Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:602.2k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Demi melindungi harga diri suaminya yang mandul, Larissa rela menanggung caci maki sebagai wanita mandul. Namun, pengorbanannya dibalas dengan surat cerai dan pengusiran kejam setelah sang suami memalsukan hasil medisnya demi bersanding dengan wanita lain.

Tiga tahun berlalu, dunia terguncang ketika Larissa bangkit sebagai istri dari CEO terkaya dan melahirkan dua anak yang sehat. Saat kebohongan masa lalu mulai terbongkar, giliran Larissa yang memegang kendali untuk membuat mantan suaminya merangkak dalam penyesalan seumur hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Langkah pertama sang nyonya besar

Sesuai keputusan dari Bayu setelah pernikahan mereka satu minggu lalu, Larissa tidak lagi menduduki posisi sebagai Asisten Pribadi Utama.

Bayu dengan penuh penghormatan menempatkan istrinya di posisi yang jauh lebih agung dan memiliki pengaruh sosial yang sangat kuat: sebagai salah satu Dewan Komisaris Utama Yayasan Amal dan Filantropi Megah Corp.

Jabatan ini bukan sekadar gelar kosong untuk pajangan sosialita. Yayasan filantropi Megah Corp memegang kendali atas aliran dana hibah, kemitraan strategis, dan tanggung jawab sosial korporat senilai ratusan miliar rupiah yang terhubung langsung dengan berbagai jaringan perbankan dan institusi finansial nasional.

Di bawah takhta barunya ini, setiap tanda tangan dan keputusan Larissa memiliki bobot hukum yang mampu menggerakkan arah kebijakan bisnis di tingkat atas.

Larissa duduk di balik meja kerja barunya, dia mengenakan setelan blazer tenun modern berwarna biru dongker yang memancarkan aura kepemimpinan yang sangat matang, anggun, dan berkelas.

Rambut hitam panjangnya digulung rapi dengan tusuk konde mutila minimalis, memamerkan sepasang anting berlian pemberian suaminya.

Jemari lentiknya bergerak tenang di atas layar tablet, memeriksa rangkuman data ekosistem finansial yang baru saja dikirimkan oleh tim analisis internalnya.

Sebuah senyum tipis terukir di sudut bibirnya yang dilapisi lipstik merah burgundi saat matanya menangkap satu nama korporasi yang sangat dia kenali di dalam daftar pengajuan modal: Baskoro Konstruksi.

Berdasarkan data rahasia tersebut, Larissa mempelajari bahwa demi menyelamatkan perusahaannya yang sedang sekarat pasca-penarikan modal para investor, Bram sedang mengajukan pinjaman dana darurat sebesar lima puluh miliar rupiah kepada Bank Swasta Nasional Utama, sebuah bank swasta terbesar di negeri ini yang ternyata saham mayoritasnya dipegang oleh Megah Corp.

"Jadi, kamu mencoba mencari pelampung di tempat suamiku, Bram?" desis Larissa lirih, sorot matanya berkilat memancarkan pendar kekuatan baru.

Larissa menekan tombol satu di interkom meja kerjanya. "Ratih, tolong jadwalkan pertemuan minum teh privat di ruang VIP dengan Direktur Utama Bank Nasional Utama, Pak Handoko, pukul dua siang ini."

Pukul dua siang tepat, suasana di dalam ruang VIP terasa begitu menenangkan. Aroma harum dari seduhan daun teh Earl Grey premium menguar lembut di udara, berpadu dengan alunan musik instrumental piano yang mengalun sangat halus.

Seorang pria paruh baya bertubuh tegap mengenakan setelan jas formal mahal—Pak Handoko, sang Direktur Utama Bank Nasional Utama—duduk dengan tegap.

Sebagai seorang bankir senior yang sudah puluhan tahun menyelami dunia high society, Pak Handoko tahu betul siapa wanita di hadapannya saat ini.

Wanita ini adalah Nyonya Besar Megah Corp, istri sah dari Bayu Wicaksono yang memegang kendali atas rantai pasokan modal bank yang dia pimpin.

"Sebuah kehormatan besar bagi saya bisa memenuhi undangan minum teh Anda, Nyonya Larissa," ujar Pak Handoko dengan nada suara yang sangat luwes dan sopan, menundukkan kepalanya sedikit.

Larissa menyesap teh hangatnya dengan gerakan anggun sebelum meletakkan cangkir porselennya kembali ke atas tatakan dengan bunyi denting yang sangat halus.

"Terima kasih sudah meluangkan waktu di tengah kesibukan Anda, Pak Handoko," jawab Larissa.

"Saya hanya ingin berdiskusi santai mengenai beberapa portofolio pengajuan kredit korporasi yang masuk minggu ini. Sebagai Dewan Komisaris Yayasan, saya berkepentingan memastikan bahwa tata kelola risiko sosial dan finansial dari mitra-mitra kita tetap berada di jalur yang aman."

Pak Handoko mengangguk paham. "Tentu saja, Nyonya Larissa. Apakah ada portofolio spesifik yang menarik perhatian Anda?"

Larissa menggeser sebuah map dokumen berwarna hitam yang sejak tadi terletak di samping cangkirnya ke hadapan Pak Handoko.

"Saya hanya ingin Anda meninjau ulang berkas analisis keuangan milik Baskoro Konstruksi ini," ujar Larissa dengan suara datar.

"Tim analis saya menemukan beberapa data menarik. Perusahaan tersebut selama ini terlihat stabil hanya karena sistem domestik dan pengelolaan administrasi lamanya yang menahan kebocoran dana internal. Namun sejak satu bulan lalu, tepat setelah mereka mengganti struktur internalnya, tata kelola finansial mereka sebenarnya mulai goyah dan berada di zona merah."

Pak Handoko membuka map tersebut, dan sepasang matanya langsung bergerak cepat membaca grafik analisis aliran kas yang disajikan secara transparan oleh tim Larissa.

Sebagai seorang direktur bank, dia langsung menangkap sinyal bahaya yang sangat besar. Baskoro Konstruksi saat ini sedang berada di ambang kebangkrutan karena tidak memiliki jaminan aset yang likuid pasca-penarikan modal para investor utama.

Risiko gagal bayarnya terlampau tinggi.

"Jika Bank Nasional Utama tetap mengucurkan dana sebesar lima puluh miliar rupiah ke dalam perusahaan yang manajemen internalnya sedang mengalami keretakan seperti ini, saya khawatir itu akan menjadi keputusan yang kurang bijaksana bagi portofolio kredit macet bank Anda, Pak Handoko," tambah Larissa

Pak Handoko langsung menangkap arah pembicaraan. Ini bukan sekadar urusan analisis keuangan; ini adalah peringatan halus dari lingkaran tertinggi Megah Corp. Menyetujui pinjaman untuk pria yang telah membuang Nyonya Besar mereka adalah tindakan bunuh diri karir yang paling bodoh.

Pak Handoko segera menutup map dokumen itu dengan tegas, lalu menyunggingkan sebuah senyuman formal.

"Saya sangat berterima kasih atas kejelian Anda, Nyonya Larissa. Data dari tim Anda sangat menyelamatkan kami dari risiko kerugian besar. Saya pastikan, komite audit kami akan segera melakukan peninjauan ulang yang sangat ketat, dan kami akan menangguhkan seluruh proses kucuran dana untuk Baskoro Konstruksi hari ini juga."

Larissa menyunggingkan senyum tipis. "Terima kasih atas kerja samanya, Pak Handoko. Silakan nikmati teh Anda."

Sementara itu sore harinya, di dalam ruang kerja Baskoro Konstruksi, atmosfer udara terasa begitu pengap dan panas.

Bram berdiri di dekat meja kerjanya dengan kemeja yang kancing atasnya sudah dibuka paksa, wajahnya tampak begitu tegang menanti kabar dari pihak bank. Pinjaman lima puluh miliar itu adalah satu-satunya napas buatan yang bisa menyelamatkan perusahaannya dari eksekusi penyitaan vendor besok pagi.

Kring! Kring!

Ponsel di atas meja kerja berdering dengan sangat nyaring. Bram langsung menyambar ponselnya dengan cepat, lalu menempelkannya ke telinga dengan bahu yang gemetar.

"Halo, Rian! Bagaimana?! Apakah surat persetujuan kucuran dana dari Bank Nasional Utama sudah ditandatangani?!" seru Bram dengan nada suara yang memburu kasar, keringat dingin mengalir membasahi pelipisnya.

Di seberang telepon, suara manajer keuangannya terdengar sangat panik dan bergetar hebat. "T-Tuan Bram, kita dalam masalah besar! Baru saja komite audit Bank Nasional Utama menelepon saya. Mereka mengatakan bahwa pengajuan pinjaman dana darurat kita ditangguhkan secara sepihak untuk waktu yang tidak ditentukan!"

Hantaman kalimat itu membuat seluruh pasokan udara di dalam dada Bram seolah disedot habis seketika. "Apa?! Ditangguhkan?! Atas alasan apa, Rian?! Dua hari lalu mereka bilang semua dokumen administrasi kita sudah lengkap dan bersih!"

"Mereka tidak memberikan alasan yang jelas, Tuan! Mereka hanya mengatakan bahwa berdasarkan analisis risiko terbaru dari dewan komisaris pusat, profil perusahaan kita dinilai terlalu berbahaya untuk menerima kucuran modal. Semua jalur komunikasi kita diblokir, Tuan Bram!"

Bram merasakan seluruh persendian tubuhnya mendadak lemas tak bertulang. Ponsel di tangannya nyaris saja merosot jatuh ke atas lantai. Wajah pria itu seketika berubah menjadi sangat pucat, menyadari bahwa nasib dan napas bisnis perusahaannya kini benar-benar berada di ujung tanduk kehancuran.

Di belahan kota yang lain, Larissa sedang melangkah menuju dinding kaca besar, menatap pemandangan lanskap kota Jakarta dengan kepala yang terangkat tegak sempurna.

Bzzz... Bzzz...

Ponsel milik Larissa di atas meja kerja bergetar halus. Wanita itu berjalan mendekat, lalu membuka sebuah pesan singkat yang baru saja dikirimkan oleh Harris, asisten pribadi utama sekaligus tangan kanan suaminya.

Pesan itu tertulis:

"Nyonya Larissa, tikus kecil itu sudah mulai masuk ke dalam perangkap finansial kita. Bank Nasional Utama telah resmi mengunci mati seluruh akses modalnya sore ini. Sesuai perintah Tuan Bayu, tameng hukum kita sudah bersiap untuk langkah berikutnya."

Larissa mencengkeram ponselnya dengan sangat kuat. Roda pembalasan yang dia gerakkan kini telah resmi mengunci mangsanya, dan dia tidak akan berhenti sampai seluruh sisa keangkuhan keluarga Baskoro hancur lebur bersimpuh di bawah kakinya.

Bersambung

1
Herlina Niputu
kayaknya Larissa terlalu kejam,masak sampai tanah kuburan diambil
Ninik Rochaini
males bc lht org oon n goblok
Ninik Rochaini
sek goblok ae
Ninik Rochaini
msh jg goblok
Deni marvianawati
kapan unboxingnya kok tiba² udah hamidun 😄 padahal yg di tunggu part unboxingnya
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
say't
wow mau dong 1 kyk bayu #halu 🤭
say't
🤣 karma burukmu sdh berjalan vera si bram pst lg cari cwek buat bersenang2 tanpa ikatan 🤪 mabok n making lope itu yg akan dilakukan si bram 🤣
say't
bram istri keduamu akan mmbuatmu jatuh sejatuhx bhkn gelandangan lbh terhormat dari dirimu bram
say't
tenang hbs gelap trbitlah terang pisah dari batu kali(sungai) hbs ni dpt batu berlian permata jamrud dsb kau lar
say't
kutunggu karmamu bram n famiily pst nanti kecewa bhwa anak yg dikandung vera bkn anakmu cz hasil "tabungan bersama" ibumu mati krn serangan jantung n loe bram dipenjara n mati bunuh ke diri 🤪 sebel aq 😤
siska nirmala
kok bodoh banget sie karakter larissa disini
pipin rezky1010
harrys nya Bayu dan Larisa kena karma dulu atas kekejaman nya baru di tamatin
pipin rezky1010
dari ratusan novel yg pernah sy baca,baru ini Nemu novel yg begitu kejam dan tidak. berbelas kasih PD sesama manusia apa yg. di lakukan Bayu dan Larisa itu lebih kejam dari figur2. mafia yg pernah sy baca/tonton,tidak ada kata ampun,terlalu sombong
pipin rezky1010
terlalu kejam...katanya Larisa ga marah,ga dendam,tapi smpy segitu kejam nya,smpy benar2 menghancur leburkan jiwa dan raga bram dan ibu nya
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
oh mungkin kepleset ya namanya😎
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
lana siapa ya.. perasaan namanya Larissa deh😎
Wirda Wati
Rasain
Emi Widyawati
bagus ceritanya.... kejam? kurasa enggak yaa, pembalasan yang sepadan dengan kejahatan nya. 👍👍
MiMi Chan
nice story teach for all woman not giving up even in hard time👍😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!