Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Arabelle merenggangkan bahunya sambil menaiki tangga. Hari itu terasa sangat panjang. Bertemu tiga anak tiri yang membuatnya sakit kepala. Sampai memaksa salah satunya makan bayam.

"Aku pantas dapat bonus untuk itu, " gumamnya. Begitu sampai di depan kamar, Ara membuka pintu perlahan. Kamarnya terlihat tenang, koper-kopernya masih tergeletak di sudut ruangan.

"Ah, belum dibereskan." Ara masuk. Lalu menutup pintu di belakangnya. Tetapi, baru dua langkah berjalan pintu kamar mandi terbuka.

Seseorang keluar dari sana, masih dengan handuk melilit pinggang. Rambut basah, handuk kecil di tangan yang sedang digunakan untuk mengeringkan kepala.

Ara membeku, Nathan membeku. Nathan langsung tersadar dan dia menurunkan handuk dari kepalanya. Dan akhirnya melihat siapa yang berdiri di kamarnya.

Seketika mata Nathan membelalak.

"Ah!" Nathan berteriak.

"Ah!" Ara ikut berteriak.

Ara menunjuk Nathan dengan gemetar.

"Kenapa Tuan Nathan setengah telanjang di kamarku?!"

Nathan langsung menunjuk balik.

"Ini kamar saya!"

"Hah?!"

"Hah?!" Keduanya saling menatap, sama-sama syok dan sama-sama tidak paham. Ara langsung memeluk koper terdekat seperti tameng.

"Tuan mesum!"

Nathan hampir tersedak.

"Mesum apanya?! Aku baru mandi!"

"Kenapa mandi di kamarku?!"

"Karena ini kamar saya!"

"Mana mungkin?!"

Nathan memijat pelipis, merasa kepalanya mulai sakit.

"Siapa yang mengantarmu ke sini?"

"Pelayan."

Nathan langsung mengerti. Ara masih menatapnya penuh tuduhan.

"Tunggu," Ara menunjuk Nathan. Lalu menunjuk dirinya sendiri. Kemudian menunjuk tempat tidur besar di belakang mereka, jari Ara mulai bergetar.

"Tunggu..." ulangnya.

Nathan mulai punya firasat buruk.

"Jangan bilang..."

Ara membuka mulut.

"Mereka menaruh barang-barangku di kamar utama?"

Nathan mengangguk pelan, Ara membatu.

"Ah!" Teriakan Ara menggema ke seluruh lantai dua.

Di kamar Theo.

Theo yang sedang bermain ponsel langsung terlonjak.

"Itu suara ibu tiri."

Di kamar Alya.

Alya menjatuhkan buku yang sedang dibacanya.

"Itu suara Ayah atau ibu tiri?"

Di kamar Elang.

Elang yang baru saja memakan suapan terakhir bayam langsung berhenti.

"Kali ini siapa yang mati?"

Ara masih menutupi wajahnya dengan bantal yang entah sejak kapan sudah dipeluknya.

"Kenapa nggak ada yang bilang kalau ini kamar utama?!"

Nathan menghela napas panjang.

"Aku juga baru tahu mereka tidak memberitahumu."

Ara menatap Nathan, dan Nathan menatap Ara. Lalu keduanya bersamaan menunjuk sofa besar di sudut ruangan.

"Kamu tidur di sana!" Teriak keduanya serempak. Kemudian keduanya kembali saling melotot.

Beberapa menit kemudian. Suasana kamar akhirnya sedikit lebih tenang. Nathan sudah masuk kembali ke ruang ganti.

Sementara, Arabelle masih duduk di tepi tempat tidur sambil menutupi wajahnya dengan bantal.

"Sudah belum?" Tanya Ara dari balik bantal.

"Sudah belum?" Ulangnya lagi, masih tidak ada jawaban dan Ara mulai kesal.

"Tuan Nathan?!" Teriaknya yang membuat Nathan terkejut dari dalam ruangan ganti.

"Hm."

"Sudah belum?!"

Kali ini langkah kaki terdengar mendekat, Ara langsung menegang.

"Tuan?" Langkah itu berhenti tepat di depannya.

"Sudah." Suara Nathan terdengar sangat dekat.

Ara langsung menurunkan bantalnya. Dan mendapati Nathan sudah mengenakan pakaian santai rumah. Kaos hitam polos, celana panjang santai. Rambut yang tadi masih basah kini sudah lebih rapi.

Ara menghela napas lega.

"Syukurlah,"

Nathan mengangkat alis. "Memangnya kenapa?"

"Aku kira Tuan masih setengah telanjang."

Nathan memijat pelipis. Entah kenapa pembicaraan dengan wanita ini selalu melelahkan. Ara kemudian melirik sekeliling kamar, lalu ke tempat tidur dan lalu ke sofa.

Lalu kembali ke Nathan, suasana menjadi sedikit canggung. Nathan akhirnya membuka suara lebih dulu.

"Kamu boleh tidur di sini."

Ara mengangguk. "Oke."

"Aku akan tidur di kamar sebelah."

Ara yang tadinya santai langsung menoleh.

"Tidak boleh!"

Nathan mengernyit. "Kenapa?"

"Karena nanti ketahuan." Kata Ara.

Nathan masih belum mengerti, Ara menghela napas.

"Lihat ya..." Ara mulai menghitung dengan jari.

"Aku ibu tiri baru."

Nathan mengangguk.

"Kamu ayah mereka."

Nathan mengangguk lagi.

"Kita baru menikah."

"Ya."

"Nah!"

Ara menunjuk Nathan.

"Lalu tiba-tiba kamu tidur di kamar lain."

Nathan mulai memahami maksudnya.

Ara melanjutkan, "menurut Tuan, Theo itu bodoh?"

Nathan langsung menjawab,

"Tidak,"

"Elang?"

"Tidak,"

"Alya?"

"Tidak,"

Ara mengangguk puas.

"Nah, mereka pasti langsung curiga."

Nathan terdiam, karena itu memang masuk akal. Ara menyandarkan tubuh ke kepala tempat tidur.

"Kalau mereka tahu pernikahan ini cuma kesepakatan..."

Nathan melanjutkan kalimatnya,

"Mereka tidak akan mendengarkanmu."

"Tepat, sekali!" Ara menunjuk Nathan.

"Mereka bahkan bisa bekerja sama mengusirku."

Nathan menghela napas pelan. Ia tidak bisa membantah. Kemungkinan itu memang besar.

Ara kemudian berkata santai, "jadi Tuan harus tidur di kamar ini. Aku tidak akan mati hanya karena berbagi kamar."

Nathan hampir tersenyum ada benarnya juga. Ara lalu menunjuk sisi kiri tempat tidur.

"Tuan di sana." Kemudian menunjuk sisi kanan.

"Aku di sini."

Nathan masih diam, Ara melanjutkan,

"Kalau Tuan melewati garis wilayah, saya tendang."

Nathan menatapnya beberapa saat. Lalu untuk pertama kalinya malam itu tertawa pelan.

Membuat Ara membelalak. "Lho?"

Nathan menggeleng kecil.

"Tidak apa-apa..."

Kemudian ia berjalan menuju sisi tempat tidur yang ditunjuk Ara.

"Baiklah,"

Ara tampak puas. "Nah begitu."

Lalu ia mengambil salah satu bantal. Dan meletakkannya memanjang di tengah tempat tidur.

Nathan memperhatikan. "Apa itu?"

"Perbatasan negara." Jawab Ara serius.

Nathan, merasa hidupnya akan menjadi jauh lebih ramai mulai hari ini.

1
Endah Lestary
agak aneh pemikiran anak tirinya dibuat seperti abg...ga mungkin diusia mereka bersikap seperti bocah....
syska
ᴛʜᴏʀ.. ɪᴊɪɴ ɢᴀʙᴜɴɢ ᴅᴏɴᴋ ᴅɪ ɢʀᴜᴘ ᴋɪsᴀʜ ᴅʀ. ᴋᴇɴ sᴀᴍᴀ ᴀʟʏᴀ.
.😍😍
Aisyah Alfatih: boleh kak boleh DM Ig Aisyah alfatih, atau masuk grup di sini nanti ada Wanya kakak
total 1 replies
lenny sukmasari
Luar biasa
tutut wahyuningsih
cerita nya 👍👍❤️❤️❤️
syska
ᴋᴇʀᴇᴇᴇɴɴɴɴ...
sʏᴜᴋᴀᴀᴀᴀᴀ ʙᴀɴɢᴇᴛ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ.... 😍😍
Riana bere bere
suka banget sama setiap alur ceritanya...
Aisyah Alfatih: makasih kakak 💞
total 1 replies
Anelia Jg
good bgtt
Aisyah Alfatih: makasih kakak 💞
total 1 replies
Anelia Jg
siang thor mau gabung dong byr brp
Aisyah Alfatih: boleh kakak 🙏 bayarnya tergantung kakaknya bacanya yang mana, boleh langsng DM wa saya ya kak
total 1 replies
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor 😀
Uma
bagus
Enung Nurlaela
dari novel ini bnyak sekali ilmu yg didapat,author nya Ter the best ❤️❤️❤️
Aisyah Alfatih: makasih banyak kakak 🙏😭😭
total 1 replies
Fideli Deli
Thor boleh gabungin di grup kisah dokter Ken dan Alya dong🙏
Aisyah Alfatih: boleh kakak, langsung wa aku ya kak
total 1 replies
Itin
nah kan benar Ken.... 😬😬🤣🤣
Itin
Makin yakin saya kalo ini Ken...
tapi dia belum tau kalo yg mau dijodohin sama Alya
Itin
aku tebak yang mau dijodohin sama Alya si Ken... 😍😍
Alfia Amira
kamu yg bikin repot Lex 😂😂😂😂
QiDi
ken....
Itin
Reno nih...
Ga bakalan lolos... walau pake helm full face tetap keluarga Vasillo bisa ketemu kamu.
Alfia Amira
bayangkan , Kakak ipar lebih muda dari adik ipar 🤣🤣🤣🤣🤣
aksari
theo terbaik
👍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!