Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:69.5k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Tit... Tit... Tit...

"Nih uang buat beli listrik. Dasar wanita benalu, bisanya cuma minta uang aja tapi dandan tidak bisa." teriak seorang laki-laki sambil melempar beberapa lembar uang ke arah wajah istrinya.

Mempunyai mertua yang baik, tapi anaknya selalu menguji kesabarannya. Pelit, suka membandingkan dengan perempuan lain, dan selingkuh. Namun selalu menyalahkan istrinya yang selama ini sabar mendampinginya. Dia adalah Aruna Fatihah yang harus diuji kesabarannya selama 3 tahun belakang dengan perubahan suaminya.

Akankah Aruna masih akan bersabar jika suaminya menjalin kasih dengan perempuan lain? Apakah Aruna akan memilih diam atau membalas perlakuan dari suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pingsan

Aruna memeriksa CCTV yang sudah dipasangnya pada sepatu Kafka. Terlihat jika Kafka sekarang masih tertidur pulas di tempat yang mewah. Aruna tersenyum miris melihat suaminya tinggal nyaman di sebuah hotel, rumah, atau apartemen mewah. Padahal rumahnya saja, masih sederhana dan Kafka tak pernah mau mengeluarkan uang untuk membantu renovasi atau membangun rumah.

Setelah mengetahui keberadaan Kafka, Aruna langsung memeriksa rekaman CCTV untuk tadi malam. Semalam dirinya sudah terlalu banyak pikiran, sehingga baru sekarang dia membuka. Suara Kafka dan perempuan bernama Silvy itu begitu jelas. Sebelah tangan Aruna mengepal erat dan wajahnya memerah. Benar dugaannya, ternyata memang Kafka dan perempuan itu yang merencanakan teror tadi malam. Aruna menggelengkan kepalanya, mencoba mengusir kenangan indah bersama Kafka yang tiba-tiba terlintas.

"Kamu lihat apa, Nak?" tanya Ibu Salma yang melihat badan Aruna tampak tegang.

"Yang teror semalam, benar Mas Kafka dan kekasihnya itu pelakunya. Bahkan Mas Kafka bilang aku dekil dan tidak cantik lagi. Ini wajah perempuan yang menjadi kekasih Mas Kafka sekarang, Bu." Aruna pun memberikan ponselnya pada Ibu Salma. Tampak dahinya mengernyit seperti tengah mengingat sesuatu. Pada saat melihat rekaman suara di restorant, Ibu Salma tidak melihat wajah perempuan yang bersama Kafka. Pasalnya itu hanya rekaman suara saja, tidak menampakkan wajah Kafka dan kekasihnya.

"Ini Silvy, mantan kekasih Kafka waktu SMA. Ya, Ibu yakin benar kalau ini Silvy. Dia dulu meninggalkan Kafka karena keluarga kami miskin. Balik lagi perempuan itu? Kafka bodoh banget sih," ucap Ibu Salma yang tahu cerita cinta saat SMA antara Kafka dan Silvy. Ibu Salma geregetan sendiri melihat kebodohan anaknya.

"Udah dikasih berlian, malah ambil emas imitasi." lanjutnya dengan menggebu-gebu.

"Kalau dia tahu Mas Kafka berasal dari keluarga miskin, kenapa dia mendekat lagi?" tanya Aruna dengan tatapan penasarannya.

"Suamimu sudah jadi manager, Aruna. Ingat itu,"

Aruna menganggukkan kepalanya. Otaknya terlalu banyak memikirkan masalah sehingga tak dapat fokus. Benar juga apa yang dikatakan oleh mertuanya itu. Kafka sekarang sudah menjadi manager dan jabatannya lumayan untuk menunjang hidupnya. Aruna pun mendengarkan rekaman CCTV itu sampai akhir dan ternyata memang Silvy akan melakukan segala cara agar bisa bersama Kafka.

"Badannya udah disentuh sama perempuan lain. Aku tidak akan sudi dipegang oleh kamu, Mas." gumam Aruna sambil menghela nafasnya pelan.

"Ayo siap-siap. Kita harus segera menyimpan surat rumah ke bank," ucap Ibu Salma yang tak ingin Aruna malah meratapi suaminya itu.

"Benar, Bu. Kita harus gerak cepat," ucap Aruna dengan penuh semangat. Dengan aset dan dukungan mertuanya, dia akan bisa melawan Kafka.

"Sekalian kita urus ke notaris. Rumah ini akan Ibu wariskan ke kamu dan Nasya," ucap Ibu Salma dengan yakin.

"Ibu yakin?" tanya Aruna dengan tatapan terkejutnya.

"Ya, Ibu yakin dengan keputusan ini."

Aruna langsung memeluk Ibu Salma dengan erat. Matanya berkaca-kaca karena tak menyangka mertuanya mau memberikan rumah ini kepada dia dan Nasya. Padahal dia tidak meminta karena memang tak berhak. Jika memang bercerai dengan Kafka, Aruna hanya ingin biaya pembangunan rumah itu dikembalikan padanya. Tanah itu juga milik mertuanya, bukan dia. Bahkan rumah milik mertuanya, saat ini malah diberikan kepadanya.

"Jadikan rumah ini untuk Nasya saja, Bu. Dia yang lebih berhak," ucap Aruna yang tak ingin ke depannya mendapat tambahan masalah. Jika atas namanya, Kafka pasti akan mengejarnya. Jika atas nama anaknya, Nasya masih ada hubungan darah dengan Ibu Salma. Jadi kemungkinan besar takkan ada masalah.

"Baik. Sama saja, toh nanti Nasya juga ikut kamu." ucap Ibu Salma sambil tersenyum.

***

Setelah mengantarkan Nasya pergi ke sekolah, Ibu Salma dan Aruna pergi ke kantor notaris dahulu. Mereka akan mengajukan turun waris untuk rumah milik Ibu Salma kepada Nasya. Baru lah mereka akan ke bank, untuk menyimpan sertifikat rumah milik Aruna. Mereka pergi ke kantor notaris milik Pak Supri. Orang yang sangat dikenal oleh Ibu Salma.

"Ini mau diwariskan kepada siapa, Mbak Salma?" tanya Pak Supri yang memang memanggil Ibu Salma dengan panggilan "mbak".

"Kepada cucuku, Mas. Minta tolong rahasiakan ini juga dari anakku ya, Mas. Jangan sampai tahu proses ini. Nanti kalau sudah jadi, sertifikatnya akan aku simpan di bank." ucap Ibu Salma dengan cepat. Pasalnya Kafka ini tahu kalau semua urusan tentang rumah dan tanah, Ibu Salma selalu mempercayakan pada Pak Supri.

"Baik, Mbak. Semuanya aman," Pak Supri tampaknya tahu kekhawatiran dari Ibu Salma. Tidak hanya sekali ini Ibu Salma mengalihkan harta miliknya bukan atas nama anaknya.

"Untuk tot..."

"Pikirkan nanti kalau sudah selesai saja, Mbak. Yang penting, syarat-syaratnya sudah lengkap." sela Pak Supri sambil tersenyum.

"Terimakasih, Mas."

Aruna dan Ibu Salma segera pamit pergi dari kantor Pak Supri. Aruna menggandeng tangan Ibu Salma agar berjalan hati-hati. Beruntung bank terdekat ada di dekat kantor notaris Pak Supri. Keduanya melangkah pelan dan melihat semua pengunjung di sana. Memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang mengenal keduanya. Mereka tidak mau nantinya malah ada yang melapor tentang Aruna dan Ibu Salma pergi ke bank.

"Atas nama Ibu Salma," panggil seorang customer service dengan senyum ramahnya. Walaupun Ibu Salma dan Aruna memakai pakaian sederhana dibandingkan nasabah lainnya.

"Ada yang bisa saya bantu, Bu?" tanya customer service bernama Nita pada name tagnya itu.

"Saya..."

"Kami ingin membuat buku rekening baru dan menyimpan sertifikat di bank ini," sela Ibu Salma sebelum Aruna menyelesaikan ucapannya.

"Buat apa buku rekening, Bu? Kita kan belum ada uang kalau mau nabung. Aku juga masih punya kalau cuma rekening, tapi isinya yang nggak ada. Ibu bukan mau pinjam uang di bank dengan jaminan sertifikat rumah kan?" bisik Aruna pada Ibu Salma.

"Kamu diam dulu. Biar ini menjadi urusan Ibu," ucap Ibu Salma membuat Aruna langsung terdiam tapi was-was.

Ibu Salma pun menjelaskan pada Nita untuk membuatkan rekening atas nama cucunya. Dia juga menyimpan sertifikat rumah di bank, bukan untuk menjaminkannya. Hal itu membuat Aruna terkejut dan kebingungan. Ibu Salma meminta uang tabungan yang disimpannya, dialihkan semua ke rekening Nasya.

"Ibu Salma yakin semua uang pada rekening Ibu dipindahkan ke rekening yang baru?" tanya Nita memastikan, apalagi setelah dicek ternyata uang yang tersimpan sangat banyak.

"Iya, Mbak. Saya yakin. Ini Aruna, anak saya sebagai penanggungjawab dari Nasya." ucap Ibu Salma menganggukkan kepalanya dengan yakin.

"Baik, Ibu. Total uang dalam rekening Ibu Salma ada satu milyar tujuh rat..."

Brugh...

Aruna...

Kok malah pingsan sih?

Tolong...

1
Muft Smoker
eeh udh end aj kak ,,
tp makasih buat ceritanya yx kak ,, dtggu karya selanjutnya kak
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya dan ditunggu karya selanjutnya yang ada bodelnya
E F
tq thor🙏😍
smangatttt lanjutty yg lbh seruuuu💪😄
Muft Smoker
akhirnya kafka juga ktemu ma jodoh ny ,,
inget pesan ibu mu kafka ,, kesalahan jgn d ulangi lgii ,,
jgn sok ganteng km😒😒😒😒🤭🤭🤭😂😂😂
Sari Nilam
tinggal di kolong langit aja sensk.lo gak pske biaya 🤣🤣
Sari Nilam
bagus mantap
Sari Nilam
laki2 mokondo belagu srlingkuh pula buang aja ke laut
Muft Smoker
waah pak bos udh kode2an niih ,, 🤭🤭😆😆😆
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
akhirnya ny mereka udh sah ,, semoga bahagia selalu Haruna ,,
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
pengacara seklek anda Gavin ,,
Muft Smoker
si Gaviin mh ad udang di balik bakul ,,
Muft Smoker
jd rumit gini masalah ny ,, dan gx nyangka kalo gaviin bisa bersikap begitu ,, 😒😒😒😒
Lee Mba Young
Aruna itu kecepeten gk sih, baru juga cerai sdh dkat dng laki.
maksud ku focus besar in anak dulu setelh itu baru mikir laki.

ini baru juga cerai dah deket laki aja, kayak gatel gitu lo.
kayak gk bisa hidup tanpa laki.
Elizabeth
mampus lo. Kafka🤣🤣🤣
Elizabeth
bukan main ternyata bu salma ga kaleng" duitnya👍👍
Siti Nurjanah
ayo gavin kamu kurang gercep. q setujunya aruna itu ma gavin
PengGeng EN SifHa
Bau² temen duka bahagia bersama ini si cerrybell
Siti Nurjanah
nahhhh diapa apakah itu gavin?
E F
😄😄
lanjutttt😍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!