuk istri kontrak yang kini telah menjadi bagian dari permainannya.

"Jessica sudah melewati batas garis permainan," ucap Alex dengan nada suara yang terdengar sangat tenang, namun justru mengandung ancaman paling mengerikan di muka bumi. "Dia pikir dengan mempermainkan jaringan internal Ar-Rasyid Group, dia bisa merusak apa yang menjadi milikku."

Keisha menatap pria di sampingnya dengan perasaan yang sulit diartikan. Ada rasa kagum, ngeri, sekaligus kehangatan aneh yang bergemuruh di dalam dadanya. Pria es di hadapannya ini ternyata memiliki sisi protektif yang jauh lebih besar dan berbahaya dari apa yang pernah ia bayangkan.

"Lalu, apa rencanamu sekarang, Tuan CEO?" tanya Keisha, suaranya kini terdengar jauh lebih melunak, menunjukkan sisi kerja sama yang sesungguhnya. "Kita tidak bisa tinggal diam menunggu media memelintir berita plagiarisme ini hingga menghancurkan butikku."

Alex menoleh, menatap Keisha lekat-lekat dengan seulas senyuman miring yang terlihat sangat berbahaya. "Kita tidak akan tinggal diam, Keisha. Kita akan membalas permainannya dengan cara yang jauh lebih elegan, namun mematikan."

Alex meraih ponsel pintarnya di atas meja, lalu menghubungi kepala divisi keamanan siber internal perusahaan.

"Simpan seluruh bukti log peretasan ini ke dalam server cadangan terenkripsi," perintah Alex dengan suara tegas dan berwibawa melalui sambungan telepon. "Jangan hapus jejaknya di server publik. Biarkan mereka terus menyebarkan berita itu ke media selama beberapa jam ke depan. Kita beri mereka waktu untuk merasa di atas angin... sebelum kita menjatuhkan seluruh palu hukum dan membongkar kebusukan agensi bayaran itu secara langsung di hadapan dewan direksi dan pers."

Sambungan diputus. Alex meletakkan kembali ponselnya, lalu mengalihkan seluruh perhatiannya kepada wanita yang berdiri di sisinya.

"Pagi ini, kau akan tetap berangkat bersamaku ke kantor pusat Ar-Rasyid Group," lanjut Alex tanpa bantahan. "Kau akan duduk di ruang kerjaku, merancang gaun-gaunmu dengan tenang, dan membiarkan dunia melihat bahwa istri seorang Alexander Ar-Rasyid tidak pernah gentar menghadapi badai murahan seperti itu."

Keisha menatap manik mata hitam pria itu lekat-lekat. Untuk pertama kalinya sejak hari pertama pernikahan kontrak mereka yang penuh paksaan dan pertengkaran, Keisha merasakan sebuah ikatan tak kasat mata mulai terajut di antara mereka—sebuah persekutuan dua jiwa yang keras kepala, bersatu untuk melawan badai yang mencoba menghancurkan dunia mereka.

"Baiklah, Tuan Ar-Rasyid," jawab Keisha dengan dagu terangkat tinggi dan senyuman penuh percaya diri yang kembali menghiasi bibirnya. "Mari kita lihat seberapa jauh wanita ular itu bisa bertahan setelah ini."

Dan di balik dinding kaca lantai 50 yang menghadap ke arah langit pagi ibu kota, perang sesungguhnya antara sang CEO dingin dan musuh-musuh di dalam bayangan resmi dimulai.

1
Exo L
kakk tulisannya, fashion gak sih?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!