Indonesia
NovelToon NovelToon
KISAH CINTA YANG BERACUN

KISAH CINTA YANG BERACUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Obsesi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

`KISAH CINTA YANG BERACUN`

Mereka kembar identik.
Tapi hidup mereka tidak pernah sama.

Lea Anggita. Ceria, pemberani, agak ceroboh. Tumbuh berkecukupan di luar negeri bersama ibunya.

Alia Anggita. Pintar, berprestasi, pendiam. Tumbuh dalam kesederhanaan bersama neneknya setelah ayah mereka meninggal.

Satu-satunya yang menyatukan mereka: pesan tiap malam.

Sampai suatu hari, pesan dari Alia berubah.
`Aku malu, Lea. Aku nggak mau sekolah lagi.`

Pria yang Alia cintai... ternyata hanya mempermainkannya.
Menjadikannya bahan taruhan.
Dan mempermalukannya di depan satu sekolah.

Nama pria itu: *Teo Ozawa*.
PENGUASA SMA OZAWA.
TIRAN YANG SEHARUSNYA DIHINDARI, BUKAN DICINTAI.

Dan Lea tidak terima.
Jika kakaknya tidak bisa membela diri...
Maka Lea yang akan datang.
Menyamar jadi Alia.
Dan membuat Teo Ozawa membayarnya.

Masalahnya...
Bagaimana jika tiran itu... mulai jatuh cinta pada "Alia" yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 Panggilan dari Melbourne

...BAB 14_ Panggilan dari Melbourne...

Langkah kaki Lea berketuk anggun menelusuri koridor lantai dua yang sepi, meninggalkan area kantin yang masih gempar oleh drama tak terduga antara dirinya dan sang tiran sekolah. Setiap langkahnya memancarkan ketenangan yang terkontrol.

Ia melangkah masuk ke dalam ruang kesenian yang sedang kosong di ujung koridor, memutar kunci pintu dari dalam hingga terdengar bunyi `klik` halus, lalu menyandarkan punggungnya ke daun pintu seraya menghela napas panjang.

Senyum dominan dan tatapan tajam yang baru saja ia pertontonkan di hadapan Teo Ozawa mendadak luntur tanpa sisa. Wajahnya berganti menjadi raut wajah cerdik seorang aktris papan atas yang sedang bersiap melancarkan babak akting berikutnya.

Ponsel berenkripsi khusus di genggamannya masih bergetar hebat tanpa henti. Nama `Julian` mendominasi layar dinamis. Pria blasteran kaya raya, putra tunggal dari pengusaha properti ternama di Melbourne itu terkenal paling protektif, posesif, dan memiliki temperamen paling tajam di antara tiga pria yang sedang dikencani Lea secara terpisah.

Jika `Liam` adalah 'otak' cerdas yang selalu dimanfaatkan akademisnya, dan `Ethan` adalah 'dompet' berjalan yang menyediakan barang-barang mewah serta akses sosial eksklusif, maka `Julian` adalah 'perisai' dengan koneksi dan pengaruh kekuasaan yang luar biasa. Tentu saja, ketiga pria ini sama sekali tidak saling kenal dan tidak pernah tahu kalau mereka sedang merindukan dan memperebutkan wanita yang sama.

Lea menggeser tombol hijau di layarnya, membiarkan jeda hening selama dua detik untuk membangun atmosfer sebelum menempelkan ponsel pintar itu ke telinganya.

`"Lea! Astaga, akhirnya kamu mengangkat teleponku!"` suara Julian menyambar begitu berat, tajam, dan sarat akan kecemasan mendalam yang tertahan di ujung saluran. `"Kamu di mana sebenarnya, Lea?! Pesan-pesanku dari kemarin sama sekali tidak kamu balas! Aku sampai mendatangi apartemenmu di Melbourne dan bertanya ke resepsionis, mereka bilang kamu sudah tidak kelihatan sejak tiga hari lalu! Apa yang terjadi padamu?! Kamu di mana sekarang?!"`

Lea memejamkan mata sejenak, menata napasnya dengan cermat. Dalam hitungan detik, ia mengubah intonasi suaranya menjadi lirih, sedikit gemetar, namun tetap mempertahankan nada manja dan rapuh yang selalu berhasil meruntuhkan amarah pria mana pun.

`"Julian..."` panggil Lea pelan, diiringi helaan napas halus yang terdengar terengah-engah.

`"Lea? Sayang? Kamu tidak apa-apa, kan?! Katakan padaku kamu di mana sekarang! Aku bisa menyuruh helikopter pribadi keluargaku untuk menjemputmu sekarang juga!"` nada suara Julian melonjak panik.

`"Aku... aku di Jakarta, Julian,"` sela Lea cepat dengan nada suara menahan tangis yang diproduksi secara sempurna. `"Maafkan aku... aku pergi secara mendadak tanpa sempat memberitahumu."`

`"Apa?! Jakarta?!"` Julian tersentak kaget di ujung telepon, keheningan membeku sejenak sebelum suara ketukan meja terdengar keras. `"Kenapa kamu bisa ada di Indonesia mendadak begitu?! Tanpa pengawalan, tanpa memberi tahu aku sama sekali?! Apa yang terjadi di sana, Lea?!"`

`"Saudara kembarku... Alia..."` Lea menghentikan kalimatnya secara sengaja, menggigit bibir bawahnya seolah-olah sedang menahan kepedihan dan trauma mendalam yang tak sanggup ia ucapkan. `"Dia menjadi korban perundungan yang sangat parah di sekolahnya di Jakarta. Dia hampir saja menyerah pada hidupnya, Julian... Dia hampir mengakhiri semuanya. Sebagai saudara kembarnya, aku tidak bisa tinggal diam melihatnya diperlakukan begitu jahat. Aku harus menukarkan posisiku dengannya untuk membereskan orang-orang biadab itu."`

Hening seketika menyelimuti saluran udara antar bangsa tersebut. Julian di balik telepon menahan napasnya dalam-dalam. Kemarahan dan rasa frustrasi karena diabaikan selama tiga hari mendadak menguap total, berganti menjadi gelombang simpati, rasa bersalah, dan amarah protektif yang meluap-luap.

`"Kenapa kamu tidak bilang padaku dari awal, Sweetheart?"` nada suara Julian melunak seratus delapan puluh derajat, berganti menjadi hembusan napas berat. `"Kamu tahu betapa banyaknya koneksi bisnis keluargaku di Jakarta. Aku bisa meratakan sekolah itu atau mengirim pasukan pengaman untuk membereskan siapa pun yang mengganggu saudaramu dalam hitungan jam. Kamu tidak perlu mengotori tangan cantikmu di sana!"`

Lea menyunggingkan senyum tipis yang penuh kemenangan di dalam ruangan gelap yang sepi itu. `Semua pria ini memang sangat mudah dijinakkan jika tahu kuncinya`, batin Lea licik.

`"Tidak boleh, Julian,"` tolak Lea halus dengan nada mengiba yang begitu menggetarkan hati. `"Aku ingin membereskan mereka dengan jemariku sendiri. Aku ingin mereka berlutut di bawah kakiku atas apa yang mereka lakukan pada Alia. Tapi... aku butuh bantuanmu untuk beberapa hal."`

`"Sebutkan, sayang. Apa pun yang kamu mau. Uang, fasilitas, atau tim pengaman pribadi di Jakarta?"` sahut Julian tanpa ragu sedikit pun. Bagi pewaris takhta bisnis properti itu, memberikan dunia untuk Lea bukanlah sebuah masalah.

`"Aku butuh tempat tinggal rahasia yang aman di Jakarta,"` pinta Lea pelan, merendahkan suaranya seolah sedang berbisik ketakutan. `"Aku tidak bisa terus-terusan menginap di rumah kontrakan Alia yang sempit dan kumuh. Dan aku butuh fasilitas transportasi pribadi beserta sopir kepercayaanmu yang tidak bakal banyak bicara pada media, sekolah, atau siapa pun. Bisakah kamu menyiapkannya sebelum jam pulang sekolah hari ini?"`

`"Tentu saja! Jangankan rumah dan mobil, apa pun yang kamu minta akan siap dalam satu jam ini,"` tegas Julian mantap tanpa berpikir dua kali. `"Aku akan langsung menyuruh direktur kantor cabang perusahaan keluargaku di Jakarta untuk mengirimkan kunci unit Penthouse eksklusif di kawasan Senopati dan menyerahkan sebuah armada Alphard terbaru beserta sopir pribadi paling terpercaya ke lokasi sekolahmu."`

`"Terima kasih banyak, Julian sayang,"` puji Lea manis dengan nada berbisik yang amat memikat. `"Kamu memang selalu jadi pria yang paling bisa kuandalkan di seluruh dunia."`

`"Tentu untukmu, Sweetheart. Berhati-hatilah di sana. Kalau ada satu orang saja di sekolah itu yang berani menyentuh sehelai rambutmu, katakan padaku. Aku sendiri yang akan terbang ke Jakarta untuk menghancurkan hidupnya."`

`"Iya, sayang. I love you,"` bisik Lea renyah sebelum mematikan sambungan telepon tersebut secara sepihak.

`Tut.`

Lea menurunkan ponselnya dan mematikan layar. Senyum puas merekah lebar di wajah cantiknya yang memesona. Kini, seluruh fasilitas mewah khas kehidupan `high-society`-nya sudah berpindah ke Jakarta hanya dengan beberapa kalimat manja. Ia tidak perlu lagi berpura-pura menjadi gadis beasiswa miskin yang serba kekurangan di luar jam sekolah.

Pukul tiga sore, bel panjang tanda jam pelajaran berakhir bergema riang di seluruh penjuru Ozawa School.

Di depan gerbang utama sekolah, suasana yang tadinya biasa mendadak berubah menjadi gempar luar biasa. Ratusan murid dari berbagai tingkatan kelas yang hendak berjalan menuju area parkiran atau gerbang luar mendadak tertahan di halaman depan. Mereka saling berbisik heboh seraya menunjuk-nunjuk ke arah jalanan utama di luar pintu gerbang.

Sebuah mobil mewah `Toyota Alphard` seri terbaru berwarna hitam pekat dengan kaca film gelap bertingkat perlindungan tinggi terparkir anggun dan gagah tepat di depan pintu gerbang utama. Seorang pria paruh baya berjas hitam sangat rapi berdiri tegap di samping pintu penumpang yang telah terbuka separuh, memegang payung hitam eksklusif dan menunggu dengan sikap tubuh yang amat sangat hormat.

Tidak jauh dari mobil mewah itu, Teo Ozawa berdiri kaku mencengkeram tali tas sekolah milik Lea. Rahang sang tiran sekolah mengeras tajam hingga urat-urat di lehernya menonjol. Ia berulang kali melirik jam tangan mewah di pergelangan tangannya, lalu menatap kerumunan murid yang makin riuh berbisik.

Sesuai dengan perintah penuh gertakan dari Lea di kantin tadi, Teo sebenarnya sudah siap memanggilkan taksi pribadi terbaik untuk Lea demi menuntaskan tugas pelayannya hari ini. Namun, kehadiran Alphard mewah berpelat nomor eksklusif di depan sekolahnya benar-benar menghancurkan seluruh skenario yang telah ia susun.

`Tap. Tap. Tap.`

Suara ketukan halus sepatu seragam Lea terdengar santai namun tegas dari arah koridor utama. Lea melangkah keluar menembus kerumunan murid dengan gaya bak seorang ratu yang sedang melakukan inspeksi wilayah kekuasaannya.

Melihat kedatangan Lea, Teo langsung mengambil langkah lebar, menghadang jalan Lea tepat di tengah gerbang seraya menyodorkan tas sekolah di tangannya dengan raut wajah sangat dingin.

`"Ini tasmu. Dan taksi pribadimu sudah aku—"`

Ucapan Teo terhenti seketika saat pria berjas hitam rapi di samping Alphard mewah itu mendadak melangkah maju dan membungkuk dalam-dalam sembilan puluh derajat penuh rasa hormat ke arah Lea.

`"Selamat sore, Nona Anggita,"` panggil sopir pribadi itu dengan suara lantang dan amat sopan hingga terdengar jelas oleh seluruh murid serta Teo. `"Saya utusan resmi dari Tuan Julian. Kunci unit Penthouse Senopati dan seluruh dokumen fasilitas Anda sudah siap di dalam mobil. Mari saya antarkan Anda pulang."`

Suasana di depan gerbang Ozawa School mendadak hening dan sepi bagaikan kuburan.

Mata Teo membelalak lebar dalam ketidakpercayaan yang membakar. Tatapannya tertuju tajam pada sopir pribadi berjas mahal itu, sebelum perlahan beralih menatap Lea yang berdiri santai dengan senyuman tipis di hadapannya.

`"Tuan... Julian?"` desis Teo dingin, suaranya bergetar rendah saat matanya menyipit penuh kecurigaan dan rasa cemburu gelap yang mendadak membakar dadanya tanpa alasan yang jelas. `"Siapa Julian?!"`

Lea tidak sudi menjawab pertanyaan itu. Ia hanya menyunggingkan senyum misterius paling memikat, mengulurkan tangannya untuk mengambil tas sekolah dari cengkeraman tangan Teo yang membeku, lalu secara perlahan menepuk-nepuk pelan dada blazer seragam Teo.

`"Terima kasih untuk pelayananmu hari ini, Pelayanku,"` bisik Lea renyah tepat di dekat telinga Teo, memberikan sentuhan dominasi terakhir. `"Sampai jumpa besok pagi."`

Tanpa menunggu balasan lagi, Lea berbalik anggun, melangkah masuk ke dalam kabin mobil mewah itu. Pintu Alphard tertutup otomatis dengan dentuman halus yang solid, lalu mobil melaju mulus membelah jalanan Jakarta.

Di dalam mobil, Lea langsung melirik tajam ke arah kaca spion samping. Sebuah mobil SUV hitam yang amat ia kenali sebagai milik orang-orang suruhan Teo tampak membuntutinya dari jarak aman. Lea tersenyum sinis. Ia sudah menduga bahwa tiran arogan seperti Teo Ozawa yang dipenuhi rasa penasaran tak akan melepasnya begitu saja.

`"Pak,"` panggil Lea santai pada sopirnya dari kursi belakang. `"Jangan langsung menuju Penthouse Senopati. Turunkan saya di gang sebelah jalan raya dekat kawasan pemukiman kumuh Palmerah. Setelah saya turun, bawa mobil ini berputar-putar menjauh seolah sedang memancing penguntit di belakang kita."`

`"Baik, Nona,"` jawab sang sopir patuh tanpa banyak bertanya.

Dua puluh menit kemudian, Alphard itu berhenti di tepi jalan yang bising, tepat di dekat gang sempit kawasan pemukiman padat penduduk. Lea turun dari mobil mewahnya dengan seragam sekolah Ozawa yang masih melekat rapi. Dengan cepat dan tenang, ia membalut tubuhnya menggunakan sebuah cardigan rajut sederhana milik Alia yang sudah tampak kusam. Cardigan itu efektif menyamarkan pesona elegan seragam mahalnya. Lea melangkah santai menyusuri gang sempit menuju kontrakan kecil tempat nenek Alia dulu tinggal.

Kenyataannya, nenek Alia yang sedang sakit parah itu sudah dipindahkan secara diam-diam oleh Lea ke ruang perawatan VVIP di sebuah Rumah Sakit Swasta terbaik di Jakarta, semuanya menggunakan dana tak terbatas dari Julian. Namun, kontrakan tua yang kosong ini tetap Lea pertahankan dan jadikan tempat singgah sementara yang sempurna untuk mengecoh siapa pun yang berani mengusik kehidupan gandanya.

Dari balik kaca mobil pengintai di ujung jalan seberang, orang suruhan Teo mengambil foto Lea yang sedang berjalan sendirian masuk ke gang kumuh dengan pakaian sederhananya. Foto tersebut langsung dikirimkan ke ponsel Teo detik itu juga.

Di seberang sana, Teo yang menerima foto tersebut mengerutkan keningnya di dalam kamar mewahnya. Pria itu menatap layar ponselnya tanpa berkedip. `Dia memang benar-benar kembali ke kontrakan kumuhnya dengan pakaian lusuh itu.` Tapi... siapa pria bernama Julian yang memberikannya akses mobil mewah tadi? Apa Alia terpaksa melacurkan diri dan terlibat hubungan berbahaya dengan pria hidung belang kaya raya demi membiayai pengobatan neneknya yang sedang dirawat di rumah sakit?

Rasa penasaran yang menggila, prasangka gelap, serta percikan cemburu yang membakar dada Teo kini makin tak terkendali. Tiran penguasa itu tak menyadari, sementara ia sibuk merangkai konspirasi di kepalanya, penyamaran Lea tetap berdiri kokoh tanpa celah sedikit pun. Permainan sang ratu baru saja dimulai.

 

1
falea sezi
lanjut
falea sezi
suka cwek badasss gini
Park ha: ini versi kebalikannya kinara wkwkkw... kinara sana rian dah mau tamat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!