Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Idiot Sang Jenderal

Istri Idiot Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:939.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Seluruh keluarga menganggap Ashlyn adalah anak pembawa sial. Sejak kecil ia dihina dan dipukuli hanya karena tak memiliki kecerdasan seperti anak kecil pada umumnya. Demi menyingkirkan Ashlyn untuk selamanya, sang ibu tiri membuang Ashlyn di perbatasan dan berbohong bahwa suami Ashlyn adalah Jenderal Ethan Harold, seorang jenderal perang yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Mereka yakin Ashlyn akan dibunuh saat berani mengaku sebagai istri sang jenderal.
"Suami mu adalah Jenderal Ethan Harold."
"Suami Ashlyn?" tanya Ashlyn dengan polosnya.
"Iya, kalau kamu tersesat, cari saja dia. Katakan bahwa kamu adalah istrinya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IISJ Bab 5 - Kecuali Aku

Ethan memejamkan mata sejenak. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa seorang Jenderal yang disegani di seluruh negeri kini justru dibuat tidak berkutik oleh seorang gadis dengan pola pikir seperti anak kecil.

'Aku ingin Suami menemaniku membersihkan diri.'

Permintaan itu membuat seluruh pelayan yang berdiri di ruang tengah langsung menahan napas. Bisa-bisanya gadis itu mengucapkan hal tersebut dengan begitu gamblang. Beberapa pelayan bahkan yakin betul bahwa sekarang Jenderal Ethan tak akan menahan dirinya lagi dan langsung memberi hukuman pada gadis itu.

Mereka semua diam-diam melirik ke arah Ethan, menunggu bagaimana sang jenderal akan menolak permintaan yang jelas terdengar tidak masuk akal tersebut.

Namun di luar dugaan Ethan justru hanya mengembuskan napas pelan. "Baiklah," ucap Ethan akhirnya.

Satu kata itu kembali membuat semua orang tercengang.

"Tapi kamu tetap mandi bersama kepala pelayan."

Ashlyn langsung mengangguk cepat. "Baik, asal Suamiku tidak pergi. Aku sudah senang."

Ethan kemudian berbalik menuju lantai dua mansion dan Ashlyn langsung berjalan di sampingnya sambil memegang ujung lengan seragam sang jenderal, selalu takut Ethan menghilang jika ia melepaskannya walau hanya sesaat.

Sesampainya di lantai atas, Ethan membuka pintu kamar pribadinya. Ruangan ini sangat luas dengan nuansa hitam dan abu-abu yang nampak mewah. Rak buku memenuhi salah satu sisi dinding, sementara sebuah sofa besar berada tidak jauh dari tempat tidur.

"Kepala Pelayan," panggil Ethan.

"Ya, Jenderal."

"Bawa dia mandi."

"Baik."

Para pelayan yang lain juga mulai menjalankan tugasnya masing-masing, ada yang membeli baju baru untuk Ashlyn dan ada juga yang menghubungi dokter untuk datang ke sini dan memeriksa Ashlyn secara langsung.

Sementara kepala pelayan dengan sabar membimbing Ashlyn menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar Ethan.

Sebelum pintu kamar mandi tertutup, Ashlyn masih sempat melambaikan tangan. "Suamiku jangan pergi ya."

Ethan mengangguk singkat. "Aku di sini."

Barulah Ashlyn tersenyum lega.

Sekitar tiga puluh menit kemudian akhirnya terdengar suara pintu kamar mandi perlahan terbuka.

Ashlyn keluar dengan mengenakan handuk kimono putih yang membungkus tubuhnya. Rambut panjang Ashlyn yang masih basah menjuntai hingga pinggang, sementara pipinya tampak kemerahan karena air hangat.

Begitu melihat Ethan masih duduk di sofa, wajah Ashlyn langsung dipenuhi senyum.

"Suamiku!" Ashlyn berlari kecil menghampiri Ethan. "Aku sudah mandi."

Ashlyn mengangkat kedua lengannya sambil mengendus tubuhnya sendiri. "Sabunnya harum sekali."

Ethan yang semula hanya menatap berkas laporan di tangannya perlahan mengangkat kepala.

Tatapannya langsung tertuju pada kedua kaki Ashlyn yang ternyata penuh luka. Terlihat jelas kedua betis Ashlyn dipenuhi lebam berwarna kebiruan. Ada bekas luka lama yang belum sepenuhnya hilang, bercampur dengan memar yang masih baru.

Tatapan Ethan berubah semakin dalam. "Kakimu terluka," gumam Ethan pelan.

Ashlyn mengikuti arah pandang Ethan, lalu melihat kedua kakinya sendiri.

"Oh..." Ashlyn tampak tidak terlalu memedulikannya.

Ethan meletakkan berkas di atas meja. "Duduk," titahnya seraya menepuk tempat kosong di sisi tubuhnya.

Ashlyn menurut tanpa banyak bertanya. Ia duduk di samping Ethan dengan kedua tangan bertumpu di atas paha.

"Pakaianmu masih dalam perjalanan," ucap Ethan.

"Iya, Suamiku."

Ethan kembali memperhatikan luka-luka di kaki Ashlyn. "Darimana kamu mendapatkan semua luka itu?"

Ashlyn menjawab seolah sedang menceritakan hal yang biasa. "Yang ini dipukul Mama." Jarinya menunjuk memar di betis kanan.

"Kalau yang ini," Ashlyn berpindah ke kaki sebelah. "Sandrina yang pukul."

Ethan tetap diam.

Ashlyn justru melanjutkan dengan wajah polosnya. "Di bahuku juga ada banyak luka."

Sebelum Ethan sempat mengatakan apa pun, Ashlyn langsung menarik turun bagian handuk kimono yang menutupi bahu kirinya.

Seketika tatapan Ethan membeku.

Di bahu putih gadis itu tampak bekas cambukan tipis, memar keunguan, bahkan beberapa bekas luka yang telah mengering.

Semua itu jelas bukan luka yang muncul dalam satu atau dua hari. Melainkan bekas kekerasan yang telah berlangsung sangat lama.

Tatapan Ethan perlahan mengeras. Untuk sesaat hawa dingin yang selama ini selalu menyelimutinya kembali muncul.

Namun berbeda dari biasanya. Kali ini kemarahan itu bukan ditujukan kepada musuh di medan perang. Melainkan kepada orang-orang yang tega melakukan semua ini kepada seorang gadis yang bahkan tidak mampu membela dirinya sendiri.

Meski begitu, suara Ethan tetap terdengar tenang. "Ashlyn."

"Iya, Suamiku."

"Apa kamu sering menunjukkan tubuhmu seperti ini kepada orang lain?"

Ashlyn menggeleng cepat. "Tidak."

"Lalu kenapa kamu menunjukkannya kepadaku?"

Ashlyn tersenyum begitu polos, seolah pertanyaan itu memiliki jawaban yang sangat sederhana. "Karena Jenderal adalah Suamiku."

Ashlyn memiringkan kepalanya sedikit dan menatap Ethan dengan kedua matanya yang berbinar. "Ashlyn tahu suami itu adalah orang yang dekat dengan kita, tapi kata mama tidak ada pria yang mau jadi suamiku. Karena itulah saat mama berkata bahwa jenderal Ethan adalah suamiku, Ashlyn senang sekali."

Ethan menelan ludahnya sendiri dengan kasar, sampai jakun di lehernya bergerak dengan jelas. Meski penuh dengan luka tapi tetap saja bagian tubuh yang Ashlyn perlihatkan sekarang adalah bagian yang baginya sangat sensitif.

Bagi Ethan semua luka itu tidak berpengaruh apapun, tetap saja itu adalah tubuh seorang wanita.

Ditubuhnya sendiri pun sama saja penuh dengan banyak luka.

Dengan hati-hati Ethan pun membantu Ashlyn untuk kembali memasang handuk kimononya dengan benar. Perlakuan lembut itu membuat Ashlyn makin tersenyum.

"Suamiku baik sekali," ucap Ashlyn.

"Jangan tunjukkan tubuhmu pada orang lain. Mulai sekarang jangan percaya siapapun kecuali aku."

1
Rita
tuh dengerin 😂😂😂g blh nackal
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣bs curhat dr awal smpe akhir
Rita
mulai😂😂😂😂😂
daniah88
jujur aja eth
Felycia Fernandez
wayolhooo Eth...
mau jawab apa kamu?? bohongi Ashlyn lagi??? gak kebayang gimana kecewa nya Ashlyn kalau tau itu bukan suntikan vitamin tapi suntikan KB
Kar Genjreng
bukan tanggung jawabnya sudah punya istri kecil Ashlyn. jadi jangan dekat dekat ada. Istri. yang sedang menunggu kepulangannya bawa Eskrim. ,,,ga taunya sampai rumah sudah bobo manis abis menangis capai nangisnya kejer 😭
Uthie
polos banget Ashlyn 🥰
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
penting Goyanggg ya Ash 😆 masalah encok, pikirr keri 😂 pokoknya kamu pusat kan pikiran kamu pada rasa nikmat yang kamu dapatkan, masalah anak mah itu urusan nya author 😆 jalani saja porsi kamu, masalah yang lainnya serahkan sama author..😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hayolohh! gimana cara kamu menjelaskan sama ashlyn eth? kenapa kamu enggak ajakin ashlyn bicara dulu maslaah ini? seharusnya kamu berunding dulu dengan ashlyn tentang alat kontrasepsii. kalau kamu bisa memberikan penjelasan secara lembut, pasti ashlyn faham dan bisa menerima. enggak asal main suntik saja. kebohongan yang kamu buat, bisa saja jadi bumerang eth? ashlyn bisa saja mikir, kamu enggak mau punya anak darinya.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
astagaaa ethan! 🤣🤣 kelihatan banget brutal nya kamu eth...emang kamu buat tanda nya smapai jidat kah? 😂 emamg sengaja mau pamerr gitu kah? kalau permainan kamu ganass 😆 bikin tanda tuh di dalam saja eth, di daerah2 tersembunyi enggak perlu seluruh leher kamu merah2hin kayak orang habis kerokan 🤣
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hilihhh ini mah alasan kamu doang eth, kamu saja yang pingin meyukk ashlyn terus 😂 belajar enggak nempel2 gitu lahh eth...nanti kalau kamu sudah mulai dinas, apa mau kamu karungin bawa pergi dinas 😆
Kar Genjreng
akan pergi dinas lagi bagaimana dengan istri 😁 Ashlynn ngamuk ga nih wahh bisa bisa tiap saat mendongeng.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hehhhh...di suntik jarum gede saja enggak sakit, malah keenakan gitu! masak di suntik jarum kecil kesakitan 🤭 tapi emang lebih enak di suntik suami yaa Ash 😆
Ayani Lombokutara
nanti klo ashlyn tau itu suntikan kb ,pasti mrasa tdk benar benar diinginkan tuh
siap siap merana kamu ethan
Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o
takut ashlyn kabuuuur nanti kalo tau suntikkan nya bukan suntikan vitamin... jangan kabur yaaa ashlyn.... ethan sama mom aresha mending jujur aja gak sih iiih.. kasih penjelasan kw ashlyn pelan² juga gp² asal jangan di tutupin gt, walaupun demi kebaikan ashlyn... duuuh gemas jadi nya kan😅
Sastri Dalila
🤭😅
Shee_👚
nah kan, apa ashlyn gak kecewa kalau dia tau di suntik menunda kehamilan
harusnya kamu kasih pemahaman dulu jangan maen ambil keputusan tanpa ashlyn tau
Rita
heh kevooo😂
Maminya Thania
pingin ashlyn normal,terlalu lama bloonnya..
Yanti Tami
knp yah ashlyn tdk boleh hamil dlu?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!