Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjerat Obsesi Sang CEO

Terjerat Obsesi Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Kecelakaan tragis merenggut orang tua Hana, menyisakan utang menumpuk yang mengandaskan mimpinya.

Demi bertahan hidup, ia rela menjadi office girl tak terlihat di Adhitama Group.

Namun, satu malam kelam merobek takdirnya. Akibat sabotase racun pemicu gairah, Alvaro Adhitama, CEO dingin dan berkuasa kehilangan kendali dan merenggut kesucian Hana secara biadab.

Didera rasa bersalah, Alvaro menuntut pernikahan. Sadar akan jurang kasta di antara mereka, Hana memilih kabur meninggalkan ibu kota.

Sayang, kekuasaan Alvaro sanggup mencegat pelariannya. Ditekan dominasi mutlak sang CEO, Hana akhirnya pasrah diseret kembali dan tanpa menyadari ada benih baru yang mulai tumbuh di rahimnya.

Bagaimana Kelanjutannya???? Ada yang penasaran??

JANGAN LUPA KEPOIN CERITANYA YAAAA!!!

Follow IG @LALA_SYALALA13
SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berita Heboh

Aroma gurih kuah kaldu sapi dan hiruk-pikuk klakson kendaraan dari jalanan luar merayap masuk melalui jendela ruang istirahat staf di basemen dua.

Tempat itu tak seberapa luas, berlantai keramik putih yang agak kusam, dengan deretan meja lipat dan kursi plastik berwarna hijau. Namun bagi Hana, ruangan riuh ini jauh lebih hangat dan menenangkan ketimbang keheningan dingin lantai empat puluh delapan.

Hana duduk di sudut meja, membuka kotak bekal plastiknya yang berisi nasi putih dan tumis buncis buatan sendiri. Di sebelahnya, Mbak Wiwik sedang melahap mangkuk bakso berkuah pedas yang dibelinya dari kantin basemen.

"Aduh, Han... sejelas apa pun rasanya, bakso Bang Mamat ini memang nggak pernah gagal bikin ketagihan." celoteh Mbak Wiwik seraya mengusap keringat di dahinya dengan tisu. Ia lalu memiringkan posisi duduknya, menatap Hana yang sibuk mengunyah nasi.

"Eh, cerita dong! Gimana rasanya kerja di lantai empat puluh delapan? Katanya karpet di sana tebal banget ya? Kalau melangkah kayak napak di atas awan?" tanya mbak Wiwik dengan begitu penasaran.

Hana tersenyum tipis, memindai lauk di wadahnya. "Karpetnya memang tebal, Mbak. Suasananya sepi banget... beda jauh sama lantai bawah." jawab Hana seadanya.

"Beda jauhlah! Secara itu kan lantainya orang-orang penentu nasib perusahaan," timpal Mas Doni yang tiba-tiba duduk di seberang mereka seraya membawa es teh manis.

"Tapi jujur ya, Han, kami semua di bawah sampai heboh pas dengar kamu ditarik ke sana. Apalagi gosipnya itu perintah khusus dari sekretarisnya Pak Alvaro langsung." ujarnya dengan begitu iri karena Hana begitu beruntung.

Hana mendadak tersedak pelan. Ia buru-buru meraih botol air minumnya dan meneguknya cepat.

"I-itu cuma karena standar kebersihan di atas lagi diperketat, Mas Doni. Kemarin kata Bu Bella, mereka butuh orang yang kerjanya cepat dan nggak banyak omong. Mbak Wiwik juga tahu kan aku kalau kerja jarang ngobrol." ucap Hana mencari alasan yang tepat agar tidak ada yang curiga.

"Iya sih, si Hana kan emang anteng." aku Mbak Wiwik seraya mengangguk-angguk. Namun, beberapa detik kemudian wanita paruh baya itu memicingkan matanya, mengamati raut wajah Hana yang sedikit sembap.

"Tapi tunggu deh... Han, mata kamu kok agak merah dan bengkak begitu? Kamu habis nangis ya?" tanya mbak Wiwik.

Pertanyaan Mbak Wiwik membuat Hana membeku di tempat.

"Nangis?" sela Mas Doni seraya ikut memperhatikan wajah Hana lekat-lekat.

"Wah, jangan-jangan kamu dimarahi sama bos besar di atas ya, Han? Pak Alvaro kan katanya kalau marahin orang omongannya kayak sembilu tajam. Banyak manajer senior aja keluar ruangan beliau sambil gemeteran." seru Mas Doni.

Hana memaksakan tawa kecil, menggelengkan kepalanya seraya merapikan letak sendok plastiknya.

"Enggak kok, Mbak, Mas... Nggak ada yang marahin aku. Tadi pas lap debu di rak buku atas, debunya ketiup angin terus masuk ke mata. Makanya aku kucek-kucek sampai merah begini." ujar Hana.

"Halah, beneran debu? Jangan bohong kamu," selidik Mbak Wiwik tak percaya.

"Pak Alvaro nggak bersikap galak kan sama kamu? Atau Pak Nakula asistennya itu?" Mbak Wiwik memastikan lagi keadaan Hana.

"Beneran, Mbak Wiwik. Pak Alvaro dan Pak Nakula bersikap profesional kok," dalih Hana sehalus mungkin, meski di dalam hatinya rasa bersalah karena terus berbohong semakin menumpuk.

Saat mereka bertiga sedang mengobrol santai, pintu ruang istirahat terdorong terbuka cukup keras. Dua orang petugas kebersihan dari shift pagi melangkah masuk seraya membawa botol air minum.

Salah satu dari mereka, Maya yaitu gadis muda yang terkenal gemar membagikan gosip kantor langsung menghampiri meja Mbak Wiwik dengan wajah penuh binar antusias.

"Mbak Wiwik! Mas Doni! Kalian udah dengar berita heboh siang ini belum?!" seru Maya setengah berbisik seraya menumpukan kedua tangannya di tepi meja.

Mbak Wiwik langsung memajukan badannya. "Gosip apa lagi, May? Jangan bikin penasaran deh!"

"Ini soal lantai empat puluh delapan!" kata Maya, matanya membelalak lebar.

"Tadi pas jam sebelas lewat, ada anak analis dari R&D namanya Mas Rehan keluar dari ruangan Pak Alvaro dengan wajah pucat pasi kayak orang mau pingsan!" serunya dengan heboh.

Hana yang tadinya hendak menyendok nasi mendadak menghentikan gerakannya. Jantungnya berdebar kencang saat mendengar nama Rehan disebut.

"Loh, kenapa si Rehan?" tanya Mas Doni penasaran. "Dia kena semprot Pak Alvaro?"

"Bukan sekadar kena semprot, Mas!" sahut Maya berapi-api.

"Katanya Pak Alvaro marah besar di dalam ruangan! Mas Rehan sampai diancam mau dipecat hari itu juga kalau berani macam-macam lagi! Padahal Mas Rehan cuma mau ngantar dokumen riset. Kasihan banget kan?"

"Ya ampun... kok bisa sampai semarah itu?" Mbak Wiwik menggeleng-gelengkan kepala.

"Biasanya kan Pak Alvaro emang dingin, tapi kalau sampai ngancam pecat di tempat gara-gara masalah dokumen... aneh banget." serunya lagi.

Maya lalu melirik ke arah Hana yang duduk membisu di ujung meja.

"Nah, itu dia yang bikin aneh, Mbak! Desas-desus di lantai R&D bilang, Mas Rehan itu diamuk gara-gara kedapatan lagi ngobrol dan nyapa petugas kebersihan yang ada di dalam ruang kerja CEO! Pak Alvaro langsung ngamuk karena menganggap itu ngelanggar privasi dan gak sopan!" ujar gadis itu lagi.

Maya menatap Hana dengan pandangan penuh rasa ingin tahu yang intens.

"Eh, Han... bukannya kamu yang ditugasin di ruangan Pak Alvaro tadi pagi? Kamu ada di sana kan pas kejadian itu? Beneran Mas Rehan dimarahi gara-gara nyapa kamu?" tanyanya dengan heboh.

Suasana di meja makan itu mendadak hening seketika. Tiga pasang mata kini tertuju lurus pada Hana.

Hana merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya. Keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya.

Kecemburuan konyol Alvaro tadi pagi rupanya sudah menyebar menjadi rumor liar di kalangan staf R&D dan siap meledak di seluruh gedung jika ia salah melangkah.

Hana mencoba memposisikan dirinya setenang mungkin, menatap Maya dengan binar mata polos yang dibuat-buat.

"Mas Rehan dimarahi gara-gara nyapa aku?" ulang Hana dengan nada terheran-heran.

"Enggak kok, May. Kamu dapat gosip dari mana?" bantah Hana.

"Loh? Berarti gosip itu salah?" cecar Maya penasaran.

"Ya salah bangetlah," sahut Hana cepat, berusaha menyusun kalimat penjelasan yang masuk akal tanpa mengorbankan rahasianya.

"Tadi pas aku lagi ngelap jendela di pojokan, Mas Rehan memang masuk bawa map merah. Tapi Pak Alvaro marah itu murni karena laporan bisnis di map itu katanya ada yang salah hitung atau belum lengkap gitu. Mas Rehan memang sempat kaget terus minta maaf. Tentu saja Pak Alvaro tegas, tapi bukan gara-gara nyapa aku. Aku kan cuma petugas kebersihan di pojokan, Pak Alvaro mana peduli kalau ada orang nyapa aku." ujar Hana sebisa mungkin untuk tetap terlihat tenang.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
+44
hamil kan?
Dewi Kasiani
kpn Hana tidak keras hatinya,biar sedikit romantis.semoga hana hamil. biar makin dekat
Meichah Hahahihi
Hana misal KLO ada cewek yg deketin alvaro perasaanmu gimana ... jual mahal sekali si hana ini
Meichah Hahahihi
ini ceweknya mau di sentuh alvaro takut tapi kalo cowok lain welcome... munafik si hans
irma hidayat
hadapi hana bukannya harus sembunyi dari jln hidup, alvaro aja mau menerima dan terbuka
Teh Fufah
gitu dong hana.... berani... kamu kan mahaiswa hukum....
irma hidayat
terima dgn ikhlas hana jalan takdirnya jangan keras kepala, meski tak diinginkan mungkin jln terbaik untuk hidupmu
Siti Solihah
ayooo hana buka lebar lebar hatimu, kuliah kembali agar kamu bisa meneruskan cita cita sekaligus jadi istri ceo bucin...😅🤭
Rarik Srihastuty
lanjut...
+44
jadi.. kamu sudah cinta 🌚
Siti Solihah
ayo varo nyatakan love yuo sekarang juga..🤣🤣🤣
Mia Camelia
ayo rehan terus deketin hana🤭🤭🤭, biar alvaro makin meledak🤭😂
irma hidayat
cemburu ya alvaro
Rarik Srihastuty
ada yang cemburu ternyata 🤭
Lilik24
hahhaaa cemburu dia, bagusalah
Siti Solihah
masih menahan bucin...🤭🤭
+44
aku mau bubur ayam 🌚
Rarik Srihastuty
ayo Alvaro semangat, buat Hama melupakan traumanya
+44
jadi penasaran.. hal apa yang nantinya membuat hana luluh?
Sastri Dalila
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!