Indonesia
NovelToon NovelToon
SEPERTIGA (MANUSIA, DEWA DAN SILUMAN)

SEPERTIGA (MANUSIA, DEWA DAN SILUMAN)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:419
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Lu Chen adalah seorang pemuda berusia dua puluhan yang hidup terasing di pinggiran Desa Qingfu. Di balik penampilannya yang sederhana sebagai peracik obat herbal yang pendiam, ia menyimpan sebuah rahasia besar dan mengerikan: garis keturunan gila yang menggabungkan tiga unsur sekaligus, yaitu darah manusia yang fana, cahaya dewa yang suci, dan kutukan siluman kegelapan.

Secara fisik, Lu Chen memiliki daya tarik yang kuat dengan garis wajah tegas, namun tubuhnya menyimpan ketidakseimbangan yang berbahaya. Matanya memiliki dua warna yang berbeda; mata sebelah kanan memancarkan cahaya keemasan yang hangat dan tenang, melambangkan sisa-sisa kekuatan dewanya, sementara mata sebelah kiri sering kali berubah menjadi ungu legam yang dingin saat emosinya tak terkendali. Di leher hingga sebagian wajahnya juga tersembunyi rajah alami berupa sulur-sulur hitam yang menandakan segel kutukan siluman purba.

Dari segi sifat dan kepribadian, Lu Chen adalah sosok yang sabar, lembut, dan sangat peduli

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 — ERA BARU

Satu tahun telah berlalu sejak hari pertempuran kolosal di puncak kahyangan. Pagi hari di ibukota baru yang dinamakan Kota Harapan disambut oleh pendaran cahaya matahari tiga warna—hasil perpaduan harmonis antara esensi langit, iblis, dan dunia fana.

Lu Chen kini berusia tujuh belas tahun, dengan tinggi badan mencapai seratus delapan puluh sentimeter. Ia mengenakan jubah putih bercorak hitam yang elegan, sementara di dadanya, Segel Penyelamat telah menyatu dan berubah wujud menjadi tato cahaya yang bernapas seirama dengan detak jantungnya.

Pagi itu, ia sedang mengajar anak-anak dari berbagai ras di alun-alun kota.

"Ingatlah pelajaran ini," ucap Lu Chen lembut kepada murid-murid kecilnya. "Memiliki kekuatan yang hebat bukanlah sarana untuk memukul atau menindas orang lain. Kekuatan diciptakan untuk satu tujuan utama: melindungi."

"SIAP, KAK CHEN!" jawab anak-anak itu serempak penuh semangat.

Shen Yue mengamati pemandangan tersebut dari balkon istana sambil menyunggingkan senyuman tulus. "Kau telah tumbuh menjadi pria sejati, Nak..."

[Panel: Status Dunia Baru] NAMA WILAYAH: KERAJAAN HARAPAN PENGUASA UTAMA: LU CHEN - RAJA PENYELAMAT RATU: SHEN YUE STRUKTUR SOSIAL: MANUSIA, IBLIS, DEWA, DAN ELF HIDUP BERDAMPINGAN TINGKAT ANCAMAN: NIHIL - STABIL SELAMA 1 TAHUN TERAKHIR

Hari-Hari Penuh Kedamaian

Pagi hari diisi Lu Chen dengan membantu para pengungsi membangun tempat tinggal baru. Siang harinya, ia memimpin rapat dewan Tiga Alam bersama Xue Ling yang mewakili golongan dewa, Luna sebagai perwakilan bangsa Elf, serta Wolf yang mengepalai aliansi keamanan. Malam harinya ditutup dengan makan malam hangat bersama sang ibu.

"Ibu, besok bagaimana jika kita pergi mengunjungi Danau Waktu lagi?" tanya Lu Chen di sela makan malam. Shen Yue menatap putranya heran. "Untuk apa?" "Aku ingin melempar batu ke sana, menepati janji masa kecilku yang sempat tertunda," jawab Lu Chen terkekeh pelan.

Keduanya tertawa lepas bersama. Namun di tengah kehangatan itu, tato di dada Lu Chen mendadak berdenyut panas. Dut... dut...

Di angkasa raya, kubah langit tiba-tiba merosot dan robek mengeluarkan garis hitam yang menganga lebar.

[Panel: Alarm Darurat] PERINGATAN KRITIS: ROBEKAN DIMENSI LUAR TITIK KOORDINAT: DI LUAR BATAS TIGA ALAM SUMBER ENERGI: TIDAK DIKENAL

Seluruh orang di dalam istana langsung terdiam kaku.

Musuh Baru: Pemangsa Alam

Jauh melampaui batas tepi Tiga Alam, terdapat wilayah kekosongan abadi yang tak berdasar. Dari dalam jurang kegelapan tersebut, sebuah armada kapal raksasa yang terbuat dari kerangka tulang belulang melesat keluar, mengibarkan bendera bergambar tengkorak kosmik.

Pemimpin armada itu adalah sesosok raksasa setinggi tiga meter yang mengenakan mahkota dari tulang belulang.

[Panel: Scan] NAMA: KAISAR KEKOSONGAN RAS: PEMANGSA ANTAR DIMENSI TUJUAN UTAMA: MELAHAP SELURUH EKSISTENSI TIGA ALAM TINGKAT KEKUATAN: TAHAP DEWA TERTINGGI

"Akhirnya aku menemukan tempat ini," seru Kaisar Kekosongan dengan suara menggelegar. "Sebuah dunia yang menyimpan Segel Penyelamat legendaris... Cita rasa yang sangat lezat untuk dijadikan makanan ringan."

Ia melambaikan tangannya dengan santai ke arah sebuah planet kecil di kejauhan. GLUP! Planet itu lenyap tak bersisa, ditelan bulat-bulat oleh sang kaisar.

Rapat Darurat

Suasana di balai kerajaan mendadak tegang.

Lin Yue membentangkan gulungan data pemantauan. "Makhluk itu telah melahap tujuh planet kecil dalam perjalanannya kemari." Luna berkata cemas, "Pasukan gabungan kita saat ini hanya berjumlah lima ribu prajurit. Sementara armada yang dibawanya mencapai satu juta orang." Wolf mendesah berat. "Sialan. Kita bahkan baru merasakan kedamaian selama satu tahun."

Lu Chen tetap bergeming, menggenggam erat segel di dadanya.

"Nak..." panggil Shen Yue pelan.

Lu Chen perlahan bangkit dari kursinya. "Kita akan melawan."

"Melawan?" tanya Xue Ling ragu. "Bagaimana caranya dengan jumlah pasukan sekecil itu?" "Kita tidak berjuang sendirian," jawab Lu Chen mantap. "Kali ini, bukan hanya aku yang menanggung semuanya. Kita akan maju bersama-sama."

Ia mengangkat tangannya tinggi-tinggi, membiarkan cahaya dari segel di dadanya memancar luas menyelimuti seluruh penjuru Kota Harapan, menghangatkan hati setiap penduduknya.

"Warga Kerajaan Harapan!" seru Lu Chen mengerahkan kekuatan suara spiritualnya menembus angkasa. "Ada pihak luar yang ingin merampas rumah dan keluarga kita! Apakah kalian akan berdiam diri, atau kita bangkit melawan?!"

Dari jalanan kota, teriakan serentak membahana: "KITA LAWAN!" Dari langit angkasa, para prajurit berseru: "KITA LAWAN!" Dari kedalaman jurang, para siluman bergemuruh: "KITA LAWAN!"

Persiapan Menuju Perang

Selama tujuh hari tujuh malam, persiapan dilakukan tanpa kenal lelah:

Pasukan Perang: Wolf melatih seluruh prajurit dari tiga ras agar mampu bertarung dalam formasi gabungan.

Pertahanan Wilayah: Luna bersama para Elf merapalkan sihir pelindung perisai raksasa mengelilingi dunia.

Logistik dan Medis: Lin Yue memimpin persediaan obat-obatan dan suplai makanan darurat.

Peralatan Tempur: Xue Ling menempa ulang 99 Tebasan Pedang agar dapat digunakan oleh para prajurit biasa.

Malam sebelum hari pertempuran, Lu Chen dan Shen Yue duduk berdua di atas atap istana, menatap taburan bintang.

"Apakah kau merasa takut?" tanya Shen Yue lembut. Lu Chen tersenyum tipis. "Aku hanya takut... jika harus melihat Ibu menderita lagi."

Shen Yue merangkul pundak putranya erat-erat. "Aku sangat bangga padamu. Kau telah menjelma menjadi seorang raja yang sesungguhnya."

Lu Chen menengadah ke langit. "Dulu aku hanya berjanji ingin hidup damai. Dan kini, aku bersumpah akan menjaga kedamaian itu dengan seluruh sisa nyawaku."

Tato di dadanya menyala semakin terang.

Hari H: Invasi Dimensi Dimulai

Kubah langit robek terbuka secara paksa. Armada raksasa Kaisar Kekosongan masuk menyerbu.

BOOM! BOOM! BOOM!

Perang antar dimensi resmi meletus. Namun pertempuran kali ini jauh berbeda dari masa lalu; ini bukan lagi pertarungan kecil melawan segelintir orang, melainkan benturan kekuatan kolosal antara sepuluh juta penduduk yang mempertahankan rumah melawan satu juta monster pemangsa.

Lu Chen melesat terbang ke garis depan, berdiri tepat di hadapan sang Kaisar Kekosongan.

"Kaisar," ucap Lu Chen dingin. "Tinggalkan tempat ini sekarang juga, atau aku yang akan mengusirmu secara paksa."

Kaisar Kekosongan tertawa terbahak-bahak meremehkan. "Bocah bodoh! Kau pikir segel kecil itu mampu menghentikanku?"

DUAR!

Kaisar itu melayangkan hantaman telak yang energinya mampu meremukkan sebuah galaksi. Lu Chen menangkisnya menggunakan Tinju Pembebasan: 100%. BOOM! Imbas hantaman itu membelah awan seluas seribu kilometer persegi.

"Kau salah besar," kata Lu Chen tenang. "Segel ini bukan diciptakan untuk menghancurkan... melainkan untuk menyelamatkan."

Ia membuka jubah di dadanya, melepaskan ikatan segel suci tersebut ke udara bebas.

CAHAYA TIGA WARNA MEMANCAR SILAU.

Berkas cahaya itu menyebar luas, menyentuh satu per satu para prajurit musuh. Para monster pemangsa yang tadinya dikendalikan oleh kesadaran kosong tiba-tiba menangis tersedu-sedu. "Aku... aku teringat pada keluargaku..."

Kaisar Kekosongan terperanjat kaget. "APA YANG KAU LAKUKAN PADA PASUKANKU?!"

"Aku memulihkan kesadaran mereka," jawab Lu Chen.

Penutup Bab

Meskipun pertempuran masih berlanjut sengit, pasukan Kaisar Kekosongan mulai kocar-kacir dan terpaksa mundur akibat hilangnya kendali atas para prajurit mereka.

Sebelum membuka portal untuk melarikan diri, Kaisar itu berteriak murka: "INI BELUM BERAKHIR! AKU AKAN KEMBALI KEMARI DENGAN PASUKAN YANG JAUH LEBIH KUAT!"

Armada kapal tulang itu melesat pergi, dan robekan dimensi perlahan menutup rapat.

Kota Harapan meraih kemenangan. Namun banyak prajurit yang mengalami luka-luka berat.

Malam harinya, Lu Chen duduk seorang diri di atas reruntuhan batu tembok pertahanan, napasnya tersengal karena kelelahan.

Shen Yue berjalan mendekat dan duduk di sampingnya. "Kita menang."

"Tapi dia pasti akan kembali, Bu," gumam Lu Chen letih.

Shen Yue menggenggam tangan putranya hangat. "Kalau begitu, kita akan bersiap kembali. Kita lakukan semuanya... bersama-sama."

Lu Chen menyandarkan kepalanya di bahu sang ibu. "Bu... aku merasa sangat lelah."

"Tidurlah, Nak. Ibu yang akan menjaga malam ini."

Lu Chen memejamkan matanya. Untuk pertama kalinya setelah lima tahun lamanya, ia dapat tertidur lelap tanpa dibayangi oleh mimpi buruk apa pun.

Dan di angkasa raya, Bintang Chen memancarkan pendarannya yang paling hangat, menjaga tidur seluruh dunia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!