Indonesia
NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:98.8k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Sinar matahari pagi menembus celah tirai otomatis di kamar utama kediaman Van Der Berg, menyapu wajah Clara yang masih terlelap. Wanita itu melenguh pelan, mengulurkan tangan ke sisi ranjang yang terasa kosong, sebelum perlahan membuka mata.

Alih-alih menemukan langit-langit apartemen baru sederhananya, pandangan Clara langsung disambut oleh kubah kamar tidur berukir klasik dengan lampu gantung kristal yang mewah.

Ingatannya seketika kembali pada peristiwa dua hari yang lalu, pernikahannya yang menggemparkan negara, malam pertama mereka di penthouse, dan kepindahan resminya ke mansion utama keluarga Van Der Berg kemarin sore.

"Sudah bangun, Nyonya Van Der Berg?"

Suara berat dan serak itu membuat Clara menoleh. Alexio bersandar di ambang pintu walk-in closet, sudah tampil paripurna dengan kemeja navy yang pas di tubuh atletisnya.

Pria itu tersenyum miring, melangkah mendekat, lalu mendaratkan kecupan panjang di kening Clara.

"Selamat pagi, Suamiku," balas Clara malu-malu, wajahnya merona hebat setiap kali mendengar gelar barunya diucapkan oleh bibir pria itu.

"Mandilah. Seluruh pelayan sudah berbaris di bawah menunggumu. Dan kurasa... ruang makan sedang diambil alih oleh dua bos kecil," kekeh Alexio seraya mengulurkan tangannya untuk membantu Clara bangun.

Tiga puluh menit kemudian, Clara turun ke lantai satu dengan tangan yang terus digenggam posesif oleh Alexio. Begitu mereka tiba di ujung tangga, puluhan pelayan berseragam rapi yang berbaris di lorong serempak menunduk hormat hingga sembilan puluh derajat.

"Selamat pagi, Tuan Muda. Selamat pagi, Nyonya Muda!" sapa mereka serempak, suaranya menggema di seluruh penjuru ruangan.

Clara sedikit tersentak dan membalas dengan senyum canggung. Alexio yang menyadari kegugupan istrinya hanya mengusap punggung tangan wanita itu.

"Biasakan dirimu, Sayang. Mereka semua bekerja untuk melayanimu sekarang."

Begitu pintu ganda ruang makan utama dibuka, pemandangan di dalam sukses membuat Clara melongo.

Meja makan sepanjang sepuluh meter itu dipenuhi hidangan sarapan dari berbagai negara. Di ujung meja, Alexander, Olivia serta Andries duduk dengan wajah berseri-seri, menatap penuh kebanggaan pada dua sosok balita menggemaskan yang duduk di kursi khusus mereka.

Ken tampak sangat serius menatap layar tablet khusus yang terhubung ke jaringan bursa saham, sementara Key sedang sibuk menguliahi Kepala Koki, pria bule asal Prancis tentang komposisi sarapannya.

"Tuan Jacques, croissant ini memang dipanggang dengan sempurna," ucap Key dengan nada berwibawa, memotong croissant di piringnya menggunakan pisau dan garpu kecil.

"Tapi berdasarkan tabel nutrisi, kandungan butter di dalamnya melebihi batas asupan kalori pagi seorang anak berusia empat tahun. Mulai besok, tolong substitusi sebagian lemaknya dengan alpukat yang dihaluskan. Teksturnya akan tetap terjaga, namun jauh lebih ramah untuk kesehatan vaskular Kakek Buyut, Opa dan Oma."

Jacques, koki yang pernah memenangkan bintang Michelin itu, menunduk hormat dengan dahi berkeringat.

"B-baik, Nona Muda Key. Saya akan segera merevisi menu sarapan besok."

Sementara itu, Ken mendongak begitu melihat kedatangan Alexio dan Clara. Ia membetulkan letak kacamatanya dengan telunjuk.

"Selamat pagi, Papa, Mama," sapa Ken formal.

"Analisis pagi ini sangat memuaskan, Pa. Saham Van Der Berg Group melonjak drastis sebesar delapan belas koma lima persen sejak bursa dibuka sejam yang lalu.

Sentimen publik terhadap pernikahan kalian sangat positif. Keputusan Papa untuk mempublikasikan foto pernikahan tanpa mengekspos wajah Mama secara berlebihan berhasil menciptakan ilusi eksklusivitas yang menaikkan nilai perusahaan."

Alexander tertawa terbahak-bahak, tawanya menggelegar penuh kepuasan.

"Kau dengar itu, Alexio?! Bahkan di usianya yang baru Empat tahun, cicitku sudah bisa mengevaluasi dampak public relations terhadap fluktuasi saham! Kerajaan bisnis kita akan bertahan sampai ribuan tahun lagi!"

Clara hanya bisa memijat pelipisnya perlahan. Ia mengambil tempat duduk di samping Alexio, menatap kedua anaknya dengan takjub sekaligus pasrah. Gen Alexio benar-benar dominan.

"Sayangku, Clara!" Olivia menyapa riang, mendorong sebuah kotak beludru kecil ke hadapan Clara di meja makan.

"Ini dari Mommy dan Daddy. Anggap saja sebagai uang jajan pertamamu sebagai menantu keluarga ini."

Clara mengerjap. Ia membuka kotak itu dengan ragu. Di dalamnya terdapat sebuah kartu hitam eksklusif tanpa batas limit (Black Card), dan sebuah dokumen kepemilikan atas tiga buah pusat perbelanjaan mewah di pusat kota Jakarta atas nama Clara Jasmine Van Der Berg.

"M-Mommy... ini terlalu berlebihan! Aku tidak bisa menerima—"

"Ssst!" Olivia menyela cepat.

"Tidak ada kata penolakan dalam kamus keluarga kita, Clara. Mulai hari ini, tugasmu bukan lagi menghitung anggaran atau bekerja keras mendesain baju sampai larut malam. Tugasmu adalah memanjakan dirimu sendiri, mendampingi Alexio, dan sesekali pergi ke spa atau berbelanja dengan Mommy."

Alexio mengambil sepotong roti, mengoleskan selai, lalu meletakkannya di piring Clara.

"Terima saja, Clara. Kalau kau menolaknya, Kakek mungkin akan memberikanmu sertifikat pulau pribadi sebagai gantinya," goda Alexio, yang langsung dibalas dengan anggukan mantap dari Alexander.

Clara menatap sekeliling meja makan besar itu. Ia menatap Ken dan Key yang kini berdebat kecil dengan istilah-istilah ilmiah tingkat tinggi, menatap mertua dan Kakeknya yang memandangnya penuh kasih sayang tulus, lalu menoleh menatap Alexio yang menatapnya dengan cinta yang begitu absolut.

Rasa hangat menjalar memenuhi rongga dada Clara. Ketakutannya selama bertahun-tahun hidup dalam pelarian kini lenyap tak berbekas. Ia tidak lagi harus menghitung koin untuk membeli susu si kembar, atau menangis diam-diam di malam hari merindukan sosok ayah untuk anak-anaknya.

"Terima kasih," bisik Clara tulus, mengusap setitik air mata haru di sudut matanya. "Terima kasih sudah menerimaku dan anak-anak."

"Kamilah yang berterima kasih, Mama," sahut Key tiba-tiba, tersenyum manis memamerkan deretan gigi kecilnya. "Karena Mama, proyek pencarian Papa berhasil dengan sukses. Dan sekarang, keluarga kita sudah lengkap!"

Ken mengangguk setuju. "Tinggal satu hal lagi yang harus diselesaikan."

"Apa itu, jagoan?" tanya Alexio menaikkan sebelah alisnya.

Ken menatap lurus ke arah Alexio.

"Urusan hukum atas perubahan marga kami di catatan sipil, Pa. Kami butuh akses legal penuh untuk mulai meninjau beberapa sub-perusahaan Van Der Berg. Aku dan Key butuh fasilitas laboratorium dan perpustakaan pribadi seluas lapangan basket di halaman belakang."

Seluruh orang dewasa di meja itu seketika tertawa melihat gaya bos kecil Ken, sementara Clara hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pasrah.

Kehidupannya sebagai Nyonya Van Der Berg baru saja dimulai, dan Clara tahu pasti, dengan suami posesif nan berkuasa serta dua malaikat kecil jenius di sisinya, hari-harinya ke depan tidak akan pernah membosankan.

Bersambun...

💗🤗 jangan lupa tinggalkan jejak ya kakakku, happy reading 😍💞🥰

1
Bu Kus
ada ada saja rintangannya tetap semangat Clara pasti ada jalan
Bu Kus
seruu banget bikin tegang aja apa lg si kembar sungguh memukau
beybi T.Halim
ken dan key anak 4 tahun sejenius apapun balita tetap balita masa gadak wkt tidur dan mengantuk???yang bener dong.??🙈
Munas Tuti
masih adaa ajhaa musuh yg penasaran ? huuuh
Dewi Yani
sangat menginspirasi tentang keuletan dan kekuatan dari sebuah keluarga yang saling mendukung 👍👍♥️♥️♥️♥️
Sweet Girl
Masak iyaaa si penguasa bawah tanah kalah sama anak ingusan....
sampai 5 tahun Ndak ketemu.
Sun Rise
ayooooooo ken tumbangkan musuh yg akan merenggut kebahagiaan keluarga kalian💪💪💪💪💪😍
Khosimahter Maimunah
aku sampai nangis nih
neny
wooww,,keren banget sih kalian,, smg tdk terkalahkan,,
Munas Tuti
hayooo sapa lg yg mau maju nyoba kekuatan klg Van Der Berg 💪💪
riniandara: /CoolGuy//Grin//Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
wa'alaikumsalamm mbak Rini, lanjuuut mbak ...aku suka ceritanya, anaks jenius yg kerenn 👍👍
Sweet Girl
Kamu harus punya keberanian keluar dr rumah Smith.
Sweet Girl
Khan Jasnya udah dipakai sama Clara, Tor...
Del Vina
mereka islam ya thor
riniandara: iya kak
total 1 replies
Bunda
nyimak 🙏
Sri Mulyani Yani
lanjut thorrr
riniandara
Assalamualaikum semua, terima kasih banyak atas semua dukungan semuanya. jangan lupa like, comen dan kasih ulasannya juga ya jika kalian suka./Applaud//Heart//Pooh-pooh/
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Amiiinnnnnnn 😇🤲🙏 ... Iya, Ade, Mkch juga, Doa ny, GBU too ❤️🤗😘
total 3 replies
Ariany Sudjana
kamu salah cari lawan Baron, kamu siap-siap menggali kuburan kamu sendiri 😂😂
riniandara: /CoolGuy//Facepalm/
total 1 replies
Muji Lestari
sampe menangis Thor saya ikut terharu karena Clara melahirkan baby kembar😄
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Alexio Dan Clara .... welcome to the world twins
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!