Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM GACHA RAJA KULINER

SISTEM GACHA RAJA KULINER

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Galang Kurniawan, seorang pedagang makanan kecil bernasib sial yang hidupnya selalu jalan di tempat. Di malam terburuk dalam hidupnya ketika gerobaknya dihancurkan dan ia hampir menyerah, Galang tiba-tiba membangkitkan Sistem Kuliner Acak yang memaksanya berjualan di lokasi-lokasi aneh dengan hadiah gacha yang fantastis. Dimulai dari berjualan di rumah sakit, Galang harus menghadapi berbagai macam pelanggan baru, persaingan bisnis yang kotor, koki arogan yang meremehkannya, hingga tantangan memasak bahan-bahan langka dari sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Galang tertegun sejenak mencerna rentetan pertanyaan itu sebelum menganggukkan kepalanya dengan cepat.

"Iya Pak, Mbak Nadia baru saja mampir makan di sini beberapa jam yang lalu," jawab Galang jujur.

Wanita berkacamata itu memajukan langkahnya dan menunjukkan layar ponselnya tepat ke wajah Galang.

Terlihat jelas foto gerobak Galang beserta sepiring nasi goreng dengan tulisan besar dari akun milik Nadia.

"Nasi goreng ajaib penyelamat nyawa budak korporat. Harganya 35 ribu tapi rasanya seperti habis spa relaksasi dua jam. Kalian semua wajib coba!"

Galang menelan ludah tidak percaya melihat betapa kuatnya efek promosi dari pelanggan pertamanya itu.

"Tolong buatkan kami lima belas porsi sekarang juga Mas, kami semua baru saja selesai lembur penutupan buku bulanan," ucap pria jangkung itu dengan nada memelas.

"Kepala kami rasanya mau pecah berkeping-keping dan punggung kami kaku semua."

Semangat juang Galang yang tadi sempat meredup seketika terbakar hebat hingga ke ubun-ubunnya.

"Siap laksanakan Pak, mohon tunggu sebentar!" seru Galang dengan suara lantang penuh tenaga.

Cetek. Wusss.

Api kompor menyala maksimal memanaskan wajan besi yang ukurannya sengaja ia ganti dengan yang cukup besar itu.

Galang harus memasak dalam jumlah porsi yang besar sekaligus untuk mengejar sisa waktu yang terus menipis.

Trak trak trak.

Gerakan tangannya mengayunkan wajan berat itu terlihat sangat cepat dan presisi hingga meninggalkan bayangan samar.

Teknik memasak tingkat dasar dari sistem benar-benar membuat fisiknya tidak mudah lelah meski harus mengangkat wajan berisi belasan porsi nasi.

Aroma wangi seketika membumbung tinggi menembus udara malam memancing perhatian orang-orang yang tersisa di sekitar area halte.

Beberapa pejalan kaki yang kebetulan lewat dan mencium aroma itu mau tidak mau ikut menelan ludah dan memutar arah menuju gerobak Galang.

"Mas, saya ikut antre dua porsi ya, bebas mau dibungkus atau makan sini!" teriak seorang bapak-bapak dari belakang kerumunan.

"Saya juga pesan satu porsi dibungkus Mas untuk dibawa pulang!" tambah seorang mahasiswa yang baru saja turun dari anak tangga bus.

Dalam sekejap mata, gerobak reyot Galang sudah dikelilingi oleh puluhan orang yang perutnya keroncongan.

Galang bekerja secepat kilat seperti mesin otomatis yang tak kenal lelah.

Ia terus memasak, menyajikan piring, menerima uang, dan membungkus pesanan tanpa henti sedikit pun.

Efek magis dari nasi goreng pemulihan yang ia makan sore tadi benar-benar membantunya menjaga stamina fisik dan fokus mental di tingkat maksimal.

Para pekerja kantoran yang menyantap pesanan mereka langsung di tempat seketika memberikan reaksi yang luar biasa heboh.

Ada yang sampai menitikkan air mata haru karena sakit kepalanya hilang seketika dalam satu kunyahan.

Ada pula yang tertawa lepas karena rasa pegal menahun di bahunya lenyap tak berbekas begitu saja.

Berita dari mulut ke mulut menyebar dengan sangat cepat di antara kerumunan malam itu.

[Waktu tersisa: 10 menit.]

[Progres Penjualan: 48/50 porsi.]

Galang mengusap peluh keringat di dahinya menggunakan punggung lengan bajunya yang basah.

Bahan nasi putih di termosnya sudah nyaris habis dan ia hanya menyisakan cukup beras untuk dua porsi terakhir saja.

Namun antrean di depannya kini sudah kosong melompong karena semua pesanan pelanggan telah terlayani dengan baik.

Galang melirik angka digital di layar ponselnya dengan jantung yang berdebar sangat kencang menabrak tulang rusuknya.

Waktu tinggal tersisa lima menit lagi sebelum misi sistem benar-benar ditutup.

Jalanan di sekitar halte Trans Utama sudah mulai lengang karena jam malam sudah menunjukkan pukul sepuluh kurang.

"Ayo kumohon, dua porsi lagi saja," gumam Galang sambil menatap ke arah ujung jalan raya dengan cemas.

Sepasang kekasih muda berjalan pelan melintasi trotoar sambil bergandengan tangan di bawah lampu jalan.

Si perempuan terlihat mengelus perutnya berulang kali dengan raut wajah yang sedikit cemberut.

"Sayang, aku lapar sekali tapi semua kafe tempat biasa kita makan sudah tutup," rajuk perempuan itu manja.

Galang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas yang lewat di depan matanya ini.

Ia mengambil spatulanya dan memukul pelan pinggiran wajan besinya untuk menarik perhatian mereka.

Teng. Teng.

"Permisi Mas dan Mbak, kebetulan sekali saya masih ada sisa dua porsi terakhir nasi goreng spesial malam ini," tawar Galang dengan suara yang sedikit dikeraskan.

Pasangan itu menoleh serempak dan berjalan ragu menghampiri gerobak Galang.

Si pria mengerutkan keningnya dalam-dalam membaca tulisan harga di kardus menu bekas.

"Tiga puluh lima ribu? Mahal banget untuk ukuran makanan kaki lima pinggir jalan begini," protes si pria tidak terima.

Galang memaksakan senyum ramahnya keluar meski kedua tangannya sudah gemetar melihat sisa waktu yang berkedip merah di kepalanya.

[Waktu tersisa: 2 menit.]

"Ini bukan nasi goreng biasa Mas," bujuk Galang dengan nada paling meyakinkan yang bisa ia keluarkan.

"Mbaknya kelihatan sangat lelah habis jalan-jalan, nasi goreng buatan saya ini dijamin bisa mengembalikan energi kalian berdua seratus persen utuh."

"Kalau ucapan saya bohong, saya janji akan kembalikan uang kalian dua kali lipat malam ini juga di tempat ini."

Si perempuan menarik ujung lengan kemeja kekasihnya dengan pelan.

"Aromanya wangi banget lho Yang, udahlah kita coba aja dari pada aku masuk angin kelaparan di jalan," bujuk perempuan itu setengah merengek.

Si pria akhirnya menghela napas pasrah dan menganggukkan kepalanya tanda setuju.

"Yaudah, dua porsi makan di sini ya Mas, tolong buruan buatnya."

"Siap laksanakan langsung!" teriak Galang dengan sepasang mata yang kembali berbinar terang.

Ia mengerahkan sisa tenaga terakhirnya untuk meracik dua porsi nasi goreng pamungkasnya malam itu.

Bumbu ditumis, wajan diayunkan tinggi-tinggi, dan aroma gurih yang pekat kembali menguar memenuhi udara malam.

Tepat saat Galang meletakkan piring kedua di atas meja lipat milik pelanggan tersebut, layar biru di kepalanya berkedip dengan sangat cepat dan terang.

[DING!]

[Waktu tersisa: 00:00:05.]

[Progres Penjualan: 50/50 porsi.]

[Misi Mingguan Kedua Berhasil Diselesaikan Tepat Waktu!]

Galang memejamkan kedua matanya dan menghembuskan napas yang sangat panjang dan lega.

Kakinya terasa begitu lemas hingga ia harus berpegangan erat pada pinggiran kayunya agar tidak jatuh terduduk ke trotoar.

Ia akhirnya berhasil menyelamatkan gerobaknya dari ancaman konyol sambaran petir di detik-detik terakhir.

[Evaluasi Kepuasan Pelanggan: Sangat Sempurna.]

[Tingkat popularitas Host di media sosial lokal terdeteksi mulai mengalami peningkatan.]

[Hadiah Misi sedang didistribusikan kepada Host.]

Trrrt. Trrrt.

Ponsel usang Galang bergetar hebat di dalam saku celana jeansnya.

Ia buru-buru merogoh ponsel itu dan membuka notifikasi mutasi rekening yang baru saja masuk.

Lima juta rupiah tanpa potongan telah berhasil ditransfer masuk ke dalam saldo tabungannya.

Galang tidak bisa menahan senyum lebarnya melihat deretan angka fantastis tersebut di layarnya.

[Sistem Kuliner Acak berhasil mencapai Level 2.]

[Fitur Ruang Penyimpanan Sistem terbuka. Host kini dapat menyimpan bahan masakan dan uang di dalam dimensi sistem.]

Galang terbelalak membaca notifikasi fitur baru yang sangat canggih tersebut.

"Dimensi penyimpanan? Jadi ke depannya aku tidak perlu repot membawa banyak barang belanjaan di motor lagi?" batin Galang kegirangan bukan main.

Malam itu di bawah lampu jalan yang temaram, seorang pedagang kaki lima baru saja menyelesaikan satu langkah besar dalam perjalanannya menuju puncak.

Modalnya bertambah tebal, reputasinya mulai terbangun pelan-pelan, dan fitur sistemnya menjadi semakin kuat.

Galang mulai membereskan peralatan masaknya dengan perasaan hati yang sangat puas dan damai.

Ia sudah tidak sabar lagi menunggu kejutan dan rintangan apa yang akan diberikan sistem pada misi lokasi barunya minggu depan.

1
Dhewa Shaied
lanjut thor
Khalita Aazahra
lanjut
Wega Luna
perlu dicoba tuh ,,,aku suka daging bekicot yg disalah itu waktu hamil dulu bisa habis 10 tusuk langsung makan , berarti nasi goreng ala seafood yh
Nissa Safira: Bener juga sih... ayam lebih mahal dari bekicot 🤣 Oke deal, nanti kalau Galang bagi resep Nasi Goreng Bekicot aku share di sini. Mbak yang pertama cobain di rumah ya, kabarin kalau bocil-bocil pada ketagihan🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!