Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:321
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

"Ya udah Ra, aku mau yang ini saja Simple, tapi tetap Elegan, gimana Hubby menurut kamu." sahut Asyifa sambil menunjuk seraya minta pendapat.

"Iya Hubby juga sangat suka yang ini Ay, meskipun nanti kamu pasti akan terlihat sangat Seksi." ucap Ardan.

"Hubby apaan sih bikin malu tau ihhh, di saring kenapa kalau ingin mengucapkan sesuatu." kesal Asyifa.

"Haha santai saja Syifa, aku sudah terbiasa melihat seorang Suami yang Posesif ke Istrinya, huft..termasuk Suamiku juga begitu, baiklah aku siapkan Gaun Couple untuk kalian berdua." tawa Zahra.

Ardan pun hanya tersenyum penuh kemenangan, sedangkan Asyifa mengumpat Suaminya yang tidak pernah di saring dulu di setiap kata yang di keluarkannya.

Kini keduanya sudah berada di Ruangan Zahra, setelah Zahra meminta ke Pegawainya untuk mengurus Pakaian Couple tersebut.

"Oh iya Ra, gimana kabar Kakek Rahmat?" tanya Ardan.

"Alhamdulillah kabar Kakek baik-baik saja, ayo silahkan sambil di..." jawab Zahra.

Zahra pun tidak melanjutkan ucapannya karena ada yang mengetuk pintu serta mengucapkan salam, Zahra pun bangun dari duduknya untuk membukakan pintu, karena mengenali suara seseorang yang mengucapkan salam tersebut, ya yang datang itu Ridho Suaminya Zahra.

Setelah menyambut serta mencium Punggung tangan Suaminya di depan pintu Zahra pun mengajak masuk, karena ingin memperkenalkan Suaminya ke Ardan dan Asyifa, tapi tak di sangka oleh Zahra ternyata Suaminya sudah mengenal dengan Ardan.

"Hey kamu Ardan kan?" tanya Ridho.

"Ya benar Bang, apa kabarnya nih Bang Ridho?" jawab Ardan seraya bertanya balik.

"Alhamdulillah baik! ternyata kamu masih ingat denganku, oh iya kamu sendiri gimana kabarnya nih." jawab Ridho.

"Alhamdulillah aku juga baik-baik saja." sahut Ardan.

"Tunggu dulu Mas, jadi Mas sudah kenal dengan Ardan?" tanya Zahra.

"Ardan inilah Dek orangnya yang Mas ceritakan waktu itu, orang yang sudah membantu Mas." jawab Ridho.

"Hah serius Mas, tidak salah orang kan." kaget Zahra.

"Iya serius lah Dek, sudahlah Mas datang kesini, karena mendapat kabar kalau kamu habis bertarung, kamu tidak apa-apa kan Dek?" ucap Ridho seraya bertanya.

"Haha Bang Ridho itu sudah salah bertanya, harusnya yang di tanya itu orang yang sudah di pukuli oleh Zahra, sampai mati atau masuk ke Rumah Sakit tuh orang." tawa Ardan.

"Ardan diam!!! apa-apaan sih kamu tuh, huft..aku baik-baik saja Mas." tegur Zahra seraya menjawab pertanyaan Suaminya.

"Ya syukurlah Dek!! oh iya Ar kok kamu tahu kalau Zahra bisa beladiri?" tanya Ridho.

"Ya sudah pasti tahu lah Bang!! kan awal bertemu dengan Zahra waktu itu, hampir saja Zahra ingin menghajarku habis-habisan, kalau seandainya tidak menghindar mungkin tidak akan ada Ardan yang sekarang." jawab Ardan.

"Masa sih Hubby, Zahra sampai seperti itu." ucap Asyifa.

"Jangan di percaya Syifa ngomongan Suami kamu itu, waktu itu aku salah paham padanya, lagipula Ardan tidak terkena sedikit pun saat aku menghajarnya." sahut Zahra.

"Ya Mas juga percaya sama kamu Dek, karena Mas juga sudah menyaksikan sendiri kehebatan beladiri nya waktu itu." ucap Ridho.

"Apaan sih Bang! kan waktu itu Abang dan Asisten Abang yang banyak menumbangkan orang-orang itu." sahut Ardan.

"Sudahlah Ar jangan terlalu merendah seperti itu, mungkin bila orang lain akan percaya padamu, tapi kamu tidak bisa merendah di depanku." ucap Ridho.

"Apa Hubby benar-benar sehebat itu, tapi saat pertama bertemu dengannya juga gerakannya sangat akurat dan terukur saat melawan musuh." batin Asyifa.

Setelah saling mengenal satu sama lain serta saling bercerita tak lama Ardan berpamitan untuk langsung pulang, karena sudah sore serta sebentar lagi juga mau Maghrib.

.

.

Tiga Hari Kemudian

Ardan yang sudah rapi sedang menunggu Asyifa keluar dari Kamar sedang berdandan, tak lama terdengar suara Sepatu Hill yang melangkah serta menuruni tangga dengan Anggunnya Asyifa mendekat ke Suaminya.

"Subhanallah Bidadariku ini sungguh aaa Ay melihat kamu seperti ini, rasanya ingin mengurung kamu di dalam Kamar deh." puji Ardan sambil memeluk Istrinya.

"Ish Hubby ngomong apaan sih, tolong yah pelukannya jangan sampai merusak gaun yah By." pinta Asyifa.

"Iya tenang saja Ay, huft..pasti di sana banyak Pria hidung belang menatap kamu nih, karena kamu sungguh sangat Cantik seperti Bidadari." ucap Ardan.

"Ck.apa Hubby saja yang khawatir aku juga sama rasanya tidak rela, kalau di sana para Cewek genit melihat Suamiku yang Tampan tiada duanya ini." kesal Asyifa.

"Ya udah kalau begitu kita di Rumah saja yah, kan lebih baik kita bikinin Cucu untuk Mama." saran Ardan.

"Ish dasar kamu saja yang mesum By, aku enggak enak tahu dengan Nina kalau sampai tidak datang." kesal Asyifa.

"Huft..ya udah yuk berangkat, tapi ingat jangan jauh-jauh dariku." pasrah Ardan.

"Iya Hubby iya!! aku bakal nurut sama kamu By." sahut Asyifa.

"Huft..ternyata Suamiku ini begitu sangat Posesif padaku sampai seperti ini, tapi kenapa aku merasa senang yah di Posesif kan olehnya, padahal dulu aku sangat benci dengan Cowok yang Posesif." batin Asyifa.

.

.

Di Tempat Acara Resepsi

"Nin katanya sudah di kasih Undangannya ke Syifa, tapi sampai sekarang belum kelihatan juga orangnya." ucap Risma.

"Ya memang sudah Ris dan yang menerima juga langsung Asyifa sendiri, mungkin sedang dalam perjalanan dan sebentar lagi juga datang, tunggu saja sebentar lagi." sahut Nina.

"Baiklah kita tunggu saja, hmm apa kabarnya yah Asyifa sekarang, setelah kabar perceraian yang dulu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya." ucap Risma.

"Sekarang dia terlihat baik-baik saja dan satu lagi dia juga sudah mempunyai Suami yang baru." sahut Nina sambil memberitahu.

"Hah!! maksudnya kamu itu Asyifa sudah menikah lagi, kok kamu tahu berarti kamu di Undang kan di Pernikahannya, tapi kenapa aku tidak dapat Undangannya yah." kaget Risma.

"Yeay!! aku juga sama seperti kamu tidak di Undang, aku tahu karena kemaren aku ketemu dengannya dan bercerita sebentar." ucap Nina.

"Oh jadi seperti itu, aku kira Syifa sudah melupakan aku Sahabatnya, tapi kenapa Syifa tidak mengundang kita yah Nin?" tanya Risma.

"Ya karena Syifa pasti merasa malu, untuk mengundang kita sebagai teman-temannya."

Jawab seorang Wanita yang berpakaian cukup Seksi yang baru datang sendirian bernama Mila menghampiri keduanya yang sedang asyik ngobrol santai nya.

"Maksudnya apa kamu ngomong yang seperti itu Mil?" tanya Risma.

"Maksudnya aku itu Syifa di Nikah kan secara paksa, karena ketahuan oleh Warga sedang berbuat Zinah di Rumahnya sendiri." jawab Mila.

"Tidak mungkin Syifa melakukan seperti..." ucap Nina terpotong.

"Ya memang benar apa yang Mila katakan...

Bersambung

          ~ See You Next ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!