Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wirly Pena

perkenalkan namaku Jasmine. Usiaku 34 tahun. aku sudah menikah dan mempunyai dua orang anak yang berusia 7 tahun dan 4 tahun. Kegiatanku hanya seorang Ibu rumah tangga.
Suamiku bekerja sebagai PNS di kelurahan desa.
Simak kisahku yang begitu berat aku jalani . Hanya karena ingin mendapatkan surga dari ridho suamiku.
Tapi ternyata aku tak lebih hanya dijadikan seorang babu berkedok istri.
Simak kisah lengkapku ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirly Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran yang mulai terbuka

Begitu sampai di halaman rumah, aku terkejut karena mobil Mas Rama dan juga mobil Vanessa sudah tidak ada di halaman. Apakah mereka sudah pergi?

Setelah masukkan motorku ke dalam garasi, aku pun kemudian berjalan masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke arah dapur. Di meja makan pun vanessa sudah tidak ada, hanya tinggal piring bekas vanessa makan. Mungkin Vanessa sudah di jemput calon suaminya. Syukurlah, jika memang begitu.

aku pun meletakkan semua belanjaanku di atas meja. Susu anak-anak langsung ku masukkan ke dalam toples. Sedangkan buah-buahan yang aku beli untuk Vanessa aku masukkan kedalam kulkas. Sayang sekali, aku tidak sempat memberikannya.

Setelah semuanya selesai, aku berjalan menuju kamar aldi dan aira yang masih tidur. Melihat wajah anak-anak ku membuat hatiku menjadi tenang dan hangat.

Aku membaringkan tubuhku di samping Aira. Aku ingin tidur sejenak. Namun, pikiranku tiba-tiba melayang ke pada Vanessa, tamu yang tak di undang.

Kenapa Vanessa pergi begitu saja, tanpa menungguku terlebih dahulu? Dan kenapa Mas Rama juga ikut pergi? Padahal aku menyuruhnya untuk menunggu aldi dan Aira sampai aku kembali. Terus kenapa tadi Mas Rama terlihat gugup dan tergesa-gesa? Aku belum pernah melihat Mas Rama segugup itu.

Aku teringat saat Mas Rama dan Vanessa bertatapan, seperti tatapan yang sudah saling mengenal lama. Perasaanku tiba-tiba menjadi tidak enak. Apa mungkin orang yang di cari Vanessa adalah Ma Rama?

"Jangan-jangan!!!!" Gumamku lirih.

Aku langsung menggeleng cepat. Tidak mungkin.

Selama ini Mas Rama tidak pernah menunjukkan gelagat yang aneh. Apa lagi selingkuh. Aku percaya Mas Rama adalah suami yang setia. segera kubuang jauh-jauh pikiran kotor itu.

kemudian aku mengambil ponselku yang tergeletak di samping bantal. Aku ingin menghubungi Mas Rama. Menanyakan kenapa dia tadi pergi begitu saja meninggalkan anak-anak sendiri di rumah.

Ku tekan tombol panggil di layar ponselku. Tersambung..

Satu detik.

Dua detik.

Namun terdengar suara operator, panggilanku di tolak. Aku langsung mengerutkan kening. Kenapa Mas Rama menolak panggilanku, apa dia sedang sibuk?

Aku mencoba memanggilnya lagi. Tapi di tolak lagi. Perasaanku menjadi semakin tidak enak.

Aku memandang layar ponselku setelah dua kali panggilanku di tolak oleh Mas Rama. Biasanya kalau pun Mas Rama sedang sibuk, tak pernah ia sampai menolak panggilanku.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Aku pun tersentak. Kemudian aku segera bangkit dari tempat tidur secara perlahan, supaya tidak membangunkan Aldi dan Aira.

Sebelum membuka pintu, aku mengintip terlebih dahulu dari celah korden jendela. Dan ternyata yang datang adalah mbak Rima, tetanggaku yang rumahnya berada di samping rumahku.

"Assalamualaikum." Ucap Mbak Rima mengucapkan salam.

"Walaikumsallam.. " Jawab ku.

Aku pun segera membuka pintu perlahan.

"lho, Mbak Rima. Ada apa? Tumben siang-siang mampir kesini?" Tanyaku dengan ramah.

"oh, ini Mbak Jasmine. Aku mau kasih oleh-oleh dari surabaya. Ibu mertuaku kemarin datang, dan membawa oleh-oleh banyak banget." Jawab Mbak Rima sambil menyodorkan kotak kue kepdaku.

"Alhamdulillah ... Makasih Mbak Rima. Kok jadi repot-repot gini." Ucap ku, lalu menerima bingkisan dari Mbak Rima.

"Sama-sama, Mbak. Gak repot kok. O,ya anak-anak kemana kok sepi?" Tanya Mbak Rima.

"Anak-anak lagi tidur, Mbak. Ayo Mbak Rima masuk dulu. Kita ngobrol-ngobrol di dalam. Sudah lama kita gak ngobrol." Ucapku.

"Boleh. Mumpung juga aku lagi santai." Jawab Mbak Rima.

Mbak Rima pun kemudian masuk dan kengikutiku menuju ruang tamu. Mbak Rima aku persilahkan duduk, sementara aku meletakkan oleh-oleh di atas meja.

"Hari ini Aldi gak sekolah ya, Mbak? Tadi pagi aku sempat melihatnya sedang bermain dengan adiknya di halaman." Tanya Mbak Rima.

"Iya, Mbak. Hari ini aldi ijin gak masuk sekolah. Soalnya lagi kurang enak badan. Kemarin di sekolah dia muntah-muntah karena jajan sembarangan." Jawabku ,lalu tersenyum tipis.

"Ya begitulah Mbak. Nama nya anak-anak. Jiwa rasa ingin tahunya tinggi, ingin merasakan hal-hal baru." ucap Mbak Rima.

Suasana sempat hening beberapa detik. Mata Mbak Rima tampak melihat sekeliling rumah.

"Kayak nya aku kemarin lihat Bu Lastri datang. Sekarang beliau dimana, Mbak?" Tanya Mbak Rima.

"Ibu mertuaku tadi pagi pergi ketempat kerabatnya, di antar Mas Rama." Jawabku berbohong.

Aku tidak mungkin menceritakan kalau Ibu mertuaku di inapkan Mas Rama di hotel. Aku merasa tidak nyaman jika menceritakan masalah rumah tangga ku kepada orang lain.

"Oh, begitu. Memangnya Bu Lastri punya kerabat ya di kota ini, Mbak?" Tanya Mbak Rima.

"Ada Mbak. Aku juga baru tau. Semalam Ibu bercerita kepadaku." Jawabku, terpaksa berbohong lagi.

Mbak Rima tampak mengangguk-anggukan kepalanya, lalu tiba-tiba bertanya lagi.

"Mbak Jamine, aku mau tanya sesuatu." ucap Mbak Rima terlihat serius.

"Iya, Mbak mau tanya apa?" Tanyaku penasaran.

"Tadi aku lihat ada mobil mewah keluaran terbaru parkir di halaman rumah Mbak. Yang bawa wanita cantik. Itu teman Mbak Jasmine, ya?" Tanya Mbak Rima.

"Oh,, itu tadi namanya Vanessa. Aku juga baru mengenalnya tadi, Mbak. Dia bilang ingin mencari alamat rumah calon suaminya yang tinggal di perumahan ini. Tapi calon suaminya susah dihubungi. Makannya aku suruh dia untuk nunggu dirumahku. Kasihan lho, Mbak.. Dia sedang hamil." Jawab ku, menceritakan apa yang terjadi kepada mbak Rima.

Mbak Rima yang mendengar penjelasanku malah terkekeh. Aku mengerutkan kening, bingung melihat reaksi Mbak Rima.

"Mbak Rima kok ketawa? Emang ada yang lucu, Ya?" tanya ku bingung.

"Gak ada yang lucu, Mbak. Cuma aku heran aja, kenapa Mbak Jasmine bisa sepolos dan selugu ini?" Jawab Mbak Rima yang semakin membuatku bingung.

"Maksud Mbak Rima apa?" Tanyaku.

"Masak Mbak sama sekali gak curiga dengan wanita itu? Masa Mbak bisa percaya gitu aja kalau dia benar-benar gak tau alamat rumah calon suaminya sendiri. Ayo mbak, buka mata lebar-lebar. Yang di cari wanita itu pasti Mas Rama, Suami Mbak sendiri." Jawab Mbak Rima yang langsung membuatku terkejut.

"Tidak mungkin, Mbak. Mas Rama tidak mungkin seperti itu." Ucapku dengan nada sedikit bergetar.

Rasanya ada sesuatu yang menghantam dadaku dengan sangat keras. Semua kejadi tadi tiba-tiba berputar-putar di kepalaku. Tatapan Mas Rama ketika melihat Vanessa. Sikapnya yang terlihat gugup. Dan Vanessa yang lancang masuk ke dalam rumah rumah orang hingga ke dapur tanpa permisi terlebih dahulu. Dan sekarang, Mbak Rima mengatakan bahwa wanita itu mencari Mas Rama.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Terima kasih sudah membaca..

Jangan lupa like dan follow 😘

1
partini
habis masuk lobang si jalang masuk lobang istri,,apa ga takut jas banyak penyakit takut kena penyakit kelamin
Wirly Pena: Ikuti terus episode selanjutnya ya kak 😄
total 1 replies
Anonim
Lemah banget jadi cewe ,
Wirly Pena: jangan lupa, ikutin terus ceritanya, ya kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!