Indonesia
NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Krak! Brak!

Kursi yang diduduki Reyhan tiba-tiba patah menjadi empat bagian dengan suara yang sangat keras.

Reyhan yang sedang tertawa bangga langsung terjengkang ke belakang dengan posisi sangat memalukan.

Piring makanannya yang penuh dengan saus tomat terbang ke udara dan mendarat mulus menutupi wajahnya.

Plok!

"Argh! Panas! Mata gue perih!" jerit Reyhan meronta-ronta di lantai kantin.

Kemeja putihnya kini berubah warna menjadi merah darah akibat saus tomat tersebut.

Seluruh penghuni kantin yang tadinya diam langsung tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan memalukan itu.

"Hahaha! Tuan Muda Kusuma kok makan saus pakai wajah sih?" ledek salah satu mahasiswa dengan berani.

Anak buah Reyhan panik dan buru-buru membersihkan wajah bos mereka menggunakan tisu.

Shinta yang tadinya marah besar kini ikut tertawa lepas hingga memegangi perutnya.

"Rasakan itu dasar cowok mesum konyol! Hahaha!" tawa Shinta puas sekali.

Dia menoleh ke arah Arif yang sedang menyuap spagetinya dengan sangat tenang.

"Kau yang melakukannya kan?" bisik Shinta menyipitkan matanya penuh kecurigaan namun bahagia.

Arif menghentikan kunyahannya dan mengangkat bahu seolah tidak tahu apa-apa.

"Aku cuma duduk manis di sini, mungkin hantu penunggu kampus ini tidak suka melihat wajah jeleknya," jawab Arif asal-asalan.

Shinta mencibir pelan, dia tahu pasti pemuda di depannya ini yang membuat kursi Reyhan patah.

Meski dia tidak tahu bagaimana cara Arif melakukannya dari jarak sejauh ini.

"Kau memang udik yang mengerikan," guman Shinta pelan namun penuh kekaguman.

Gadis itu memindahkan nampannya ke meja kosong di sebelahnya dan mulai makan dengan lahap.

Di sisi lain kantin, Reyhan akhirnya berhasil berdiri dengan wajah dan kemeja yang berantakan.

Amarahnya sudah mencapai ubun-ubun, rasa malunya di depan puluhan mahasiswa tidak bisa dimaafkan lagi.

Dia menatap nyalang ke arah meja Arif dan Shinta yang sedang makan dengan santai.

"Gembel sialan! Aku tahu ini pasti ulahmu!" raung Reyhan dalam hatinya.

Reyhan tidak berani maju langsung karena dia tahu kemampuan berkelahi Arif sangat di luar nalar manusia biasa.

Dia segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor ayahnya.

"Halo Pa! Reyhan butuh bantuan sekarang juga!" rengek Reyhan dengan nada manja.

"Ada anak baru yang berani mempermalukanku di kampus, aku mau dia dihancurkan hari ini juga!"

Dari seberang telepon, suara berat seorang pria paruh baya menanggapi permintaan anaknya itu.

"Tenanglah Reyhan, jangan gegabah di depan umum," jawab ayahnya tenang.

"Malam ini kita akan mengadakan acara lelang amal untuk yayasan kampusmu."

"Pancing anak itu untuk datang ke acara tersebut, Papa akan menyiapkan pelajaran khusus untuknya di sana."

Mendengar rencana ayahnya, senyum licik kembali mengembang di wajah Reyhan yang cemong.

"Ide bagus Pa! Dia pasti akan datang kalau Shinta aku undang juga," jawab Reyhan gembira.

"Aku akan membuatnya menangis darah memohon ampun di depan semua petinggi kampus!"

Klik.

Reyhan mematikan teleponnya dan berjalan keluar kantin bersama anak buahnya menahan malu.

Arif yang sedari tadi mendengar percakapan telepon itu hanya mendengus geli.

"Acara lelang amal ya? Menarik juga, aku bisa mencari hiburan baru malam ini," batin Arif santai.

Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Shinta kembali ke kelasnya untuk jadwal terakhir.

Arif mengikutinya masuk dan duduk di kursi paling belakang sambil memainkan ponselnya.

Satu jam kemudian, kelas akhirnya selesai dan mereka berjalan menuju tempat parkir.

Saat mereka berdua masuk ke dalam mobil, ponsel Shinta berbunyi notifikasi pesan masuk.

Ting.

Shinta membuka ponselnya dan membaca pesan tersebut dengan kening berkerut.

"Ada apa Nona cerewet? Si monyet itu mengirim pesan cinta lagi padamu?" tebak Arif bersandar santai.

"Cih, jangan sembarangan! Ini pesan dari grup perwakilan mahasiswa," bantah Shinta judes.

"Katanya nanti malam ada acara lelang amal kampus di Hotel Mahkota Indah."

"Semua donatur utama kampus diundang, termasuk keluarga Reyhan dan keluargaku," jelas Shinta dengan wajah malas.

"Lalu? Kau mau datang ke acara membosankan itu?" tanya Arif menoleh.

Shinta menghela nafas panjang dan menyalakan mesin mobilnya.

"Tentu saja aku harus datang, aku ini wakil dari Keluarga Liem."

"Kalau aku tidak datang, ayahku bisa dianggap tidak menghargai acara amal kampus," keluh Shinta pasrah.

Shinta menoleh ke arah Arif dan menatap pemuda itu dengan tatapan menilai.

"Kau harus ikut denganku sebagai pasanganku malam ini," paksa Shinta tanpa ragu-ragu.

"Kenapa aku harus ikut? Aku lebih suka tidur di kasur empuk rumahmu daripada melihat wajah si monyet itu lagi," tolak Arif bercanda.

"Enak saja! Kau kan pengawalku, kau harus melindungiku dari Reyhan!" bentak Shinta mencubit pelan lengan Arif.

"Lagi pula, mana ada tunangan yang membiarkan calon istrinya pergi sendirian ke pesta," gumam Shinta sangat pelan sambil membuang muka ke arah jendela.

Arif tersenyum lebar mendengar alasan gengsi yang sangat menggemaskan itu.

"Baiklah, aku akan ikut," jawab Arif menyetujui.

"Tapi kau harus mentraktirku es krim dalam perjalanan pulang sekarang."

"Dasar cowok perhitungan! Iya iya nanti kubelikan es krim sekalian pabriknya kalau kau mau!" omel Shinta menginjak pedal gas mobilnya.

Mobil sport mewah itu meninggalkan area kampus menuju jalanan ibu kota yang mulai padat.

Malam ini, di acara lelang amal itu, Reyhan dan keluarganya berencana menghancurkan martabat Arif.

Mereka berniat memamerkan kekayaan dan koneksi mereka untuk menginjak-injak harga diri pemuda kampung itu.

Sayangnya, mereka tidak tahu bahwa mereka sedang berusaha memamerkan kekayaan di depan Tuan dari Biro Akasa.

Organisasi yang kekayaannya bahkan bisa membeli seluruh aset Keluarga Kusuma dalam hitungan jam.

Pesta malam ini akan menjadi panggung pertunjukan yang sangat menyakitkan bagi kesombongan Reyhan.

1
Was pray
Shinta itu tipe wanita keras kepala tapi ceroboh dan agak lambat berpikir
Was pray
pemimpin naga hitam jenis biji-bijian kah Thor?
Was pray
gak apa2 Shinta.. anggap aja rekreasi ke pelabuhan tanjung Priok , kamu kan wanita hebat yg gak butuh nasehat orang lain.. 🤭
Was pray
emang Arif dan Shinta kuliahnya di rumah sakit? waduh .. ambil fakultas apaan Arif nanti?
Was pray
kenapa bos preman kalau gak plontos ya botak? gak ada yg ganteng kah si bos preman Thor? 🤭🤭
Was pray
cek cek.... 👎 MC nya kuat sih... tapi mulutnya perlu dipemak ulang
Was pray
kurang didikan Budi pekerti kah Arif?
kayra lubna
Cerita yang sangat unik,ada percintaan,pengobatan,seni bela diri,sangat memuaskan hati untuk dibaca...mantaaaap👍
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!