Alesia Fiore mengira hidupnya di Korea Selatan sudah berada di titik paling damai. Demi memperbaiki ekonomi keluarga yang ironisnya hanya peduli pada uang kirimannya Alesia rela bekerja keras bagai kuda selama satu tahun sebagai admin pemasaran di Aetheris Games. Biarpun sering lembur, ia bahagia karena memiliki lingkungan kerja yang sehat dan sahabat-sahabat yang suportif.
Namun, kedamaian itu hancur berantakan saat takdir membawa Dante Luca Alessio masuk ke hidupnya.
Dimulailah hari-hari penuh kesialan, kejengkelan, dan kesalahpahaman kocak bagi Alesia yang harus melayani segala tuntutan ajaib dari bos barunya yang ruthless. Sanggupkah Alesia bertahan demi pundi-pundi won, atau justru benci di antara mereka berubah menjadi benih-benih cinta yang tak terduga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34
Ia sama sekali tidak menyangka bahwa sang CEO tertinggi akan merespons kehadirannya dengan aura se-berbahaya ini.
Dante melipat kedua tangannya di depan dada, menatap So-joon dari atas ke bawah dengan pandangan menilai yang sangat merendahkan.
"Saudara Park So-joon dari divisi pemasaran digital, benar?"
"Benar, Sajangnim," jawab So-joon, mendadak merasa keringat dingin mulai membasahi bagian belakang kemejanya.
"Jam kerja kantor Aetheris Games baru akan berakhir dalam waktu dua menit lagi. Dan saya melihat Anda sudah berada di lantai divisi lain untuk melakukan aktivitas... personal yang tidak ada hubungannya dengan produktivitas perusahaan," ucap Dante, setiap katanya diucapkan dengan artikulasi yang lambat namun penuh tekanan mematikan.
"Apakah manajer divisi Anda kekurangan proyek hingga stafnya memiliki banyak waktu luang untuk menjadi layanan taksi gratis di sore hari?"
Wajah So-joon seketika memucat. Kalimat sarkasme dari Dante terasa seperti tamparan publik yang sangat memalukan.
"Ma-maaf, Pak. Bukan begitu maksud saya. Saya hanya ingin menawarkan tumpangan searah kepada Nona Alesia karena—"
"Nona Fiore tidak membutuhkan tumpangan dari kendaraan milik Anda, Saudara Park," potong Dante mutlak, menyipitkan matanya yang abu-abu dengan kilatan protektif yang sangat kentara.
"Sore ini, Nona Fiore memiliki agenda evaluasi data penting jangka panjang yang mengharuskannya ikut bersama saya. Tugas operasionalnya di bawah pengawasan langsung dari saya."
Alesia yang berada di belakang punggung lebar Dante langsung melongo sempurna dengan mata bulat yang berkedip kaku.
Agenda evaluasi jangka panjang apa?! Perasaan laporanku sudah selesai semua! batin Alesia berteriak histeris.
Ia menepuk dahinya pasrah, tahu betul bahwa bos besarnya ini sedang menggunakan kekuasaan diktatornya untuk menjahili So-joon atau mungkin, menjebaknya lagi.
Dante kembali menatap So-joon yang sudah tidak berkutik.
"Kembali ke meja kerja Anda sekarang, Saudara Park. Atau saya akan meminta divisi HR untuk mengevaluasi efisiensi waktu kerja Anda selama satu bulan terakhir."
"Baik, Sajangnim. Saya permisi kembali," ucap So-joon buru-buru.
Dengan wajah yang menahan malu luar biasa di hadapan staf divisi pemasaran yang menonton diam-diam, pria populer itu langsung berbalik dan melangkah secepat mungkin menuju lift karyawan, membatalkan seluruh niat modusnya sore itu.
Begitu sosok So-joon menghilang di balik pintu kaca, suasana lantai 35 masih menyisakan keheningan yang mencekam.
Dante perlahan membalikkan tubuh tegapnya menghadap Alesia. Ia menurunkan sedikit kacamata hitam tipisnya ke pangkal hidung, menatap Alesia yang masih duduk kaku di kursinya dengan wajah cemberut yang menahan jengkel.
"Nona Fiore, bereskan barang-barangmu sekarang," perintah Dante datar, kembali ke mode bosnya yang menyebalkan.
"Dua menit lagi mobil saya sudah siap di basemen."
Alesia mendongak, menatap Dante dengan pandangan menuntut penjelasan.
"Pak... agenda evaluasi data jangka panjang apa yang Bapak maksud tadi? Bukankah Bapak sendiri yang melarang saya lembur mulai minggu ini? Laporan saya juga sudah saya kirim ke shared folder."
Dante mengambil tas laptopnya dengan gerakan elegan, lalu melirik Alesia dari sudut matanya dengan binar mata jahil yang sangat tipis.
"Evaluasi jangka panjang yang saya maksud adalah... pembayaran sisa utang kemeja lunturmu. Kamu baru memasak tahu goreng tepung. Sisa utangmu masih banyak, Fiore. Dan cara pelunasannya sore ini adalah... kamu harus menemani saya mencari bahan makanan baru di supermarket."
Alesia rasanya ingin menggigit ujung meja kerjanya saat itu juga karena gemas.
Menemani belanja ke supermarket dianggap evaluasi data?! Logika macam apa itu?!
"Tapi Pak—"
"Saya tidak menerima penolakan, Fiore. Dan ingat... protokol basemen tetap berlaku. Turun menggunakan lift karyawan biasa, dan temui saya di dalam mobil dalam waktu lima menit. Jangan sampai terlambat satu detik pun," potong Dante dingin sebelum berbalik dan melangkah tegap meninggalkan lantai 35 dengan gaya angkuhnya yang mutlak.
Bersambung.....