Indonesia
NovelToon NovelToon
PENGUASA DEWA NAGA

PENGUASA DEWA NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"

Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.

"Menunggumu? Hmmph!

"Kau tidak pantas!"

Kalimat itu menghantam arena seperti petir.

"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.

"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"

"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?

"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"

"Dasar sampah!"

Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.

Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Lima Juta Keping Emas

Ucapan Feng Yuan tentang pedang yang akan dilelang akhirnya membuat Feng Wuchen memahami alasan ayahnya begitu bersemangat sejak pagi.

Pedang bukan sekadar senjata bagi Feng Zhengxiong. Di antara berbagai jenis senjata yang ada, pedang memang paling cocok dengan gaya bertarung Klan Feng. Apalagi jika yang muncul dalam pelelangan kali ini benar-benar sebuah Alat Pusaka Kualitas Menengah, kesempatan seperti itu sulit ditemukan di kota kecil seperti Wushuang.

Feng Zhan yang berjalan di sampingnya justru masih memikirkan hal lain.

“Adik Ketiga, sebenarnya untuk apa kau meminta palu itu dilebur?” tanyanya sambil menoleh. “Kau bukan pemurni senjata. Jangan bilang kau cuma tertarik karena palu itu mengandung Besi Murni Xuan.”

Feng Wuchen tersenyum tipis.

“Kalau Ayah berhasil mendapatkan pedang itu, Besi Murni Xuan tentu bisa digunakan untuk meningkatkannya.”

Feng Zhan mengangkat alis.

“Meningkatkannya?”

“Kalau bahannya cukup baik dan proses pemurniannya tepat, Alat Pusaka Kualitas Menengah masih bisa ditingkatkan lagi menjadi Alat Pusaka Kualitas Tinggi. Bahkan kalau keberuntungannya bagus...”

Feng Wuchen melirik kakaknya.

“Menjadi Alat Spiritual pun bukan sesuatu yang mustahil.”

Feng Yuan dan Feng Zhan sama-sama berhenti berjalan sesaat.

Kemudian Feng Zhan tertawa.

“Adik Ketiga, bicaramu sekarang makin lama makin jauh. Siapa yang akan memurnikannya? Ayah? Tetua Agung?”

“Kenapa tidak?”

“Karena Tetua Agung adalah alkemis?” ucap Feng Zhan sambil menggeleng. “Beliau hanya bisa memurnikan pil, bukan senjata.”

Feng Wuchen tidak membantah.

Ia hanya tersenyum.

Belum saatnya mereka mengetahui semuanya sekarang.

Tak lama kemudian, Paviliun Wanbao sudah terlihat di ujung jalan.

Hari ini bangunan itu jauh lebih ramai dibanding biasanya. Kereta-kereta milik keluarga besar memenuhi halaman depan, sementara para pengawal dari berbagai kota berdiri berkelompok dengan pakaian dan lambang berbeda.

Begitu melihat Feng Wuchen dan kedua kakaknya, penjaga Paviliun Wanbao langsung melangkah maju dengan sikap jauh lebih sopan daripada sebelumnya.

“Tuan Muda Feng, silakan.”

Tatapan Feng Zhan sempat berubah sedikit.

Beberapa waktu lalu, adiknya bahkan pernah diusir dari tempat ini.

Sekarang penjaga Paviliun Wanbao justru memperlakukannya seperti tamu terhormat.

Dunia memang cepat berubah.

Mereka dibawa menuju ruang pribadi di lantai dua.

Feng Zhengxiong, Xiao Qingqing, Feng Qianyang, dan beberapa petinggi Klan Feng sudah berada di sana.

Begitu melihat putranya masuk, Feng Zhengxiong langsung tersenyum.

“Chen'er, kau datang tepat waktu.”

Ia menunjuk ke arah panggung pelelangan di bawah.

“Nanti kalau Pedang Api muncul, Ayah akan mendapatkannya untukmu.”

Feng Wuchen menatap ayahnya beberapa saat.

Ia tahu Klan Feng tidak benar-benar kaya sampai bisa menghamburkan uang sesuka hati.

Karena itu, niat Feng Zhengxiong membuat dadanya sedikit menghangat.

“Terima kasih, Ayah.”

Tak lama kemudian, suara riuh di dalam aula perlahan mereda.

Yu Wanxiong telah berdiri di tengah panggung.

“Terima kasih kepada semua tamu sudah datang ke Paviliun Wanbao hari ini.”

Senyumnya tampak ramah, tetapi sorot matanya menunjukkan ketegasan seorang pedagang berpengalaman.

“Hari ini kami menyiapkan sepuluh barang untuk dilelang. Saya tidak akan membuang waktu dengan terlalu banyak basa-basi.”

Beberapa orang langsung tertawa kecil.

Zhang Han membawa sebuah kotak kayu ke atas panggung.

Yu Wanxiong membukanya dan mengangkat sebuah gulungan.

“Barang pertama, Jurus Bela Diri Tingkat Kuning Kualitas Tinggi—Telapak Awan Petir.”

Suasana aula langsung gaduh.

“Jurus atribut petir?”

“Baru mulai, Paviliun Wanbao sudah mengeluarkan barang bagus itu!”

Yu Wanxiong melanjutkan, “Harga pembukaan tiga ratus ribu keping emas.”

“Empat ratus ribu!”

Suara Yang Qingyun langsung terdengar dari salah satu ruang pribadi.

“Empat ratus lima puluh ribu.”

Patriark Klan Lin ikut menaikkan harga.

Beberapa keluarga lain mulai bersaing.

Harga terus meningkat.

Sementara itu, sebagian besar orang yang duduk di aula bawah hanya mampu menonton. Bagi mereka, tiga ratus ribu keping emas saja sudah merupakan jumlah yang sulit dibayangkan.

Feng Zhengxiong melirik putranya.

“Chen'er, kau hampir mencapai Alam Pengumpulan Qi. Kalau kau memiliki atribut petir, jurus ini cukup bagus.”

Feng Wuchen justru menggeleng.

“Belum tentu.”

“Kenapa?”

“Telapak Awan Petir memang terlihat kuat, tapi konsumsi Qi Sejatinya terlalu besar. Kalau teknik kultivasinya tidak cocok, jurus itu justru akan membebani pengguna.”

Beberapa orang di dalam ruang langsung menatapnya.

Feng Qianyang mengernyit.

“Kau pernah melihat jurus itu?”

“Belum.”

“Lalu dari mana kau tahu?”

Feng Wuchen hanya tersenyum.

“Perkiraan.”

Tak seorang pun benar-benar percaya bahwa itu sekadar perkiraan.

Namun mereka sudah terlalu sering dibuat terkejut oleh Feng Wuchen untuk memaksanya menjelaskan.

Barang demi barang kemudian dilelang.

Pil.

Bahan obat langka.

Jimat pertahanan.

Senjata.

Namun Feng Wuchen tidak menunjukkan ketertarikan berarti.

Sampai barang ketujuh dibawa ke panggung.

Yu Wanxiong membuka kain merah yang menutup sebuah pedang panjang.

Kilatan merah langsung memantul dari bilahnya.

“Sepertinya banyak orang datang hanya untuk benda ini.”

Ia tersenyum.

“Pedang Api. Alat Pusaka Kualitas Menengah.”

Beberapa orang langsung menahan napas.

Yu Wanxiong memasukkan sedikit Qi Sejati ke dalam bilah pedang.

Whoosh!

Api merah tipis langsung menyelimuti seluruh permukaan bilah.

Panasnya bahkan bisa dirasakan dari beberapa meter.

“Bagus!”

“Pedang itu benar-benar memiliki atribut api!”

“Kalau digunakan kultivator yang menguasai Qi Sejati atribut api, kekuatannya pasti meningkat drastis.”

Yang Qingyun yang duduk di ruang lain langsung mencondongkan tubuh.

Tatapannya dipenuhi keinginan memiliki.

Jika pedang itu jatuh ke tangannya, kekuatan tempurnya pasti meningkat.

Bahkan menghadapi Feng Zhengxiong pun ia akan memiliki keyakinan.

Feng Zhengxiong sendiri tidak kalah bersemangat.

Ia menoleh kepada putranya.

“Bagaimana?”

Feng Wuchen mengamati pedang itu beberapa saat.

“Lumayan.”

“Lumayan?”

Feng Zhengxiong hampir tertawa karena kesal.

“Itu Alat Pusaka Kualitas Menengah!”

“Aku memang sedang membutuhkan pedang,” ujar Feng Wuchen santai. “Kalau Ayah ingin membelinya, aku tidak keberatan.”

Feng Zhengxiong langsung menunjuk wajahnya.

“Bocah tengik. Sikapmu itu seolah aku sedang menyuruhmu menerima barang rongsokan.”

Feng Yuan dan Feng Zhan tertawa.

Yu Wanxiong mengangkat tangan.

“Pedang Api dibuka dengan harga lima ratus ribu keping emas.”

“Enam ratus ribu!”

Yang Qingyun langsung menawar.

“Tujuh ratus ribu.”

Mo Kun menyusul.

“Delapan ratus ribu!”

“Satu juta!”

Suasana aula segera memanas.

Harga naik begitu cepat hingga banyak orang hanya bisa saling pandang.

Feng Yuan mulai mengerutkan kening.

“Ayah, sudah melewati satu juta.”

Feng Qianyang juga menjadi lebih serius.

“Barang seperti ini memang sangat langka. Tapi kalau harganya terus naik...”

Feng Zhengxiong tidak mengalihkan pandangan dari pedang.

“Kalau perlu, kita jual beberapa toko.”

“Ayah.”

Feng Yuan tersenyum pahit.

“Klan Feng memang memiliki banyak toko, tapi bukan berarti kita bisa mencairkan semuanya dalam sehari.”

Feng Wuchen yang sejak tadi diam akhirnya tertawa kecil.

“Tidak perlu menjual toko.”

Semua orang menoleh.

Feng Zhengxiong mengangkat alis.

“Kau punya cara?”

“Kalau ingin menghentikan mereka menawar...”

Feng Wuchen menyandarkan punggungnya.

“Naikkan saja sampai harga yang membuat mereka takut.”

Ia kemudian menatap panggung.

Saat harga mencapai dua juta, Feng Wuchen membuka suara.

“Tiga juta.”

Seluruh aula mendadak sunyi.

Bahkan Yu Wanxiong sempat berhenti.

Beberapa orang menoleh ke lantai dua hampir bersamaan.

“Tiga juta?”

“Tuan Muda Feng menambah satu juta sekaligus?”

“Klan Feng punya uang sebanyak itu?”

Yang Qingyun tertawa dingin.

“Tiga juta memang terdengar hebat. Tapi jangan sampai nanti tidak mampu membayar dan mempermalukan seluruh Klan Feng.”

Feng Wuchen tersenyum.

“Patriark Yang, sebaiknya khawatirkan saja dirimu sendiri. Dua juta yang Anda tawarkan tadi, apakah benar ada? Atau Anda juga berniat menjual toko?”

Tawa langsung pecah dari aula bawah.

Wajah Yang Qingyun menggelap.

Feng Wuchen sama sekali tidak peduli.

Setelah kenaikan itu, sebagian besar keluarga langsung berhenti menawar.

Tiga juta sudah terlalu tinggi.

Namun Mo Kun masih belum menyerah.

“Tiga juta lima ratus ribu.”

Aula kembali gaduh.

Feng Zhengxiong menatap Feng Wuchen.

Namun sebelum siapa pun sempat berbicara—

“Lima juta.”

Kali ini bahkan napas orang-orang seperti ikut berhenti.

Xiao Qingqing langsung menoleh.

“Chen'er!”

Tangannya hampir menjatuhkan cangkir.

“Lima juta? Kau tahu berapa banyak uang itu?”

Feng Zhengxiong juga menatapnya seperti ingin memastikan putranya masih waras.

“Kalau kita menjual separuh aset keluarga pun belum tentu bisa mengeluarkan lima juta sekaligus!”

Feng Wuchen justru tetap tenang.

“Ayah, jangan khawatir.”

Mo Kun tertawa dari ruang sebelah.

“Baiklah. Pedang Api itu kuberikan padamu.”

Nada suaranya terdengar ringan, tetapi jelas ada maksud lain di baliknya.

“Aku hanya ingin melihat bagaimana cara Klan Feng membayar lima juta keping emas.”

Feng Wuchen tersenyum.

“Terima kasih atas kemurahan hati Patriark Mo.”

Tak ada seorang pun kembali menawar.

Yu Wanxiong sendiri terlihat sedikit bingung.

“Lima juta. Apakah masih ada yang ingin menaikkan?”

Semua masih terdiam.

“Kalau tidak ada... Pedang Api menjadi milik Tuan Muda Feng.”

Kerumunan langsung kembali gaduh.

Sebagian orang merasa Feng Wuchen terlalu gila.

Sebagian lain justru menunggu Klan Feng mempermalukan diri karena gagal membayar.

Namun di tengah semua tatapan itu, Feng Wuchen tiba-tiba mencondongkan tubuh ke depan.

“Ketua Paviliun Yu.”

Yu Wanxiong menoleh.

Feng Wuchen tersenyum seolah sedang menanyakan sesuatu yang sangat biasa.

“Paviliun Wanbao menerima utang, bukan?”

Hening.

Sesaat kemudian, seluruh aula meledak oleh suara orang-orang.

“Utang?!”

“Dia menawar lima juta dengan uang yang bahkan belum dimilikinya?”

Mo Kun sampai membeku.

Yang Qingyun menatap seperti sedang melihat orang gila.

Bahkan Feng Zhengxiong menutup wajah dengan satu tangan.

Namun orang yang paling sulit bernapas justru Yu Wanxiong.

Ia menatap Feng Wuchen.

Kemudian teringat satu hal.

Hak perdagangan.

Kesepakatan mereka.

Dan siapa satu-satunya orang yang bisa membersihkan Racun Api dalam tubuhnya.

Sudut bibir Yu Wanxiong berkedut.

Dalam hati, ia seperti sedang menelan darah.

Tetapi di depan seluruh tamu, ia tetap memaksakan senyum.

“Bisa.”

Satu kata itu membuat seluruh aula kembali membeku.

Sekarang bukan hanya keluarga-keluarga lain yang terkejut.

Bahkan Feng Zhengxiong perlahan menoleh kepada putranya.

Tatapannya seolah berkata satu hal.

Sejak kapan Paviliun Wanbao begitu memanjakanmu?

......................

Bersambung...

1
Ed Troivan
Lanjutkan thorku 🤭
Ed Troivan
lanjutkan thorku😊🤭💪
Ed Troivan
lanjut
Ed Troivan
Shuuuyyyt👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!