Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms Al

demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.

setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"aku ingin membahas sesuatu". Ariana duduk tepat didepan Arga, pria itu meletakkan ponsel nya menatap sang istri.

"membahas apa ?". Tanya nya penasaran.

hembusan nafas pelan keluar dari mulut Ariana. "aku ingin resign".

"kamu bilang apa ?". kening Arga mengerut mendengar ucapan Ariana yang terdengar tiba-tiba.

"aku sudah bekerja bertahun-tahun di perusahan mu dan itu sangat melelahkan. makanya aku ingin resign menikmati hidup ku menjadi nyonya kaya". Jawab Ariana menatap wajah suaminya.

"apa bisa kamu memanggil ku 'mas', rasanya begitu aneh karena panggilan mu sekarang berubah". Arga sangat tidak suka sebab Ariana seperti orang lain.

"tidak bisa...". Dengan cepat Ariana menjawab.

Arga hanya bisa menghela nafas panjangnya, sepertinya istrinya masih marah padanya. Jadi pria itu hanya membuatkan nya saja.

"kamu yakin dengan keputusan mu ?". Tentu Ariana langsung mengangguk.

"tent aku yakin, kenapa ? Kamu melarang ku untuk resign ? Atau kamu melarang ku untuk santai dan menikmati hidup ku ?". Tanya Ariana menatap Arga dengan alis naik sebelah.

Arga mendongakkan kepalanya sedikit, kemudian menatap kopinya yang sudah setengah.

"kalau ini tentang putri Darmawan sampai kamu membesar-besarkan kan masalahnya sampai ingin resign, aku sudah mengatakan pada berulang kali jika aku dan dia sama sekali tidak memiliki hubungan apapun". tatapan Arga teta tertuju ke kopinya, cangkir itu diambil dan meminum kopinya lagi, setelahnya diletakkan dengan pelan namun penuh tekanan.

Senyum kecil muncul pada bibir Ariana. "bukan karena dia, aku hanya lelah dan ingin beristirahat. Apa selama pengabdian ku di perusahaan mu masih belum cukup ? Sampai masalah resign saja kamu mempermasalahkan nya". Tatapan Ariana tertuju pada mata Arga yang memerah, tapi Ariana tidak takut sama sekali karena hal itu membuatnya senang.

"baiklah...aku akan menyetujui nya. Istirahatlah dirumah dengan tenang sekalian kita membuat anak, bukan kah aku harus memiliki pewaris". Senyum senang diperlihatkan oleh Arga tapi Ariana hanya menatapnya datar.

'mau menjadikan ku mesin pencetak anak ? Sedangkan kamu dan selingkuhan mu bersenang-senang setiap saat. Jangan mimpi Arga, semua itu tidak akan terjadi cihhh menjijikkan'. batin Ariana trus menatap Arga yang terus tersenyum.

"aku ke dalam dulu". Ariana langsung beranjak dari sana tanpa menunggu Arga berbicara lagi.

Setelah menutup pintu kaca samping rumah nya, Ariana langsung menuju ruang kerja nya dan menguncinya.

Pasti Arga akan mencarinya untuk meminta membuat anak. "bahkan bernafas satu rumah dengan mu sangat membuat jijik dan muak, tapi aku harus menahan nya sebentar lagi aku akan keluar dari rumah s*alan ini". gumam Ariana berjalan ke meja kerja nya sambil memijit kepalanya yang berdenyut.

* * *

Ariana kini sudah di perusahaan suaminya, beberapa karyawan ya g berpapasan dengannya menyapa dengan hormat sebab jabatan nya sebagai manager di perusahaan itu.

Sebuah map yang berisi surat resign sudah di siapkan dari kemarin, langkahnya membawa nya ke ruangan Arga.

"aku akan tetap resign karena lebih cepat lebih baik". Gumam Ariana terus berjalan hingga keruangan sang suami.

ternyata ada Raka, asisten Arga yang berjaga didepan pintu ruangan Arga. Raka segera menahan Ariana ketika wanita itu ingin masuk

"ehhhh manager Ariana...maaf...nyonya, sekarang tuan Arga sedang rapat didalam sana, jika ada berkas yang ingin ditandatangani, tolong tunda dulu karena waktunya sangat tidak pas". Raka merentangkan tangannya menghalangi Ariana untuk masuk kedalam.

Ariana yang melihat gerak-gerik Raka merasa curiga. "oh begitu yah, baiklah".

Ariana berbalik ingin kembali keruangan nya, hak itu membuat Raka merasa lega. tapi tiga detik kemudian Ariana berbalik lagi menendang pintu ruangan Arga yang memang tidak terkunci.

BRAKKKKK

"ehhhh". Raka sampai terkejut karena ulah Ariana diluar kendalinya

Ketika pintu terbuka, Arga dan putri terlihat bercumbu dengan putri dipangku oleh Arga, bahkan Putri hanya memakai sehelai handuk yang melilit badannya.

Keduanya terkejut kemudian saling melepaskan, putri langsung memegang handuk nya yang melorot sedangkan Arga terlihat kesal bahkan matanya penuh gairah.

Ariana meluangkan kakinya kehadapan Arga dan putri sambil menatap keduanya.

"manager Ariana, itu tadi anu...nona Putri sedang berkeringat karena mengurus beberapa dokumen bersama tuan Arga. Makanya nona putri menumpang mandi sebentar. jangan sala paham". sistem Rama menjelaskan dengan suara pelan.

Putri yang melihat kedatangan Ariana tersenyum licik, bahkan tangan wanita itu mengelus pelan tangan Arga dibawah sana.

"apa ruangan ini tidak memiliki AC sampai nona putri harus berkeringat ? Apa perusahaan tuan Arga kekurangan dana hanya karena masalah AC ?". Tanya Ariana mencondongkan wajahnya menatap Arga.

"manager Ariana ini tidak seperti yang anda bayangkan. Tadi itu ...".

"asisten Raka...kamu kukusan kampus ternama kan ? bahkan lulus sebagai lulusan terbaik. Tapi seorang kamu menjadi mucikari ?". Raka terkejut sambil menunjuk dirinya sendiri.

Putri yang mendengar itu terlihat emosi, karena sama saja Ariana menganggap nya pelacur.

"Ariana....kenapa kamu menyindirku seperti itu, kamu hanya seorang manager di perusahaan ini, Bernai masuk ke ruangan CEO sembarangan bahkan menendang pintu, itu namanya tidak sopan. Mulai besok kamu tidak usah datang ke perusahaan ini lagi, KAMU DIPECAT!!!". Nafas putri ngos-ngosan karena berteriak.

Arga menatap putri dengan tatapan tak percaya, Ariana hanya tersenyum kecil kemudian

Brakkkk

Map hitam yang dipegang nya tdi langsung dilempar diatas meja tepat dihadapan Arga.

Putri da Arga terkejut ketika map itu dilempar, begitupun dengan Raka, karena baru kali ini melihat istri tuannya marah.

"tidak perlu memecat ku, mulai hari ini aku resign". Kata Ariana penuh penekanan.

Arga memperbaiki posisi duduknya menatap map hitam itu, sedangkan putri terlihat kesal.

"bukan kah masalah resign ini sudah kita bahas kemarin ? Besok aku tidak akan datang lagi ke perusahaan ini". Lanjut Ariana kembali.

Arga membuka map itu dan menandatangani nya. "kalau mau istirahat silahkan".

"baiklah...kalau begitu aku permisi dulu, silahkan lanjutkan rapat kalian". Kening Ariana terangkat sebelah menatap Arga dan putri dengan senyum miring.

"kami lanjut atau tidak, itu bukan urusan mu. Kamu pikir kamu siapa ?". Senyum licik diperlihatkan oleh Putri. "dengar yah Ariana, kak Arga sudah tidak menginginkan kan mu lagi, bahkan setiap malam kami menghabiskan banyak...".

"CUKUP!!!". Arga menggebrak meja membuat putri terkejut dan berbalik menatap Arga sebab membentaknya.

"biarkan dia berbicara, aku mau mendengarnya apa lagi yang ingin dia bicara kan. Nona putri, ternyata wajah mu tebal juga. Dicintai atau tidak tetap saja kamu adalah pelakor. Aku yakin jika kamu sudah tahu kebenaran nya antar aku dan Arga tapi kamu sengaja pura-pura tidak tau kan ?". Putri mental ariana dengan salah tingkah bahkan sampai menggelengkan kepalanya.

"aku bisa menendang pintu itu, aku juga bisa mengajar kalian berdua dan mempermalukan kalian di perusahaan ini. PAHAM!!!" Putri ya g melihat kemarahan Ariana membuat nyalinya menciut.

Seperti biasa Putri akan menangis saja sebagai tanda dia sangat tersakit oleh perlakuan Ariana.

"Ariana...". tunjuk Putri marah. "kamu menghina ?".

Putri berjalan menghampiri Ariana dengan tangan terangkat ingin memukul Ariana yang telah menghinanya. Raka sampai terkejut sebab putri bertidak diluar batas.

Tapi dengan cepat aruan memegang tangan putri.

plakkkk.

Ariana menampar putri dengan keras dengan tangan satunya tetap memegang Ariana, kemudian mendorong kepala putri tertindih diatas dimeja.

"kak Arga". Putri mengerang kesakitan sebab Ariana juga memelintir tangannya.

Arga yang melihat itu langsung marah, tangannya mencengkram tangan Ariana dan mendorong istrinya hingga bokong nya membentur meja dengan keras.

Brakkkkk

Bersambung....

1
Adinda
lanjut thor
sunaryati jarum
Ayo balasan apa yang akan kamu berikan pada Arga, Martha dan Putri,Ariana? Emak makin penasaran
sunaryati jarum
Emak menunggu pembalasan kamu pada Arga,Putri,dan Bu Martha,maka 5 🌟 kuberikan.Emak sabar menunggu momen itu
sunaryati jarum
Lega Ariana selamat,putri dan Martha harus bertanggungjawab jawab, karena preman suruhannya pasti berkicau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!