Indonesia
NovelToon NovelToon
LANGIT Dan BUMI

LANGIT Dan BUMI

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Apa yang akan terjadi jika Dua dunia di pertemukan dalam sebuah keputusan penting?, dan ini terjadi pada Dua manusia yang di pertemukan secara tidak sengaja, LANGIT Wanita dengan semua kendali penuh dan kekuasaannya, sedangkan BUMI laki-laki sederhana dengan semua kelebihannya.

Yuk ikuti ceritanya, di jamin seru, menggemaskan dan juga menegangkan.

Salam Author Sinho, jangan lupa Bahagia ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Lampu gantung kristal di ballroom Hotel bintang lima memantulkan cahaya yang hampir membutakan.

Di bawahnya, ratusan manusia berpakaian glamor saling melempar senyum formal, berdenting gelas minuman, dan menukar kartu nama bernilai miliaran rupiah.

Ini adalah malam bagi para pemangsa ekonomi, tempat di mana reputasi bisa dibangun atau dihancurkan hanya dalam satu kalimat.

Bagi Langit Prita Dewanta, CEO muda Dewanta Group, ruangan ini adalah medan perang yang biasa ia lalui, hampir id setiap even yang sama, akan ada pertarungan antara pemilik perusahaan-perusahaan yang hadir di sana.

Namun malam ini, telapak tangannya dingin. Jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya, bukan karena nilai investasi yang dipertaruhkan, melainkan karena pria yang berjalan di sebelahnya, menggandeng lengannya dengan santai.

Bumi Mahardika. Suami kontraknya.

Langit melirik pria itu dari samping. Bumi mengenakan setelan jas custom-made hitam legam yang melekat sempurna pada tubuh tegapnya.

Potongan rambutnya rapi, menonjolkan rahangnya yang tegas dan garis wajahnya yang tampan, ketampanan yang kasar, maskulin, dan sama sekali tidak memiliki kelembutan khas pria-pria metropolitan yang biasa Langit temui di ruang rapat.

Bumi adalah seorang montir. Jiwanya adalah deru mesin, bau oli, dan keringat di bengkel.

Walau saat ini Bumi sudah mulai membangun jaringannya sendiri hingga memiliki bengkel bertaraf nasional, di mata kaum elit yang memuja silsilah keluarga, Bumi tetaplah dianggap "orang biasa" yang beruntung bisa naik kasta karena peran istrinya, Langit.

"Bumi," bisik Langit, suaranya sarat akan kecemasan saat mereka melangkah mendekati area utama perjamuan. "Kalau kamu merasa tidak nyaman, kita bisa pulang lebih cepat. Kamu tidak perlu memaksakan diri." Ucap langit dengan kecemasan yang berusaha di tutupi dari Bumi.

Bumi menghentikan langkahnya sejenak. Ia menatap Langit.

Mata elangnya yang hitam pekat menatap langsung ke dalam manik mata Langit yang gelisah. Sudut bibirnya terangkat tipis, hampir tak terlihat, membentuk senyuman dingin namun menenangkan.

"Langit," suara Bumi terdengar berat dan dalam, bergema lembut di telinga istrinya. "Aku sekarang sudah mengelola ratusan montir dan menghadapi ribuan jenis kerusakan mesin setiap hari. Manusia-manusia di ruangan ini tidak ada bedanya. Mereka hanya punya satu atau dua sekrup yang longgar di kepala mereka. Tenang saja."

Langit tertegun, lalu mengembuskan napas panjang, sedikit ada ketenangan.

Jiwa dingin dan berwibawa Bumi selalu berhasil menjadi jangkar di tengah badai kecemasannya.

Namun, Langit tahu malam ini tidak akan semudah itu. Umpan sudah ditebar, dan sang predator sedang menunggu mereka.

Di ujung ruangan, berdiri seorang pria paruh baya dengan senyum yang dipaksakan ramah.

Hendra Dewanta, paman Langit, yang sejak lama berambisi merebut kursi CEO Dewanta Group. Dialah yang mengirimkan undangan makan malam bisnis ini dengan desakan yang tidak bisa ditolak.

Hendra tahu, Baginya ini adalah kesempatan emas.pernikahan yang tidak seimbang, antara keponakannya seorang CEO dan laki-laki biasa pemilik bengkel.

Jika ia bisa mempermalukan Bumi di depan para kolega bisnis internasional, legitimasi Langit sebagai pemimpin Dewanta Group akan goyah. Seorang CEO Dewanta Group tidak boleh bersuamikan pria yang berbau oli.

"Ah, Langit! Akhirnya kamu datang," suara Hendra menggelegar, sengaja menarik perhatian beberapa taipan properti dan investor asing yang berdiri di sekitarnya.

"Dan_, ini pasti suamimu yang terkenal itu? Bumi, bukan?" Lanjut nya lagi, Hendra nampak begitu senang.

Hendra menatap Bumi dari atas ke bawah dengan tatapan merendahkan yang disamarkan dengan tawa kecil. "Luar biasa. Saya kira kamu akan datang memakai baju terusan penuh noda oli, Bumi. Ternyata kamu bisa juga memakai jas dengan benar."

Beberapa pebisnis di sekitar mereka mulai berbisik-bisik. Suasana mendadak menjadi tegang, Hendra sepertinya sengaja menebar genderang perang dengan keponakannya sendiri.

Langit merasakan darahnya berdesir marah. Ia hendak membuka suara untuk membela Bumi, namun sebelum kata pertama keluar dari bibirnya, sebuah tangan yang besar dan hangat menggenggam jemarinya.

Bumi melangkah satu senti ke depan, memposisikan dirinya sedikit di depan Langit. Genggaman tangannya erat, memberikan kehangatan yang seolah mengatakan: Aku di sini. Kamu aman.

"Terima kasih atas perhatiannya, Pak Hendra," jawab Bumi. Suaranya tidak keras, namun memiliki artikulasi yang begitu jelas dan penuh wibawa hingga mampu membungkam bisik-bisik di sekitar mereka.

Pribadinya yang dingin langsung memancarkan aura intimidasi yang kuat.

"Pakaian adalah cerminan tempat kita berada," lanjut Bumi, menatap Hendra lurus-lurus tanpa berkedip.

"Di bengkel, saya memakai baju kerja karena saya menghargai proses penciptaan dan perbaikan. Di sini, saya memakai jas karena saya menghargai istri saya sebagai CEO Dewanta Group. Tapi saya rasa, Pak Hendra lebih paham tentang 'topeng' daripada saya, bukan?" Ada senyuman tipis sengaja di tunjukkan oleh Bumi setelah nya.

Wajah Hendra sedikit menegang, namun ia belum menyerah. Ia tertawa sumbang.

"Hahaha, kamu punya selera humor yang menarik untuk ukuran orang yang biasa memegang kunci pas. Tapi malam ini adalah malam bisnis, Bumi. Kami sedang membahas tentang ekspansi pasar logistik global dan pergerakan saham kuartal keempat. Saya takut kamu akan bosan karena tidak mengerti bahasanya."

Langit menahan napas. Ini adalah jebakan intelektual. Hendra ingin menunjukkan bahwa Bumi tidak selevel dengan mereka.

Namun, Hendra tidak tahu bahwa Bumi Mahardika bukan sekadar montir yang beruntung.

Bumi melepaskan genggaman tangannya dari Langit sesaat, hanya untuk mengambil segelas air putih dari nampan pelayan yang lewat.

Ia menyesapnya perlahan, sangat tenang, seolah ia sedang mengendalikan seluruh ritme di ruangan itu.

"Ekspansi pasar logistik global?" Bumi mengulang kalimat itu dengan nada datar, namun penuh penekanan. "Menarik. Jika Pak Hendra merujuk pada disrupsi rantai pasok di Selat Malaka saat ini, maka strategi terbaik bukanlah memperbesar armada, melainkan melakukan diversifikasi rute ke jalur darat Asia Tengah atau memanfaatkan digitalisasi pergudangan terintegrasi."

Hendra terbelalak. Para pebisnis di sekeliling mereka mendadak menajamkan telinga.

Mereka tak percaya jika Bumi yang di perkenalkan seorang montir bengkel motor itu mempunyai pemikiran yang sangat tajam, jauh dari seputar oli dan mesin motor yang usang.

"Bisnis bengkel saya yang bertaraf nasional itu," lanjut Bumi dengan nada dingin namun menusuk,

"bisa bertahan dan berkembang karena saya menguasai supply chain suku cadang dari lima negara berbeda tanpa bergantung pada satu makelar. Kami memotong biaya operasional hingga dua puluh empat persen dengan sistem algoritma prediktif. Jika Dewanta Group masih menggunakan metode konvensional yang Pak Hendra banggakan tadi, saya khawatir kuartal keempat kalian bukan ekspansi, melainkan likuidasi aset untuk menutupi kerugian vendor."

Hening. Ruangan itu mendadak sunyi sesaat.

Yuk mana komennya gaes, jangan lupa LIKE dan HADIAH nya.

1
Bundanya Robby
kapan jatuh cinta beneran nya
Nurhartiningsih
fix bumi ketua mafia yg sedang menyamar
Nurhartiningsih
jadi penasaran siapakah bumi?
Akhila Davina
semangat kak💪❤️
Akhila Davina
mudah" tidak ada lagi hambatan
Nurhartiningsih
jangan2 bumi adl CEO yg sedang menyamar
Nurhartiningsih
seperti biasa...pengkhianatnya adl orang dekat
Nurhartiningsih
apakah ini juga ada kaitannya dg keluarga Nugraha????
Akhila Davina
good job Rian❤️
Akhila Davina
semangat 💪❤️
Siti Aisah
oh"sebenernya masih kurang karena penasaran menunggu besok.. tapi apalah daya jadi" terimakasih thor 🤣
Siti Aisah
bang bumi dan rian the best lah.. walaupun bergadang sampai pagi demi langit yg bisa tidur nyenyak😜
Siti Aisah
syukur lah bumi sudah memberikan ide untuk menyelesaikan masalah langit.. walaupun dgn ide yg nyeleneh😁
Kaa
sungguh tak sabar ingin tahu besok gimana Hendra ngadapin itu semua
Kaa
seru Thor aku suka gaya bicara bumi👍
Siti Aisah
thor kukira cuman satu bab 🤭penasaran akan kah langit dan bumi bisa mengatasi masalah yg terjadi??tpi yg penting mah langit bisa tidur sambil di peyuk bumi🤗
Kaa
bumi sungguh menghanyutkan
Akhila Davina
ditunggu
Susy Ariyani
semangat dalam berkarya
Susy Ariyani
semangat dalam berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!