Pada suatu malam minggu yang gerimis, hubungan asmara antara Rama dan Ratna resmi berakhir di sebuah kedai kopi yang sunyi. Ratna mengambil keputusan untuk menyudahi hubungan mereka karena menyadari adanya standar hidup dan perbedaan kelas sosial yang tidak mampu dipenuhi oleh Rama. Meski hancur, Rama menerima keputusan tersebut dengan ketegaran yang dipaksakan. Perpisahan itu menjadi semakin kontras dan menyakitkan ketika Ratna dijemput oleh sebuah sedan Eropa putih mewah yang merepresentasikan dunia barunya yang penuh kenyamanan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dibalik angka 0
Badai yang terjadi di pelataran parkir kedai kopi pagi tadi ternyata menyisakan gaung yang sangat merusak bagi ketenangan jiwa dua orang yang ditinggalkan. Setelah supercar yang dikendarai Rama melesat hilang membelah jalanan kota, atmosfer kemenangan semu yang selama ini diagung-agungkan oleh Ratna dan Tony runtuh tak berbekas.
Sepulang nya dirumah, kenyataan brutal itu langsung mengubah kamar tidur Ratna menjadi ruang isolasi penuh kepedihan. Tanpa memedulikan Tony yang mengantarnya pulang dengan sisa-sisa wajah pucat, ratna langsung saja masuk kekamarnya dan mencoba menghubungi no rama. Jemarinya yang bergetar hebat dengan cepat mencari nama yang dua hari lalu baru saja ia hapus dari daftar kontak prioritasnya. Jantungnya berdegup kencang, berharap ada suatu keajaiban kecil di mana Rama bersedia mendengarkan suaranya sekali lagi.
Tapi suara operator yg menjawab nya, memutus harapan instan tersebut dengan nada datar yang dingin. "Maaf no yg anda tuju tidak aktif, silahkan coba lagi..."
Berulang kali dia mencoba namun hasilnya sama. Nada monoton dari mesin operator itu berputar otomatis seperti kaset rusak, terus-menerus menegaskan bahwa jalur komunikasi di antara mereka telah terputus total. Rasa panik mulai menjalar ke seluruh tubuh Ratna.
Dia pun mencoba mengirim pesan melalui berbagai aplikasi obrolan digital, mengetikkan kata-kata permintaan maaf dan penyesalan yang panjang. Namun gagal.. Tanda centang pengiriman tidak pernah berubah warna, dan status pengiriman macet di tempat. Akhirnya dia baru sadar bahwa no dia sudah diblokir rama... Sebuah pemutusan hubungan yang mutlak dan tanpa kompromi. Rama benar-benar telah membuang seluruh eksistensinya dari lembaran hidup baru pria itu.
Seketika itu pula, seluruh kekuatan di kaki Ratna seolah lenyap. Ratna langsung terduduk dilantai kamarnya yang dingin, menyandarkan punggungnya di pintu kayu yang tertutup rapat. Air mata yang sejak di kafe tadi ditahannya kini tumpah tak terbendung. Ia menangis sejadi-jadinya, menyesali perbuatannya yg dulu.. Ia meratapi kebodohannya yang begitu silau oleh kemewahan sesaat sebuah sedan putih, hingga dengan tega mencoret pria yang ternyata memegang kunci dari sebuah dunia yang jauh lebih megah.
Namun dalam tangisannya yang semakin terisak, ada sebuah ego yang mendadak bangkit kembali di dalam dada wanita itu. Rasa bersalahnya perlahan bersalin rupa menjadi sebuah obsesi baru yang berbahaya. Dia bertekad, sambil menyeka air mata di pipinya dengan kasar, bahwa suatu saat nanti hanya dialah yg pantas bersanding dengan rama.. Ratna menolak percaya bahwa hubungan mereka telah berakhir sepenuhnya; ia merasa memiliki sejarah bertahun-tahun bersama Rama, sesuatu yang ia pikir tidak akan bisa digantikan begitu saja oleh wanita berwajah dingin yang mendampingi mantan kekasihnya pagi tadi.
Kondisi yang jauh berbeda namun tak kalah bergejolak terjadi di sudut kota yang lain. Berbeda dengan tony, ego seorang pria kelas atas yang terbiasa mendominasi membuat kekalahannya pagi tadi terasa seperti tamparan fisik yang sangat menyakitkan. Sesampainya dirumah, tidak ada air mata penyesalan di wajahnya. Dia terlihat sangat kesal, rahangnya mengatup rapat dengan urat-urat leher yang menegang menahan amarah yang membakar dada.
Dikamarnya dia coba search untuk melihat lihat mobil yg dikendarai rama. Dengan tangan yang gemetar karena emosi, ia membuka peramban di laptopnya, mengetikkan kata kunci 'supercar Special Edition' yang sempat ia dengar dari bisik-bisik pengunjung kafe tadi. Ia berharap ada sebuah informasi tersembunyi yang menyatakan bahwa mobil itu hanyalah replika atau kendaraan murah yang tampilannya sengaja dibuat mirip.
Dan hasilnya sudah bisa ditebak.. Halaman situs web otomotif internasional langsung menampilkan spesifikasi, kelangkaan, serta harga resmi dari hypercar tersebut dalam mata uang asing. Matanya langsung melotot setelah melihat angka 0 yg sangat banyak terpampang nyata di layar monitornya. Otak bisnisnya langsung melakukan konversi cepat ke dalam mata uang rupiah.
Angka sembilan digit dalam dolar yang bertransformasi menjadi ratusan miliar rupiah itu seketika meruntuhkan seluruh kesombongannya. Kenyataan finansial yang terpampang di layar komputer menghantamnya dengan sangat telak; walau harta orang tuanya ditukar pun g bakal bisa buat membelinya.. Seluruh aset keluarga, bisnis, termasuk sedan putih Eropa kebanggaannya yang malam minggu kemarin ia gunakan untuk mengintimidasi Rama, tidak lebih dari sekadar harga ban atau suku cadang dari mobil yang dikendarai oleh pemuda berambut sebahu itu.
Hal ini lah yg membuat dia kesal setengah mati. Kamar tidurnya yang mewah mendadak terasa sempit dan menyesakkan. Orang yg dulu dia remehkan, yang dia panggil dengan sebutan gembel di depan umum dan dia tertawakan di atas aspal parkiran, malah berbalik menghinanya tanpa perlu mengeluarkan satu kata kasar pun. Rama membungkamnya hanya dengan sebuah kedipan lampu mobil dan injakan pedal gas. Tony melempar laptopnya ke atas kasur dengan frustrasi, menyadari bahwa harga dirinya yang sebenarnya berada di posisi paling bawah jika dibandingkan dengan sosok misterius bernama Rama.