Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:480.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9 Wanita Gila!

"Selama ini aku memang tidak digaji sepeser pun. Aku mengabdi seperti orang bodoh. Tapi bukan berarti tenaga dan waktuku tidak ada nilainya. Aku bukan pembantu gratisanmu, Mas."

Kirana kembali mengulurkan tangannya di depan dada Ardy.

"Jadi, mana kartu kreditnya? Berikan padaku sekarang. Waktuku terlalu berharga untuk sekadar menunggu laki-laki pelit sepertimu berpikir."

Ardy menelan ludah. Hatinya berkecamuk antara marah, gengsi dan sesuatu yang anehnya menyerupai rasa segan. Ardy merasa sedang berhadapan dengan orang asing yang memiliki kuasa penuh atas dirinya. Tatapan Kirana begitu tenang, tanpa air mata, tanpa wajah memohon seperti dulu. Yang tersisa di mata wanita itu hanyalah keyakinan absolut bahwa ia memang berhak menuntut haknya.

Dengan napas memburu menahan amarah yang tak bisa dilampiaskan, Ardy berbalik mengambil dompetnya di atas meja. Tangannya yang sedikit kaku mengeluarkan sebuah kartu kredit black card eksklusif.

"Ingat baik-baik, Rana, jangan belanja macam-macam yang tidak perlu!"

Kirana menyambar kartu hitam itu dari tangan suaminya dan tersenyum puas.

"Tenang saja, Mas Ardy sayang. Aku cuma mau membeli beberapa kebutuhan kecil kok," ucapnya santai.

Kirana berbalik dan melangkah menuju pintu walk-in closet untuk berganti pakaian. Sesaat sebelum menghilang di balik pintu, wanita itu menoleh ke belakang, memainkan kartu kredit hitam itu di sela jemarinya yang lentik.

"Oh iya, Mas. Kalau nanti siang ternyata limitnya habis, Mas tolong berbaik hati langsung telepon bank untuk naikkan limitnya, ya? Lagipula sebagai istri sah, sudah saatnya aku menikmati hasil jerih payah suamiku sebelum dihabiskan oleh perempuan benalu di luar sana," imbuh Kirana seraya mengedipkan sebelah matanya seolah sedang mengejek.

Pintu tertutup rapat, meninggalkan Ardy yang hanya mampu berdiri mematung.

"Sebenarnya apa yang terjadi padanya selama empat hari menghilang? Dia seperti bukan Kirana yang aku kenal, atau mungkin ini memang sifat aslinya?" gumam Ardy bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

*

*

Dengan santai Kirana menuruni anak tangga rumah mewah itu.

Rambut panjangnya yang masih sedikit lembap sehabis mandi sengaja dibiarkan tergerai indah, menyebarkan aroma sampo vanilla yang harum.

Sebuah tas yang dulu hanya ia simpan di lemari karena takut kotor, kini tergantung manis di bahunya. Dan yang paling penting, kartu kredit hitam unlimited milik Ardy terselip rapi di dalam dompetnya, siap untuk digesek hari ini.

Biasanya, jam enam pagi adalah medan perang baginya. Ia akan berlari ke dapur sebelum semua penghuni rumah bangun dengan mata masih setengah mengantuk. Ia akan sibuk menyiapkan sarapan, menyeduh kopi hitam dengan dua sendok gula untuk Ardy, memotong buah pepaya segar untuk ibu mertuanya, bahkan akhir-akhir ini ia harus memasak bubur gandum khusus untuk Siska, si benalu yang konon memiliki lambung super sensitif.

Namun hari ini, tidak ada satu pun rutinitas babu itu yang ia kerjakan.

Begitu Kirana tiba di ruang makan utama, ia terhenti. Pemandangan di depannya benar-benar tidak sesuai dengan ekspektasinya. Meja makan yang biasanya dipenuhi berbagai hidangan, kini kosong melompong.

Tak ada setumpuk roti. Tak ada semangkuk bubur. Tak ada secangkir kopi dan tak ada apa pun kecuali taplak meja yang bersih. Menyadari hal itu, sudut bibir Kirana perlahan terangkat, membentuk seulas senyum sinis.

"Oh, jadi begini caramu bermain, mertuaku?" gumam Kirana pelan.

Tanpa terpancing emosi, Kirana menarik salah satu kursi di ujung meja, kursi yang biasanya ditempati oleh nyonya rumah. Ia duduk dengan sangat tenang, menyilangkan kedua kakinya dengan elegan, lalu merapikan ujung blus mahal yang ia kenakan.

"Yati!" teriak Kirana.

Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki yang diseret malas. Seorang wanita paruh baya bertubuh tambun keluar dari balik pintu dapur sambil mengelap tangannya yang basah ke celemek.

Alih-alih menunduk dan menunjukkan rasa hormat layaknya seorang asisten rumah tangga yang dipanggil majikannya, Yati justru berkacak pinggang dan memutar bola matanya malas.

"Ada apa sih teriak-teriak pagi buta begini? Bikin kaget orang di dapur saja!" gerutu Yati tanpa saringan.

Kirana menatap wanita itu dari atas sampai bawah. "Mana sarapanku?"

"Sarapan?"

"Iya, sarapan. Aku lapar."

"Memangnya aku ini pembantumu?" balas Yati ketus.

Kirana sama tidak marah, tidak pula membentak. Ia hanya diam menatap mata pelayan kurang ajar itu tanpa berkedip sedikit pun.

Mendapat tatapan setajam itu, Yati justru semakin menjadi-jadi. Ia terkekeh sinis, merasa dirinya berada di atas angin karena mendapat dukungan dari Siska dan Sarah.

"Heh, Nyonya Parasit! Memangnya kamu pikir kamu siapa berani menyuruhku di rumah ini? Tugasku sekarang hanya melayani nona Siska yang sedang sakit. Lagipula, nona Siska itu calon nyonya rumah ini yang sebenarnya! Dan kalau kamu mau makan, ya masuk sana ke dapur, masak sendiri! Selama tiga tahun ini juga kamu yang masak dan melayani kami semua, kan? Kenapa mendadak jadi sok majikan begini?"

Ucapan lantang Yati sukses memancing perhatian pelayan lain. Beberapa kepala tampak menyembul dari balik pintu dapur, saling berpandangan dengan wajah cemas sekaligus penasaran menonton pertunjukan pagi itu.

Biasanya, setelah dihina secara terang-terangan seperti itu, Kirana akan menunduk, matanya berkaca-kaca, lalu ia akan meminta maaf dan pergi ke dapur dengan langkah gontai.

Namun hari ini berbeda. Kirana tetap duduk tenang bak seorang ratu di singgasananya. Bahkan senyum manis di wajahnya tak sedikit pun memudar, justru semakin terlihat mematikan.

"Kemari," ucap Kirana.

"Tidak mau! Aku sibuk mau masak sarapan buat tuan Ardy!"

"Kemari kubilang!"

Yati tetap tak merespons.

Senyum manis di bibir Kirana seketika menghilang tanpa bekas.

"Aku sangat tidak suka mengulang ucapanku untuk orang yang telinganya tidak berfungsi," desis Kirana.

"Aku juga tidak suka diperintah oleh mantan nyonya gagal yang sebentar lagi diceraikan!" balas Yati.

Pelayan lain yang mengintip mulai saling melirik pucat. Entah kenapa, aura yang dipancarkan Kirana pagi ini membuat mereka memiliki firasat yang sangat buruk.

Perlahan, tangan kanan Kirana terulur meraih sebuah teko kaca berisi air hangat yang kebetulan ada di atas meja. Ia menuangkannya ke dalam gelas hingga penuh. Lalu, tanpa aba-aba dan tanpa peringatan apa pun isi gelas itu mengguyur wajah Yati.

Byur!

"Apa-apaan ini wanita gila! Mataku perih!" Yati menjerit histeris, mengusap-usap wajahnya yang basah kuyup sambil menatap Kirana dengan mata melotot marah.

"Hanya mengembalikan sebuah kenangan manis di antara kita," ucap Kirana pelan.

"Apa maksudmu, hah?!" bentak Yati dengan napas tersengal-sengal.

Kirana bangkit dari kursinya. Ia terus maju, membuat Yati mundur ketakutan hingga punggungnya menabrak pilar penyangga.

1
Idah Jafar
Kirana siap habisi uang Ardy
beeli yg bermanfaat KY mas berlian apartemen
biar habis tuh saldonya ATM
Sunny Kwok
Ceritanya bagus 👍👍👍
Senja: terima kasih kk
total 1 replies
Evy
Bapaknya anak Siska sudah pasti itu..Toni..sepupu gadungan..
Indra Wahyu Rianti
👍
Indra Wahyu Rianti
sarah gila. jelasjelas kakek kirana yg nolong suntikan dana perusahaannya masa dibilang miskin. baru kali ini orang yg nolong disia siakan.
davina aston
👍👍👍👍👍👍👍👍
Indra Wahyu Rianti
lah riko kan diminta bsk pagi data tony. malah laporin kirani dan tristan. ardy pun gak nanya. beg**** nya
Indra Wahyu Rianti
lah ternyata msh dirumah. kl tau itu berita yg ditunggu ngapain tgg nanti malem.
Evy
Pelayan yang tidak punya hati nurani... Sombong amat jadi pembantu...
Linda Muslimahcell
jgn mimpi Ardi,,,kasiah jg km ardi🤭
PNC
ga setujuuuuuuuuuuuuuuu
Farida Dalle
Ternyata sdh tamat yah.. terimakasih thor, ceritanya bagus, dan ada yg bisa jadi renungan, bahwa apa yg kita punya hrs ttp disyukuri, krn setiap pembeeian dr Allah itu pasti yg terbaik buat hambaNya.. jd ttplh jd manusia yg pandai bersyukur agar tdk ada penyesalan dikemudian hari... ok thor semoga ada S2nya🙏
Senja: Terima kasih kka sudah mampir
total 1 replies
Farida Dalle
Yah... waharlh Kurana minta nambah, bayangin 3 thn nikah, dikasih nafkah batin cuman sekali itupun krn Ardy mabuk,gimna coba...

🤭🤣
Farida Dalle
Selamat atas pernikahan Tristan&Kirana, neskipun kita 5dk diundang tp ttp mendoakan yg terbaik, semoga Samawa, dn cepat diberi momongan, biar lengkap kebahagiaan si kakek, dan utk Tristan 2 jempol untukmu, yg mau menolong dg ikhlas... ibarat kata tangan kanan memberi, tangan kiri tdk perlu tahu, sekali lg selamat yah... 🥰😍
Farida Dalle
Thor, sedih aq tuh dg mas Ardy sm bu Sarah... rasanya mau nangis, semoga nntinya dikasi juga kebahagiaan yah thor🙏🥹
Farida Dalle
Thor, dilu kan wktu ngambil black cardnya si Ardy, Kirana kan sempat beli rumah, koq gak prnh dibahas... klu mmng ada kasi ke Ardy sj, spy bisa tinggal dg nyaman bersama ibunya
🤭
Farida Dalle
Inilh susahnya klu cuma drngar setengah2,jadi salah paham kan...tp tdk apa,dentan demikian sdh bisa ketebak kan klu sbnarnya Kirana jg suka sama Tristan,bahkan mungkin sdh mencintainya
🤭🤣
Farida Dalle
"Kalau aku mau, aku bisa mendapatkan kembali hatinya" hellow... sadar gak kamu Ardy, PD tingkt dewa... ngaca ... ups sorry pasti di tempat kontrakannya gak punya cermin, hihi
Farida Dalle
"Kalau aku mau, aku bisa mendapatkan kembali hatinya" hellow... sadar gak kamu Ardy, PD tingkt dewa... ngaca ... ups sorry pasti di tempat kontrakannya gak punya cermin, hihi
Farida Dalle
Ardy, plisss deh... gak usah buang duit dan wktumu, mending uangnya pake buat byr kontrakan dan makanannya, kamu mkn sj sm ibumu biar kenyang, iya kan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!