"Kenapa hanya karna anak ini terlahir sebagai wanita sampai di buang begitu saja? kau ibu yang tak perasaan" teriak nya sambil mengutuk perbuatan seseorang wanita yang membuang bayi nya di pinggir sungai
Penasaran dengan cerita ini yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua dua
"kakak Sepupu Nian nian.... kau bersembunyi di mana?" teriak Nyin Cao. Nyin Cao langsung berlari ke kediaman. sang bibi saat tahu kalau Nian Cao sudah kembali. dulu umur Nyin Cao lima tahu, begitu dekat dengan Nian Cao. menurut Nyin Cao, Nian Cao itu ceria dan cerewet seperti nya. setiap pertanyaan Nian Cao akan menjawab nya dengan lembut,. tidak akan marah atau pun menanggap Nyin Cao cerewet.
Nyonya Anhi Cao langsung menatap Nian Cao. Nian Cao pun mengangguk memberikan You you kepada sang bibi, Nian Cao pun langsung meneteskan darah nya kepada cincin ruang. setelah darah nya menyerap, Nian Cao pun langsung mengibaskan tangannya, semua rak-rak besar yang penuh dengan ramuan pun langsung hilang. Nian Cao dan Nyonya Anhi Cao pun segera keluar dari ruang itu, You you yang didalam gendongan sang Ibu pun tertidur. You you merasa mata nya sangat berat, Nyonya Anhi Cao pun menepuk-menepuk bokong You you. Nyonya Anhi Cao tahu putri nya sudah mengeluarkan kekuatan yang besar, jadi Nyonya Anhi Cao membiarkan You you tertidur.
"Nyin'er jangan teriak-teriak seperti itu... ini tempat tinggal sayang" tegur Nyonya Anhi Cao. Nyin Cao tersenyum miring mendengar teguran bibi cantik nya itu, Nyin Cao pun melihat Nian Cao berjalan dibelakang sang bibi.
"Oh... kakak sepupu ku yang cantik, akhirnya Nyin'er bertemu lagi dengan mu... lima tahun terasa lima ribu tahun kakak sepupu ku yang cantik" ucap Nyin Cao. Nian Cao terkekeh geli mendengar ucapan dari sang sepupunya itu, Nyonya Anhi Cao menggelengkan kepalanya. menurut Nyonya Anhi Cao, Nyin Cao dan Nian Cao itu seperti saudara kandung, karena ketiga jie jie nya itu tidak seperti Nyin Cao si cerewet.
Sedangkan Raja Cao dan ketiga adiknya berserta Tuan Lao Yun. Mereka setelah selesai hukuman para penghianat, Raja Cao mengajak keempat nya masuk ke ruang kerja nya. Khon Cao yang banyak bicara pun langsung diam, saat mode Gege pertama nya serius.
"Kita tidak mungkin diam terus.... seperti nya kita harus segera memberantas orang-orang Xianxi, orang-orang Xianxi ini sudah sangat tidak bisa kita toleransi lagi...." ucap Raja Cao. Khon Cao dan Kaisar Qing Cao juga Jendral Khen Cao dan juga Tuan Lao Yun mengangguk, mereka berkumpul karena ingin membahas orang-orang Xianxi yang semakin ganas terhadap rakyat yang tinggal di desa-desa. perampasan dan penculikan anak perempuan pun semakin banyak, bukan hanya itu. orang-orang suku Xianxi itu sering memperkosa para istri atau menantu warga desa, jadi Raja Cao tidak bisa terus menutup mata lagi. dulu dia percaya dengan salah satu jendral yang berkhianat, tapi saat tahu bila jendral itu bersekongkol-kongkol Raja Cao langsung menghukum mati para penghianat itu.
"Tapi kita juga tidak bisa gegabah Gege.... suku Xianxi itu sangat licik dan ambisius, mereka dengan curang menaburkan bius di minuman para prajurit.... kita harus mencari tahu, siapa orang-orang yang membuat mereka masuk ke dapur para prajurit" ucap Kaisar Qing Cao. Raja Cao Khon Cao juga jendral Khen Cao mengangguk setuju, Raja Cao juga mengiyakan ucapan adik bungsu nya.
Saat mereka sedang serius memikirkan tentang masalah ini, Tuan Lao Yun mendengar bisikan tak kasat mata dari putrinya. Tuan Lao Yun yang tadi sedang meminum teh pun langsung menyembur air teh itu, dia terkejut bila suara putri nya bisa sampai ruang kerja kakak ipar nya.
Uhuk
Uhuk
"Adik ipar kau kenapa? cangkir teh nya jangan sampai kau telan" ucap Khon Cao. Tuan Lao Yun yang tersedak pun mendongak menyipitkan matanya, Tuan Lao Yun dan Khon Cao juga Kaisar Qing Cao teman masa kecil. jadi Tuan Lao Yun itu terbilang berani terhadap dua teman nya itu.
"Kakak ipar.... mulut Anda begitu tajam ya? aku tidak semaruk itu, untuk menelan cangkir teh panas" ucap kesal Tuan Lao Yun. Khon Cao hanya mengangguk tanpa bersalah, dia langsung melirik Raja Cao. Raja Cao hanya bisa menggelengkan kepalanya, adik ketiga nya ini memang tak bisa dia.
"Ayah.... culuh paman Laja butan butu yang belwalna bilu, itu butit olang yang membantu cutu Xianxi macut tepelbatacan" seru You you. itu yang membuat Tuan Lao Yun tersedak air teh, yang baru masuk kedalam mulutnya.
"Kakak ipar pertama instruksi.... aku mendapatkan bisikkan tak kasat mata, itu di dalam laci meja mu. terdapat bukti penghianat orang yang membantu suku Xianxi masuk perbatasan dan dapur kita" ucap Tuan Lao Yun. You you yang mendengar ucapan sang ayah pun langsung mencabik, dia benar-benar kesal kepada sang ayah di bilang tak kasat mata.
"Atu butan hantu loh ya.... ceenat nya aja bilang tat tacat mata, huuuh punya ayah tot demen menictatan, putlinya.... tidat bica fi di bialtan ayah Atu ini, tali-tali atu tacih pelajalan" gumam You you.
................
BRAK
"Brengsek......... jadi para penjaga itu, ada yang kerjasama dengan para suku Xianxi? kurang ajar.... kamu membela para pembelot itu, dari pada warga nya? pengawal..... tangkap orang-orang yang terdaftar di buku ini, seret mereka dan keluarga nya. bawa keluarga mereka yang bayi juga.... aku tidak terima ucapan kasihan, para penjaga itu juga tidak kasihan terhadap warga desa dan para anak perempuan yang di ambil paksa oleh suku Xianxi" teriak murka Raja Cao. keempat adik dan adik ipar nya pun langsung menegang, mereka tidak baca bukti itu. Mereka menunggu Raja Cao selesai membaca, tapi saat selesai membaca Raja Cao begitu murka.
"Untung nih jantung buatan sang pencipta... andai buatan ibu, mungkin sudah loncat dia dari tempat nya?" gumam Khon Cao. Raja Cao melirik tajam kearah adik nya itu, Khon Cao tersenyum manis saat melihat tatapan tajam dari Gege pertama nya itu.
"Hehehe bercanda aku Gege..." ucap Khon Cao sambil tersenyum manis. Raja Cao mendengus mendengar jawaban konyol adiknya itu. Raja Cao menatap Tuan Lao Yun, Tuan Lao Yun yang di tatap pun langsung menunduk.
"Dari mana kau mendapatkan bisik kan tak kasat mata itu adik ipar? perasaan kita sudah beberapa kali mendapatkan bukti kejahatan para penghianat itu? Yang aku binggung kenapa tidak ada penjaga yang melihat seseorang masuk ruang kerja ku?" tanya Raja Cao. Tuan Lao Yun hanya bisa pasrah dengan pertanyaan kakak ipar pertama nya itu.
"Permisi Yang Mulia Raja Cao.... hamba di perintahkan Nyonya Anhi Cao untuk mengantarkan cemilan untuk Tuan Lao Yun" ucap Kasim pribadi Raja Cao. Raja Cao mengerutkan alisnya, bukan hanya Raja Cao. Khon Cao dan Kaisar Qing Cao juga Jendral Khen Cao saling lirik, sedang Tuan Lao Yun mengelus dadanya.
"Istri ku ini benar-benar luar biasa.... andai bukan dia yang mengirimkan makan siang ini, mungkin keempat orang posesif ini akan terus mengincar ku" gumam Tuan Lao Yun. Tuan Lao Yun pun bangun dari tempat nya, dia mengambil kotak yang tertutup rapih itu. dia mengambil kotak itu dan menaruh kotak itu dan siap membuka nya.
Plak
"Jangan pelit.... adik ku juga pasti ingin kau berbagi cemilan itu untuk kita" ucap Khon Cao. setelah menepuk lengan Tuan Lao Yun. Tuan Lao Yun pun cemberut mendapatkan perlakuan yang membuat nya kesal, Tuan Lao Yun melihat wajah Khon Cao yang berlaga seperti kakak ipar yang baik hati itu. Khon Cao pun tidak memperdulikan tatapan adik iparnya itu, dia pun langsung membuka kotak yang dikirim oleh adiknya.
"Seperti nya ini cemilan yang lezat ya?" ucap Khon Cao. dia membuka kotak itu, mata nya membulat saat melihat isi kotak yang membuat dia tercengang.
.
.
"ULAT AIR?"teriak Khon Cao. Raja Cao dan Kaisar Qing Cao juga Tuan Lao Yun langsung berdiri dan mereka pun langsung merapatkan diri mereka, Khon Cao juga langsung berdiri. hanya jendral Khen Cao menatap ulat kecil yang di dalam kotak, dia melirik Tuan Lao Yun dan tertawa lepas.
"Lacatan itu... bilang Atu tat tacat mata, You you dilawan... ayo ciapa lagi yang belani dengan plinceec cetci ini?
.
BERSAMBUNG........
bisikan tak kasat meta = Hantu atau Jin
kalau gitu, aku panggil Jin You aja 🤣
malah yg kena pamannya🤣🤣