Indonesia
NovelToon NovelToon
Salman Prakarsa

Salman Prakarsa

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

"Aku lulus, Bu... Karsa juara satu."

Bagi Karsa, selembar kertas kelulusan di tangannya adalah tiket untuk membawa ibunya keluar dari jerat kemiskinan desa. Ia berlari membelah terik siang dengan dada membuncah oleh bahagia, tak sabar ingin memeluk satu-satunya alasan mengapa ia bertahan menghadapi kerasnya hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

apa ini....?

Namun.... saat dia menikmati kopinya dalam kesunyian ruang tamu, lamunan Karsa mendadak pecah. Tiba tiba pintu diketuk... dengan ketukan yang terburu-buru dan tidak sabaran. Perasaan mengganjal di dadanya sejak pagi tadi kian menguat.

Karsa langsung saja membukakan pintu..Begitu daun pintu kayu itu terbuka, dia melihat ningsih yg masih mengatur nafas habis berlari... Wajah gadis itu tampak pucat, dengan sisa air mata yang masih membekas di sudut matanya yang sembap.

Ningsih pun masuk... tanpa menunggu dipersilakan, seolah sedang melarikan diri dari kejaran sesuatu yang mengerikan. Di dalam ruang tamu yang tertutup, dengan suara bergetar dan tangis yang kembali pecah, Ningsih mulai menceritakan smuanya... tentang kedatangan Juragan Bowo malam selasa kemarin, tentang si Joni dan SUV putihnya, serta keputusan sepihak ayahnya yang menjodohkan mereka dalam waktu satu bulan ke depan.

Tentu saja karsa hanya tertunduk lesu... Mendengar kenyataan pahit itu, tangan Karsa yang memegang cangkir kopi mendadak lemas. Dunia di sekitarnya seolah mendadak berhenti berputar. Hatinya hancur berkeping-keping, dihantam oleh kenyataan bahwa gadis yang dicintainya akan segera menjadi milik orang lain dalam waktu singkat.

Namun... karsa bisa apa...?? Dia sadar posisi dirinya yang sebatang kara. Dia tidak punya harta, tidak punya jabatan, bahkan panggilan kerja pun belum ada di tangan. Melawan keputusan Pak Karsono dan kekayaan Juragan Bowo adalah hal yang mustahil baginya saat ini.

Di tengah keheningan yang menyesakkan itu, Ningsih menatap Karsa dengan pandangan mata yang sarat akan keputusasaan yang mendalam.

"Maaasss apa boleh aku minta sesuatu darimu..." tanya ningsih..

Karsa mengangkat wajahnya yang layu, menatap Ningsih dengan tatapan kosong.

"Katakan saja ..."

"Mass kamu tau kan dari dulu aku tak suka sama anak pak bowo itu.." ucap Ningsih, suaranya tercekat oleh rasa benci yang teramat sangat kepada calon suaminya.

"Lalu," tanya karsa seolah menuntut kelanjutan dari permintaan ningsih.. Karsa masih belum bisa menebak ke mana arah pembicaraan ini.

Ningsih menarik napas dalam, memantapkan sebuah keputusan nekat yang sudah dia timbang sepanjang jalan menuju rumah Karsa. "Mass aku tak rela jika harus menyerahkan kesucianku padanya.. Toh aku tau dia juga tak perjaka.. Jadi aku rasa harus adil.."

Karsa tersentak, matanya membelalak tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

"Hah... maksudmu..." kata karsa..

"Mass tolong jangan tolak permintaanku yg terakhir sama kamu.." ucap Ningsih penuh permohonan.

Bersamaan dengan kalimat itu, Ningsih mulai sedikit demi sedikit membuka kancing bajunya.. Memperlihatkan kulit putihnya di balik kain kemeja yang terbuka. Melihat tindakan nekat itu, tangan karsa langsung menahan pergelangan tangan Ningsih,

seolah bukti penolakan..

Moralitas dan rasa hormatnya kepada Ningsih membuat Karsa mencoba menghentikan kegilaan ini.

Namun, Ningsih sudah bulat dengan tekadnya. Dia menatap Karsa dengan sorot mata mengancam yang dipaksakan.

"Mas tolong... jgn menolak...

Jika mas menolak maka aku akan teriak...

Pasti mas juga yg bakal susah...

"Karsa sama sekali g habis pikir.. Tubuhnya kaku, otaknya membeku menghadapi situasi yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan seumur hidupnya. Bagaimana mungkin gadis selembut Ningsih bisa senekat ini demi sebuah bentuk perlawanan terhadap takdir perjodohannya.

"Apa ini..." kata karsa dalam hati... penuh dengan gejolak moral yang berbenturan hebat di dalam kepalanya.

Namun, melihat air mata Ningsih yang kembali menetes dan menyadari bahwa ini adalah satu-satunya bentuk kendali yang dimiliki Ningsih atas tubuhnya sendiri sebelum diseret paksa oleh perjodohan, pertahanan Karsa runtuh.

Rasa putus asa mengalahkan segalanya.

"Lakukan jika membuatmu senang," kata karsa seolah tak lagi ada harapan... Suaranya terdengar pasrah, menyerahkan sisa nasib mereka pada takdir yang kelam.

Karsa melepaskan tahanan tangannya. Di atas ranjang kamar yang remang dan sunyi, dalam balutan rasa cinta dan keputusasaan yang bercampur menjadi satu, segalanya terjadi. Dan dengan sedikit teriakan kecil dari mulut ningsih pertanda hilangnya kesucian nya... rasa sakit fisik itu menjadi segel abadi bagi hubungan mereka. Dia dengan suka rela menyerahkan pada laki laki yg dicintainya... memberikan miliknya yang paling berharga kepada Karsa, sebagai bentuk pembangkangan terakhirnya terhadap keputusan sang ayah sebelum satu bulan lagi dia harus berdiri di pelaminan bersama Joni.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!