*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat Belas
# Empat Belas
“Jangan bilang kamu menyukai pria gila itu!” sebuah tuduhan mengarah pada Hanum, seakan tidak suka bila mantan pacarnya itu memiliki rasa terhadap ayah kandung Sean. Indra melihat Hanum dengan tatapan yang mengintimidasi.
“Bukan begitu, Mas.” Wanita itu mencoba menepis tuduhan mantan kekasihnya tersebut. Bagaimanapun juga ia merasa tak enak pada pria yang sudah menolong dirinya ketika dalam keadaan paling terpuruk.
“Kalau begitu, mari tinggalkan tempat ini. Ikut aku ke Kalimantan, tinggal di sana bersamaku. Nanti akan aku carikan pekerjaan yang cocok untuk kamu.”
“Maaf, Mas. Bukannya Hanum menolak, tapi aku benar-benar tidak ingin merepotkan Mas Indra lagi.” Hanum sebenarnya takut berhubungan dengan Indra lagi, sebab ia masih ingat betul ancaman orang tua Indra padanya.
Dirinya dipandang sebelah mata oleh keluarga besar Indra lantaran memiliki anak di luar nikah. Meskipun Indra bersikeras mempertahankan dirinya. Hanum tidak mau, menikah itu tak hanya dua orang. Bila ke dua orang tua Indra tidak memberi restu, Hanum mundur.
Lagian wanita itu cukup sadar diri, rasanya tak pantas bersanding dengan Indra yang terpandang itu. Meskipun sampai sekarang ia menyesal, karena Indra tak kunjung menikah hanya karena menunggu dirinya.
Mau bagaimana lagi, setelah tahu ia hamil anak Leon. Hanum sudah menutup seluruh pintu hatinya. Merasa manusia hina, tak pantas untuk bersanding dengan siapa saja. Ia lebih memilih membesarkan Sean seorang diri tanpa ada pria di sisi.
“Jangan keras kepala Hanum! Kamu mau aku menunggu sampai kapan lagi?” Indra mengusap wajahnya, terlihat pria berhidung mancung itu sedang merasa frustasi. Apalagi kemunculan ayah kandung Sean. Ia merasa posisi nya benar-benar terancam.
Wanita itu menunduk, menenggelamkan wajahnya dengan dalam. Rasanya tak mampu menatap rona kecewa pada wajah Indra. Pria baik yang harus ia sia-siakan.
Hanya kata maaf yang keluar dari bibir tipisnya, keputusan Hanum sudah bulat. Ia tak bisa menerima cinta pertamanya lagi. Semua sudah berubah, keadaan sudah porak poranda. Bila dulu ia menaruh harapan besar pada pria tersebut, kini semua kandas.
Indra mencoba membujuk Hanum kembali, berusaha semaksimal mungkin agar wanita itu mau menuruti apa kata-katanya. “Besok aku akan ke sini, dan besok juga aku akan kembali ke Kalimantan. Pikirkan baik-baik, akan ku pesankan tiket. Semoga kamu bisa merubah keputusanmu.”
Setelah mengatakan itu, Indra menemui Sean yang ada di dalam kamarnya. Indra kaget, karena kamar Sean penuh dengan hadiah. Bahkan masih banyak yang belum dibuka. Tertata rapi di sebuah kotak yang berjajar di lantai kamar depan almari.
Indra makin cemburu, ia yakin itu adalah pemberian dari pria gila yang sudah menodai Hanum di masa lalu, tak ingin semakin marah. Indra pun memeluk Sean dan pergi dengan hati yang luka.
Hanum hanya bisa melihat bayang Indra yang terlihat tak bersemangat seperti biasanya.
Esok harinya.
Setelah mengantar Sean ke penitipan anak, Hanum pun pergi ke kantor Leon. Mulanya ia nampak ragu karena beberapa waktu lalu. Pria pemilik perusahaan yang akan ia datangi tersebut marah padanya. Namun karena ini urusan pekerjaan, maka Hanum pun tak peduli.
Bila Leon masih marah, maka ia akan menerima. Ia hanya ingin bekerja dengan profesional, tak ingin menggabungkan masalah pekerjaan dengan urusan pribadi.
Jam delapan ia sudah tiba di sana, sebenarnya janji temu mereka adalah jam setengah sembilan. Hanya saja takut macet, maka Hanum datang lebih awal. Tanpa sengaja, saat akan naik lift. Ketika pintu lift terbuka, di sana sudah ada Leon dan sekretarisnya.
“Pagi, Bu Hanum!” sapa sekretaris sambil tersenyum.
Hanum menjawab sapaan Desi dengan tersenyum, ia sedikit canggung karena ada Leon di depannya.
Saat akan melangkah masuk ke dalam, Leon malah keluar. Pria itu menarik lengan Hanum bersamanya.
“Eh... Pak!” Karena ini di kantor Hanum akan memperlakukan Leon sebagai rekan kerja yang sangat ia hormati. Dan ia kaget bukan main, mengapa Leon menariknya begitu saja.
“Kita bicarakan di tempat yang lain.”
“Tapi!”
“Ikut, atau tidak ada perjanjian kontrak?” ancaman Leon nyatanya berhasil sebab kini Hanum sudah duduk di mobil bersamanya.
Sambil mengemudi, Leon mulai berbicara.
“Bagaimana Sean?”
“Baik.”
“Apa ia tak mengeluh kepalanya sakit paska pulang dari rumah sakit.”
“Tidak.”
“Apakah dia menanyakan aku? Karena aku tak menemuinya seperti biasanya.”
Hanum mau menjawab jujur, namun nanti malah Leon GR. Akhirnya ia bohong, “Tidak!”
“Oh!”
“Kita mau ke mana?”
“Nanti kamu juga tahu sendiri.”
Satu jam perjalanan, namun tak kunjung sampai. Ketika sampai di sebuah jalan yang sering dilewati, barulah Hanum penasaran kembali.
“Kita mau ke mana? Ini kan jalan menuju penitipan anak?”
“Aku kangen putriku!” Leon langsung memarkir mobilnya.
Hanum hanya diam sambil menelan ludahnya. ‘Sean pasti senang, sebab tadi pagi ia terus menanyakan mu,’ batinnya.
Benar pikiran Hanum, begitu Leon masuk ke dalam. Sean langsung menghambur ke gendongan pria berjas abu-abu tersebut.
“Anak papa, sudah sehat ya?” Leon mengecup seluruh wajah putrinya. Membuat Sean mendorong muka Leon dengan tangan manggilnya. Karena geli akibat kumis tipis sang Papa yang belum dicukur.
Keduanya bercanda, tertawa bersama dan jujur Hanum sebenarnya suka melihat pemandangan itu. Namun sejenak kemudian ia sadar, menepis rasa itu. Tidak Boleh!
Para penjaga anak-anak di sana menatap pria yang tengah mengendong Sean. Mereka tak menyangka itu adalah ayah Sean. Namun bila dilihat dengan saksama, wajahnya memang sangat mirip. Ketika para orang dewasa itu bisik-bisik. Leon mengendong Sean mendekat ke Hanum.
“Beberapa waktu yang lalu, aku menjanjikan main ke taman hiburan bila dia sembuh.”
Hanum mengerutkan kening, mengapa ia tak diberi tahu. Dan lagi, ia kini sedang bekerja.
“Maaf, tapi ini saatnya bekerja.”
Sambi tangan kiri memegang tubuh Sean, Leon merebut berkas yang sejak tadi dibawa oleh Hanum. Berikan pulpennya, setelah aku tanda tangani. Ikut bersama kami.
Hanum nampak berpikir, kemudian mengambil bulpen dari dalam tasnya. “Ini!”
Hitungan detik Leon sudah membubuhkan tanda tangan di sana, Hanum pun puas. Ia kira akan begitu sulit mendapatkan perjanjian kontrak ini, ternyata semua di luar ekspetasinya.
“Terima kasih!” Hanum separuh menurunkan wajahnya.
“Tidak usah berterima kasih! Menikahlah denganku... Semua akan menjadi milikmu.”
Tidak peduli pada celotehan Leon, Hanum malah fokus pada berkas yang sudah ada tanda tangan Leon di dalam sana.
“Hanum! Kamu tak mendengarkan aku?” Leon mulai sebal karena ajakan menikah dirinya dianggap angin lalu oleh ibu dari anaknya itu.
“Ayo, nanti keburu siang.” Bukannya menjawab pernyataan Leon yang mengajaknya menikah, Hanum malah mengalihkan perhatian pada urusan yang lain.
‘Lain kali kamu akan menjawab ya!’ gumam Leon penuh harap.
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️