Indonesia
NovelToon NovelToon
THE SAINTESS BEHIND THE WHITE VEIL: THE GODS ARE OBSESSED WITH ME

THE SAINTESS BEHIND THE WHITE VEIL: THE GODS ARE OBSESSED WITH ME

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Komedi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah seorang biarawati cantik yang tinggal di Grand Temple of Olympus, kuil terbesar sekaligus pusat kekuasaan agama di Kekaisaran Celestia. Ia selalu mengenakan cadar putih untuk menyembunyikan wajahnya yang luar biasa indah, rambut pirang keemasan, dan mata biru jernih. Namun, Ophelia memiliki rahasia aneh: ia dapat melihat layar misterius berisi percakapan para dewa dan dewi. Awalnya ia mengira dirinya gila, sampai para dewa mulai berebut memberinya berkah. Ketika Saintess resmi terpilih dan konspirasi kuil dimulai, Ophelia perlahan menyadari bahwa dirinya adalah Saintess sejati. Sayangnya, para dewa ternyata jauh lebih merepotkan daripada manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Three Seconds of Divine Silence

Gema langkah kaki Lucien yang berat perlahan menghilang di belokan koridor pualam, menyisakan ketenangan pasca-badai yang begitu ganjil. Ophelia Elizhabet de Ceolum mengembuskan napas panjang. Ia mengatur kembali posisi cangkir teh herbal di atas nampan kayunya, memastikan tidak ada noda air yang membekas akibat ulah sihir angin Cassian beberapa saat lalu.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Biasanya, setiap kali dua pahlawan utama kekaisaran berhadapan dan memperebutkan perhatian sang tokoh utama, layar keemasan di atas kepala Ophelia akan meledak oleh ratusan komentar panik, sorak-sorai, atau debat kusir antardewa. Dewa Perang akan menuntut pertumpahan darah, Dewi Cinta akan membuat teori konspirasi romansa yang tidak masuk akal, dan Dewi Kecantikan akan mengkritik estetika pertarungan mereka.

Hari ini, hal itu tidak terjadi.

Layar transparan yang melayang tepat dua puluh sentimeter di depan wajah Ophelia membeku. Tidak ada obrolan yang bergulir naik. Tidak ada pemberitahuan berkah yang masuk. Bahkan kotak dialog sistem yang biasanya memuat kalkulasi tingkat kesadaran mentalnya mendadak berhenti berkedip.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

Keheningan total yang berlangsung selama tiga detik itu terasa jauh lebih menakutkan daripada ledakan sihir tingkat tinggi mana pun.

Ophelia menghentikan langkah kakinya di depan pintu kayu jati berukir yang menuju ke area kediaman Pendeta Tinggi. Ia memiringkan kepalanya tipis di balik cadar putih, menatap layar status yang mendadak kosong melompong tanpa teks tunggal pun.

"Apakah... para dewa akhirnya bosan padaku?" bisik Ophelia lirih. Ada nada harapan yang begitu membuncah dalam suaranya. Bisakah ini menjadi pertanda bahwa kehidupannya sebagai biarawati biasa akan kembali normal?

PING!

Harapan indah itu hancur berkeping-keping dalam hitungan milidetik.

Sebuah papan peringatan berwarna merah membara meledak di tengah pandangannya, disertai bunyi dentang nyaring yang membuat telinga Ophelia berdenging hebat.

╔══════════════════════════════════════════════════════════╗

[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]

SYSTEM CRASH DETECTED!

Reason: Absolute Argument in Divine Realm

Status: REBOOTING... (99%)

╚══════════════════════════════════════════════════════════╝

[GOD OF WAR: TIDAK BISA DIBIARKAN! BAGAIMANA BISA PENYIHIR TUA SOMBONG ITU MENYENTUH AREA DUA INCI DARI BAHU OPHELIA?! AKU MENUNTUT PERANG DENGAN DEWA SIHIR!]

[GODDESS OF BEAUTY: Asterion, tutup mulutmu! Masalah utamanya bukan jarak bahu, melainkan cara Lucien menatap Ophelia tadi! Tatapan mata merah gelap itu... sungguh dramatis, sungguh penuh dengan penderitaan batin seorang ksatria yang jatuh cinta pada biarawati suci!]

[GODDESS OF LOVE: AKU SUDAH MENENTUKANNYA! Nama pasangan mereka adalah Luchilia! Tidak, tunggu, Cassphelia juga memiliki aura enemies-to-lovers yang sangat kuat! Bagaimana ini?! Duniaku terbelah menjadi dua kubu!]

[GOD OF KNOWLEDGE: Berdasarkan data rekaman visual tiga detik lalu, ekspresi mikroskopis Ophelia menunjukkan tingkat stres sebesar 98,7%. Jika kalian terus berteriak di salurannya, fungsi kognitif sang Saintess bisa mengalami gangguan permanen.]

[GODDESS OF WISDOM: Bisakah kalian semua tenang selama lima menit saja? Kita hampir membuat sistem observasi ini runtuh total karena lonjakan emosi yang tidak berguna!]

[GOD OF FORTUNE: Aku tidak peduli tentang kapal romansa kalian! Yang jelas, jika pilar koridor itu sampai retak sedikit saja karena tekanan mana mereka, biaya perbaikannya mencapai lima ratus keping emas murni! SIAPA YANG AKAN MEMBAYARNYA?!]

Ophelia memejamkan mata rapat-rapat di balik kain cadarnya. Impiannya untuk mendapatkan kehidupan yang tenang benar-benar sudah mati dan dimakamkan. Tiga detik keheningan tadi bukanlah tanda bahwa para dewa telah meninggalkannya, melainkan jeda bernapas bagi para penghuni Olympus sebelum mereka saling mencengkeram leher satu sama lain karena perdebatan konyol.

"Hamba mohon, kecilkan suara Anda sekalian..." gumam Ophelia dengan nada penuh kepasrahan deadpan yang amat mendalam.

[UNKNOWN GOD: ...They are too loud. Sorry.]

Ophelia sedikit tersentak saat baris tulisan dari dewa misterius itu muncul di sudut bawah layar. Berbeda dengan dewa-dewi lainnya yang selalu berteriak menggunakan huruf kapital dan tanda seru, pesan dari Unknown God selalu terasa tenang, singkat, dan anehnya... sedikit memberikan rasa nyaman.

"Tidak apa-apa," jawab Ophelia dalam hati, agar tidak dikira bicara sendiri oleh penjaga pintu. "Saya sudah terbiasa dengan kegilaan ini."

Ophelia mendorong pintu kayu jati yang berat itu perlahan. Bau aroma terapi lavender dan lilin lebah langsung menyambut indra penciumannya saat ia melangkah masuk ke dalam ruang kerja Pendeta Tinggi. Ruangan itu luas, berdinding buku-buku tua bermerek emas, dengan jendela kaca patri besar yang membiaskan cahaya matahari pagi menjadi warna-warni indah di atas lantai pualam.

Di balik meja kerja kayu mahoni yang menumpuk dokumen-dokumen penting kekaisaran, duduk seorang pria paruh baya bertubuh agak kurus dengan jubah kebesaran pendeta berwarna putih emas. Wajahnya tampak lelah, tetapi matanya memancarkan kearifan yang mendalam.

"Ah, Biarawati Ophelia," sapa Pendeta Tinggi Julian seraya meletakkan pena bulunya. "Terima kasih sudah mengantarkan teh herbal pagi ini. Aku mendengar ada sedikit keributan di koridor luar tadi? Apakah itu suara Komandan Lucien dan Grand Mage Cassian?"

Ophelia melangkah mendekat dengan anggun, meletakkan nampan dan cangkir teh herbal yang masih berasap tipis ke atas meja mahoni dengan sangat hati-hati.

"Hanya sedikit diskusi kecil mengenai keamanan kuil dan penggunaan sihir di area dalam, Yang Mulia Pendeta Tinggi," jawab Ophelia tenang, mempertahankan persona biarawati teladan yang selalu ramah dan santun. "Tidak ada hal serius yang perlu dikhawatirkannya."

Pendeta Tinggi Julian menghela napas panjang, lalu menyesap teh herbalnya perlahan. "Kedua anak muda itu memang sangat berbakat, tetapi kepribadian mereka seperti api dan es. Kehadiran mereka di kuil belakangan ini berkaitan erat dengan persiapan upacara penyambutan Saintess baru."

Mendengar kata 'Saintess', jemari Ophelia yang tersembunyi di balik lengan jubah lebar sedikit mengencang.

"Apakah persiapan upacara berjalan lancar, Yang Mulia?" tanya Ophelia.

"Sejauh ini lancar, tetapi ada sesuatu yang mengganggu pikiranku," Pendeta Tinggi Julian menatap ke arah jendela kaca patri dengan pandangan menerawang. "Nona Seraphina telah dikonfirmasi oleh Divine Oracle sebagai Saintess terpilih. Namun, setiap kali para pendeta senior mencoba melakukan ritual penyelarasan berkah ilahi dengannya, kekuatan yang muncul terasa... sangat tipis. Seolah-olah sumber kekuatan utama Olympus berada di tempat lain."

PING!

╔══════════════════════════════════════════════════════════╗

[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]

ALERT: Plot Related Information Detected!

Target: The Fake Saintess Anomaly

╚══════════════════════════════════════════════════════════╝

[GOD OF KNOWLEDGE: Tentu saja tipis! Sumber kekuatan ilahi yang asli sedang berdiri di depan mejanya sambil memegang nampan kayu kosong!]

[GODDESS OF BEAUTY: Kasihan sekali Seraphina kecil itu. Dia gadis yang sangat manis, tetapi kuil justru menjadikannya umpan tanpa menyadari bahwa Saintess yang sebenarnya sedang menyembunyikan wajah cantiknya di balik kain putih!]

[GOD OF WAR: Jika mereka berani menyalahkan Ophelia karena hal ini, aku sendiri yang akan turun dan meratakan bangunan kuil ini dengan tanah!]

[GODDESS OF WISDOM: Asterion, bisakah kau berhenti mengancam akan menghancurkan properti bumi setiap lima menit sekali?]

Ophelia menahan napasnya, mencoba mencerna informasi yang baru saja ia dengar. Jadi, tebakannya selama ini benar. Seraphina Celeste Roselle—gadis berambut putih keperakan yang dipilih oleh kuil—bukanlah Saintess yang memiliki Divine Core sejati. Kuil telah salah memilih orang, atau mungkin, ada konspirasi lain yang sengaja menutupi keberadaan Saintess yang sebenarnya.

"Mungkin Nona Seraphina hanya belum terbiasa dengan tekanan di kuil agung ini, Yang Mulia," sahut Ophelia lembut, berusaha menjaga keterlibatannya seminimal mungkin. "Kekuatan ilahi membutuhkan ketenangan jiwa untuk dapat bangkit sepenuhnya."

Pendeta Tinggi Julian tersenyum tipis, menatap Ophelia dengan pandangan penuh kehangatan. "Kata-katamu selalu menenangkan, Biarawati Ophelia. Terkadang aku berpikir, kebijaksanaan dan ketenanganmu jauh lebih mencerminkan sosok seorang pelayan dewa yang sejati daripada siapapun di kuil ini."

Ophelia membungkuk dalam-dalam untuk menyembunyikan rasa paniknya. "Anda terlalu memuji hamba, Yang Mulia. Hamba hanyalah seorang biarawati biasa yang menjalankan tugas."

"Baiklah, kau boleh kembali ke tugasmu," kata Pendeta Tinggi Julian. "Oh, satu hal lagi. Nanti siang, Nona Seraphina akan berkunjung ke perpustakaan bawah tanah untuk mempelajari sejarah kuil. Tolong dampingi dia. Dia sedikit pemalu dan membutuhkan teman sesama gadis yang seumuran."

Ophelia merasa dunianya runtuh sekali lagi. Menjadi pendamping sang Saintess resmi berarti ia akan berada di pusat perhatian seluruh ksatria suci, penyihir, dan tentu saja, para dewa yang haus akan drama.

"Baik, Yang Mulia. Hamba akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," jawab Ophelia pasrah.

Ia berbalik dan berjalan keluar dari ruang kerja Pendeta Tinggi. Saat pintu kayu jati tertutup di belakang punggungnya, Ophelia bersandar pada dinding pualam, menghela napas berat yang telah ia tahan sejak tadi.

Layar keemasan melayang kembali di depan matanya, menampilkan grafik kecil yang menunjukkan tingkat kedekatannya dengan pahlawan utama wanita.

╔══════════════════════════════════════════════════════════╗

[DIVINE MISSION UNLOCKED]

Quest Name: The First Meeting with the Chosen Saintess

Reward: Divine Protection Barrier (Passive)

Penalty for Refusal: Asterion will send a legendary sword to your room.

╚══════════════════════════════════════════════════════════╝

Ophelia menatap ancaman hukuman dari sistem dengan mata membelalak. "Pedang legendaris lagi?! Aku bahkan tidak bisa mengangkat pedang kayu biasa!"

[GOD OF WAR: Pedang itu sangat bagus, Ophelia! Panjangnya dua meter dan ditempa dari besi meteorit!]

[GODDESS OF LOVE: Abaikan pria barbar itu! Yang terpenting adalah momen pertemuanmu dengan Seraphina nanti! Awal dari persahabatan yang manis di antara dua gadis suci!]

[UNKNOWN GOD: ...Good luck, Ophelia.]

Ophelia menegakkan tubuhnya, merapikan cadar putihnya yang sedikit miring, lalu melangkah menuju koridor utama dengan ketetapan hati yang dipaksakan. Kehidupannya sebagai biarawati biasa memang telah berakhir, tetapi ia bersumpah tidak akan biarkan para dewa превратить kehidupannya menjadi panggung teater konyol tanpa perlawanan.

setidaknya, itulah yang ingin ia percayai.

1
Wulan
semangat thor up nya 😌😌
Wulan
kasihan seraphina semoga waktu tau dia bukan saintess dia nga kecewa atau marah sama Ophelia yang adalah saintess sebenarnya 🙂🙂
Wulan
God of fortune yang gila duit tertipu sebesar lima ratus koin emas😆😆
Wulan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

kak fresh tea terima kasih Karna menerima pendapat saya dan memberikan jawapan... maaf kalau sekira nya pendapat saya agak terburu-buru dalam berpendapat pada karya kakak... semangat kak berkarya nya aku akan selalu mendukung karya kakak yang ini dan mengusahakan untuk sampai pada end cerita🤗🤗

waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 🤗🤗 semangat 😁✊
Wulan
mereka berkomunikasi? ketahuan kh kalau Ophelia bisa liat layar percakapan para dewa?
Wulan
kakak penulis Tampa mengurangi rasa hormat aku mau membagi kan pendapat ku sebagai pembaca setelah membaca 40 eps awal hari ini

cerita dan gendre Kakak bagus dan unik tapi cerita nya agak berbelit dan ada beberapa episod yang hampir mirip dari segi cerita dan dialog hanya beda karakter saja dan setelah baca dari eps 1 sampai 40 aku belum menemukan inti dari cerita nya awal dari ceritanya juga sulit aku fahami tidak ada keterangan atau penjelasan lebih kenapa Ophelia yang di pilih para dewa mungkin pendapat ku ini agak terburu-buru Karna baru 40 eps sekarang inti dari cerita nya juga belum keluar tapi sebagai pembaca aku hanya mengutarakan pendapat aku saja kepada kakak penulis aku enjoy juga kok dengan cerita nya😁😁 semangat kakak penulis😁✊
Fresh Tea: terima kasih atas saran nya nanti aku perbaiki supaya tidak berbelit-belit 😭🙏 makasih udah baca cerita ku 😭😭
total 1 replies
Wulan
kak ararthor kapan mereka semua tau kalau Ophelia adalah saintess sebenarnya?
semangat thor up nya 🤗🤗🤗
Wulan
dari dulu kan suda berakhir Ophelia 🙂🙂
Wulan
di alam dewa juga ada pasar gelapnya 😭🙏
Wulan
semangat menjalani hidup yang berat kedepan nya Ophelia 😌😌
Wulan
penyelamat datang😆😆
Wulan
tolong berhenti dewi kecantikan kasihan Ophelia 🙂🙂
Fresh Tea: Mereka gak akan berhenti...huhu
total 1 replies
Wulan
kak arthor kenapa nga bongkar aja edintitas Ophelia sebagai saintess kan seru😌😌
Wulan: iya kelihatan jelas bahkan sekedar dekat saja dewa perang langsung mau kirim petir Ilahi 🙂🙂
total 2 replies
Wulan
thor kapan dunia tau Ophelia sebenarnya saintis yang sebenarnya 🙂🙂
Wulan: nga papa aku akan menunggu dengan sabar😌
total 2 replies
Wulan
aku setujuh🙂
Wulan
ini dia penyelamat 😌😌
Wulan
aku bertaruh Adrian yang akan mendapat senyum pertama Ophelia 😆😆
Wulan
sungguh aku mendukung hubungan nya Ophelia dan adrian sekarang 😆😆
Wulan
aku setuju aku akan meningkuti kapal Ophelia dan adrian😆😆
Wulan
aneh banget Nama pasangannya😭😭
Wulan: iya tentu saja tapi aku mendukung pasangan nya Adrian dan Ophelia 😆😆
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!