Seorang santri barusaja bertemu dengan gadis mengerikan ketika menaiki bis, dia tidak jahat. tapi satu negara akan memburunya, tentu dengan sebuah tujuan. dan santri tersebut, dia akan menolong, meskipun tidak tahu apa yang akan dia hadapi selanjutnya. hidup lelaki itu akan berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrosyad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nyi?
Aku beranjak ke luar kamar tersebut. Kembali ke ruang tamu. Sial, malah kesannya seperti sedang dijaili. Tadi sempat terdengar Bu Evi dan Ila terbahak pecah.
“hey, Aro. Kau di sana” Pak Baruh memanggilku.
Aku yang baru saja ingin duduk seketika menoleh ke luar pintu. “Iya” aku berjalan ke luar pintu. Ternyata Pak Baruh sedang duduk santai di kursi kayu depan rumah.
Aku memandang ke depan. Melihat semua pemandangan desa di samping hutan di malam hari. Kini benar terlarut malam, sudah tidak ada kehidupan di luar rumah. Benar-benar sepi dan senyap.
“Duduk sini” ujar Pak Baruh.
Aku segera duduk. Suasana malam di desa ini sangat tenang dan sedikit sejuk. Aku suka suasana ini.
“Ada apa pak” Aku bertanya.
Pak Baruh terdiam sejenak, menaikkan lututnya ke atas kursi. Mulai berhembus.
“Ini sudah larut malam. Jadi harus langsung kukatakan intinya” ucap beliau tanpa memalingkan pandangan dari depan.
Aku segera memasang posisi. Menunggu Pak Baruh melanjutkan kata-katanya.
“Tadi saat puluhan menit sebelum kalian datang ke desa ini. Hutan tiba-tiba mengeluarkan aura liarnya kembali. Beberapa warga desa, termasuk saya merasakan makhluk-makhluk di dalam sana hendak menyerang desa kembali” Jelas beliau. Suasana pun turut surut, dominan dengan hiruk pikuk malam hari dekat hutan.
Aku terdiam. Mulai memahami kata-kata bapak tersebut.
Pak Baruh mulai melanjutkan “Setelah ku tunggu beberapa lama, aura tersebut semakin pekat dan aku sudah kawatir aku tidak bisa mengatasinya. Sungguh aneh. Padahal kami sudah membuat perjanjian dengan makhluk asing di dalam sana. Tapi apa yang terjadi?, ketika bapak ingin bersiap mengatasi kemungkinan terburuk. Malah kalian yang ke luar dari hutan. Sementara makhluk-makhluk itu seperti sedang mengejar kalian. Namun mereka tidak bisa ke luar hutan. Mereka terus di dalam memperhatikan”
Aku tersentak. “tapi aku tidak melihat apapun ketika di dalam hutan” aku bingung, Juga sedikit merinding.
“Halah kamu, kayak gatau hantu aja” balas bapak.
Aku semakin bergidik mendengarnya. Di tambah dinginnya angin malam. Suasana tenang pun terganti seketika. Masa kenyataannya seperti itu?
“Tapi bukan itu yang ingin bapak sampaikan” Bapak berkata lagi.
Ah ayolah. Jangan kau buat suasana ini jadi horror
“kau tahu. Sebenarnya tidak ada siapa pun orang yang dapat ke luar masuk ke dalam hutan sembarangan. Setelah sebuah tragedi beberapa tahun lalu. Hutan tersebut kini menjadi astral dengan ribuan makhluk ghoib dan ilmu hitam mereka. Tapi ada yang lebih menarik dari itu. Sekaligus menjadi berita baik dan buruk” Pak Baruh serius menatapku.
Ah benarkah?, Apa bapak ini bisa di percaya. Aku tidak lemas karena tidak ada bukti. Lagi pun aku benar-benar tidak melihat sesuatu saat di dalam hutan.
Tapi apa yang lebih menarik? “apa itu”
“kau datang bersama gadis luar biasa” Lanjut Pak Baruh
Aku menatap lamat-lamat wajah orang itu. Mungkin yang di maksud.. “Ila?”
“Ya.. Apakah kau pernah mengalami hal-hal tidak biasa ketika bersamanya?”
Aku mengangguk. “emang siapa dia sebenarnya?”
Lengang sejenak. Menyisakan hembusan lembut angin dan suara ratusan serangga dari dalam hutan. Pak Baruh menatap langit sejenak.
“Dia titisan ratu laut Selatan” Ujar Pak Baruh. Suaranya merekah khas di udara.
Aku sedikit terkejut. Jadi bisa saja yang mendatangiku dalam mimpi saat di bis adalah.. “masa masih ada yang seperti itu, ya. Pak?”
Pak Baruh sedikit terkekeh. “heyy.. Allah lebih tau apa saja yang ghaib di dalam segala ciptaan nya. Takkan kau tak pernah belajar tafsir dan mendapati makna dari apa saja yang ghaib tersebut”
“Iyah.. Banyak tafsirannya. Contohnya kiamat” aku sedikit melakar.
Pak Baruh terbahak. “kita tidak sedang membahas itu sekarang”
“emang bapak tau darimana?” Tanyaku.
“sebenarnya bapak hanya memprediksi. Tapi ada satu algoritma yang membuat bapak yakin kalau anak itu titisan ratu laut Selatan” Pak Baruh terdiam. Menatapku. “bapak sempat membuka mata ke tiga. Dan melihat sebuah batu permata tertanam di ke ningnya”
Aku sekarang teridam. Batu di ke ning Ila? Ngeri dong.
“Jika Ila bisa mendapat sesuatu dari Ilmu ratu selatan. Dan ilmu itu di gunakan, Kau akan melihat mahkota diatas kepala gadis itu dengan mata telanjang” Jelas bapak lagi.
Aku terdiam. Entah bisa di percaya atau tidak. Aku harus bisa lebih bersiap dengan ke mungkinan selanjutnya.
“Lalu apa berita baik dan buruknya?” Pak Baruh belum menjelaskan ini.
“ohh iya” wajah Pak Baruh kembali cerah –setelah dari tadi berkata serius. “berita baiknya kalian selamat dari hutan karena tidak ada dari makhluk di sana yang berani mengusik atau mengganggu Ila.”
Tapi tidak lama wajah beliau kembali datar. Bapak bisa saja memainkan ekspresi seperti ini.
Pak Baruh berhembus. “berita buruknya. Tidak ada yang menyukainya di dunia ini. Dia sama saja seperti NYI Roro kidul yang terlahir kembali. Kamu tau kan.. Setiap ada ke jadian astral atau mengerikan di laut Selatan, pasti NYI Roro kidul lah yang di tunding”
Aku kembali terdiam. Entah aku bisa membalas apa. Tapi yang di katakan juga benar, karena banyak sekali ke anehan yang terjadi di laut bagian selatan. Ila juga sudah di incar banyak orang, dan sekarang bertambah pula Alasan kenapa Ila di buru keamanan negara.
Aku berhembus. Turut prihatin ke gadis tersebut. “Padahal yang di lihat orang-orang saat ke anehan terjadi di laut Selatan hanyalah tipu daya setan dan jin yang menyerupai NYI Roro kidul.
Sebenarnya wanita itu telah meninggal hampir dua ribu tahun yang lalu. Jika masih ada aktivitas dari orang yang sudah mati, mungkin masih bisa di benarkan karena orang mati tidak sejatinya mati. Mereka masih bisa melihat orang-orang yang hidup. Apalagi orang-orang terdahulu sangat sakti” Tak sadar aku malah berkata panjang lebar.
“kau tahu itu juga ya?” Pak Baruh melirik ku dengan antusias.
Aku Mengangkat bahu, aku hanya menjelaskan seadanya. “kyaiku sudah almarhum. Tapi kami di beritahu kalau ada karomah beliau yang masih mengawasi kami sebagai kyai”
Lengang sejenak.
“Walaupun aku masih kurang paham wujud apa itu” aku menambahkan.
Beberapa detik Pak Baruh terdiam melihat ku. Aku memandang ke langit.
“Ouh baiklah.. Kau sepertinya akan lebih paham dariku” Pak Baruh berkata.
Aku tersenyum pasi “mana ada. Bapak lebih berpengalaman dariku”
“yaudah sekarang kau tidur. Setidaknya kau tahu apa yang tengah terjadi padamu bersama Ila. Sisanya kau harus bisa mengurus sendiri” Ujar bapak itu lagi.
Aku mengangguk. Sekarang sudah pukul dua di ni hari. Malam semakin pekat dengan di tambah rimbanya hutan di dekat desa. Aku segera beranjak.
“Aku akan tidur di ruang tamu” Ujarku.
“ya terserah sana”