Indonesia
NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:865.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua Kisah

Dominic datang, langsung duduk di samping Berlian.

"Seru amat, sedang bahas apaan?" tanya Dominic.

Berlian menoleh.

"Bukannya di luar negeri?" ucap Berlian.

Dom tertawa, "Ada pintu dora3mon, tenang aja," canda nya

Berlian mencubit lengan Dominic, "Orang nanya serius,"

"Loh, jawaban barusan serius," kata Dominic.

"Kalian tadi bicarain apa? Serius banget?" tanya Dom penasaran.

"Nggak ada," kata tuan Wiranata.

"Serius uncle?" dijawab anggukan tuan Wiranata.

Dominic tak percaya, karena skenario awal yg dibahas dengan tuan Wiranata harusnya tak seperti itu.

"Uncle, lebih cepat lebih baik," saran Dominic. Berlian heran, tak tahu apa yang dibahas oleh kedua pria beda usia itu.

Tuan Wiranata menggeleng lemah.

"Aku atau uncle yang kasih tahu?" tegas Dominic.

Tuan Wiranata terdiam.

"Ada apa sih?" sela Berlian penasaran.

Dominic menggenggam tangan Berlian.

"Ada hal penting yang ingin kami bicarakan dengan mu honey," sudah honey-honey aja panggilan Dom untuk Berlian. Padahal ikrar jadian belum dikibarkan oleh Berlian.

Berlian diam.

Dari awal Berlian dikenalkan dengan tuan Wiranata, dia sudah curiga dengan kedua pria ini. Tapi ungkapan Dominic barusan membuatnya penasaran.

"Uncle...," panggil Dom.

Tuan Wiranata menghela nafas untuk kesekian kali.

"Nak, jika aku mengatakan kalau aku ini ayahmu apa kamu akan marah?" ujar tuan Wiranata.

"Tuan, candaan anda tak lucu," tanggap Berlian.

Dominic mengeluarkan sesuatu, sebuah amplop.

"Lihatlah!" suruh Dom dan Berlian membukanya.

"Apa ini? Identik sembilan puluh sembilan koma sembilan sembilan?" tanya Berlian dengan ekspresi tak percaya.

"Benar nak, kamu adalah putriku," jelas tuan Wiranata.

Berlian menggeleng.

"Nggak mungkin tuan, wajah ibu saya bukan seperti itu," Berlian menunjuk lukisan yang tadi sempat dilihatnya.

"Dia ibu mu nak," imbuh tuan Wiranata lirih.

"Tuan, perlu anda tahu. Ibu saya itu Indah Wijaya, seperti yang saya sampaikan ke anda sebelumnya. Dan ibu saya sudah meninggal," terang Berlian.

Berlian teringat peninggalan album sang ibu. Yang ada foto tuan Wiranata bersama dengan teman lain.

"Panjang cerita nya nak, dan maaf aku baru tahu baru-baru ini," lanjut tuan Wiranata.

"Tuan Wiranata, ini ibu saya," Berlian menunjukkan gambar dari galeri ponsel miliknya.

"Hhmm," angguk tuan Wiranata.

"Mereka teman baik," lanjutnya.

"Apa maksud anda?" tanggap Berlian.

"Indah Wijaya adalah sahabat baik ibumu nak," tuan Wiranata mulai bercerita.

Berlian menggeleng. Kenyataan pahit apalagi yang musti dihadapi. Jika sebelumnya pengakuan tuan Adrian, sekarang sebuah kenyataan baru menghadang. Indah Wijaya bukan ibu kandungnya.

"Mereka berdua sahabat tak terpisahkan. Kemana-mana selalu pergi berdua. Bahkan aku juga mengenal baik Indah Wijaya," lanjut tuan Wiranata.

"Lulus kuliah, aku berniat menikah dengan ibumu. Tapi saat itu aku mendapati ibumu selingkuh bersama pria lain. Itu lah awal salah paham ku pada ibu mu," ulas tuan Wiranata.

"Karena kenyataan pahit itu, aku pergi menjauh dari kehidupan ibu mu dan memutuskan pergi ke luar negeri,"

Berlian masih menyimak, begitu pun Dominic.

Ratusan kali bahkan ribuan kali, ibu mu mencoba menghubungi. Tapi tak ada satu pun yang aku balas. Hingga panggilan-panggilan itu berakhir dengan sendirinya. Mungkin ibu mu lelah menghadapi sifat keras kepala ku, yang tak mau mendengarkan alasan yang ibumu berikan.

"Percayalah nak, itu adalah kesalahan ku yang fatal dan tak layak mendapat maaf dari nya,"

"Saat aku pulang dari luar negeri, aku berusaha mencarinya. Karena kemanapun aku pergi, aku selalu memikirkan dia. Tapi aku kehilangan jejak," tuan Wiranata menjeda ucapan nya.

"Aku mencari semua informasi tentangnya, dan aku mendapatkan kenyataan pahit berikutnya,"

"Ternyata kejadian selingkuh itu diskenario oleh keluargaku sendiri. Ibu mu dijebak seolah-olah sedang bersama pria lain. Keluarga ku berpura-pura setuju, ternyata di belakang ku mereka menekan ibumu sedemikian rupa. Itu juga menjadi alasanku pergi dan memutus hubungan dengan keluarga besar," tak mengira pria setengah baya yang biasanya mengintimidasi rival bisnis itu menangis di depan Berlian dan Dominic.

"Aku menyesal nak," tuan Wiranata tergugu.

"Karena tak menemukan ibu mu, aku cari Indah Wijaya. Tapi yang aku dapati, Indah Wijaya ternyata sudah meninggal. Bahkan aku sempat mendatangi nisan nya,"

"Aku cuman dengar, Indah Wijaya meninggalkan seorang putri dan itu kamu. Aku juga tak mengira Indah Wijaya berani menyembunyikan kenyataan besar seperti ini,"

"Pencarian ibu mu tetap dilanjutkan bahkan sampai ke tempat asal nya. Hanya pusara ibu mu yang aku dapati," tuan Wiranata menunduk, tetes air mata nya tak bisa dibendung.

"Sampai saat itu pun, aku tak menyadari jika ibumu mengandung saat aku pergi menjauhinya," tuan Wiranata menyeka air mata.

"Hingga pada akhirnya, Dom menunjukkan foto yang dia ambil saat mewancarai kamu. Dan mengirimkan padaku," meski dengan hati yang sedih, tuan Wiranata menceritakan dengan lancar.

Berlian menoleh ke arah Dominic.

"Kejadian salah lift?" ulas Dominic.

"Hhhmmm," gumam Berlian. Berlian ingat betul kejadian itu, saat dua pria bersamanya. Yang ternyata lift khusus petinggi.

"Aku menjumpai sosok aunty dalam diri kamu," lanjut Dominic.

"Apa ini alasan anda ingin mewancarai ku langsung?" tanya Berlian.

"Itu salah satunya," jelas Dom.

"Emang ada alasan lain?" Berlian menautkan alis.

"Berlian Putri Wiranata, apa kamu tak mengingat apapun. Kamu ini masih muda, kenapa sudah pikun?" ejek Dom.

"Issshhh," Berlian memukul lengan Dom, karena kesal.

"Di luar konteks cerita uncle barusan. Aku mengenalmu jauh sebelum itu," kata Dom membuat Berlian semakin penasaran.

"Really?" Berlian tak percaya

"Padahal dalam otakku selalu mengingat mu," terang Dom.

"Memoriku selalu terisi dengan anak perempuan kecil yang menindas ku dulu," lanjut Dominic

"Bahkan dia selalu berkata, jika dewasa nanti aku Berlian Putri Wiranata akan menikahi Dominic Alexander," kata Dominic seraya tertawa.

"Mana ada seperti itu, pasti ngarang deh," Berlian belum mampu mengingatnya.

Dominic menyentil kening Berlian.

"Kamu sekolah di TK Harapan Bunda?" pancing Dom agar Berlian mengingat

"Oh... Oh... Apa kamu anak laki-laki yang nangis di pojokan karena dibully?" Berlian terbahak, tak menyangka jika anak cengeng itu adalah Dominic.

"Apa karena itu? Anda selalu memanggil nama lengkap ku?" dan dijawab anggukan Dominic.

"Tapi aku sempat kecewa sih," kata Dominic.

"Karena?"

"Cewek yang aku cari melupakan janjinya dan menikah dengan pria lain," seru Dominic.

Berlian teringat Arya.

"Sampai detik ini, aku seharusnya berterima kasih dengan Arya," imbuh Dom

Berlian menautkan alis

"Karena dengan dia selingkuh, aku berhasil mendapatkan mu," ujar Dominic bangga.

"Sudah cukup bicaranya Dom?" pria tua itu masih di sana dan memperlihatkan wajah garang seperti biasa saat menatap Dominic.

Sedetik kemudian. Pandangan tuan Wiranata beralih ke arah Berlian.

"Nak, maafkan orang tua ini. Beri kesempatan aku menebus semua kesalahan di masa lalu," ucap tulus tuan Wiranata.

Berlian diam, belum menanggapi.

1
Khairul Azam
perkataan tuan alexsander itu bukankah termasuk pelecehan
Khairul Azam
banyal fitnah karena km gak mau klo ayahmu mau mengumumkan klo km iti anaknya, itu jg termasuk dosa jg karena memboarkan orang lain berpikir biruk.
echa purin
👍👍👍
Ita Ita
novelnya sangar bagus dan menarik.
moenaelsa: makasih 🌟 kak
total 1 replies
Titien Prawiro
Diambang batas gk ada lanjutannya apa.
Yuliati Soemarlina
yeh berlian bukan morotin..itu perhiasan dikasih mertuanya..
Yuliati Soemarlina
ketabrak ga sengaja aja dipermasalahkan kinara...modus nipu nih 2 manusia cecunguk ??
Yuliati Soemarlina
pemain" drama saling bersinggungan...
ken darsihk
tuh Ayah sdh di sumpal oleh ibu nya si Intan , benar Berlian pelakor tetap sajah pelakor 😠😠
ken darsihk
Yahhh Berlian kenapa juga lari ke club , sudah gitu ketemu sama pecundang dan gundik nya
ken darsihk
Aq mampir
karya pertama nya author yng aq baca , seperti nya bagus
moenaelsa: makasih kak
total 1 replies
Yuliati Soemarlina
jgn nyela berlian..dengarkan ucapan dr..jgn sok tau...lama" nyebelin juga si berlian ini
Yuliati Soemarlina
lihat tanda" nya..kamu hamil berlian..
Yuliati Soemarlina
berlian n dom sama" ngebohongi ortu...kenapa thor ceritanya jelimet begini...rahasia"...teruuus🤭🤭🤭
Yuliati Soemarlina
berlian..rahasia teruuuuuus...cape deh...🤭
Yuliati Soemarlina
2 org licik bersekutu..apakah akan berhasil ?
Yuliati Soemarlina
klo ceritanya bagus tentu bagus komentarnya thor...
Yuliati Soemarlina
Dom cepat halalkan berlian...biar gak terus diganggu ulat keket si kinara
Yuliati Soemarlina
akibat berlian keras kepala..banyak fitnah..apa yg kamu pertahankan berlian..lemot banget otak peran utama ini
Yuliati Soemarlina
bungkam tuh mulut lemes si kinara..tunjukan pd dunia bahwa kamu anak tunggal wiranata..biar orang" tdk merenehkanmu..kesel juga baca cerita ini thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!