Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Untuk Pewaris Pengganti

Istri Untuk Pewaris Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Banyak sekali yang harus dilakukan Ananta Shakira sebagai bukti baktinya pada orang tuanya. Demi mendapatkan simpati publik, papanya memasukkannya sebagai tenaga pengajar di sebuah Taman Kanak Kanak.yang sudah terkenal dedikasinya dalam menelurkan anak anak pintar yang berbakat.

Kemudian dia juga harus mau dijodohkan dengan Arsen Angkasa, pewaris pengganti yang sedang naik daun, karena pewaris sebelumnya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Pewaris pengganti itu butuh power keluarganya yang merupakan pengusaha lokal dan salah satu wakil ketua dewan yang terhormat untuk memperkuat posisinya. Sedangkan keluarganya membutuhkan pewaris ini untuk bisa sejajar di kalangan bisnis dengan menjadikannya sebagai menantu keluarga konglomerat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelah

Ananta benar benar merasakan kelelahan yang amat sangat. Dia sudah mengenakan enam buah gaun yang berat dan ribet.

Sekarang Ananta butuh tidur untuk menghilangkan kelelahannya. Tapi baru saja dia akan memejamkan matanya, Arsen menelponnya.

Yang mengagetkannya, laki laki itu mengajaknya video call. Ananta yang awalnya hanya mengenakan tank topnya saja, dengan terpaksa mengenakan cardigan tipisnya untuk menutupi bahunya.

Tapi tetap saja Ananta menutup sebagian tubuhnya dengan selimut. Rasanya risih juga berpakaian begini saat ditatap Arsen nanti walaupun mereka hanya bertemu via layar ponsel.

"Belum tidur?" Arsen yang hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek itu kini menatap Ananta yang menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, kecuali wajah cantiknya dengan rambut yang tergerai. Arsen melepaskan senyumnya dengan alis yang sempat bertaut.

Hatinya bergetar. Gadis itu terlihat sangat cantik dan menggodanya. Rasanya Arsen ingin menarik selimut yang sedang digunakan Ananta sebagai tameng untuk memastikan fantasi liar di dalam kepalanya. Dia lama lama bisa gila karena gadis ini.

Seandainya Ananta seperti calon calonnya yang sebelumnya yang dengan senang hati menawarkan diri mereka padanya, sesal Araen dalam hati.

"Mau tidur, tapi kamu telpon," sanggahnya pelan.

Arsen tersenyum tipis.

"Hari ini capek sekali, ya," bisik Arsen pelan. Dalam hati dia ingin sekali melihat pakaian tidur seperti apa yang dikenakan Ananta.

Otaknya sudah terdistraksi gara gara melihat beberapa gaun pengantin Ananta yang memperlihatkan bahu indahnya.

"Iya." Ananta sependapat dengan Arsen. Tubuhnya juga pegal pegal. Dia sama sekali ngga mengira Arsen berpikir negatif.

"Kamu tidur pake selimut aja?" tanya Arsen ambigu.

"Pake baju jugalah." Ananta menyahut cepat.

"Ooo, Kirain hanya selimut aja." Arsen tersenyum miring.

Ananta manyun lagi.

"Pikiran kamu pasti sedang membayangkan yang tidak benar," ejek Ananta kesal.dan gugup. Ternyata dia salah, batinnya kesal.

Arsen tertawa pelan.

"Biasanya aku kalo berselimut kayak gitu, ngga pake apa apa." Setelah mengatakannya Arsen tertawa lepas.

Pipi Ananta merah padam.

"Ya sudah, lebih baik kamu segera tidur. Harus cukup istirahat. Besok kamu sudah cuti, kan?" tanya Arsen mengalihkan topik sekaligus memastikan.

"Iya. Kamu kapan cutinya?" tanya Ananta ingi tau.

"Lusa."

"Harusnya besok aja," protes Ananta kesal.

"Bagaimana kalo besok, aku jemput kamu?" Arsen malah balik bertanya tanpa menjawab perkataan kesal yang terlontar.dari Ananta.

"Mau kemana? Kamu, kan, kerja," tolak Ananta halus.

"Temenin aku kerja."

"Ngga ah, ada kamera cctvnya, kan," tolak Ananta cepat.

"Memangnya kita mau ngapain?" Arsen mengerutkan keningnya. Dia pura pura saja karena ingin melihat reaksi malu malu Ananta. Benar saja, pipi gadis itu sudah merona lagi.

"Udah dulu, ya. Aku mau tidur dulu." Tanpa menunggu jawaban Arsen, Ananta langsung menekan tombol merah di layar ponselnya.

Arsen tersenyum ketika melihat layar ponselnya menggelap. Padahal dia ingin tau pakaian apa yang dikenakan Ananta dibalik selimutnya.

Arsen pun memutuskan memejamkan matanya.

Sayangnya besoknya Arsen tidak boleh mengajak Ananta pergi. Arsen meminta ijin pada mamanya saat mereka sedang sarapan.

"Dua hari lagi kalian akan menikah. Kalian ngga boleh bertemu dulu," larang Annette.

Ya, batin Arsen kecewa.

"Kamu kenapa ngga cuti saja, Arsen. Nanti kamu kelelahan," saran maminya khawatir.

"Lusa, ma, aku cutinya."

"Cuti saja, Arsen. Papi akan bantu mengurus kerjaan kamu. Ada Ubay dan Cakra juga, kan."

Arsen hanya mengangguk dan mengembangkan senyum penuh makna.

*

*

*

"Teman papa mau ke rumah," ucap Gala Aghia ketika mereka sedang sarapan.

"Siapa, pa?" tanya Prameswari.

"Adik kelas papa waktu kuliah," sahutnya setelah menelan makanannya.

"Makin penasaran, pa. Siapa, sih?" tanya Prameswari sambil mengumpulkan nasi goreng ke sendoknya dengan garpu.

Ananta hanya menyimak.

"Tunggu aja, ma. Sebentar lagi mereka datang, kok." Gala Aghia seakan berteka teki dengan senyum lebarnya.

"Mama jadi ngga sabar. Jarang jarang papa mau ngenalin teman ke rumah."

"Oh ya?" kekeh Gala Aghia.

Ananta hanya menyimak saja.

*

*

*

Ananta terpaku sesaat ketika melihat teman papanya yang datang. Ternyata adik kelas yang papa maksudkan adalah Om Sudrajat dan istrinya Emma. Wanita yang hampir saja dia jambak hari itu.

"Halo, Ananta. Apa kabar?" sapa Sudrajat hangat.

"Baik, Om."

"Syukurlah;" senyumnya ramah.

Dalam hati Ananta merasa kasian karena orang sebaik ini memiliki istri yang sangat ahli berbohong .

"Ananta, kamu kenal teman papa?" tanya Gala Aghia cukup kaget, ngga menyangka putrinya mengenal teman lamanya.

"Aku pernah ketemu Ananta yang.sedang menemani Arsen. Arsen Angkasa teman bisnisku. Rupanya Ananta calon istrinya. Aku juga sudah mendapatkan undagan pernikahannya. Oh ya, selamat, ya, mas," jelasnya panjang lebar kemudian mengulurkan tangannya pada papa Ananta, memberikan ucapan selamat.

Gala Aghia menyambutnya hangat dengan senyum lebarnya.

"Dunia sempit sekali, ya, kalo begitu," ucap Gala Aghia kemudian tertawa.

"Iya, sangat sempit," timpal Sudrajat di sela tawanya yang ikut berderai.

Mama Ananta juga tertawa pelan. Sementara itu tanpa diketahui yang lainnya, Ananta dan Emma saling bertukat tatap sinis.

"Jadi Oma Widari khusus meminta Ananta jadi salah satu kandidat untuk Arsen?" Sudrajat menganggukkan kepalanya mengerti setelah meneguk minumannya. Mereka sekarang sedang menikmati makan siangnya.

"Ya. Aku juga kaget ketika Latif yang mengatakannya padaku langsung," cerita Gala Aghia. Dulu mereka cukup akrab, jadi dia biasa saja menceritakan bagaimana Ananta menjadi calon istri Arsen.

Jadi begitu? Mereka dijodohkan, batin Emma terus mendengarkan.

"Padahal kandidat yang lain juga ngga kalah dengan Ananta. Sa yang jadi model internasional juga Ngga nyangka keluarga Pak Latif memilih Ananta." Prameswari berkata dengan raut wajah bangga.

"Modelnya siapa aja, mba? Mungkin istri saya kenal. Dulu dia sempat jadi model dan satu agensi sama Arsen."

"Oh ya?" Prameswari benar benar baru tau info ini.

Sudrajat tersenyum agak canggung karena sudah membuka sedikit rahasia Arsen.

"Dulu sebelum Arsen ketahuan anaknya Pak Latif," lanjutnya sambil membenarkan ikatan dasinya.

Gala tersenyum maklum. Sedangkan Ananta tetap tenang karena Arsen sudah memberitaukan hal ini padanya.

"Arsen ternyata pekerja keras sejak dulu," ucap Gala juga bangga. Melihat apa yang sudah dia capai di perusahaan Latif menunjukkan betapa kerasnya dia berusaha. Juga pintar.

"Dia juga cerdas. Baru beberapa bulan menggantikan Ega, banyak kerja sama dengan omzet tinggi yang sudah dia raih," puji Gala.

"Iya. Kita tau tentang pencapaiannya," ucap Sudrajat lega karena keceplosannya tidak membuat Gala Aghia terganggu.

'Waktu jadi model, apakah Arsen terkenal juga?" tanya Prameswari sambil menatap istri Sudrajat-Emma.

"Iya, mba. Agensi kami cukup dipercaya brand brand internasional," jawab Emma dengan senyum manis. Tapi hatinya sebal karena niatnya untuk menjatuhkan Arsen di mata keluarga Ananta jadi gagal.

Prameswari tersenyum senang mendengarnya.

Ngga lama kemudian, ketika papa dan mamanya dan Pak Sudrajat masih mengobrol, Emma mendekati Ananta yang pamit pergi karena akan mengambil buah untuk dihidangkan.

"Masih nekad, ya, meneruskan pernikahan tanpa tau sebesar apa cinta Arsen buatku?" bisiknya sinis.

Ananta yang ngga menyangka Emma mencari keberadaannya untuk mengatakan kata kata ngga berguna itu mengeluarkan tawa perlahannya

"Aku malu mendengarnya."

Emma terkesiap mendengar jawaban santai Ananta yang terkesan merendahkan dirinya.

"Apa maksud ucapanmu?" sentak Emma masih pelan tapi penuh tekanan pada Ananta. Rahangnya sampai mengeras melihat sikap sombong Ananta.

"Tidak bermaksud apa apa. Hanya meminta agar anda mengoreksi ucapan anda saja."

"Sialan. Ucapan yang mana?" Marahnya masih dengan volume suara yang tertahan.

Ananta hanya tersenyum, lalu berjalan meninggalkan istri orang yang sangat menyedihkan itu.

Tapi Emma ngga tinggal diam. Dia mengejar Ananta dan sekarang menghadangnya.

"Apa maksud ucapanmu?" Wajahnya memerah karena menahan marah.

"Aku sudah lihat rekaman cctv kejadian hari itu." Ananta memberikan senyum kemenangannya.

Emma shock mendengarnya. Lututnya seolah tak kuat menumpu tubuhnya. Dia sampai harus berpegangan pada pilar karena tubuhnya gemetar.

1
anggita
like 👍bunga🌹
Sabrina Rahmadini
ka bab ini judulnya apa : bertemu irang tua Arsen apa bertemu orang tua Arsen
Ernaaaaa
dih dah punya laki meuni gatel si Emma emma😄
Dewy Aprianty
lanjut thorr
Titi Liana
suka
Ernaaaaa
maksih thor
anggita
iklan☝like👍👌
Ernaaaaa
sabar ananta
Dewy Aprianty
ya ampun arsen🤭
Ernaaaaa
edannn sikutukupret
Ernaaaaa
terimakasih Thor...makin penasaran aku
Lia Kiftia Usman: penasaran karakter ananta yang penurut ... 🤭
total 1 replies
Ernaaaaa
makasih Thor
Ernaaaaa
buset main hati Kabeh xixixi
Alia Chans
Hadir thor.. ceritanya keren
semangat😉
Rahma AR: 😊😊....
total 1 replies
Ernaaaaa
alkhamdulillah maraton aku bacanya...lanjut Thor
Ernaaaaa
baru bisa Baca novel barunya..maksih Thor
Rahma AR: sama sama😊
total 1 replies
Titi Liana
suka
Lia Kiftia Usman
ananta...oh ananta...
Dewy Aprianty
lanjut thorr
hiro_yoshi74
meresahkan ini ma belum juga halal ar 🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!