Indonesia
NovelToon NovelToon
KISAH CINTA YANG BERACUN

KISAH CINTA YANG BERACUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Obsesi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

`KISAH CINTA YANG BERACUN`

Mereka kembar identik.
Tapi hidup mereka tidak pernah sama.

Lea Anggita. Ceria, pemberani, agak ceroboh. Tumbuh berkecukupan di luar negeri bersama ibunya.

Alia Anggita. Pintar, berprestasi, pendiam. Tumbuh dalam kesederhanaan bersama neneknya setelah ayah mereka meninggal.

Satu-satunya yang menyatukan mereka: pesan tiap malam.

Sampai suatu hari, pesan dari Alia berubah.
`Aku malu, Lea. Aku nggak mau sekolah lagi.`

Pria yang Alia cintai... ternyata hanya mempermainkannya.
Menjadikannya bahan taruhan.
Dan mempermalukannya di depan satu sekolah.

Nama pria itu: *Teo Ozawa*.
PENGUASA SMA OZAWA.
TIRAN YANG SEHARUSNYA DIHINDARI, BUKAN DICINTAI.

Dan Lea tidak terima.
Jika kakaknya tidak bisa membela diri...
Maka Lea yang akan datang.
Menyamar jadi Alia.
Dan membuat Teo Ozawa membayarnya.

Masalahnya...
Bagaimana jika tiran itu... mulai jatuh cinta pada "Alia" yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 _Jebakan Kamar Hotel, Koordinat yang Berkhianat, dan Amukan Sang Singa

...BAB 29 _Jebakan Kamar Hotel, Koordinat yang Berkhianat, dan Amukan Sang Singa...

Langkah kaki Lea dan Ethan bergegas meninggalkan pintu darurat kafe, menghindari kejaran Teo Ozawa yang hampir saja memergoki mereka. Tanpa pikir panjang, Ethan langsung mencegat taksi pertama yang melintas dan mendorong Lea masuk ke dalam, sebelum ia sendiri ikut duduk di samping gadis itu dengan napas masih memburu.

`"Cepat jalan ke Hotel Grand Capital!"` perintah Ethan kepada sang sopir dengan nada tegas.

Di dalam taksi yang melaju kencang membelah kemacetan sore Jakarta, suasana terasa begitu menyesakkan. Lea sama sekali tidak peduli ke mana Ethan membawanya saat ini; pikiran, logika, dan fokusnya sepenuhnya tersita oleh bayangan wajah Teo Ozawa yang tadi menatapnya tajam dari balik dinding kaca kafe.

`Teo tahu. Dia pasti tahu aku bukan Alia yang asli,` batin Lea bergemuruh ketakutan, menggigit bibir bawahnya hingga pucat. `Jika Teo berhasil membongkar identitasnya, seluruh rencana balas dendam yang sudah dirancangnya dengan darah dan air mata akan musnah dalam sekejap.`

Tak butuh waktu lama, taksi tersebut berhenti di depan lobi hotel bintang lima tempat Ethan menginap selama berminggu-minggu. Tanpa menunggu waktu lama, Ethan menarik pergelangan tangan Lea dengan erat, menuntun gadis itu masuk ke dalam lift privat yang langsung membawanya naik ke kamar suite lantai atas.

Begitu pintu kamar hotel tertutup rapat dan terkunci dari dalam, Ethan langsung berbalik menatap Lea. Sisa-sisa air mata frustrasi yang tadi sempat tumpah kini berganti dengan kilatan tekad yang menggebu-gebu di mata pria berambut pirang itu.

Ia tidak ingin membuang kesempatan ini. Bagi Ethan, keberadaan Lea di hadapannya saat ini adalah satu-satunya kesempatan emas untuk membawa kekasihnya kembali ke Melbourne.

`"Sekarang kita sudah di sini, Lea,"` ucap Ethan dengan suara parau, melangkah mendekat sementara Lea berjalan mundur hingga punggungnya membentur pintu kamar yang tertutup. `"Kamu tidak bisa lari lagi. Ayo kita bicara serius."`

Lea mendengus pelan, mencoba menepis rasa paniknya dan memasang wajah dingin. `"Ethan, aku sudah bilang, urusanku di sini belum—"`

`"Urusan apa, Lea?!"` potong Ethan dengan nada suara meninggi, frustrasinya kembali meledak. Ia mencengkeram kedua sisi kusen pintu di sebelah kepala Lea, memenjarakan tubuh gadis itu agar tidak bisa kabur. `"Kamu menghilang ke Jakarta, tinggal entah di mana, mengabaikanku selama berminggu-minggu, lalu tadi aku melihatmu ketakutan setengah mati di kafe! Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dariku?!"`

`"Bukan urusanmu!"` balas Lea tajam, mencoba mendorong dada Ethan, namun tenaga pria itu jauh lebih besar.

`"Ini urusanku karena aku mencintaimu!"` teriak Ethan putus asa. Ia menangkup wajah Lea dengan kedua tangannya, menatap manik mata gadis itu lekat-lekat. `"Kumohon, Lea... lupakan semua hal gila yang sedang kamu lakukan di Jakarta ini. Ikut aku pulang ke Melbourne malam ini juga. Tiketnya sudah bisa diurus. Kita tinggalkan tempat ini, kita mulai semuanya dari awal, dan aku berjanji tidak akan pernah membahas perselingkuhanmu lagi."`

Mendengar bujukan yang terus diulang-ulang itu, alih-alih tersentuh, Lea justru merasakan gelombang kepanikan yang berbeda.

Ia melirik sekilas ke arah jam dinding kamar hotel yang menunjukkan pukul lima sore lewat empat puluh menit. Waktu berjalan terlalu cepat.

 

Jauh dari ketegangan di kamar hotel tempat Ethan dan Lea berdebat, suasana di dalam penthouse mewah berlantai marmer dingin justru terasa jauh lebih mencekam.

Jarum jam dinding antik berdetak pelan, menunjukkan pukul lima lewat empat puluh lima sore.

Julian berdiri tegak di dekat jendela kaca raksasa yang menghadap langsung ke panorama langit kota Jakarta. Matanya tidak lepas dari benda pipih berwarna hitam yang menyala di genggamannya. Di atas layar ponsel pintar itu, sebuah titik merah menyala terang, memancarkan koordinat GPS real-time yang terhubung langsung dengan ponsel milik Lea.

Sejak awal, Julian tidak pernah benar-benar membiarkan Lea lepas dari pengawasannya. Tanpa sepengetahuan gadis itu, ia telah memasang chip pelacak berteknologi tinggi pada ponsel Lea. Bagi Julian, posesif bukan lagi sebuah pilihan, melainkan bentuk perlindungan mutlak yang tidak boleh diganggu gugat.

Awalnya, Julian berusaha menepati janjinya untuk bersabar dan tidak mengekang rencana gadis itu pada keluarga Ozawa. Namun, kesabaran seorang Julian bukanlah sesuatu yang luas. Faktanya, kesabaran pria itu jauh lebih tipis dari selembar tisu.

Dan detik ini, batas kesabaran itu resmi robek berkeping-keping.

Manik mata Julian menyipit tajam menatap titik merah yang tertera di layar. Alis tebalnya bertaut kelam.

`"Urusan keluarga di kafe dekat sini...?"` gumam Julian dengan suara rendah yang terdengar berbahaya, mengulang alasan yang tadi diucapkan Lea sebelum pergi.

Jari telunjuknya mengetuk layar, memperbesar peta koordinat tersebut hingga mendetail. Titik merah itu tidak bergerak di kafe tempat Lea berjanji untuk menemui sepupunya. Titik itu justru berdiam statis di sebuah lokasi lain yang sangat spesifik dan sangat ia kenal—sebuah kamar suite di hotel bintang lima elit, Hotel Grand Capital.

`Di hotel? Kenapa dia di hotel?!`

Darah Julian mendadak mendidih. Kilatan amarah yang pekat langsung merayap naik ke sepasang manik matanya, menghancurkan sisa-sisa kewarasan yang sejak tadi ia tahan demi menyenangkan hati kekasihnya.

`"Sialan..."` cibir Julian tajam, rahangnya mengeras hingga otot-otot di pipinya berkedut hebat.

Dengan gerakan sangat frustrasi, ia menyugar rambut hitamnya ke belakang menggunakan satu tangan, napasnya memburu berat bagai binatang buas yang baru saja menyadari dibohongi mangsanya. Kenakalan apa lagi yang sedang dibuat oleh kekasihnya di belakangnya? Siapa yang berani ditemui Lea di dalam kamar hotel mewah tertutup, jika bukan pria masa lalunya dari Melbourne—si keparat bernama Ethan itu?

Julian tidak butuh waktu lama untuk berpikir dua kali. Ia adalah penguasa mutlak yang tidak pernah sudi dibohongi, apalagi dikhianati oleh wanita yang sudah ia anggap sebagai miliknya seutuhnya.

Tanpa membuang satu detik pun, Julian langsung berbalik badan, menyambar kunci mobil sport mewah bermerek mahal yang tergeletak di atas meja konsol, serta sebuah pistol genggam berkaliber kecil yang ia selipkan di balik jasnya dengan gerakan dingin terlatih.

Langkah kakinya yang lebar membawanya keluar dari penthouse dengan aura kematian yang mengikutinya di setiap jejak. Pintu lift pribadi tertutup dengan bunyi dentingan dingin, membawa sang milyarder turun ke lantai dasar untuk satu misi mutlak: menyeret Lea pulang, membongkar kebohongannya, dan menghabisi siapapun pria sialan yang berani menyentuh apa yang menjadi miliknya.

 

1
falea sezi
lanjut
falea sezi
suka cwek badasss gini
Park ha: ini versi kebalikannya kinara wkwkkw... kinara sana rian dah mau tamat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!