Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:448.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

.

Waktu telah menunjukkan pukul enam sore ketika mobil yang dikendarai Alena akhirnya berhenti tepat di halaman luas kediaman mewah Nathan Wijaya Kusuma. Setelah mematikan mesin, Alena melepaskan sabuk pengamannya lalu turun dari mobil. Dengan sigap gadis itu berjalan memutar lalu membuka pintu penumpang bagian depan. Beberapa detik menunggu tapi Nathan tak juga menggerakkan tubuhnya untuk turun dari mobil.

“Maaf, Tuan. Apa ada masalah?" Alena sedikit membungkukkan badannya untuk menatap ke arah Nathan. Kening gadis itu mengerut karena Nathan masih saja duduk diam dengan wajahnya yang datar.

“Tanganku lelah. Tidak bisa membuka sabuk pengaman."

“Haa…?”

Jawaban Nathan membuat kedua mata Alena terbelalak. Alena menggaruk tengkuknya merasa aneh. Apa ada orang yang sampai tidak bisa membuka sabuk pengaman hanya karena tangannya lelah? Sedetik kemudian gadis itu mendengus kesal karena merasa lagi-lagi Tuan Nathan sedang mengerjai dirinya. Apa menurut Tuan Nathan dirinya masih kurang lelah hari ini? Namun, apalah daya? Ia hanya bisa memasukkan tubuhnya ke dalam mobil melewati Nathan kemudian membuka sabuk pengaman yang membelit tubuh pria itu.

Nathan yang sebenarnya memang hanya ingin mengerjai Alena karena masih terbawa rasa kesalnya, seketika terdiam membeku ketika wajah Alena hanya jarak beberapa cm dari wajahnya. Pria itu sampai menahan nafas dengan dadanya yang berdegup kencang. Aroma sampo yang mengeluarkan dari kepala gadis itu, juga harum tubuhnya, membuatnya menelan ludah.

“Sudah terbuka, Tuan. Anda bisa turun sekarang."

Suara Alena membuat lamunan Nathan buyar. Pria itu hanya berdehem demi menetralkan rasa gugupnya, kemudian dengan gayanya yang cool seperti biasa, ia menggerakkan kakinya perlahan turun dari mobil.

Pak Dino, kepala pelayan telah menyambut kedatangan mereka tak jauh dari pintu mobil.

"Selamat datang, Tuan,” ucapnya seraya membungkukkan badan. Setelah itu tangannya terulur saat melihat Alena membuka pintu bagian belakang dan mengambil tas kerja Nathan. Namun, saat Alena ingin menyerahkan tas itu kepada pak Dino, suara datar Nathan kembali terdengar.

"Biar Alena saja yang membawanya masuk!”

Alena menoleh dengan kening berkerut. Begitu juga dengan Pak Dino. Kedua tangan mereka sama-sama menggantung di udara. Keduanya sama-sama menoleh ke arah Nathan. Sementara Nathan melirik ke arah Alena dengan alisnya yang terangkat.

“Tuan, saya bisa…”

Nathan mengangkat tangan membuat pak Rudi terdiam. Dengan sorot matanya yang datar pria itu menatap wajah Alena. “Kamu itu masih muda. Tapi untuk membawa masuk tas saja mengandalkan Pak Dino yang sudah tua? Tidak tahu sopan santun!"

Alena dan Pak Rudi saling pandang dengan mata terbelalak. Dan pak Dino? Sudah tua katanya? Pria itu bahkan masih sanggup menghajar sepuluh preman sekaligus. Tapi melihat tatapan mata Nathan, pria itu segera menundukkan kepalanya, lalu menurunkan tangan dan mempersilahkan Alena untuk masuk ke dalam rumah.

Pak Dino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat kemudian melihat Nathan berjalan masuk dengan seringai tipis di sudut bibirnya.

“Tuan terlihat aneh. Ada apa ya?" Pak Rudi segera mengejar langkah Nathan, khawatir tuannya itu akan membutuhkan sesuatu.

Alena mendengus kesal. Dia sudah lelah. Dia ingin segera pulang ke apartemen dan berendam air hangat. Tapi nampaknya ujian hari ini masih belum berakhir. Gadis itu pun hanya bisa mengikuti mereka masuk ke dalam rumah dengan langkahnya yang gontai.

Namun, keanehan itu belum berakhir. Begitu mereka sampai di ruang tengah, Nathan tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Alena dengan wajahnya yang telah kembali menjadi datar

"Siapkan air mandiku!"

Pak Dino yang berjalan di belakangnya seketika membelalakkan matanya, bahkan sampai mengucek-ngucek telinganya dengan ujung jari kelingking, mengira pendengarannya salah. Biasanya dialah yang menyiapkan segala keperluan pribadi Nathan, termasuk air mandi. Karena tuannya itu tak pernah mau dilayani orang lain selain dirinya.

Tuan Nathan asisten pribadi perempuan itu saja sudah aneh. Dan sekarang malah menyuruh gadis itu menyiapkan air mandinya? Apa matahari sudah terbit dari barat?

Sementara itu, Alena tak kalah terkejut. "Saya…?" tanya gadis itu menunjuk dirinya sendiri. “Menyiapkan air mandi?" ulangnya ragu.

"Kamu menolak perintah?”

"Bukan masalah menolak, tapi itu bukan tugas seorang asisten direktur."

Nathan mengangkat bahu santai. "Tugas asisten adalah melayani dan melaksanakan segala perintah bosnya. Bukankah begitu?"

"Tapi ini sudah di luar jam kerja saya," bantah Alena tegas namun tetap sopan.

Nathan menatapnya sekilas, lalu tersenyum tipis penuh hitungan. Pria itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, kemudian menatap gadis itu tanpa ekspresi

"Kalau begitu, aku akan membayarmu lebih."

"Maksud Tuan?” Alena mengerutkan kening.

"Mulai sekarang, tugasmu adalah bersiaga dua puluh empat jam di sampingku. Dan gajimu akan dinaikkan menjadi tiga kali lipat dari yang perjanjian awal."

Mendengar angka itu, mata Alena seketika membelalak. Bahkan tanpa sadar mulutnya terbuka lebar. Tiga kali lipat? Gadis itu menghitung jari-jarinya. Gajinya sekarang dua puluh juta. Dan tiga kali lipat? Itu artinya… enam puluh juta? Tanpa pikir panjang gadis itu menganggukan kepala dengan cepat.

"Deal. Tiga kali lipat.”

Kedua mata gadis itu menatap ke arah Nathan dengan begitu bersemangat. Hilang sudah rasa lelah bekerja seharian. Bahkan ia sudah lupa dengan rasa kesalnya karena sikap bosnya yang berubah-ubah dan menyebalkan.

Dengan cepat, Alena menoleh ke arah Pak Dino. “Pak, di mana kamar Tuan?”

Pak Dino menelan ludahnya melihat semua yang terjadi di depan matanya. Pria itu segera menoleh ke arah Nathan, dan terlihat Tuan mudanya itu menganggukkan kepala. Akhirnya sambil menelan ludahnya, pak Dino mengarahkan telapak tangannya ke arah tangga yang menuju lantai atas.

"Di lantai atas, Nona. Kamar Tuan ada di ujung koridor sebelah kiri."

"Terima kasih, Pak Dino!" ucap Alena segera membalikkan badannya berlari menuju ke arah tangga dengan tas kerja Nathan yang berada dalam pelukannya. Sesaat kemudian punggung gadis itu sudah menghilang di balik koridor lantai atas.

Melihat punggung gadis itu yang menghilang, Nathan mendengus kesal. Apalagi jika mengingat Alena melewati tangga dengan cara melompati dua anak tangga sekaligus. Begitu bersemangatnya gadis itu hanya karena mendengar gajinya naik menjadi tiga kali lipat.

“Jadi hanya uang yang bisa membuatmu tertarik? batinnya kesal.

Suasana hati pria itu yang sebelumnya sudah membaik ini kembali memburuk. Ada banyak wanita di luar sana yang berbaris ingin berada di posisi Alena, mendambakan perhatiannya, namun gadis itu seolah sama sekali tak peduli pada dirinya atau pesonanya.

Nathan menghempaskan tubuhnya ke sofa di ruang tengah, lalu meraih ponselnya dari saku jas untuk menghubungi orang kepercayaannya.

"Cari tahu siapa yang menyebarkan video tentang Alena."

“Baik, Tuan." Jawab orang di seberang sana.

Nathan terdiam sejenak sebelum melanjutkan. Sorot matanya mengarah ke ujung tangga di mana punggung Alena menghilang. Ada sesuatu yang masih membuatnya merasa resah.

"Dan satu lagi… Temukan segala informasi tentang seorang pria bernama Rudi.”

"Maaf, Tuan… siapa Rudi?"

Nathan ingin mengumpat karena tidak bisa menahan diri. Namun, dia sudah terlanjur memberikan perintah.

“Alena menyebutnya sebagai kakak senior di kampus. Cari tahu semua tentang dia, pekerjaannya, latar belakangnya. Dan sejauh apa hubungannya dengan Alena."

"Baik, Tuan. Akan saya selidiki."

1
мєσωzα
duh, mama ini kenal banget sama sifat anaknya 🤭
Katherina Ajawaila
Ada ya saudara kandung SMP nekat hanya karna kalah saing, amit" selena pasti kamu akan msk prodeo, kalau SMP Nathan liat semua ulah kamu yg neror Alena. dasar jalang tanggung🤑
Katherina Ajawaila
bukan nya kamu lebih senang sm selena Reno, aneh dulu msu di budakin. Selena, dasar laki" tapi ngk punya prinsip,
Katherina Ajawaila
Mantap. Selena aja di jual jg germo, otaknya soalnya jahat
мєσωzα
baru kali ini bodyguard dibuat kesel sama sandera 🤣
Katherina Ajawaila
jijik x liat kelakuan selena kaya jalang ngk laku, ngk ada malu nya bersaing nya mines, pada hal ade kk
Katherina Ajawaila
Alena pinter cerdas ngk sperti kamu selena otaknya hanya dlm celdal
Nar Sih
hukuman yg tepat buat mereka ,tinggal dipenjara semua biar membusuk sekalian
Nar Sih
pasti mereka akan di hukum alena ,nathan dan calon ayah mertua mu pasti ngk akan diam sja
Nar Sih
bnr,,jht nya melebihi setan nih gunawan
Katherina Ajawaila
Seneng banget liat gaya Alena, ngk Neko" teges, ngk manja, 😎
Katherina Ajawaila
amin, ikat sm jadi mempelai ya thour. biar Selena langsung benar' pingsan ngk sadar" , langsung ina ilahi
Nar Sih
bnr kta istri mu richard sebaik nya kmu jujur setidak nya hukuman mu pasti ringan
Katherina Ajawaila
mantap Alena, udh blockir aja org" yg ngk mutu 😎
Katherina Ajawaila
Selena tau nya tipu" sakit sm doyan gebet punya org, itu lah putri kesayangan si sin jipa
Indra Wahyu Rianti
tidak bertele tele
Katherina Ajawaila
Selena bodok taunya hanya dompleng, bisa nua hanya mau nguasain karna bodok utk pengetshuan 🤬
Indra Wahyu Rianti
wah novel tersingkat. 😅 nikah end.
Katherina Ajawaila
Awal perjalanan karier Alana, semoga Nathan menjadi teman yg baik😘
Katherina Ajawaila
keren lah semoga jadi. teman mu Alena /Brokenheart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!