Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Istri Sah CEO

Istri Yang Diremehkan: Istri Sah CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Rohimah II

Wanita desa menjadi tulang punggung keluarga, semenjak Bapaknya meninggal dunia. Hanum tinggal bersama sang ibu. Ibu yang setiap hari menjual sayuran keliling untuk mencukupi hidupnya.

Usai penderitaan Hanum, tapi ia masih berdiri tegar agar ibunya senang.

Namun jalan tak begitu mulus, kini Hanum tengah di nikahi oleh seorang lelaki yang amat ia cintai, seorang anak pengusaha sukses sebagai CEO.

Namun takdir berkata lain, lelaki yang justru di idamkan oleh Hanum tak sesuai harapan.

Menikah hanya sebuah terpaksa, Arkan enggan menyentuh Hanum karena dari keluarga miskin.

Tapi percayalah kedua orangtua pihak lelaki lebih menyayangi menantu dari anak sendiri.

Riswan akan mengangkat derajat Hanum sebagai CEO, setelah apa yang di perbuat anaknya.

Akankah Arkan mengetahui hal tersebut, apakah ada kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Rohimah II, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melepas Kerinduan Pada Menantu

Dokter Fahri menjelaskan bahwa Hanum mengalami amnesia, namun hanya berlangsung tidak lama. Sikap Fatimah ingin sekali Arkan mendapatkan pelajaran. Fatimah ingin memberikan hukuman agar Arkan sadar apa yang ia perbuat kepada istrinya.

Dokter Fahri tersenyum menatap wajah Hanum, jika saja Hanum adalah pasangan hidupnya ia akan meratukan Hanum sebagai istri.

sangat malang nasib Hanum, tetapi Dokter Fahri mengetahui sifat Arkan dimana? Apakah memiliki cctv berjalan.

Usai menjenguk Hanum, Fatimah duduk sebentar. Sedangkan Hasan keluar dan berbicara langsung dengan Dokter Fahri.

Fatimah sungguh khawatir, selama ini ia tidak menjaga Hanum dengan baik. Tapi percayalah, jika memang anaknya selingkuh ia tak akan membiarkan itu terjadi.

Aku meragukan bahwa kemauan Mama Mertuaku. Sebab aku memang tak mengenali Arkan. Memang sejak menikah, Arkan selalu meninggalkan Istri di rumah. Lebih mementingkan pekerjaan di kantor daripada berkumpul bersama wanita yang di sampingnya.

Fatimah memijat tangan menantunya dan ada rasa bersalah menghantuinya.

"Ma, kenapa sedih. Aku baik-baik saja, Ma. Ga perlu mengkhawatirkan aku, kalau keadaan sehat, Aku juga sehat, Ma," Lirih suara serak Hanum ia kembali bergetar hatinya, bukan dari kelurga sendiri tetapi mereka menganggap aku ada.

"Sayang, anak Mama. Kamu itu pelita Mama. Mama berharap kamu tidak memaafkan sifat suami kamu, dia itu keterlaluan. Mama ingin Arkan dapat karmanya, Nak," ucap Mertua emosi, sikapnya tiba tiba dingin. Tak ada celah untuk Arkan.

"Siapa Arkan, Ma?" Aku ga kenal."

Fatimah terkejut mendengar pengakuan menantunya. Sosok Hanum tak mengenali Arkan, tapi Fatimah sangat puas jika ia amnesia hanya tidak mengenal suami sendiri.

Di luar....

Dokter Fahri bercerita kepada Hasan, jika dirinya sudah lama ada rasa kepada iparnya. Tapi ia merenung, jika itu sama saja akan merusak hubungan rumah tangga mereka. Tapi, bagaimana pun Dokter Fahri mengetahui jika Arkan mulai selingkuh dibelakang istrinya.

Apakah Dokter Fahri akan memberikan informasi akurat mengenai Arkan memiliki hubungan terlarang dengan wanita lain.

Tidak hanya di pekerjaan saja, di mall bahkan di tempat tertentu mereka tiada henti berjumpa.

Dokter Fahri menceritakan ini semuanya kepada Hasan, bukan berarti mencampuri urusan orang lain. Tapi, Hasan sebagai adiknya lebih peduli dengan iparnya.

"Ga mungkin itu Dokter, tapi saya dengar sendiri jika Kak Arkan akan meratukan istrinya. Benar-benar diluar dugaan, berani ia sanggup melakukan itu, siapa nama wanita itu?" tanya Hasan ia tak habis pikir, semua karena ada yang merusak hubungan rumah tangga saudaranya.

Dokter Fahri menunjukan foto wanita itu kepada Hasan. Berpikir terlalu lama, tapi pikiran mengingat sesuatu.

"Coba lebih jelas lagi Dokter."

Lebih jelas jika wanita itu ada di kediaman rumah tersebut. Bagaimana bisa seorang wanita tega merusak hubungan rumah tangga orang lain.

Tak lama ada seorang pemuda dan bocah laki-laki tengah sedih. Mereka mengira itu adalah sangkaan Hanum.

Bocah laki-laki itu berjalan terus, melirik sekilas ruangan tersebut. Namun kenapa ada seorang disana.

Melihat Bocah laki-laki masuk begitu saja, pemuda tersebut juga menarik tangan seolah supaya lebih sopan.

"Permisi Mas semuanya, Chandra tunggu."

Keasyikan tersendiri kedua tengah mengobrol melihat seorang bocah tengah masuk. Tapi apakah yang dimaksud oleh Hanum.

Saat bocah tersebut sudah masuk, Hanum menyambut dengan ramah. Lagi pula, Hanum masih mengingat ciri wajah bocah tersebut.

"Sini, kamu dari mana saja."

"Kak cantik udah sadar, Chandra suka liat Kak cantik udah sadar," kata Bocah laki-laki itu ia pun menghormati Fatimah tengah duduk, sebentar sekilas Fatimah mengingat anak laki-laki tersebut dimana.

"Alhamdulillah, Kak Hanum sudah sadar. Kamu ga terluka. Biar nanti ada dokter yang menangani kamu, kamu duduk di sini."

"Ternyata nama Kaka adalah Kak Hanum. Maasyallah, cantiknya bagai bidadari. Chandra tidak mengalami luka, Chandra takut gara-gara Chandra Kaka tidak selamat," jawab Bocah laki-laki merengek minta maaf atas ulah yang ia lakukan.

Pemuda dan Hasan masuk. Mereka memandangi wajah bocah laki-laki tersebut. Yang lebih besarnya, jika pemuda itu baru mengenali wanita itu sangat cantik.

"Ternyata wanita itu cantik, Yaa Allah semoga belum ada yang memiliki nya. Kenapa tiba-tiba dadaku sesak gini, gue harus keluar."

pemuda tersebut bernama Kenzo, Hanum sangat beruntung di tolong oleh pemuda baik namun siapa sangka, Pemuda itu malah jatuh hati padanya.

Hasan sedang mengamati situasi, jika ia tidak begitu mengenali bocah laki-laki. Pakaian yang di pakai compang-camping, apakah dari keluarga sederhana. Namun Hanum juga belum mengenali sifat Bocah laki-laki itu, tapi melihatnya sudah seperti hubungan darah.

"Terimakasih kamu sudah menyematkan nyawa anak ku. Ini untuk kamu, Chandra."

"Nek, ambil saja. Chandra yang seharusnya yang berterimakasih kepada Kak cantik, dialah pahlawan yang berhati mulia. Tanpa Kak cantik, Chandra mungkin sudah hilang di telan bumi."

Pengakuan dari bocah laki-laki sangat baik, begitu dengan sifat yang sangat bersyukur kepada Allah melalui perantara manusia.

Tidak disangka, ternyata Riswan dan Arkan sudah sampai di RS CENDANA HARAPAN nomor 8 lantai dua, agar keselamatan tidak banyak mengawasi Hanum, ia akan di larikan ke RS yang lebih baik dan terjaga.

Dokter Fahri mengenali sifat Riswan, Tangguh, keras kepala, bertanggung jawab, tidak mementingkan kepentingan diri sendiri tetapi mementingkan kepentingan pekerja dan menantunya.

"Siang Pak, bagaimana keadaan Hanum, menantu saya, Dokter."

"Alhamdulillah, menantu Anda sudah sadar. Hanya cedera sedikit saja."

Terkejut tapi Arkan biasa saja, bahkan jika istri mati semua warisan untuk dirinya.

Mulai berbangga diri, tak disadari jika pemenang bukanlah Arkan akan tetapi istri yang dianggap lemah oleh suami.

Suami yang akan miliki tekad kuat jika ia akan menikahi wanita yang disebut-sebut pujaan hatinya. Tidak sadarkah jika Riana bukan cinta kepada Arkan, tetapi ia hanya mencintai seorang yang sudah membuat hamil.

Bagaimana tidak, Riana memiliki banyak taktik agar semua berjalan dengan lancar.

Dokter Fahri membisikan sesuatu pada telinga Riswan. Sangat cocok dan akurat, bagaimana bisa seorang istri yang ingat kelurga tapi tak ingat suami.

Dokter Fahri tersenyum seolah menatap puas, jika kondisi Arkan sedang dalam ujian. Ia disambut penuh harapan. Tapi sebagai Riswan, ia akan mengikuti semua alur yang sekarang dimiliki anaknya.

Arkan fokus kearah Dokter Fahri, berbisik seolah ada Arkan tidak diakui. Tapi percayalah, jika memang Riswan sudah mengetahui jika Anaknya sedang memainkan peran.

Setelah Riswan tau apa sebenarnya terjadi, Riswan lalu menghampiri menantunya. Tidak dengan Arkan, ia malah dilantarkan begitu saja.

"Jangan mengumpat kamu, Fahri. Awas kau macam macam dengan keluarga ku."

"Siapa takut?" Tapi Papa Riswan kelakuan anaknya dibelakang istrinya. Apakah kamu masih menyembunyikan sesuatu darinya?" tanya Dokter Fahri mengetahui jika Arkan tiba pucat seolah Fahri melihat sesuatu.

"Arkan, jangan buat gaduh disini. Kamu seharusnya tau batas. Kalau ga mau masuk, kamu di luar saja. Biar kami yang masuk."

Arkan berhenti mengancam Dokter Fahri, lagi pula dokter Fahri tidak mengetahui semua yang direncanakan oleh Arkan. Tapi sayang, banyak anak cctv berjalan, semua akan terbongkar setelah mengetahui kedudukan Arkan di cabut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!