Indonesia
NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:32.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Pagi hari di kaki Gunung Salak disambut oleh sejuknya hawa pegunungan dan lantunan azan Subuh yang menentramkan. Usai menunaikan shalat Subuh dan menikmati sarapan hangat yang disiapkan bersama di penginapan, semangat rombongan kecil itu makin membara. Sinar matahari pagi yang menembus sela-sela pepohonan pinus menyinari Van abu-abu milik Niza yang terparkir rapi.

Dengan tas carrier terikat kuat di punggung dan perbekalan yang lengkap, rombongan, Niza, Dias, Yoga, dan yang lainnya mulai melangkahkan kaki menapak jalur pendakian.

Perjalanan naik terasa begitu menyenangkan. Di sepanjang jalur, mata mereka dimanjakan oleh pemandangan hutan tropis yang asri, hijau yang membentang luas, serta kicauan burung-burung liar. Niza, yang fisiknya kembali bugar total tanpa sisa rasa sakit, berjalan paling depan memimpin rombongan dengan penuh stamina dan keceriaan.

"Ayo, Mas Dias! Jangan mau kalah sama yang perempuan!" goda Niza sambil melompati perakaran pohon besar dengan gesit.

Dias yang berjalan di belakangnya menyapu keringat di dahi sambil tertawa renyah. "Aduh, Niza... Mas ini PNS yang biasanya duduk manis di balik meja kantor dengan ruangan ber AC, Jangan disamakan sama kamu yang tiap hari macul di ladang!"

Gelak tawa menyelimuti sepanjang jalur pendakian. Tanpa mengambil waktu istirahat yang terlalu lama di tiap pos, ritme jalan mereka sangat konstan dan lancar. Dorongan udara segar dan semangat yang membara membawa mereka berhasil menaklukkan jalur tanjakan terjal, hingga akhirnya, tepat siang hari , rombongan berhasil berpijak di Puncak Gunung Salak!

"Alhamdulillah... masyaaAllah.... pemandangan di sini sangat luar biasa" Seru Niza menghirup udara segar meski cuaca sedang terik.tidak ada aroma knalpot, tidak ada aroma asap pembakaran sampah.

Pemandangan samudera awan yang membentang di bawah langit biru membayar tuntas setiap tetes keringat. Mereka berfoto, bersenda gurau, dan menikmati angin puncak yang berembus kencang. Setelah beristirahat dan melakukan ibadah rutin serta mengisi energi kembali dengan makan roti dan susu , mereka memutuskan untuk turun kembali setelah puas melihat Ciptaan Allah yang sangat indah.

Namun, pepatah lama para pendaki terbukti nyata hari itu, menaikkan kaki ke puncak itu soal tekad dan semangat yang luar biasa, tapi menurunkan badan kembali ke bawah adalah ujian fisik yang sesungguhnya.

Saat matahari mulai bergeser ke barat dan rombongan memutuskan untuk berjalan turun, medan pendakian yang tadi pagi mereka lewati mendadak berubah menjadi sangat menyiksa. Jalur tanah yang curam, licin, dan dipenuhi batu-batu lepas membuat lutut serta persendian kaki mereka gemetar hebat.

SRREEEKK!

"Aduh!" jerit Nina saat kakinya terpeleset tanah gembur, beruntung Yoga dengan cepat menangkap tas carrier-nya dari belakang.

Tak jauh dari situ, Dias juga sempat kehilangan keseimbangan hingga terduduk di tanah. "Astaghfirullah.....! Benar kata orang, turun gunung jauh lebih bikin lutut mau lepas daripada saat naik!" sahut Dias sambil memegangi lututnya yang bergetar hebat.

Niza memutar badan, dengan lincah memasang badannya menjadi penahan dan membantu Dias serta Nina berdiri. Meskipun tenaga Niza masih cukup prima, ia menyadari kondisi fisik teman-temannya sudah mencapai batas kemampuan. Kabut sore pun mulai turun dengan cepat, menutupi pandangan dan membuat suhu udara merosot tajam.

Saat rombongan berhasil menembus vegetasi basah dan tiba di area datar Pos 2, Dias dan Yoga langsung terduduk lemas di atas tanah, napas mereka terengah-engah.

"Kita... kita tidak bisa memaksakan turun sampai ke parkiran malam ini," ujar Dias sambil mengusap napasnya yang berat. "Kaki sudah lemas begini, risikonya terlalu besar kalau terpeleset lagi dalam gelap."

Niza mengangguk setuju dengan keputusan bijak itu. keselamatan harus selalu diutamakan. "Setuju, Mas Dias. Kita mendirikan tenda dan menginap semalam lagi di Pos 2 ini. Esok pagi saat badan sudah segar dan hari terang, baru kita tuntaskan perjalanan turun."

Dalam waktu singkat, kerja sama tim yang solid kembali terlihat. Dias dan Yoga memasang kerangka tenda dome, sementara Niza dan Nina dengan cekatan menyiapkan alat masak perkemahan, memasang tabung gas mini pada kompor portabel...

Tak lama kemudian, aroma harum mi rebus telur bercampur sawi serta bertaburan rawit dan teh tubruk hangat membumbung tinggi dari depan pintu tenda, mengalahkan hawa dingin Pos 2 yang menusuk tulang.

"masyaaAllah... nikmat sekali!" desah Yoga setelah menyeruput kuah mi panas dari mangkuk sengnya.

Mereka melingkar di dalam dan sekitar tenda, saling menertawakan pengalaman konyol saat terpeleset di jalur tadi. Suara tawa dan obrolan hangat kembali memecah keheningan malam di Pos 2.

Niza duduk di pintu tenda, memegangi gelas seng berisi teh tubruk. Dari ketinggian Pos 2, ia menatap kerlap-kerlip lampu pemukiman warga di kejauhan yang tampak seperti hamparan bintang di bumi. Ia memegang liontin NiZa di dadanya, merasakan kebahagiaan dan ketenangan yang sempurna, _______

Sore hari di kawasan Jakarta Pusat terasa begitu sibuk dan riuh. Deretan kendaraan bermotor memadati jalan raya, sementara ratusan orang berlarian mengejar bus untuk pulang bekerja dan kuliah.

Tania melangkah pelan keluar dari gerbang kampus menuju halte busway terdekat. Sejak pertama kuliah , sosok Taniza yang sederhana dan tak suka memamerkan kekayaan selalu menolak jika diantar jemput oleh mobil mewah atau sopir pribadi keluarga Hasanuddin. Bagi Tania, menaiki transportasi umum seperti Bus TransJakarta membuatnya merasa menjadi orang biasa yang mandiri dan menyatu dengan masyarakat.

Namun, di belakang Tania, dua orang pengawal pribadi suruhan Ameer yang berpakaian preman tetap membuntutinya dari jarak aman. Mereka ditugaskan secara khusus untuk mengawasi dan memastikan keselamatan Tania selama Ameer berada di Amerika.

Tania berjalan menyusuri koridor halte TransJakarta yang sudah dipadati oleh calon penumpang. Jam sibuk saat sore membuat halte itu penuh sesak. Udara terasa pengap oleh desakan manusia.

Tak lama kemudian, Bus TransJakarta koridor utama datang dan merapat di pintu halte. Pintu geser otomatis terbuka, dan seketika gelombang penumpang langsung berdesak-desakan ingin masuk.

"Ayo masuk, Bu! Mas! Jangan dorong-dorong!" teriak petugas halte berusaha mengatur kerumunan.

Sistem pemisahan area penumpang, di mana bagian depan bus khusus untuk wanita dan bagian belakang untuk pria, membuat situasi makin sulit bagi dua pengawal Ameer. Karena arus desakan penumpang yang sangat kuat, kedua pengawal berbadan tegap itu terpisah beberapa meter dari Tania dan terpaksa bergerak menuju pintu belakang khusus pria.

Dari kejauhan, salah satu pengawal melihat sekilas kerudung hitam Tania yang bergerak masuk ke dalam pintu depan bus yang sangat padat.

"Target sudah masuk di pintu depan," bisik pengawal itu melalui earpiece kecil ke rekannya. "Ayo ikut masuk!"

Kedua pengawal itu berjuang menembus kerumunan dan berhasil menginjakkan kaki di bagian belakang bus tepat saat bel pintu otomatis berbunyi dan bus mulai melaju meninggalkan halte.

Namun, apa yang tidak disadari oleh para pengawal adalah, Tania tidak pernah berada di dalam bus tersebut.

Saat Tania mencoba melangkah masuk ke pintu depan, himpitan penumpang di dalam bus terlalu padat hingga ia kesusahan bernapas. Sifat Tania yang lembut dan suka mengalah membuatnya memilih mundur daripada pintu tidak bisa tertutup. Ia melangkah keluar kembali ke peron halte tepat beberapa detik sebelum pintu bus tertutup rapat dan kendaraan besar itu bergerak maju.

_______

Apa yang terjadi selanjutnya pada Tania....Yuh komen ...

Jangan lupa dukungannya ya..!, Terimakasih 🙏🏻🥰

1
Sri Supriatin
Trims upnya Thor, saya mo siap2 ikut pesta Ameer n Tania mo beli barang2 branded habis dpt sawer di desa 🤭🤭
Sri Supriatin
Terhafu n bahagia thor 😍😍🙏🙏
Humay Uum
tinggal mengatasi simantan yg belum yg lagi merasa Menang tapi masuk perangkap 🤭semangat thoor
@Mita🥰
lanjut 🥰
@Mita🥰
semoga jodoh bang Diaz taniza😍😍😍
Sri Supriatin
maantap hr ini up 4 bab 🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Tjs upnya thor selamat mlm n beristirahat Indo🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Dias lamar Taniza dong... Pasti pestanya disumbang kakek😍😍😍
Sri Supriatin
Gara2 kalung nama tertukar semua menuju kebahagian.... Jadi pengen hadir🤭😍😍😍
@Mita🥰
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
suti markonah
asal usul tania taniza jg perlu di selidiki thor~ke kaya'ab orang tua nya skrg siapa yg ngambil alih
suti markonah
tp ngmg² keluarga besar tania taniza yg asli gimana thor?..tentu nya mereka selain orang tua nya, tentu ada keluarga lain jg seperti kakek nenek paman bibi..trs kekayaan orang tua mereka, bukan kah orang tua nya kaya?.tentu saja mereka berdua pewarisnya
@Mita🥰: keluarga besarnya kan gak ada yang mau ngurus mereka
total 2 replies
suti markonah
sekalian saja taniza nikah sm mas dias
Humay Uum
waahh makin seru j ni gosip biar lah gosip tapi Amer dan Tania tetap maju ayooo kita kasih semangat 💪💪 kondangan onlien eey 🤭😍
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻
baru kemarin 2 di lapangan desa mendarat helikopter , anggota TNI angkatan udara berlatih di desa kami, dari rumah sampai lari-lari, ikut nonton 🤭🤭🤭
suti markonah
iki mending warga heboh karna ke datangan helikopter..lha aku mbiyen krungu suoro montor mebur langsung metu dongak nduwur
suti markonah
di lanjut thorrr🙏🙏🙏🙏di tunggu pertemuan 2 keluarga tania end taniza
Sukarti Wijaya
🤣🤣🤣🤣🤣 penyambutan yang menghebohkan warga desa👍
suti markonah
tania jgn lupa pembaca setia mu di sawer jg ya~
suti markonah
YA ALLAH thorr aku lagi dag dig dug mikir gmn pertemuan ameer dan mertua nya kok yo adoh temen perjalan'ne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!