Indonesia
NovelToon NovelToon
Petualangan Mayanza

Petualangan Mayanza

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Berawal dari membaca buku yang ditemukan di lemari tua, Mayanza mempunyai kekuatan merapal mantra.
Kesalahan mengambil bunga teratai emas..
Menentukan nasib di Kehidupan Mayanza

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabut Asap

Aku meminta tolong cleaning service membersihkan ruangan kerja, mengganti saringan air purifier yang baru.

"Terima Kasih ya.." kataku setelah selesai dibersihkan, cleaning service mengangguk.

Ruangan ini kutinggal berberapa hari lebih bersih, udaranya juga lebih sejuk.

Kebakaran hutan membuat kabut asap dimana-mana.

Banyak pasien terserang sesak nafas,

Aku mendapat secarik kertas peringatan dari pimpinan Rumah Sakit, karena sering mangkir berkerja.

Jadwal Jaga ku ditambah sebagai konsekuensi meninggalkan tempat kerja.

"Dokter" pintu diketuk.

"Jadwal kunjungan pasien" kata Perawat jaga mengingatkan.

Aku memakai maskerku dan keluar ruangan untuk mengunjungi dan memeriksa kesehatan pasienku satu persatu.

**

Akhirnya jam istirahat juga, aku menyandarkan tubuhku di kursi kerja ruangan.

Tidak berniat kembali kerumah karena malam nanti ada jadwal operasi pasien lagi.

Aku mengnci ruangan, menyandarkan kepala dan tertidur sejenak.

"Mayanza...mayanza...." panggilan itu terdengar sangat jelas, suara itu pelan memanggil.

Aku terbangun.

Membuka mata.

Membuka pintu, tidak ada seorangpun di lorong ruangan.

Aku meregangkan otot dan leher, terlelap beberapa menit sangat membantu.

Berjalan menuju lobby, aku biarkan pintu ruanganku terbuka.

"Apakah tadi ada yang memanggilku?" tanyaku kepada dua perawat jaga.

"Tidak ada dok", kata salah satu perawat.

Mereka juga ikut menoleh kesana kemari.

"Dok, jangan bikin takut ah", kata perawat itu lagi.

"Takut kenapa?" aku tertawa.

"Disini dari tadi sepi dok" kata Perawat sambut anggukan Perawat yang lain.

Lift berdenting, terbuka tidak ada siapa-siapa yang keluar.

Lalu menutup kembali.

Kami bertiga sama-sama tegang.

"Dok..." kata salah satu perawat.

"Hush! jangan kerja di Rumah Sakit kau penakut" kata Perawat yang satunya lagi.

Padahal kenyataannya kami bertiga, menahan rasa takut.

"Tolong cek jadwalku di aplikasi ya..." kataku mengalihkan percakapan kami.

"Baik dok, nanti saya kirimkan ke dokter" katanya.

"Dokter tidak pulang?"

Aku masih berdiri di depan meja Lobby.

"sepertinya tidak, bolak balik sangat melelahkan" jawabku.

"Benar dok, apalagi diluar kabut asap" kata perawat.

"kalian berdua tidak pulang juga?" kataku

"kami barusan mengganti jadwal sore dari jam empat tadi"

Aku mengangguk.

"Jadwalnya sudah kukirimkan dok" kata Perawat yang mengirimkan jadwal sore.

"Baik, terima kasih, tab ku di ruangan" ucapku.

Aku meninggalkan mereka berdua menuju ruangan kerjaku yang masih terbuka.

Kuambil tabku mengecek jadwal operasi masih dua jam lagi.

Aku mengambil barang dan mengunci ruanganku menuju lift.

"Aku keluar sebentar" kataku melewati perawat di lobby.

Mereka berdua mengangguk.

**

Kantin penuh, rupanya banyak yang tidak kembali karena kabut asap pekat diluar memilih berkerja full di Rumah Sakit.

Aku memilih duduk di pojok ruangan sambil menunggu pesananku datang.

"Boleh gabung dok..." kata seorang perawat pria.

"Boleh" aku melihat sekeliling meja memang penuh tidak ada pilihan selain bergabung.

Perawat ini sepertinya baru berkerja, tidak pernah kulihat sebelumnya.

Dia sibuk memainkan HPnya, sambil menunggu pesanan.

Aku membuka jadwal dan mengisi jurnal.

Pramusaji menghidangkan makanan.

Aku membuka maskerku,

Aku memesan cah jamur dan ayam bakar serta semangkuk nasi, minuman juice jeruk.

Semetara pesanan pemuda itu sup ayam.

"Selamat makan" kataku.

Pemuda itu mengangguk membuka maskernya.

Selesai makan dia pamit duluan.

Aku masih duduk makan pelan-pelan di kantin.

Alarm HPku berbunyi.

Aku bergegas menuju ruang operasi mengganti pakaian di loker dan mulai melakukan operasi pasienku hari ini.

Hari biasa tanpa gangguan apapun.

Aku kembali ke Ruangan Kerjaku.

Mengecek handpone sejam yang lalu Ibu menghubungi, aku hubungi balik.

"Bu... Ada menelepon" kataku.

"Iya, ibu ada di IGD" kata Ibu.

"Kenapa?" kataku terkejut.

"Ayahmu sesak nafas" kata Ibu

"Jangan panik, Ayahmu sudah ditangani, sekarang menunggu dipindahkan ke ruangan" kata ibu.

"Baiklah, aku turun kesana" kataku.

Jadwalku masih sejam lagi untuk operasi berikutnya.

Mengambil jas putihku yang baru selesai dijahit dari gantungan di ruangan.

Aku menitipkan kunci pada perawat di lobby.

**

"Bu... " aku menemui ibu di IGD.

Ayah sudah ditangani dengan baik, aku mengantar mereka ke ruangan VIP.

melirik jam di handphone.

"Kalian kutinggal sebentar, aku ada jadwal operasi, nanti kesini lagi" kataku pada Ibu.

Selesai operasi kutemui ibu di kamar rawat inap Ayah.

Ibu tertidur di kursi. "Bu, pindah ke kasur... biar mayanza yang jaga" kataku pada ibu.

"Ibu tidak capek kok" kata Ibu tapi wajah ibu lelah.

"Ibu sudah makan belum? " tanyaku.

"Sudah... Tadi setelah makan malam ayahmu sesak nafas"

"Hutan pinus di sekitar kita banyak yang terbakar. Tadi tim padam siaga takut api merembet kemana-mana" kata Ibu.

"Jangan pikirkan dulu, yang penting ibu dan ayah aman disini, besok pagi aku akan mengecek ke rumah mengambil pakaian" kataku.

"Tidak perlu, ibu tadi sudah membawa semuanya disini" Ibu menunjuk koper.

"Ibu juga berpesan pada pelayan untuk mengantar pakaianmu besok pagi" kata Ibu.

"Ibu.... Aku kan bisa mengambilnya sendiri.. " kataku

"Kamu terlalu sibuk, lihat wajahmu kusut sekali kelelahan" ibu menyentuh pipiku.

Aku memeluk tubuh ibu yang hangat.

"Ibu istirahat, aku yang jaga ayah sekarang" kataku.

"Besok pagi jadwalku agak siang" kataku.

**

Aku tidur si sofa dan Ibu sudah bangun berganti pakaian menyuapi ayah.

"Tidurmu nyenyak" tanya ibu.

Tubuhku berselimut tebal berwarna coklat kotak-kotak.

"Ya... " aku tersenyum merentangkan tangan dan menguap.

"Masih mengantuk? " tanya ayah.

"Tidak... Sudah tidak yah.. " kataku.

"Ayah? Bagaimana sudah lebih enak bernafasnya?" tanyaku sambil mengecek tabung oksigen disamping.

Ayah mengangguk.

Ayah memegang tanganku.

"Cepat mandi" kata Ibu.

"Pakaianmu ada di koper" kata ibu lagi.

"Ternyata pakaianku juga sudah diantar, kapan? " tanyaku.

"Subuh tadi, kamu tidur seperti bayi. Tidurmu nyenyak" kata Ibu.

**

"ternyata ada dokter Mayanza disini" kata dokter spesialis paru

"iya ini Ayahku" kataku.

"saturasi oksigennya sudah membaik, sudah aman" kata dokter spesialis paru.

"kapan kami bisa pulang?" tanya ibu.

aku dan doker spesialis paru tertawa mendengar celetukan ibu.

"Mungkin sebulan lagi bu.. " kata dokter bercanda.

"Wah... Jangan dok" kata ibu.

"Isi tas koper kan belum dipakai semua" kata dokter paru bercanda melihat koper kami seperti pengungsi.

"Dokter... Jangan begitu" kata ibu.

"Dua sampai tiga hari lagi ya... " katanya.

Ibu mengangguk mengenggam tangan Ayah yang terbaring.

**

Aku mengambil kunci dari lobby untuk masuk keruanganku.

Seingatku meninggalkan ruangan ini semalam rapi.

Tapi yang kulihat sekarang, kertas bertebaran, laci terbuka, tirai jatuh seperti ada angin topan di ruangan ini semalam aku tinggalkan.

Mataku terfokus pada gelang giok yang diletakan di atas meja.

Ternyata aku kedatangan tamu Agung semalam.

Aku memanggil keamanan mengecek apa yang terjadi semalam dan cleaning service membantuku membersihkan ruangan.

Rekaman CCTV tidak ditemukan.

Rupanya mereka juga bisa tidak terlihat di kamera.

Sementara mereka merapikan ruangan aku pergi ke rooftop, membuka portal merapalkan mantra lingkaran gerbang terbuka aku pikirkan istana selatan.

Melempar gelang itu kuat-kuat dan menutup gerbang itu.

**

Aku perlu waspada...

Bersambung...

1
Tory Ambay Satu
Mantap👍👍
Tory Ambay Satu
👍👍
Tory Ambay Satu
Semakin seru ceritanya👍
Novita Tory: terima kasih, dukung dan baca juga ceritaku yang lainnya ya🤭
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Seru banget ya, Raja Yuko😍
Novita Tory: /Chuckle/🙏
total 1 replies
Novita Tory
🤭Aku memikirkan nasib ayam berwarna putih😅🥲
Tory Ambay Satu
Bagus banget alur ceritanya 👍
Novita Tory: Makasih...
total 1 replies
Tory Ambay Satu
Mantapp banget ceritanya👍
Novita Tory: makasih😊selamat membaca..
baca juga karyaku yang lain ya...
total 1 replies
Novita Tory
Lanjut untuk episode selanjutnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!