Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Tit... Tit... Tit...

"Nih uang buat beli listrik. Dasar wanita benalu, bisanya cuma minta uang aja tapi dandan tidak bisa." teriak seorang laki-laki sambil melempar beberapa lembar uang ke arah wajah istrinya.

Mempunyai mertua yang baik, tapi anaknya selalu menguji kesabarannya. Pelit, suka membandingkan dengan perempuan lain, dan selingkuh. Namun selalu menyalahkan istrinya yang selama ini sabar mendampinginya. Dia adalah Aruna Fatihah yang harus diuji kesabarannya selama 3 tahun belakang dengan perubahan suaminya.

Akankah Aruna masih akan bersabar jika suaminya menjalin kasih dengan perempuan lain? Apakah Aruna akan memilih diam atau membalas perlakuan dari suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengacara 2

"Anakmu ini pengacara, Mbak Lala?" tanya Ibu Salma kepada temannya itu dengan raut wajah penasarannya.

"Iya, Mbak. Tenang aja, dia pengacara nggak dibayar juga tak masalah kok. Asalkan kasusnya benar adanya dan masuk akal. Apalagi kalau ini untuk Aruna yang waktu itu membantuku saat kecopetan di pasar," ucap Ibu Lala meyakinkan Aruna untuk memakai jasa Gavin. Ibu Lala merasa berhutang budi pada Aruna walaupun sudah memberikannya uang sebagai balasan.

"Iya kan, Gavin?" tanyanya pada sang anak untuk meminta persetujuan.

"Iya. Jika memang kasusnya berat dan benar adanya, saya bersedia membantu." ucap Gavin yang saat ini mengesampingkan godaan dari Mamanya tentang perjodohan dengan Aruna. Walaupun dia sedikit tak nyaman ketika harus berinteraksi dengan Aruna karena godaan itu. Namun dia harus tetap profesional.

Astaga...

"Nasya turun sini, Nak. Itu Omnya keberatan kalau gendong kamu,"

Aruna baru sadar kalau Nasya berada di dalam gendongan Gavin. Nasya langsung menggelengkan kepalanya dan tambah mengeratkan pelukannya. Aruna tadi terlalu fokus dengan ingin cepat ke rumah sakit dan membahas permasalahannya sehingga tidak melihat Nasya. Apalagi tadi sempat terus digoda oleh mertuanya dan Ibu Lala. Aruna menatap Gavin yang tampak serius dengan ucapannya. Dia juga bingung harus mencari pengacara yang sekiranya berkompeten dimana. Malah rencananya, dia akan menghubungi atasannya untuk mengenalkannya pada pengacara perusahaan.

"Udah, pakai Gavin saja untuk pengacaranya daripada kamu susah-susah mencari. Lagi pula bayarannya juga bisa dinego kok kalau kamu tidak ingin gratisan. Yang penting jujur dan kooperatif," ucap Ibu Lala meyakinkan.

"Iya, Aruna. Ibu juga kenal Gavin dan keluarganya. Kalau mereka macam-macam, biar Ibu labrak nanti." ucap Ibu Salma sambil terkekeh pelan.

"Baik, Pak Gavin. Saya ingin anda menjadi pengacara dalam kasus KDRT dan perceraian dengan Mas Kafka," ucap Aruna dengan yakin.

"Baik. Tolong semua bukti yang ada, kamu kirimkan ke saya. Sekalian dokumen pernikahan dan kartu identitas disiapkan untuk mendaftarkan gugatan perceraian," ucap Gavin yang raut wajahnya sekarang berubah serius.

"Baik. Kalau besok sore tidak apa? Soalnya saya ini mau ke rumah sakit dulu untuk melakukan visum," ucap Aruna yang kemudian menatap Ibu Lala dan memperlihatkan bekas tangan pada lehernya dengan membuka sedikit hijabnya.

"Astaga... Kamu habis dicekik?" seru Ibu Lala membuat Gavin menatap intens ke arah Mamanya. Pasalnya dia tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh Aruna.

Aruna juga menjaga untuk tidak memperlihatkan lehernya pada seorang laki-laki asing. Walaupun tadi sudah terlanjur dilihat oleh warga sekitar saat dia tidak mengenakan hijab. Namun Aruna berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi membuka hijabnya. Sekali pun itu cuma pindah dari tempat Ibu Salma ke rumahnya. Ibu Lala langsung menganggukkan kepalanya, berarti ini kasus memang benar adanya.

Aruna menceritakan tentang permasalahan KDRT ini kepada Gavin selaku pengacaranya. Tentang permasalahan keluarga kecilnya dan bukti CCTV rumah ini. Ya, diam-diam Aruna memasang CCTV rumah yang didapatkannya dari Isti. Awalnya hanya iseng dia pasang di rumah, ternyata sangat berguna. Kemudian rekaman di restorant dan CCTV yang terpasang pada sepatu Kafka. Dia serahkan semuanya pada Gavin. Sedangkan dokumen nikah dan identitas, baru besok dia serahkan pada Gavin. Pasalnya dia belum menyiapkan.

"Bukti lengkap. Ini sudah pasti kamu akan menang dan perceraian bisa cepat diputuskan. Aku akan tunggu dokumen lengkapnya dan pikirkan apa yang mau kamu tuntut setelah perceraian. Hak asuh anak atau harta gono gini, nanti bisa sampaikan ke saya. Biar aku yang urus pendaftaran gugatan. Untuk laporan ke kepolisian, aku tunggu surat hasil visum. Aku akan membantumu semampuku," ucap Gavin dengan penjelasan detailnya mengenai kasus ini.

"Terimakasih atas bantuannya, Pak Gavin." ucap Aruna sambil menghela nafasnya pelan.

"Pantas saja kamu membela menantumu, anak kandungmu aja begini tingkahnya. Mana udah KDRT, nggak kasih nafkah lagi." bisik Ibu Lala pada temannya itu.

"Untung otakmu benar, Mbak Salma. Coba kalau orangtua yang tetap membela anaknya walaupun salah, aku yakin Aruna bisa stress." lanjutnya membuat Ibu Salma terkekeh pelan.

Akhirnya Gavin dan Ibu Lala pamit pulang setelah Aruna pergi ke rumah sakit. Nasya malah tertidur dalam gendongan Gavin sehingga laki-laki itu harus menggendongnya ke kamar. Aruna tidak mau diantar ke rumah sakit oleh Ibu Salma dan Nasya, dia memilih pergi sendiri. Tidak masalah Aruna pergi sendiri karena Kafka sudah diamankan. Aruna yakin kalau dia akan selamat sampai rumah sakit.

"Semoga prosesnya dilancarkan. Biar kapok itu si Kafka," gumam Ibu Salma yang sangat kesal dengan anaknya.

***

Tang... Tang... Tang...

"Buka, Pak. Saya tidak bersalah. Besok saya harus bekerja," seru seorang laki-laki yang berada di balik jeruji besi. Dia adalah Kafka yang memukulkan besi itu dengan gembok.

"Berisik. Sudah malam," sentak seorang polisi yang merasa terganggu dengan teriakan Kafka.

Kafka memang ditempatkan di sel sendiri. Setidaknya untuk memastikan bahwa Kafka tidak berulah dulu di rumah dan area desa. Untuk pelaporan dan bukti, polisi mendapatkan kabar akan diurus besok pagi karena menunggu hasil visum dari rumah sakit. Polisi tidak masalah mengamankan pembuat keributan di masyarakat. Hanya saja, ternyata Kafka juga masih membuat keributan di penjara. Kafka yang dibentak oleh polisi pun pusing dan kesal. Apalagi dia tidak bisa menghubungi siapapun.

"Pak, saya mau telfon pengacara untuk bantu keluar dari sini." ucap Kafka memberikan alasan.

"Besok pagi silahkan hubungi pengacaramu. Sekarang waktunya istirahat," ucap polisi itu kemudian pergi membuat Kafka kesal.

"Pak, nggak boleh begitu dong. Saya kan punya hak untuk menggunakan jasa pengacara agar bisa keluar dari sini," seru Kafka tak terima.

"Sudah dibilang besok pagi. Silahkan besok pagi hubungi pengacaramu. Mau satu, dua, atau seratus pengacara juga boleh." ucap polisi itu dengan sedikit berteriak.

Astaga...

Kafka meraup wajahnya dengan kasar. Bisa-bisanya dia masuk penjara begini. Dia ingin menghubungi Aruna, Ibu Salma, atau Silvy. Dia tidak mau imagenya yang baik itu hancur karena masuk penjara dengan kasus KDRT. Kafka terus merutuki Aruna yang bisa-bisanya membuat dia masuk ke dalam penjara. Mana mau dia tidur di atas tikar tipis begini dan tidak ada bantal.

"Sialan itu, Aruna. Awas saja kalau nanti bertemu denganku, aku habisi." gumamnya sambil mengepalkan kedua tangannya.

"Bisa-bisanya suaminya yang manager dan tampan ini dimasukkan ke dalam penjara. Memang dasar istri stress, nggak bersyukur sama sekali punya suami kaya aku." lanjutnya.

Bugh...

Sialan... Sialan...

"Jangan berisik atau saya masukkan ke ruang isolasi," seru seorang polisi yang kesal dengan berisiknya Kafka.

Hah...

1
E F
lanjuttt thor💪🙏😍
sunaryati jarum
Lha Cerai saja baru proses kok sudah mau dijodohkan
Penulis Eli: Hanya bercanda itu, kak 🙈
total 1 replies
E F
lanjutt thor💪😍
aku
bu salma dan bu lala ini kyk e mudanya bar2 sekali ya 🤣🤣 ceplas ceplos jg 🤣🤣
sunaryati jarum: Kalau sudah ketemu teman sekolah,lupa umur.Termasuk emak dan teman - sekolah .
total 1 replies
aku
dua duanya aja. gongin sama anak. 😁
Suwastika
wah...bener² ad udang d balik bakwan BS pas bgt🥰🥰
Muft Smoker
waaaah duo bestie pda garcep niih ,, tp yg pling garcep yx bu Salma 🤭🤭🤣🤣
aku
mamer dorong mantunya kenceng bgt yakk 🤣🤣 keburu amat 🤣🤣 ketok palu ja blm itu mantu 🤣🤣
E F
lanjutt thor💪😄😍
Muft Smoker
bu Salma semangat banget mau jodohin menantu ny ,,
😁😁😁😁
sunaryati jarum
Nah gitu tegas, segera visum untuk bukti.Dsn bukti perselingkuhannya sekalian
sunaryati jarum
Langsung lapor yang berwenang itu sudah penganiayaan berat mengarah pembunuhan
Puspa Sella
benci cara pikiran Aruna ini
Muft Smoker
penjara kan saja si Kafka. bu ,,
Kafka mungkin ank kandung mu,,
tp jiwa ny bukan ,, dy cuma laki2 pengecut jelmaan Dari kodok sawah ,, 😒😒😒😒
uphet
aduuuhhh Bu Salma d sangka mabok abis makan kecubung🤣🤣🤣
E F
tq thor🙏😍
smangat sehat sll up byk2🤭😄💪
aku
kayak mana gk mlongo wong kalimatnya gitu 🤣🤣🤣 aduh nenek ini 🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makin seruu cerita ny
E F
😄😄
tq thor🙏😍
smangatttt up byk2🤭💪
E F
lanjuttt thor💪😍
smangattt hempasssss cpttttt😄💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!