demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.
setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Plakkkk
Brughhhhh
Ariana mengambil map hitam tebal itu langsung memukul kan pada wajah putri, tak sampai disitu Ariana bahkan menendang kaki putri membuat wanita manja itu mundur kebelakang.
Darah keluar dari hidung putri, sebab pukulan map dari Ariana begitu kencang. Putri menggelengkan kepalanya pelan kemudian memegang hidungnya uang sudah keluar darah.
Ariana tidak merasa bersalah sedikit pun, malahan kening Ariana naik sebelah menatap putri.
"semoga Prasetyo grup cepat bangkrut". Kata Ariana meninggalkan putri dengan luka yang cukup serius, tapi hari Ariana begitu senang melihatnya.
"kamu!!!!". Tunjuk Putri melihat kepergian Ariana. "AKU TIDAK AKAN MELEPASKAN MU!!!!". Teriak putri memegang hidungnya yang sakit.
Dengan perasaan sakit dan marah, putri segera berlari menuju ruangan Arga yang ternyata ada juga sang kakak disana karena sedang berdialog mengenai proyek mereka.
Reno yang melihat hidung adik nya langsung berdiri, begitupun dengan Arga yang terkejut melihat bagaimana kacaunya putri, apalagi make up nya sudah luntur karena menangis.
"apa yang terjadi ? Tanya Reno memegang wajah adiknya, pria itu meringis karena melihat darah pada hidung putri.
Arga mengeraskan rahangnya melihat semua itu, dia kembali duduk dan menghubungi OB untuk membawa kotak P3K.
Tok
Tok
"ini kita kotak obat nya tuan". ujar OB itu meletakkan kotak P3K diatas meja kemudian pamit undur diri.
Dengan cepat reno membukanya dan mengobati hidung putri, setelahnya memasang perban kecil disana.
Putri yang tak berhenti menangis membuat Reno marah, tapi untuk bertanya pada adik nya belum waktunya. Jadi Reno membiarkan sang adik menangis dulu hingga hampir dua puluh menit putri menumpahkan kesal dan tangis, akhirnya berhenti juga.
Reno menghela nafas panjang, memang bahu putri. "apa yang terjadi ? Kenapa hidung mu sampai berdarah ?". tanya Reno dengan nada pelan.
"ini semua gara-gara Ariana". Tatapan putri langsung mengarah pada Arga yang diam sejak tadi. "padahal aku sudah baik padanya saat dia datang dan menawarkan untuk mu buat kan kopi, bahkan aku juga menawarkan nya untuk duduk, tapi dia tidak menghargai ku kak". Putri kembali menangis, dengan cepat reno mengelus punggung adik nya itu.
"waktu masuk saja, Ariana langsung marah-marah dan mengatakan aku tidak tau malu dan mengatakan kak Arga adalah binatang yang busuk". Arga ya g mendengar penjelasan putri memalingkan wajahnya dengan tangan terkepal kuat. "padahal aku ingin menanyakan pekerjaan pada nya, tapi dia marah dan melempar semua dokumen di lantai hingga berantakan, kemudian aku di pukul sampai hidung ku berdarah, terus menekan kepalaku dilantai". Putri menunjuk lantai dengan wajah memelas.
Reno menghabiskan nafas kasar, dengan tangan terkepal kuat. "wanita itu memang benar-benar gila, sangat keterlaluan. Ini tidak bisa di biarkan". Reno menatap Arga. "bagaimana ini Arga ? Adikku teraniaya di perusahaan mu, bahkan sampai terluka karena ulah karyawan mu sendiri. Ini tidak bisa di biarkan". Putri mengangguk menyetujui ucapan Kakak nya.
Arga memejamkan matanya sesaat kemudian balik menatap Reno. "aku minta maaf...maaf atas ulah karyawan ku. Atas nama Ariana, aku meminta maaf". Arga menghela nafas berat.
Putri yang mendengar maaf dari Arga tidak terima, wanita itu langsung berdiri menatap Arga penuh emosi, apalagi Arga tida membela nya bahkan meminta maaf atas nama Ariana ?.
"siapa yang suruh kak Arga meminta maaf untuk wanita itu, aku mau dia yang datang meminta maaf padaku. Kalau perlu harus berlutut dan bersujud dihadapan ku, dan aku akan membalas perbuatan nya yang telah membuat ku terluka". Kesal Riana menghentakkan kaki nya.
"itu tidak mungkin terjadi". Arga menggelengkan kepalanya menatap putri.
"kenapa tidak mungkin ? Wanita itu tanpa alasan sudah memukul adikku, sebagai kakak tentu aku harus melindungi nya, kami keluarga Darmawan akan menuntut nya". tegas Reno menatap Arga dengan kesal karena membela karyawan nya.
Putri yang mendengar sang kakak akan menuntut Ariana langsung duduk, bahkan sampai gelisah.
"baiklah jika itu mau mu, maka kerjasama antara perusahan Prasetyo dan Darmawan akan batal". Ancam Arga membuat Reno menatap Arga dengan tatapan tak percaya.
"kamu ingin membatalkan kerja sama hanya karena membela wanita itu ? Cihhh!!!". Kekeh Reno tidak menyangka dengan keputusan Arga.
"kak sudah...tidak usah membawa semua ini ke jalur hukum. Aku cuma mau Ariana datang meminta maaf padaku atas perbuatannya". Putri mengelus lengan sang kakak.
'jangan sampai kak Reno menempuh jalur hukum, maka semuanya akan terbongkar'. batin Ariana menggigit bibirnya hingga pucat.
"tidak bisa putri, wanita itu sangat kurang ajar sudah berani menantang keluarga Darmawan. Dan kamu Arga, kamu sebegitunya membela wanita itu ?". Arga menganggukkan kepalanya pelan, tatapannya lurus kedepan dengan tangan saling bertaut.
"dia adalah wanita ku, siapapun tidak bisa mengganggunya, hanya aku yang pantas memberikan hukuman". Ujar Arga tersenyum miring.
Putri yang mendengar pernyataan Arga langsung memasang wajah sendu. 'padahal saat menghabiskan malam bersama ku, kamu terlihat senang kak Arga. Seharusnya perasaan mu pada wanita s*alan itu sudah habis, tapi kenapa kamu membela nya lagi, tanpa memperdulikan perasaan ku'. Kesal putri sekaligus sakit hati, putri meremas ujung dress nya menatap Arga.
"aku....". Putri masih terus memeras ujung dress nya, Arga melihat putri menunggu apa yang ingin di ucapkan wanita selingkuhan nya itu.
'kalau aku keras kepala, aku tidak mau kak Arga meninggalkan ku. Tidak bisa, kali ini aku terpaksa harus mengalah'. hembusan nafas pelan keluar dari mulut putri.
Unung dress yang tadi diremas nya perlahan di lepaskan. "sudah..sudah...baiklah, aku tidak akan menyuruh Ariana meminta maaf da berlutut didepan ku". Putri kembali bersikap manja pada Arga. "kak Arga aku minta maaf, tapi kak Arga jangan marah yah. Sebagai ganti nya kak Arga harus menghibur ku baik-baik".
Arga tersenyum menatap putri. "tentu saja, masalah itu kamu tenang saja".
Putri ya g melihat senyum Arga langsung salah tingkah, kedua tangannya dibawah ke belakang sambil menggoyangkan badannya.
Reno yang melihat semua nya merasa curiga. 'apa mereka memiliki hubungan ? Sepertinya Putri menyukai Arga, jika itu benar ini kabar yang bagus'. Batin Reno menatap keduanya saling bergantian.
"kak Reno pulang saja. Hari ini kak Arga mau menghibur ku". Ucap Putri dengan nada malu-malu.
"baiklah...kalau begitu aku permisi dulu Arga. Kita akan membahas lain kali proyek kerja sama kita". Reno langsung berdiri begitupun dengan Arga dan keduanya saling bersalaman, tapi sebelum itu Reno membisikkan sesuatu pada Arga.
"tolong jaga adikku". Bisik Reno yang hanya diangguki oleh Arga.
Setelah kepergian Reno, putri langsung mendekat kearah Arga. senyum mereka pada kedua bibir mereka.
"aku matikan cctv dulu sayang". bisik Arga tepat ditelinga putri membuat wanita itu mendesah kecil.
Setelah cctv dimatikan, putri langsung mendorong Arga dengan wajah seksi. Bahkan wanita itu langsung naik diatas Arga.
"bukan kah aku yang akan menghiburmu hmmm ?". Tanya Arga, tangannya sudah masuk kedalam dress putri.
"umhhhhh". Desah putri ketika tangan Arga masuk kedalam celana nya.
tanpa menunggu lagi, putri langsung mencium Arga dengan brutal, sambil menggesekkan badannya pada badan Arga. hingga keduanya larut dalam pergulatan panas tanpa menghiraukan sekitar nya.
Arga yang selalu mengatakan mencintai istrinya dan mengatakan jika tidak memiliki hubungan dengan putri, menganggap Putri sebagai adik nya sendiri, ternyata memang kebohongan semua.
Bersambung...