Indonesia
NovelToon NovelToon
PENGUASA DEWA NAGA

PENGUASA DEWA NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"

Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.

"Menunggumu? Hmmph!

"Kau tidak pantas!"

Kalimat itu menghantam arena seperti petir.

"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.

"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"

"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?

"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"

"Dasar sampah!"

Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.

Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Terobosan di Tengah Badai

Feng Wuchen mengembuskan napas panjang. Wajahnya sedikit pucat, sementara butiran keringat memenuhi dahinya.

Di hadapannya tergeletak lebih dari tujuh puluh bungkus Serbuk Pengumpul Qi Tujuh Harta yang baru selesai dimurnikan.

“Pemurnian obat ternyata benar-benar menguras tenaga.”

Ia tersenyum pahit. Sekarang Feng Wuchen mengerti mengapa Feng Qianyang tidak mampu memurnikan banyak obat dalam sehari. Bukan Qi Sejati yang menjadi masalah utama, melainkan kekuatan jiwa seorang alkemis.

Untungnya, dalam ingatan Dewa Naga Jahat terdapat Teknik Alkimia Jiwa Naga. Setelah mempelajarinya, kekuatan jiwa Feng Wuchen meningkat beberapa kali lipat. Bahkan semakin sering ia melakukan pemurnian, semakin kuat pula kekuatan jiwanya.

Hal paling mengejutkan adalah teknik itu tidak membutuhkan tungku alkimia.

Feng Wuchen cukup mengubah Napas Dewa Naga menjadi Qi Sejati atribut api, lalu memurnikan bahan obat langsung di telapak tangannya. Satu porsi Serbuk Pengumpul Qi Tujuh Harta dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar sepuluh menit.

Kalau Feng Qianyang melihatnya, Tetua Agung itu mungkin akan meragukan seluruh pengalaman alkimianya selama ini.

Setelah beristirahat sejenak, Feng Wuchen merasakan kekuatan jiwanya pulih dengan sangat cepat.

“Teknik Alkimia Jiwa Naga memang luar biasa.”

Ia kemudian duduk bersila dan menjalankan Seni Dewa Naga Tertinggi. Hanya dalam setengah jam, kondisi tubuhnya sudah kembali ke puncak.

Feng Wuchen tidak berhenti di sana.

Ia kembali menggunakan bahan obat yang tersedia dan memurnikan sebuah Pil Pengumpul Qi. Pil tersebut akan menjadi salah satu kunci untuk terobosannya berikut.

Setelah urusan alkimia selesai, perhatiannya beralih kepada Pedang Api.

Feng Wuchen mengeluarkan Inti Binatang Buas atribut api yang diperolehnya dari Paviliun Wanbao, kemudian menyalakan api biru di telapak tangannya.

“Sekarang kita lihat seberapa jauh kualitasmu bisa meningkat.”

Dengan menggunakan teknik pemurnian senjata dari ingatan Dewa Naga Jahat, ia mulai melelehkan inti tersebut.

Tak lama kemudian, inti itu berubah menjadi cairan hitam pekat. Feng Wuchen menggerakkan jemarinya, lalu mengendalikan cairan tersebut agar perlahan menyatu dengan Pedang Api.

Aura pedang langsung meningkat.

Namun Feng Wuchen belum selesai.

Ia mengambil Besi Xuan dan memasukkannya ke dalam api biru.

Besi Xuan jauh lebih sulit dilelehkan daripada inti binatang. Untungnya, api yang berasal dari Napas Dewa Naga bukanlah api biasa. Setelah sekitar setengah jam, logam keras tersebut akhirnya berubah menjadi cairan merah menyala.

Feng Wuchen segera menggabungkannya dengan Pedang Api.

Pada saat bersamaan, ia mengubah bentuk pedang tersebut. Bilahnya menjadi sedikit lebih panjang dan ramping, sementara bagian gagangnya dibuat lebih sederhana agar nyaman digunakan dalam pertarungan cepat.

Aura panas perlahan memenuhi ruangan.

Satu jam kemudian, cahaya merah yang menyelimuti Pedang Api akhirnya mereda.

Feng Wuchen menangkap pedang yang melayang di udara.

Beratnya bertambah, bilahnya lebih tajam, dan kekuatannya meningkat beberapa kali lipat.

“Alat Pusaka Kualitas Tinggi.”

Senyum puas muncul di wajahnya.

Besi Xuan yang dimilikinya tidak cukup murni. Jika kualitas bahannya lebih baik, bukan mustahil Pedang Api bisa langsung mencapai tingkat Alat Spiritual.

Namun Feng Wuchen tidak kecewa.

Dengan kekuatannya sekarang, membawa senjata terlalu berharga justru bisa mengundang masalah.

Ia mengayunkan Pedang Api beberapa kali.

Gerakannya terlihat sederhana, tetapi setiap tebasan mengalir tanpa celah. Pengalaman Dewa Naga Jahat membuat jurus pedang biasa sekalipun berubah tajam dan mematikan di tangannya.

Setelah puas, Feng Wuchen menyimpan Pedang Api dan menggunakan sisa Besi Xuan untuk membuat sebuah Cincin Penyimpanan sederhana.

Ruang di dalamnya hanya sekitar tiga meter kubik, tetapi itu sudah cukup untuk kebutuhan saat ini.

Sore harinya, Feng Wuchen menyerahkan Serbuk Pengumpul Qi Tujuh Harta kepada para petinggi Klan Feng.

Feng Qianyang sampai terdiam ketika melihat jumlahnya.

“Semua ini... kau memurnikannya dalam sehari?”

Feng Wuchen mengangguk santai.

Lebih dari tujuh puluh porsi.

Bahkan kualitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan hasil pemurnian Feng Qianyang sebelumnya.

Para tetua memandang Feng Wuchen seperti sedang melihat monster. Namun setelah mengingat keberadaan “guru misterius” di belakangnya, mereka akhirnya menerima keanehan tersebut.

Serbuk itu diprioritaskan untuk para petinggi Klan Feng terlebih dahulu. Setelah kekuatan mereka meningkat, barulah persediaan berikutnya diberikan kepada para penjaga.

Feng Wuchen sendiri langsung kembali ke kamar.

Ia menuangkan dua porsi Serbuk Pengumpul Qi Tujuh Harta ke dalam bak mandi, kemudian menelan Pil Pengumpul Qi.

Begitu pil memasuki tubuhnya, energi obat yang kuat langsung menyebar melalui meridian.

Feng Wuchen menjalankan Seni Dewa Naga Tertinggi.

Energi dari air obat mulai terserap melalui seluruh tubuhnya.

Kecepatan peningkatan kultivasi itu bahkan membuat Feng Wuchen sendiri terkejut.

“Lebih cepat dari perkiraanku.”

Gabungan Pil Pengumpul Qi, Serbuk Pengumpul Qi Tujuh Harta, dan Seni Dewa Naga Tertinggi menghasilkan efek yang luar biasa.

Feng Wuchen segera menenangkan pikirannya dan berkonsentrasi penuh.

Lima hari berlalu.

Kultivasinya telah mendekati puncak Alam Pengumpulan Qi Tingkat Satu.

Dua hari berikutnya ia gunakan untuk memadatkan fondasinya. Setelah memastikan semuanya stabil, Feng Wuchen menerobos tanpa kesulitan.

Alam Pengumpulan Qi Tingkat Dua!

Namun ia belum berhenti.

Khasiat obat masih tersisa cukup banyak.

Feng Wuchen kembali tenggelam dalam kultivasi selama tujuh hari berikutnya. Qi Sejati di dalam tubuhnya terus bertambah, sementara kekuatan fisiknya meningkat bersamaan.

Pada hari kelima belas, penghalang berikutnya akhirnya runtuh.

Gelombang Qi Sejati menyebar dari tubuhnya.

Feng Wuchen membuka mata.

Alam Pengumpulan Qi Tingkat Tiga!

Dalam setengah bulan, ia menerobos dua tingkat berturut-turut.

Senyum puas baru saja muncul di wajah Feng Wuchen ketika suara langkah tergesa-gesa terdengar dari luar.

“Tuan Muda!”

Feng Wuchen mengerutkan kening.

“Ada apa?”

“Terjadi masalah besar di kota!”

Dua toko milik Klan Yang dihancurkan dalam satu malam.

Tiga belas penjaga tewas.

Lebih buruk lagi, kedua toko tersebut berada sangat dekat dengan toko milik Klan Feng.

Kecurigaan pun langsung mengarah kepada mereka.

Klan Yang yang sudah kehilangan banyak jalur perdagangan akhirnya meledak dalam kemarahan. Mereka bersikeras bahwa Klan Feng adalah pelakunya dan mulai mengumpulkan seluruh kekuatan mereka.

Feng Wuchen berdiri perlahan.

Tatapannya berubah dingin.

Ia segera memahami siapa yang sebenarnya bermain di balik layar.

“Klan Mo...”

Di luar kediaman, suara gaduh mulai terdengar dari kejauhan.

Dipimpin Yang Qingyun, para kultivator Klan Yang bergerak menuju kediaman Klan Feng dengan amarah dan niat membunuh yang tidak lagi mereka sembunyikan.

Jalan-jalan Kota Wushuang mendadak kosong.

Pintu rumah tertutup rapat.

Tidak seorang pun berani keluar.

Setelah bertahun-tahun hidup dalam ketenangan, Kota Wushuang akhirnya berada di ambang pertumpahan darah.

Dan kali ini, satu kesalahan kecil saja bisa memicu perang antar klan.

......................

Bersambung...

1
Ed Troivan
Lanjutkan thorku 🤭
Ed Troivan
lanjutkan thorku😊🤭💪
Ed Troivan
lanjut
Ed Troivan
Shuuuyyyt👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!