Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29 Ribut
"Oke, kita akhirnya sampai juga!" ucap Kyarra memasuki rumah bersama dengan Kelly dan Alvino.
Alvino baru saja menjemput Kelly di latihan les balet bersama dengan Kyarra.
"Papa akan kembali ke kantor meski sudah sore hari?" tanya Kelly.
"Benar, masih ada pekerjaan yang tadi Papa tinggalkan," jawab Alvino.
"Lalu nanti malam pulangnya jam berapa?" tanya Kelly.
"Kemungkinan Papa pulangnya sedikit larut," jawab Alvino.
"Jadi Papa tidak akan ikut makan bersama Kelly dan Tante?" tanya Kelly.
"Kelly bisa makan malam terlebih dahulu seperti biasa," jawab Alvino.
"Tetapi ini beda Papa, Tante Kyarra kan memasak makanan spesial untuk makan malam, karena rayakan keberhasilan Kelly mendapatkan nilai tertinggi dari teman-teman yang lain," ucap Kelly.
"Perayaan, Papa tidak tahu, kalau Kelly akan ada perayaan bersama dengan teman-teman Kelly," ucap Alvino.
"Memang ada perayaan spesial yang akan diadakan dan ini adalah perayaan yang sering siapkan oleh tante Kyarra kepada Kelly," ucap Kelly.
Alvino melihat ke arah Kyarra.
"Aku melakukan semua itu agar Kelly lebih semangat lagi, bukan perayaan besar hanya sekedar memasak makanan kesukaannya dan makan bersama," ucap Kelly sedikit menjelaskan kepada suaminya itu.
"Tetapi ya sudah kalau Papa tidak mau. Tante memasaknya tidak perlu banyak-banyak, cukup untuk kita berdua saja," ucap Kelly dengan wajahnya cemberut tampak kecewa jika sampai Alvino tidak ikut merayakan kebersamaan mereka.
"Kalau begitu papa akan usahakan untuk pulang lebih awal agar bisa merayakan keberhasilan kamu," sahut Alvino ternyata ingin berusaha untuk membuat putrinya senang.
"Sungguh Papa akan ikut merayakan bersama Kelly dan Tante?" tanyanya tidak percaya membuat Alvino menganggukkan kepala.
"Alhamdulillah. Kelly senang sekali," ucap Kelly dengan wajahnya tampak menggemaskan.
Ternyata simple saja membuat putrinya bahagia, ada waktu yang lebih untuk putrinya dan pasti sudah membuat Kelly terus mengeluarkan senyum yang lebar.
"Tante kalau begitu masaknya untuk 3 porsi, tetapi tetap tidak boleh berlebihan agar tidak mubazir," ucap Kelly.
"Pasti," sahut Kyarra menganggukkan kepala mengusap-usap pucuk kepala Kelly.
"Ya sudah, kalau begitu papa langsung saja ke kantor," ucap Alvino.
"Hati-hati. Papa," sahut Kelly tidak lupa melambaikan tangannya.
"Saya ke kantor dulu," Alvino ternyata juga berpamitan pada Kyarra membuat Kyarra menganggukkan kepala dan kemudian Alvino langsung pergi.
Kyarra tersenyum, melihat Kelly bahagia sudah pasti itu juga menjadi kebahagiaan untuknya dan apalagi Alvino belakangan ini benar-benar effort memberikan waktunya kepada putrinya yang mengurangi kesibukannya.
"Tante Kelly mau ganti seragam sendiri dulu," ucap Kelly buru-buru memasuki kamar.
"Kelly sekarang lebih ceria, mungkin karena dia bisa merasakan bahwa ayahnya sangat menyayanginya dan melakukan apapun untuknya. Seandainya Kak Melani menghubunginya sekali saja dan mengatakan bahwa Kak Melani baik-baik saja, pasti Kelly akan lebih bahagia," batin Kyarra tiba-tiba jadi terharu.
Kakaknya memang sedikit keterlaluan, bagaimana tidak, sudah pergi beberapa bulan tetapi tidak sekalipun menghubungi putrinya sekedar untuk menanyakan kabar.
******
Mega tidak pernah berhenti untuk menghabiskan uang dengan berbelanja, mungkin sebentar lagi Mall akan menjadi miliknya, bagaimana tidak jika setiap hari dia hanya pergi ke Mall yang satu dan mall yang lain untuk mencari barang-barang branded memuaskan hawa nafsunya.
Mega juga tidak lupa membeli aroma terapi pengharum ruangan yang sangat dia sukai.
Pengharum ruangan yang dia beli mengeluarkan asap dengan aroma yang sangat menarik hasrat membuat.
Tetapi tiba-tiba saja asap itu mati karena siraman air yang memancar dari atas membuat Mega kaget dan mengangkat kepala, lebih kaget lagi ternyata semua itu adalah kerjaan Kyarra.
"Kyarra kamu!" pekik Mega.
"Jadi ini yang Mama lakukan kepada Kak Alvino?" tebak Kyarra.
"Apa maksud kamu?" tanya Mega.
"Mama melakukan hal murahan seperti ini, menyuruhnya datang ke rumah ini dan memfitnah Kyarra melakukan perjanjian hutang dengan rentenir. Kyarra bahkan tidak pernah melakukan hal itu dan mama memfitnah Kyarra!" tegas Kyarra.
Mega menghela nafas berat.
"Jadi kamu datang ke rumah ini untuk membahas hal yang sudah berlalu, Kyarra please, apa yang Mama lakukan untuk kamu dan lagi pula Alvino sudah melunasi hutang-hutang itu dan bukankah Mama berhasil membuat kamu dan Alvino terikat hubungan yang tidak akan bisa dipisahkan," ucap Mega benar-benar tidak pernah merasa bersalah.
"Cukup. Ma, Mama sampai kapan ingin memanfaatkan situasi, sampai kapan menjadikan Kyarra tumbal, sudah cukup semuanya!" tegas Kyarra.
"Kamu mengatakan bahwa kamu tumbal? Kyarra kamu bahkan belum melakukan apapun, pengorbanan yang dilakukan Melani bahkan tidak ada apa-apanya dengan yang kamu lakukan. Melani pintar menikahi pria itu dan menguntungkan dirinya, menguntungkan karirnya dan membuat hidup kita menjadi lebih baik, lalu kamu setiap hari pekerjaan kamu hanya protes, protes, protes. Kamu seharusnya lebih pintar dibandingkan Melani dan mama tidak perlu turun tangan untuk mengurus kamu" tegas Mega.
"Kyarra tidak perlu menyamakan diriku dengan orang lain. Aku masih punya harga diri dan Kyarra tidak suka dengan cara yang Mama lakukan!" tegas Kyarra.
"Lalu mau sampai kapan kamu hanya akan diam seperti ini hah! Kamu pikir mereka itu bodoh, setelah mereka menikah dengan kamu dan mengambil Kelly, pernikahan yang sengaja dilakukan oleh Alvino tidak diketahui banyak orang agar apa agar mempermudahkan dia menceraikan kamu dan setelah itu kamu dicampakkan dan tidak akan mendapatkan apa-apa karena kebodohan kamu,"
"Kyarra kamu seharusnya berpikir logika, hidup itu realistis, butuh uang, Mama selama ini sudah berjuang untuk kamu dan Melani kenapa salahnya sekarang giliran kalian berikan ketenangan kemewahan kepada Mama. Jangan membicarakan pengorbanan yang tidak ada apa-apanya yang kamu lakukan dengan Melani dengan apa yang sudah mau melakukan kepada kalian berdua!"
"Mama berjuang untuk kalian, berjuang sendirian tanpa orang lain untuk membesarkan kalian menjadi anak yang cantik sehingga banyak laki-laki yang tertarik kepada kalian dan seharusnya gunakan semua itu!" tegas Mega mengungkit semua pengorbanan yang dia lakukan.
"Kyarra tidak pernah memanfaatkan orang lain untuk mencari kebahagiaan. Pernikahan yang Kyarra lakukan semata-mata hanya untuk Kelly. Mama sudah keterlaluan, mama keterlaluan melakukan semua ini, menuduh Kyarra memiliki hutang, menjebak kak Alvino," ucap Kyarra dengan merendahkan suaranya.
Mega menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan dan kemudian berdiri dari tempat duduknya menghadap Kyarra jarak mereka yang sudah jauh lebih dekat.
"Jangan pernah datang ke rumah ini lagi jika kamu hanya protes. Hutang sudah selesai dengan rentenir itu, Alvino sudah membayarnya, ingin protes seperti apapun sudah tidak ada gunanya, jadi keluar dari rumah ini!" usir Mega menunjuk pintu rumah.
Kyarra tetap diam di tempatnya menatap ibunya yang sangat keterlaluan.
"Mama bilang keluar!" bentak Mega dengan suara menggelegar dan bahkan sampai mendorong Kyarra.
Tubuh Kyarra yang tidak seimbang hampir saja jatuh tersungkur ke lantai dan Untung saja tubuhnya tertahan tubuh besar yang memegang kedua bahunya, membuat Kyarra mengangkat kepala melihat orang tersebut tak lain adalah Alvino yang tidak tahu sejak kapan berada di sana dan saat ini telah menolong dirinya.
Alvino cukup kaget dengan menatap suaminya itu, pandangan mereka bertemu, detak jantung Kyarra berdebar begitu aneh, sementara Mega menghela nafas, menghadapi Kyarra saja sudah membuat kepalanya sakit dan apalagi Alvino.
Bersambung......