Indonesia
NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: ANTIMANIPULASI ISTANA DEWA

Kabar tunduknya Sekte Naga Langit menyebar seperti api menyambar jerami kering di seluruh wilayah provinsi.

Guan Long menyerahkan seluruh stempel kekuasaan, tambang batu spiritual, serta aset bisnis sekte kepada Bagas tanpa berani menyisa sedikit pun.

Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, Reno resmi menjadi penguasa tunggal dunia bawah tanah dan dunia bisnis di tingkat provinsi.

Di dalam ruang tamu Vila Puncak yang kini sudah kembali tenang dan bersih.

Alya duduk di sofa, menatap tumpukan berkas kerja sama bisnis senilai ratusan miliar yang baru saja diserahkan oleh Bagas.

"Reno... ini beneran proyek buat perusahaan aku?" tanya Alya bingung sambil mengusap matanya tak percaya.

Reno yang sedang menyesap teh hangat di sampingnya tersenyum lembut.

"Iya dong, sayang. Kan aku sudah bilang, kamu pantes dapet yang terbaik," jawab Reno santai.

'Waduh... berkas sebanyak ini bikin kepalaku mau pecah,' batin Alya meringis dalam hati.

Alya menatap Reno dengan binar mata penuh rasa haru.

"Tapi ini terlalu banyak, Reno... Aku takut nggak bisa kelola semuanya," cicit Alya pelan.

"Nggak usah takut, ada Bagas sama tim profesional yang bakal bantu kamu kapan aja," sahut Reno meyakinkan.

Alya tersenyum manis, memeluk lengan Reno dan menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.

"Terima kasih ya, Reno. Kamu selalu ada saat semua orang meremehkan aku," bisik Alya tulus.

"Kamu itu segalanya buat aku, Alya," pukas Reno mengusap lembut pipi istrinya.

Di saat yang sama, Maya dan Hendra sedang berdiri di depan kantor pusat Pramudya Group dengan wajah berbinar-binar.

Mereka baru saja mendengar kabar bahwa Alya secara resmi memegang proyek modal senilai ratusan miliar dari investor misterius.

"Pa! Kita kaya raya lagi!" teriak Maya girang sambil memeluk tas mewahnya yang hampir ditarik leasing.

"Iya, Ma! Alya bener-bener anak berbakti!" sahut Hendra tertawa lebar.

"Ayo kita ke Vila Puncak! Kita harus minta bagian dari proyek itu!" ajak Maya penuh nafsu gila harta.

Namun, sebelum mereka sempat melangkah menuju mobil, dua pria berjas hitam tegap menghalangi jalan mereka.

"Siapa kalian?! Berani-beraninya halangi jalan kami!" bentak Hendra sok berkuasa.

Salah satu pengawal menyunggingkan senyum dingin.

"Atas perintah Tuan Bagas, kalian berdua dilarang mendekati Nona Alya atau Vila Puncak," ucap pengawal itu tegas.

"Apa?! Kami ini orang tuanya!" jerit Maya histeris.

"Kalau kalian nekat, seluruh rekening kalian akan dibekukan permanen," ancam pengawal itu tanpa kompromi.

Deggg...!

Maya dan Hendra membeku di tempat, menyadari betapa kejamnya konsekuensi jika mereka berani menantang aturan Reno.

Sementara itu, di batas kota provinsi yang menghubungkan jalan menuju ibu kota negara.

Sebuah armada mobil bermerek hitam tanpa plat nomor melaju dengan kecepatan tinggi membelah kabut siang.

Di dalam mobil utama, empat pria mengenakan jubah putih bersulam benang emas duduk bersedekap dada.

Mereka adalah Empat Pelindung Dewa dari Istana Dewa Perkasa—organisasi kultivasi tertinggi di tingkat nasional.

Masing-masing dari mereka memiliki pancaran aura Ranah Raja Spiritual tingkat puncak yang sangat mengintimidasi.

"Pelindung Timur, apa kita benar-benar harus turun tangan cuma buat ngadapi pemuda kota kecil?" tanya Pelindung Barat dengan nada malas.

"Tetua Agung nggak mau ada variabel yang mengganggu rencana penguasaan wilayah selatan," jawab Pelindung Timur dingin.

"Lagipula, pemuda itu sudah memusnahkan Sekte Naga Langit yang merupakan bidak kita," sambung Pelindung Selatan menyunggingkan senyum licik.

"Kalau dia menolak tunduk, kita penggal kepalanya dan bawa ke ibu kota," pukas Pelindung Utara dengan mata memancarkan kilatan pembunuh.

Mobil-mobil mewah itu berhenti tepat di gerbang perbatasan kota provinsi.

Ratusan prajurit jaga kota dari Sekte Naga Langit yang kini berada di bawah kendali Grup Naga Hitam langsung siaga.

"Berhenti! Tunjukkan identitas kalian!" teriak kapten penjaga barisan depan.

Pelindung Timur membuka kaca jendela mobil, melayangkan pandangan penuh hinaan.

Dia mengangkat satu tangannya, menyentilkan jari ke udara.

Brakkkk!

Gelombang angin bertekanan tinggi meledak seketika, menghempaskan puluhan penjaga perbatasan hingga memuntahkan darah segar.

"Kecoa-kecoa lemah tidak berhak menghalangi jalan Istana Dewa Perkasa!" bentak Pelindung Timur arogan.

Armada mobil tersebut langsung melesat menerobos masuk ke pusat kota tanpa ada yang sanggup menghentikan.

Kabar penyerangan di perbatasan kota langsung sampai ke telinga Bagas dalam hitungan menit.

Bagas bergegas masuk ke ruang kerja Reno di Vila Puncak dengan wajah penuh ketegangan.

"Tuan Muda! Ada pergerakan dari Istana Dewa Perkasa!" lapor Bagas cepat.

"Empat Pelindung Dewa mereka baru saja menerobos perbatasan kota dan melukai penjaga kita!" tambah Bagas penuh emosi.

Reno yang sedang membaca dokumen di mejanya tidak terkejut sedikit pun.

Dia meletakkan penanya dengan tenang, menatap Bagas dengan binar mata keemasan yang berkilat tajam.

"Istana Dewa Perkasa akhirnya bergerak juga?" tanya Reno dengan suara datar namun penuh tekanan.

"Benar, Tuan. Mereka menuju langsung ke Vila Puncak ini!" sahut Bagas sigap.

'Hadeuhhh... datangnya satu-satu kenapa sih, bikin capek aja,' batin Reno menghela napas pelan.

Reno berdiri dari kursinya, berjalan menuju jendela kaca besar yang menghadap langsung ke arah gerbang luar.

Di kejauhan, empat aura putih raksasa tampak membumbung tinggi menuju area Puncak, membawa tekanan yang membuat awan di langit terbelah dua.

"Suruh seluruh anak buah lu mundur, Bagas," perintah Reno dingin.

"T-Tapi Tuan Muda..." Bagas ragu.

"Empat orang ini beda kelas sama Klan Zhao. Lu dan anak-anak cuma bakal jadi korban sia-sia," pukas Reno melirik Bagas.

"Baik, Tuan Muda! Hamba mengerti!" sahut Bagas membungkuk hormat lalu segera menjalankan komando.

Reno melangkah keluar vila, berdiri sendirian di tengah pelataran rumput yang hijau.

Empat sosok jubah putih melayang turun dari udara, mendarat mengelilingi posisi Reno dari empat sudut.

Brakkkk!

Tekanan aura gabungan dari empat Raja Spiritual tingkat puncak meledak seketika, membuat tanah di sekeliling Reno ambles beberapa sentimeter.

Pelindung Timur melangkah maju, menatap Reno dengan senyum meremehkan yang amat tinggi.

"Lu yang bernama Reno?" tanya Pelindung Timur dengan suara bergema keras.

"Berlututlah sekarang dan serahkan Sutra Naga Kuno lu kalau mau nyawa istri lu tetap aman!"

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!