Indonesia
NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Tekanan dari seorang kultivator Alam Pembentukan Fondasi menyapu arena bagai badai. Berbeda dengan Alam Kondensasi Qi yang hanya mengandalkan energi spiritual berwujud gas, Alam Pembentukan Fondasi telah memadatkan Qi mereka menjadi bentuk cair, memberikan daya hancur dan pertahanan yang berlipat ganda.

​Cakar angin Ye Cang merobek udara, mengunci ruang gerak Ye Xuan sepenuhnya. Di mata semua orang, kematian pemuda itu sudah tak terelakkan.

​Namun, di dalam pikiran Ye Xuan, kalkulasi dingin sedang berjalan. Untuk membunuhnya saat ini, aku harus menggunakan Setetes Darah Naga Esensi yang akan membuatku terbaring di ranjang selama sebulan. Tidak sepadan. Fisikku saat ini dan Pedang Besi Bintang sudah cukup untuk memberinya pelajaran.

​Tepat saat cakar mematikan itu berjarak satu jengkal dari wajahnya, Ye Xuan memutar pinggangnya dan mengayunkan Pedang Besi Bintang Jatuh dari bawah ke atas. Ia tidak menebas, melainkan menggunakan sisi datar pedang selebar daun pintu itu sebagai perisai mutlak, disokong oleh seluruh kekuatan fisiknya dan Qi Naga Primordial.

​BLAAAM!

​Suara benturan tumpul menggelegar layaknya ledakan meriam. Gelombang kejut melingkar menyapu arena, menghancurkan ubin granit hingga menjadi debu halus.

​Tubuh Ye Xuan terdorong mundur sejauh tiga langkah. Setiap langkahnya meninggalkan jejak kaki sedalam lima sentimeter di lantai batu yang keras. Meski darahnya sedikit bergejolak karena perbedaan ranah kultivasi yang sangat besar, posturnya tetap tegap sempurna, tanpa ada setetes darah pun yang keluar dari mulutnya.

​Sebaliknya, sebuah erangan tertahan justru keluar dari mulut Ye Cang.

​Pria tua itu terpental ke udara dan mendarat dengan canggung sejauh sepuluh meter. Tangan kanannya yang digunakan untuk menyerang kini bergetar hebat di balik lengan bajunya. Tiga kuku jarinya patah dan darah segar menetes ke lantai. Memukul lempengan Besi Bintang Jatuh seberat seribu kati yang didorong oleh kekuatan fisik monster Ye Xuan sama saja dengan meninju gunung baja dengan tangan kosong.

​"B-bagaimana mungkin?!" Ye Cang menatap tangannya yang mati rasa dengan mata terbelalak ngeri.

​Kerumunan yang tadinya menjerit ketakutan kini terdiam membeku, rahang mereka nyaris jatuh ke tanah. Seorang kultivator Bintang Empat baru saja memblokir serangan penuh amarah dari Alam Pembentukan Fondasi, dan yang terluka justru pihak penyerang? Apakah hukum alam di dunia ini baru saja terbalik?

​"Alam Pembentukan Fondasi yang sangat menyedihkan," suara Ye Xuan memecah keheningan. Ia memutar lehernya hingga berbunyi gemeretak ringan, matanya menatap Ye Cang dengan cibiran tajam. "Fondasi Qi-mu keropos, tenagamu terbuang sia-sia, dan kau bahkan tidak bisa mengendalikan aliran elemenmu dengan benar. Menyerang senjataku secara langsung... apakah kau meninggalkan otakmu di dalam ruang pengasingan?"

​"Tutup mulutmu, dasar binatang kecil!" Ye Cang meraung, wajahnya merah padam karena terhina. Niat membunuhnya kini meledak sepenuhnya. Sebuah pedang panjang berwarna merah darah muncul di tangan kirinya. "Tadi aku hanya meremehkanmu! Kali ini, aku akan memotongmu menjadi ribuan keping!"

​Saat Ye Cang hendak menerjang kembali, sebuah bayangan melesat dari tribun kehormatan dan mendarat tepat di tengah-tengah arena, memisahkan keduanya.

​DUARR!

​Tekanan Alam Pembentukan Fondasi yang jauh lebih tebal dan murni dari milik Ye Cang menghantam panggung. Lantai arena retak untuk kesekian kalinya. Sosok yang mendarat adalah pria tua berlengan satu—Tetua Ketiga, Ye Kuang.

​"Cukup, Ye Cang!" suara parau Ye Kuang menggelegar, sarat akan amarah. Ia menatap tajam ke arah Tetua Pertama. "Apakah kau sudah gila? Kontrak Hidup dan Mati telah ditandatangani. Ribuan mata anggota klan menjadi saksinya. Jika kau, sebagai Tetua Pertama, melanggar aturan sakral yang dibuat oleh para leluhur, apa bedanya Keluarga Ye dengan sekumpulan bandit tak beradab?!"

​Napas Ye Cang memburu, matanya memerah menatap Ye Kuang. "Ye Kuang, jangan ikut campur! Bocah iblis ini baru saja menghancurkan meridian cucuku, memutus harapan masa depan Keluarga Ye! Dia pasti menggunakan ilmu hitam! Sebagai Tetua Pertama, aku berhak mengeksekusinya demi kebaikan klan!"

​"Omong kosong!" bentak Ye Kuang tak kalah keras. "Ye Tian kalah karena dia lemah dan meremehkan musuhnya. Teknik bela diri adalah cerminan hasil latihan keras, bukan ilmu hitam. Justru Ye Xuan yang menunjukkan potensi sejati! Memblokir seranganmu di tingkat Bintang Empat... Jika kau membunuhnya sekarang, kau bukan sedang menyelamatkan klan, melainkan menghancurkan berlian terbesar yang pernah dimiliki Keluarga Ye!"

​Perdebatan itu segera memicu bisik-bisik di antara para tetua lain di tribun dan anggota klan di bawah arena. Perlahan, arah angin berubah. Dunia kultivasi hanya memuja yang kuat. Sebelumnya mereka tunduk pada Ye Cang karena Ye Tian adalah jenius nomor satu. Namun sekarang, Ye Xuan telah membuktikan bahwa dirinya adalah monster jenius yang jauh melampaui Ye Tian.

​Merasakan tatapan aneh dari para tetua lain yang mulai meragukan otoritasnya, Ye Cang menyadari bahwa ia telah kehilangan momentum. Jika ia memaksakan diri membunuh Ye Xuan dengan menerobos Ye Kuang, ia akan kehilangan dukungan dari seluruh klan dan posisinya akan hancur.

​Ye Cang menggertakkan giginya hingga nyaris retak. Ia menatap Ye Xuan dengan tatapan berbisa bak ular kobra.

​"Kau beruntung hari ini, Ye Xuan. Tapi ingatlah, langit di Kota Awan Merah sangat luas. Orang-orang bisa saja mati tersandung di luar gerbang klan," ancam Ye Cang penuh penekanan.

​Pria tua itu berbalik, menyambar tubuh Ye Tian yang masih pingsan berlumuran darah, lalu melesat pergi meninggalkan arena tanpa menoleh lagi.

​Melihat kepergian faksi Tetua Pertama, alun-alun menjadi hening sejenak sebelum sorak-sorai perlahan terdengar, meneriakkan nama Tuan Muda Pertama.

​Di atas arena, Ye Kuang berbalik menatap Ye Xuan. Mata tua sang tetua dipenuhi dengan kekaguman yang tak bisa disembunyikan.

​"Bocah, kau menyembunyikan kekuatanmu sangat dalam. Menggunakan Pedang Besi Bintang untuk mematahkan serangan Ye Cang... perhitungan pertarunganmu luar biasa tajam," puji Ye Kuang.

​"Bukan aku yang menyembunyikan kekuatan, hanya saja selama ini tidak ada yang pantas membuatku membuka mata," jawab Ye Xuan datar. Ia menyarungkan pedang besarnya ke punggung. "Tetua Ketiga, terima kasih telah membuang waktumu untuk menegakkan aturan. Namun tanpa bantuanmu pun, anjing tua itu tidak akan bisa mengambil nyawaku."

​Ucapan arogan itu membuat ujung mata Ye Kuang berkedut, namun ia hanya bisa tertawa pahit. Ia tahu pemuda di hadapannya ini bukan lagi bocah penakut yang dulu.

​"Terserah apa katamu, Nak. Tapi dengarkan peringatanku," nada bicara Ye Kuang menjadi serius. "Ye Cang adalah orang yang picik. Dia tidak akan melepaskanmu. Turnamen kali ini memang membuktikan posisimu, tetapi di Keluarga Ye, sumber daya tetap dikendalikan oleh faksinya. Jika kau ingin aman dan memulihkan kultivasimu lebih jauh, kau harus meninggalkan kota ini dan masuk ke sekte besar."

​Ye Xuan mengangguk pelan. Tentu saja ia tahu. Berada di klan kecil ini hanya akan menghambat laju Seni Sembilan Reinkarnasi Naga-nya. Ia membutuhkan sumber energi yang jauh lebih besar, pil-pil tingkat tinggi, dan api spiritual untuk mulai meracik obatnya sendiri.

​"Sebulan lagi, Sekte Pedang Azure akan mengirim utusan mereka ke Kota Awan Merah untuk merekrut murid baru," gumam Ye Xuan perlahan, matanya menatap jauh ke langit yang cerah. "Sepertinya, itu akan menjadi batu loncatanku selanjutnya."

1
Marthen
menyerah akan selamat
meLawan maka akan ada patriark yang baru
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan zhao sampai ke akar akarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!