Indonesia
NovelToon NovelToon
I Love You Mas Mayor Galak

I Love You Mas Mayor Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jilbab putih

Mayor Aris adalah definisi komandan militer sempurna: tegas, seram, dan disiplin tinggi. Di markas, bisikan namanya saja sudah cukup membuat para prajurit gemetaran. Namun, reputasi "Mayor Galak" itu mendadak runtuh setiap kali ia berhadapan dengan Mayang—gadis pintar, super periang, centil, jujur, polos, sekaligus ceroboh tingkat dewa.

Sifat Mayang yang berbanding terbalik 180 derajat dengan Aris membuat hari-hari sang Mayor tak pernah tenang. Dari tingkah Mayang yang blak-blakan menggoda Aris di depan anak buahnya, hingga kecerobohan manis yang selalu sukses memicu kepanikan sang Mayor. Di balik keusilannya, kejujuran dan kepolosan Mayang justru menjadi tempat Aris melupakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jilbab putih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Lamaran Resmi di Mako Batalyon

BAB 19: Lamaran Resmi di Mako Batalyon

Pagi hari di Mako Batalyon menyambut dengan udara sejuk yang bertiup dari arah pegunungan.

Sinar matahari keemasan menerobos celah-celah pepohonan mahoni yang berbaris rapi di sepanjang jalan utama markas.

Namun, ada yang berbeda dengan atmosfer Batalyon pagi ini. Tidak ada suara teriakan latihan fisik yang bising atau derap langkah sepatu lars yang kaku.

Seluruh area Mako diselimuti oleh suasana yang hangat, gembira, dan penuh antisipasi.

Di depan Gedung Komando Utama, sebuah tenda dekorasi bernuansa putih dan hijau zaitun telah berdiri anggun.

Bunga-bunga segar menghiasi sudut-sudut panggung kecil, sementara karpet merah dibentangkan menyusuri tangga utama.

Hari ini adalah hari yang sangat spesial hari di mana Mayor Aris secara resmi menggelar acara lamaran dan pertunangan militer untuk meminang Mayang di hadapan keluarga besar Batalyon serta para perwira senior.

Di dalam ruangan khusus Mess Perwira, Mayang berdiri di depan cermin besar.

Ia tampak sangat anggun mempesona dalam balutan kebaya modern berwarna hijau sage lembut dengan aksen payet yang berkilau halus diterpa cahaya lampu.

Rambut hitamnya ditata dengan sanggul modern yang simpel namun berkelas. Kacamata tebal yang biasanya bertengger di hidungnya kini digantikan oleh bingkai kacamata baru berdesain elegan yang sangat pas di wajahnya.

Dan tentu saja, di dada kirinya, bros perak ukiran pita pemberian Ibu Diah terpasang sempurna sebagai lambang restu utama dari keluarga purnawirawan.

"Duh, Mbak Mayang... asli, cantik banget!" puji seorang staf perawat wanita yang membantunya merapikan riasan. "Pasti Mayor Aris makin keledek-keledek nih begitu lihat Mbak keluar!"

Mayang tertawa kecil, walau jemari tangannya meremas pelan ujung kebayanya.

"Aduh, Mbak... Mayang jujur deg-degan setengah mati ini. Biasanya kan Mayang cuma pakai kaos oblong sama topi rimba, sekarang didandani begini rasanya kaku banget."

Sementara itu, di halaman utama, suasana makin ramai. Mobil dinas hitam berplat purnawirawan baru saja berhenti di depan karpet merah.

Dari pintu belakang, turunlah Purnawirawan Jenderal Dudung bersama Ibu Diah dengan senyuman hangat mengembang di wajah mereka.

Kedatangan orang tua Aris disambut langsung oleh Kapten Yoga dan jajaran perwira senior Batalyon dengan sikap hormat sempurna.

Tak lama kemudian, Mayor Aris keluar dari gedung komando. Penampilannya pagi ini benar-benar membuat siapa pun yang melihatnya terpesona.

Sang Komandan mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH) militer resmi yang sangat rapi, lengkap dengan tanda pangkat mayor emas berkilat di bahunya, jajaran pita tanda jasa di dada, serta baret hijau gagah yang terpasang sempurna di kepalanya.

Ketampanan maskulinnya dipadu dengan postur tubuhnya yang tinggi tegap memancarkan aura kepemimpinan yang amat berkelas.

Dokter Siska berdiri di barisan tamu perwira medis. Ia mengenakan gaun formal berwarna biru gelap.

Meski raut wajahnya masih menyimpan sedikit rasa canggung setelah insiden di lokasi bencana kemarin, matanya menatap Mayor Aris dan dekorasi acara dengan kelapangan dada yang baru.

Siska akhirnya benar-benar menerima bahwa jalan cerita Aris dan dirinya telah selesai, dan Mayang adalah takdir sejati bagi sang Komandan.

"Acara lamaran resmi Komandan Batalyon akan segera dimulai!" seru Kapten Yoga melalui pengeras suara resmi.

Seluruh tamu undangan dan prajurit yang berbaris rapi di sisi karpet merah seketika menahan napas saat pintu utama Mess Perwira terbuka.

Mayang melangkah keluar didampingi oleh kedua orang tuanya yang tersenyum bangga.

Langkah kaki Mayang yang anggun dan berwibawa menyusuri karpet merah membuat seluruh pasang mata terpaku takjub.

Mayor Aris yang berdiri di ujung karpet merah tak mampu menyembunyikan keterkejutannya.

Tatapan mata pekat sang Mayor terkunci sepenuhnya pada sosok Mayang.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Batalyon, seluruh anggota melihat wajah Komandan mereka yang terkenal amat dingin dan garang itu merona merah dengan senyuman paling bahagia yang pernah ia sunggingkan.

Aris melangkah maju beberapa tapak, menyambut kedatangan Mayang di tengah lapangan acara.

"Kamu..." bisik Aris pelan saat Mayang berhenti tepat di hadapannya, "sangat luar biasa cantik, Mayang."

Pipis Mayang seketika merona merah.

"Mas Mayor juga tampan banget hari ini... sampai Mayang hampir lupa bernapas."

Aris terkekeh pelan, lalu berbalik menghadap ke arah Purnawirawan Jenderal Dudung, Ibu Diah, serta seluruh perwira dan prajurit yang hadir.

Suasana lapangan mendadak hening dan khidmat saat sang Komandan Batalyon mengambil mikrofon utama.

"Selamat pagi kepada keluarga besar Batalyon dan para tamu undangan yang saya hormati," ucap Aris dengan suara bass-nya yang dalam, lantang, dan berwibawa, bergaung menembus pengeras suara.

"Berdiri di sini, di hadapan markas tempat saya mengabdi pada negara, saya ingin menyampaikan sebuah niat yang paling tulus dalam hidup saya," lanjut Aris, memutar tubuhnya dan menatap langsung ke dalam manik mata Mayang.

"Mayang..." Aris mengambil napas dalam-dalam.

"Kehadiranmu di hidup saya seperti cahaya yang meruntuhkan segala kegelapan dan kekakuan. Kamu mengajarkan saya arti ketulusan, keberanian sejati, dan kehangatan sebuah rumah. Hari ini, di hadapan orang tua saya, keluarga besar Batalyon, dan Tuhan yang Maha Esa... saya, Mayor Aris, secara resmi meminta kesediaanmu untuk menjadi istri saya, pendamping hidup saya, dan ibu dari anak-anak kita kelak."

Aris membuka sebuah kotak beludru merah kecil di tangannya, memperlihatkan sebuah cincin emas bermata berlian yang berkilau indah diterpa sinar matahari pagi.

Seluruh hadirin menahan napas. Suasana begitu hening, menunggu jawaban dari sang gadis.

Mayang menatap Aris dengan mata berkaca-kaca menahan haru bahagia. Ia mengangguk perlahan seraya tersenyum paling cerah.

"Iya, Mas Mayor..." jawab Mayang dengan suara yang amat jernih dan mantap.

"Mayang bersedia menjadi istri Mas Aris, menjadi pendamping dalam suka dan duka, serta berjalan bersama Mas Aris sampai akhir hayat."

Brak! Tepuk tangan bergemuruh!

"Huraaa! Selamat Mayor Aris! Selamat Mbak Mayang!" sorak Kapten Yoga dan puluhan prajurit Batalyon yang bergembira ria!

Aris memasangkan cincin emas tersebut ke jari manis Mayang, sementara Mayang balas memasangkan cincin untuk Aris.

Ibu Diah melangkah maju dan merangkul Mayang erat-erat dengan air mata bahagia menetes di pipinya.

Bahkan Dokter Siska menyempatkan diri melangkah mendekat, memberikan senyuman tulus dan tepuk tangan paling hangat untuk pasangan tersebut.

Di tengah riuhnya sorak-sorai dan selamat dari seluruh anggota Batalyon, Aris menggenggam erat jemari Mayang, mendekatkan bibirnya ke telinga calon istrinya itu seraya berbisik pelan,

"Terima kasih sudah memilih saya, Mayang. Perjalanan kita baru saja dimulai, dan saya janji akan mencintaimu di setiap helai napas saya."

Mayang tersenyum lebar, menyandarkan kepalanya di bahu tegap sang Mayor dengan rasa bahagia yang membuncah sempurna.

1
pena putih
seru banget ditunggu updatenya ya
pena putih
Yuk mampir👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!